Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN PARAMETER ERITROSIT PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK POPULASI D YANG TIDAK DAN YANG MENDAPAT TERAPI INHALASI KOMBINASI LONG ACTING B2 AGONIST–KORTIKOSTEROID Astuti, Triwahju; Karima, Karima; Iskandar, Agustin
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.684 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2019.006.03.3

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru yang didasari salah satunya oleh reaksi inflamasi yang meningkat sehingga menimbulkan hambatan aliran udara dan perusakan pada eritrosit, sehingga terjadi resistensi hormon eritropoietin. Populasi D merupakan pasien PPOK yang memiliki risiko eksaserbasi tertinggi dan gejala yang paling berat di antara populasi lainnya. Terapi lini pertama untuk pasien PPOK populasi D yang direkomendasikan GOLD adalah terapi LABACS (long acting beta2 agonist and corticosteroid). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin dan parameter eritrosit berupa jumlah eritrosit, nilai red blod cell distribution width dan indeks eritrosit penderita PPOK populasi D yang mendapat dan tidak mendapat LABACS. Penelitian ini menggunakan metode observational cross sectional dengan melihat rekam medis pasien PPOK pada bulan Juni sampai November 2015. Hasilnya pada terapi LABACS didapatkan kadar hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa terapi, jumlah eritrosit, nilai MCV, MCH, MCHC lebih rendah dibandingkan dengan tanpa terapi, dan nilai RDW lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa terapi LABACS. Selain itu, persentase pasien PPOK yang terkena anemia pada kelompok yang mendapat terapi LABACS lebih rendah dibanding dengan yang tidak mendapat terapi. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, indeks eritrosit, dan RDW dievaluasi dengan program SPSS 16.0. Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan pada semua parameter. Kesimpulannya, tidak terdapat perbedaan kadar hemogolobin dan parameter eritrosit antara pasien PPOK populasi D yang mendapat dan tidak mendapatkan terapi LABACS. 
Comparative Analysis of The Performance of Syariah Mutual Funds With Conventional Funds Mujahid, Mujahid; Sugeng, Rachmat; Yasir, Yasir; Riyadi, Syamsul; Karima, Karima
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/ijhess.v2i2.1254

Abstract

In carrying out investment activities, it is to seek a profit and expect the invested funds to be stored safely and can be retrieved quickly if they want to be needed again, Mutual funds are a new investment vehicle that has minimized risks because the funds that have been collected can be invested in various types of investment vehicles, such as bonds, stocks and money market instruments. In this study aims to determine the "comparative analysis of the performance of Islamic mutual funds with conventional mutual funds through equity mutual funds and fixed income mutual funds.
Proses Kognitif Kompleks Lubis, Eka Jelita; Nasution, Fauziah; Karima, Karima; Khairani, Rida
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10465246

Abstract

Berpikir adalah manipulasi atau kontrol dan transformasi informasi dalam ingatan. Hal ini sering dilakukan untuk membentuk konsep, bernalar dan berpikir kritis, mengambil keputusan, berpikir kreatif dan memecahkan masalah. yang sering ditanyakan kepada kita sebagai anak-anak. Kami sering bertanya tentang penggunaan bahasa, tetapi sekarang psikologi kognitif telah memberikan jawabannya. Jawabannya tentu saja psikologi kognitif, yang menentukan bagaimana kita berkomunikasi menggunakan bahasa yang kita butuhkan. Keterampilan kognitif  mengubah  anak-anak  menjadi  individu  yang  secara  aktif  membangun  pengetahuan  mereka  sendiri tentang dunia. Perkembangan kognitif manusia mengacu pada “kemampuan mental dan fisik untuk  merasakan objek tertentu,  memasukkan informasi  ke  dalam pikiran, mengubah  informasi yang ada dengan  informasi baru dan menjadi tingkatan pemikiran”. Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  kualitatif Deskriptif. Yaitu  penelitian  yang dideskripsikan  melalui tulisan  dan  kata-kata melalui studi literatur dengan mengumpulkan berbagai refferensi mengenai proses kognitif kompleks sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan proses kognitif kompleks adalah tentang bagaimana konseptual dan strategi memperkenalkan konsep serta bagaimana proses dan aplikasinya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kognitif kompleks dalam psikologi pendidikan. Proses kognitif adalah proses mental individu yang dapat dipahami sebagai pemrosesan informasi. Dalam psikologi pendidikan, proses kognitif sangat dibutuhkan dalam mendalami proses mental peserta didik secara kompleks.