Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DIGITALISASI ‘AYAM PELUNG CIANJUR’ SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN PRODUK BUDAYA DI KELOMPOK TANI MAKMUR CIANJUR Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Abdul Malik, Muhammad Zulfi
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52935

Abstract

Ayam pelung telah dijadikan sebagai simbol Kabupaten Cianjur sejak tahun 2016. Hal itu merupakan salah satu upaya pelestarian dan pemertahanan identitas kultural Kabupaten Cianjur. Upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkenalkan dan menjual ayam pelung sebagai komoditas ternak maupun kultural tidak berbanding lurus dengan peningkatan pasar, penjualan, dan peminat ayam pelung. Pasar dan penjualan ayam pelung dewasa ini semakin menurun, hal itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah proses jual beli ayam pelung masih menggunakan cara konvensial. Selain itu peminat ayam pelung sebagai ayam seni suara terbatas hanya komunitas tertentu. Pemanfaat pemasaran digital pada era industri 4.0 akan sangat membantu bidang peternakan tersebut, di antaranya dari segi pasar, penjualan, dan informasi yang komprehensif tentang ayam pelung. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah perlu ada laman digital berbasis website dengan konten atraktif dan edukatif. Metode penyuluhan dan praktik langsung diterapkan kepada kelompok Tani Makmur di Kabupaten Cianjur sebagai rangkaian pelatihan dan peningkatan kompetensi digital yang menunjang pemasaran dan pelestarian ayam pelung sebagai produk budaya. Hasil dari program pengabdian ini berupa adanya website yang representatif dengan sehingga mampu menjangkau target audience secara global dan mendatangkan calon pembeli secara langsung melalui pesan jaringan pribadi.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA FILM ANIMASI MUHAMMAD BIN KA’AB AL-QURADHY: KAJIAN PRAGMATIK Pebriyanti, Elisa Trisyani; Nugraha, Tubagus Chaeru; Malik, Muhammad Zulfi Abdul
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 2 (2025): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2025
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i2.59638

Abstract

Penelitian ini membahas tindak tutur ilokusi bahasa Arab yang terdapat dalam film animasi Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhy. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi menurut Searle dan fungsi tindak tutur ilokusi menurut Leech yang terdapat pada film animasi Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhy. Pada penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penyediaan data yang digunakan yaitu teknik simak catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode pilah padan pragmatik, kemudian hasilnya disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 76 data bentuk tindak tutur ilokusi dengan rincian 28 data asertif, 37 data direktif, 9 data ekspresif, dan 2 data komisif. Tindak tutur direktif merupakan bentuk tindak tutur yang dominan digunakan dalam film ini. Sedangkan fungsi tindak tutur ilokusinya berjumlah 50 data dengan rincian 15 data konvival, 29 data kolaboratif, 5 data kompetitif, 1 data konfliktif. Fungsi kolaboratif merupakan fungsi tindak tutur ilokusi yang paling dominan digunakan dalam film ini.
REINVENTARISASI POTENSI DESA MARGAMEKAR: STUDI KASUS PENDAMPINGAN KARANG TARUNA PAMEKAR Gumilar, Trisna; Abdul Malik, Muhammad Zulfi; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinventarisasi potensi Desa Margamekar melalui pendampingan Karang Taruna Pamekar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Pendampingan ini melibatkan identifikasi potensi ekonomi, sosial, dan budaya desa yang belum terkelola secara optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi pendekatan partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, observasi langsung, dan diskusi kelompok terarah dengan anggota Karang Taruna Pamekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margamekar memiliki potensi besar di sektor pertanian, seni budaya, serta wisata alam yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan komunitas pemuda desa. Pengembangan potensi Desa Margamekar membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup perencanaan strategis, keterlibatan komunitas, pemahaman pasar, serta pemasaran yang efektif.
Metafora Konseptual Dalam Syair Tema Cinta Unggahan Akun Instagram @Nasser_alwobair: Analisis Semantik Kognitif Fuadi, Ahmad Hasan; Nugraha, Tubagus Chaeru; Malik, Muhammad Zulfi Abdul
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.42469

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah menjabarkan variasi metafora konseptual yang muncul dalam syair tema cinta unggahan akun Instagram @Nasser_alwobair. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah syair-syair tema cinta yang diunggah oleh akun instagram @Nasser_alwobair. Dengan menganalisis metafora konseptual yang muncul, kita dapat mengidentifikasi pola-pola pemikiran dan nilai-nilai yang mendasari ungkapan cinta, serta bagaimana penulis menggunakan imaji untuk mengkomunikasikan kedalaman emosional. Metafora konseptual dianalisis berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Penelitian menunjukkan bahwa dalam syair tema cinta unggahan akun Instagram @Nasser_alwobair terdapat 53 metafora konseptual dengan rincian 13 metafora struktural, 7 metafora orientasional, dan 33 metafora ontologis. Abstract The focus of this research is to describe the variations of conceptual metaphors and image schemes that appear in the love theme poems uploaded by the Instagram account @Nasser_alwobair. This research uses a qualitative method. The data sources used in this research are love-themed poems uploaded by @Nasser_alwobair's Instagram account. By analyzing the conceptual metaphors that emerge, we can identify the patterns of thought and values that underlie expressions of love, as well as how writers use imagery to communicate emotional depth. Conceptual metaphors are analyzed based on Lakoff and Johnson's (1980) theory. The research shows that in the love theme poems uploaded by Instagram account @Nasser_alwobair there are 53 conceptual metaphors with details of 13 structural metaphors, 7 orientational metaphors, and 33 ontological metaphors.  
Distributional Properties and Syntactic Complexity of Adjectives in Modern Standard Arabic: A Structural Analysis of News-Based Usage Abdul Malik, Muhammad Zulfi; Larhzizer, Fouad; Nur, Tajudin
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 9 No. 1 (2025): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jta.v9i1.45353

Abstract

This study examines the morphological and syntactic properties of adjectives in Modern Standard Arabic (MSA), addressing a gap in systematic analyses of their functional distribution and contrasts with nouns. The primary objectives are to (1) classify the syntactic roles of adjectives (attributive, subject, predicate, object, adverbial), (2) analyze their morphosyntactic features in each role, and (3) identify how their behavior diverges from nouns, particularly in agreement and definiteness. Employing distributional analysis and immediate constituent analysis (a method for parsing hierarchical sentence structure), we demonstrate that Arabic adjectives exhibit distinct patterns across these functions.  Attributive adjectives fully agree with head nouns in gender, number, case, and definiteness. Adjectives functioning as subjects show syntactic flexibility: definite forms can independently serve as subjects, while indefinite forms require referential contexts. Predicative adjectives are invariably indefinite and shift from nominative to accusative under copular verbs (e.g., kāna). Object adjectives display definiteness and accusative/genitive case marking. Adverbial adjectives, by contrast, are obligatorily indefinite and marked with the accusative case, reflecting their role in modifying events rather than entities. Key findings reveal two contrasts with nouns: (1) adjectives enforce stricter agreement rules, and (2) their definiteness alternations (definite for objects vs. indefinite for predicates and adverbials) correlate predictably with syntactic function. The study contributes to Arabic linguistics by systematizing adjective syntax and to broader typology by illustrating how Modern Standard Arabic (MSA) encodes non-referentiality morphologically. These insights are relevant for theoretical linguistics, Arabic pedagogy, and comparative Semitic studies.
Indonesian as a Regional Lingua Franca in the Asean Economic Community Lukman, Fahmy; Nasrullah, Riki; Sobarna, Cece; Nugraha, Tubagus Chaeru; Malik, Muhammad Zulfi Abdul; Rahim, El-Sawi Ahmed Abdel
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v14i1.2562

Abstract

Despite sustained policy initiatives to promote Bahasa Indonesia internationally, its strategic development as a regional lingua franca within the ASEAN Economic Community has received limited scholarly attention, particularly in relation to economic integration and multilingual governance. This study examines whether Indonesian can function as a regional lingua franca in ASEAN and analyses how its internal linguistic conditions (strengths and weaknesses) and external environment (opportunities and threats) shape its internationalization prospects. Employing a qualitative research design, the study applies a structured SWOT analysis to official policy documents, institutional strategies, and regional cooperation frameworks relevant to ASEAN. The findings reveal that, despite strong demographic presence, legal recognition, and geopolitical significance, the internationalization of Indonesian is constrained by fragmented governance, limited cross-sectoral coordination, and the absence of a coherent long-term strategic roadmap. The study argues that advancing Indonesian as a regional lingua franca requires a paradigmatic shift in language policy, reconceptualizing it as a multi-sectoral process integrated with diplomacy, economic cooperation, education, and cultural governance. Rather than serving solely as a communicative medium, Indonesian must be positioned as a strategic policy asset embedded within ASEAN’s political–economic structures. By situating Indonesian within a Global South perspective, this study contributes to broader debates on regional lingua franca formation beyond English-centred models.