Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PARASITIZATION AND IDENTIFICATION OF THE RED GUAVA FRUIT FLY PARASITOIDS IN THE DELI SERDANG DISTRICT Sari, Putri Mustika; Bakti, Darma; Lisdayani, Lisdayani
PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.2019.104.137-140

Abstract

Deli Serdang District is one of the regions producing red guava fruit in Sumatra Utara. Cultivation of fruit trees is never separated from pest disorders, which can cause a decrease in the quality and quantity of fruit. Then proper control is needed so that it can maintain the balance of insect populations in the field. This study aims to determine the type of parasitoid and parasitoid parasitic levels in red guava crops. Identification morphology of parasitoid?s fruit flies rearing from red guava fruit that had been attacked by fruit flies was taken from several locations of red guava crops in Deli Serdang District. Two species of parasitoid Psytalia sp. the parasitic fruit fly in the red guava crop.  The parasitoids that have been found then identified at LIPI, Cibinong, Bogor morphologically has many similarities with Psytalia walker and Psytalia walkeri so that identification of species is only made close to the morphology of the species. Only in two locations were found parasitoid?s rearing from infected fruit, namely Parasitization rate of 6.9% in Sei Beras Sekata village, and Kolam village of 3.6%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG SEMI (Zea mays L) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK Dini Mufriah; Lisdayani Lisdayani
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.481 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v9i1.143

Abstract

Jagung semi (baby corn) sangat populer sebagai sayuran. Ketersediaan hara dalam tanah yang rendah dapat menjadi faktor pembatas dari produksi jagung semi yang cenderung memiliki perakaran pendek dan daya serap hara yang terbatas. Penambahan pupuk dan bahan organik lainnya sangat dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kambing dan pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kandang kambing yang terdiri dari K0 = 0 ton/Ha (kontrol), K1 = 5 ton/Ha (1 kg), K2 = 10 ton/Ha (2 kg). Faktor ke dua adalah pemberian pupuk NPK Y0 = 0 kg/Ha (kontrol), Y1 = 200 kg/Ha (40 gam), Y2 = 400 kg/Ha (80 gam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang kambing memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, diameter batang umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, berat jagung semi per plot tanpa klobot, berat jagung semi per tanaman serta berat jagung semi per tanaman, dimana perlakuan pupuk kandang kambing terbaik pada K2 (10 ton/ha). Perlakuan pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, dan 4 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 4 minggu setelah tanam dimana perlakuan pupuk NPK terbaik pada Y2 (400 kg/Ha).
KEANEKARAGAMAN SERANGGA MELALUI PENGGUNAAN SERBUK Tagetes erecta L DAN LIMBAH URINE SAPI YANG BERPOTENSI SEBAGAI REPELLENT TERHADAP SERANGAN HAMA Nezara viridula PADA TANAMAN KEDELAI DI LAPANGAN Lisdayani Lisdayani; Putri Mustika Sari
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.247 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v8i1.202

Abstract

Hama kepik hijau (N. viridula L.) merupakan hama utama tanaman kedelai (Glycine max) serta dapat menurunkan produksi kedelai. Pengendalian hama ini dapat memanfaatkan insektisida nabati sebagai repellent menggunakan tanaman Tagetes erecta dipadukan dengan urine sapi. Penggunaan repellent umumnya tidak langsung mematikan serangga, namun lebih berfungsi untuk menolak kehadiran serangga, terutama disebabkan oleh baunya yang menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keanekaragaman serangga yang dapat berperan sebagai musuh alami dalam mengurangi serangan hama N.viridula pada tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan RAK Non Faktorial dengan lima ulangan. Perlakuan penelitian yaitu kombinasi pemberian serbuk Tagetes erecta dengan urine sapi dengan lima taraf yaitu kontrol (T0), Serbuk T.erecta 10 g+urine sapi 100 ml (T1), Serbuk T.erecta 15 g + urine sapi 100 ml (T2), serbuk T.erecta 20 g + urine sapi 100 ml (T4), serbuk T.erecta 25 g + urine sapi 100 ml (T5). Hasil penelitian mendapatkan lima spesies serangga yaitu E.admirabilis, Epilachna sp, M.sexmaculatus, V. linneata, I.sarcitorius yang digolongkan sebagai hama (1spesies), predator (3 spesies) dan parasitoid (1 spesies). Diharapkan dengan penelitian ini petani dapat memanfaatkan Tagetes erecta dan limbah urine sapi sebagai pestisida alami untuk pengendalian Hama Nezara viridula yang bersifat ramah lingkungan dan ekonomis.
Pengelolaan Tanaman Refugia Sebagai Mikrohabitat Musuh Alami Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Lisdayani Lisdayani; Henny Wahyuni
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.7997

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan refugia lewat rekayasa ekologi ialah bagian dari teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT) yang bertujuan pencapaian penyeimbang hayati hama serta musuh natural supaya terletak di dasar ambang ekonomi dan juga meningkatkan keragaman musuh alami sehingga dapat menurunkan serangan OPT pada tanaman cabai merah. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menurunkan serangan OPT pada tumbuhan cabai merah, juga untuk mengetahui keragaman musuh alami (parasitoid, predator dan penyerbuk) yang terdapat pada tanaman cabai merah dengan menggunakan tanaman refugia. Metode penelitian ini menggunakan RAK dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu T0 = Kontrol, T1 = Tanaman Tagetes erecta, T2 = Tanaman matahari mini, T3= tanaman krisan ungu dan T4 = T.erecta + matahari mini + krisan ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman refugia dapat menurunkan serangan Hama pada tanaman cabai dan meningkatkan musuh alami. Penggunaan tanaman refugia terdapat 8 jenis musuh alami diantaranya terdapat 4 serangga sebagai predator, 1 serangga sebagai parasitoid dan 3 serangga sebagai penyerbuk
ANALISA VEGETASI GULMA DI LAHAN PERTANIAN KELURAHAN SIMALINGKAR B MEDAN TUNTUNGAN Lisdayani Lisdayani; Yusup Dibisono; Putri Mustika Sari; Rini Susanti
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 2 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i2.907

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu atau merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berusaha untuk mengendalikannya. Keragaman gulma dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Banyak faktor yang mempengaruhi keragaman gulma pada tiap lokasi pengamatan, seperti cahaya, unsur hara, pengolahan tanah, cara budidaya tanaman, serta jarak tanam atau kerapatan tanaman yang digunakan berbeda serta umur tanaman jeruk tersebut. Spesies gulma juga dipengaruhi oleh kerapatan tanaman, kesuburan tanah, pola budidaya dan pengolahan tanah. Analisis vegetasi digunakan untuk mengetahui gulma-gulma yang memiliki kemampuan tinggi dalam penguasaan sarana tumbuh dan ruang hidup. Penelitian ini Penelitian ini menggunakan metode kuadrat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara membuat 12 plot pada empat lahan komoditi pertanian yang berbeda yaitu jagung, ubi kayu,kacang tanah dan paria. hasil analisis vegetasi gulma dengan metode kuadrat yang dilakukan di lokasi penelitian diketahui bahwa gulma berdaun sempit lebih dominan dilihat dari SDRnya dibandingkan jenis gulma berdaun lebar yang terdapat  pada tanaman paria, kacang tanah dan jagung.
Response of Growth and Production of Shallot (Allium ascalonicum L.) to Liquid Fertilizer and Cattle Manure Ifan Aulia Candra; Lisdayani Lisdayani; Eri Samah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 2 (2023): June 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i2.268-276

Abstract

The purpose of this research is to improve the physical properties and fertility of soil to improve production of shallot. The research method used is a randomized block factorial design with 3 replication. The first factor was application of liquid fertilizer (N) consisting of 3 levels (N0: 0 cm3/L  water; N1: 1.5 cm3/L  water; N2: 3 cm3/L water). Second factor was cattle manure (A) consisting of 4 levels, namely: A0: 0 g; A1: 40 g cattle manure; A2: 80 g cattle manure; and A3: 120 g cattle manure. The results shown treatment with liquid fertilizer has a significant effect on plant height at weeks after planting (WAP). The study showed that treatment with liquid fertilizer has a significant effect on plant height, tuber weight per clump, and tuber weight per plot, but didn’t not have a significant effect on number of leaves and number of samplings of the shallot plants. Treatment with cattle manure has a significant effect on plant height, tuber weight per clump, tuber weight per plot, and tuber diameter, but does not have a significant effect on number of leaves and number of saplings of the shallot plants. It can be concluded that the higher the application of liquid fertilizer, up to 3 cm3/L , the higher the growth and production of shallot plants, and the higher the application of cattle manure, up to 120 g/plot the higher the growth and production of shallot plants. Keywords:  Plant height, Shallot, Soil Fertility, Tuber weight, Tuber size.
BIOKONVERSI SABUT KELAPA MUDA MENGGUNAKAN LARVA LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens) MENJADI PUPUK ORGANIK Elly Dani; Muhammad Yusuf Dibisono; Dini Mufriah; Lisdayani Lisdayani
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i1.949

Abstract

Maggot memanfaatkan limbah organik sebagai sumber makanan, kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik terkait dengan kandungan beberapa bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Lalat jenis Black Soldier Fly mempunyai ukuran lebih besar dari lalat lainnya dan lalat jenis ini tidak menimbulkan penyakit karena masa hidupnya hanya untuk kawin dan bereproduksi. Upaya untuk meningkatkan kualitas pakan juga dipengaruhi adanya sumber protein hewani. Pakan yang belakangan ini cukup populer sebagai sumber protein hewani yang tinggi protein dan harganya terjangkau yaitu maggot BSF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media sampah organik seperti sabut kelapa muda, sampah restoran, kotoran ayam dan kotoran puyuh yang dapat meningkatkan kualitas pupuk organik dengan bantuan larva maggot BSF. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan pemberian variasi jenis campuran bahan organik dan beberapa perlakuan bahan organik kepada larva BSF. Hasil penelitian menunjukan, bahwa pemberian maggot dengan sabut kelapa muda tanpa dicampur dengan sampah organik sangat berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan biomassa awal terhadap biomassa akhir maggot dari pakan yang dikonsumsi, menentukan bobot maggot yang paling maksimal dan mengetahui konsumsi substrat. Pemberian magot dengan sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 berpengaruh nyata terhadap kadar C organik frass yang dihasilkan, yaitu sebesar 40,71% dan pada prameter C/N perlakuan SKM 1 (sabut kelapa muda + Larva maggot) menunjukan hasil yang nyata sebesar 74,54%. Akan tetapi pemberian sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa akhir maggot, dikarenakan perlakuan pada SKM 1 menghasilkan lebih sedikit frass, lebih banyak residu kasar dan juga menyebabkan larva berukuran kecil dan kurus yang menunjukan larva tersebut tidak mampu mendegradasi sabut kelapa dengan baik, hal ini disababkan karena sabut kelapa muda mengandung selulosa (32%), lignin (38%), dan hemiselulosa (0,25%) sehingga susah dicerna oleh larva BSF.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Novidanisa Sitorus; Syarifa mayly; Lisdayani Lisdayani
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i2.6682

Abstract

Eggplant (Solanum melongena .L.) is a type of annual annual vegetable. Efforts that can be made to increase eggplant production apart from extensification, diversification and rehabilitation efforts are also through agricultural intensification efforts. One of the intensification efforts is fertilization. The use of organic fertilizers has a major influence on the physical, chemical and biological properties of the soil. The application of organic fertilizers is considered to be very supportive of efforts to increase the productivity of agricultural crops. This research was conducted in the experimental field of Alwashliyah University in Simalingkar B from August to November 2022. This research used a Factorial Randomized Block Design (RAK), Factor I, namely solid organic fertilizer (P) which consists of 5 factors including P1 = Kasgot Fertilizer, P2 = Vermicompost Fertilizer, P3 = Cow Manure, P4 = Chicken Manure, P5 = Rice Husk Biochar. Factor II is variety (V), including V1 = Mustang variety, V2 = Reza variety. The results showed that the use of organic fertilizers had a significant effect on plant height, number of leaves, stem diameter and number of primary branches. The highest eggplant plant height was in the treatment of using cassava fertilizer, which was 58.78 cm. The use of eggplant plant varieties had no significant effect on plant height, number of leaves, number of primary branches and stem diameter. The highest number of leaves was found in the Reza variety, which was 11.44 leaves.
Respon Pertumbuhan Tanaman Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK Lubis, Elli Afrida; Lisdayani, Lisdayani
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 1 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i1.5661

Abstract

The prospects for the development of red ginger plants in Indonesia are still quite bright, especially for export, the traditional medicine industry, the food and beverage industry and cooking spices. Fresh red ginger in Indonesia is exported to various countries including the United States, Japan, Singapore and Pakistan. The red ginger plant (Zingiber officinale Rosc) is one of the important herbs. During its growth, from planting to production, it is definitely a ginger plant. has absorbed a number of food elements. Therefore, efforts are needed to maintain, increase and increase soil fertility, including by fertilizing. One of the determining factors is the use of cow manure and NPK fertilizer. The aim of this research is to determine the effect of using doses of cow manure and NPK fertilizer on the growth of red ginger plants (Zingiber officinale Rosc.). This research uses a Factorial Randomized Block Design (RAK). which consists of 2 (two) treatment factors. The first factor is the dose of cow manure (K) consisting of 4 levels, namely:= Control,= 75 tons/ha (2kg/plot),= 150 tons/ha (4kg/plot)), K3= 225 tons/ha (6kg /plot)). The second factor, namely the dose of NPK fertilizer (M), consists of 3 levels, namely: M0= Control, = 0.4 gr/plot, M2= 0.6 gr/plot, M3 = 0.8 gr/plot. Observed variables include Plant Height, Number leaves/sample, and number of saplings/sample. The results of the research on the dose of cow manure showed a very real influence on plant height, number of leaves and number of tillers in red ginger plants. NPK fertilizer doses that are too high have an impact on low plant height, number of leaves, and number of red ginger plant saplings Keywords: red ginger, cow manure, NPK
Pemanfaatan Tanaman Gulma Berbunga sebagai Mikrohabitat Musuh Alami Pada Tanaman Kedelai di Lahan Sub Optimal Lisdayani, Lisdayani; Susanti, Rini
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i2.4926

Abstract

Weeds have strong competitive abilities for CO2, water, sunlight and nutrients. Weeds have a direct effect on the growth and yield of soybean plants. Refugia is an area of weeds that is not disturbing because of its role as a microhabitat that provides shelter spatially and/or temporally for natural enemies of pests, such as predators and parasitoids, as well as supporting components of biotic interactions in ecosystems, such as pollinators or pollinating insects. This research was conducted in a village district level of deli serdang district, using factorial randomized block design (RBD). The results showed that the natural enemies found in soybean plants were mostly from the predator class, and the content of secondary metabolites was known to be saponins and flavanoid compounds, which are compounds found in T.erecta weeds.Keywords: Soybean, Flowering Weeds, Natural Enemies