Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Guru Kelas Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah Dasar Negeri 17 Laman Tanjung Kecamatan Belimbing Mustakim, Jacky; Mardiana, Mardiana; Susilawati, Indria
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2768

Abstract

Abstract: This research is based on the problem of bullying that occurs among students in elementary schools. The aim of the research is to determine the role of class teachers in overcoming bullying behavior and what forms of bullying behavior exist at SD Negeri 17 Laman Tanjung. The research method uses qualitative with a case study approach. This type of research uses descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques include data reduction stages, data presentation and conclusion drawing. Checking the validity of the data uses technical triangulation and source triangulation. The results of research on the role of teachers at SD Negeri 17 Laman Tanjung in overcoming bullying behavior are to become advisors by teaching students not to bully, to be role models such as being an example to students in treating others well, to be mediators such as mediating for students in conflict, become a facilitator by calling students who have problems and provide input and motivation, become an organizer by making school rules by drawing up rules of conduct. The forms of bullying behavior that occur at SD Negeri 17 Laman Tanjung are physical bullying such as throwing stones, hitting and verbal bullying such as making fun of and calling friends with bad names. The conclusion of the research results is that teachers play the role of advisors, role models, mediators, facilitators and organizers in overcoming bullying behavior. The forms of bullying behavior that occur are physical bullying and verbal bullying.Keywords: Role, Class Teacher, BullyingAbstrak: Penelitian ini didasari adanya permasalahan bullying yang terjadi pada siswa di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian mengetahui peran guru kelas dalam mengatasi perilaku bullying dan apa saja bentuk perilaku bullying di SD Negeri 17 Laman Tanjung. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian tentang peran guru SD Negeri 17 Laman Tanjung dalam mengatasi perilaku bullying adalah menjadi penasehat dengan mengajarkan kepada siswa tentang tidak boleh melakukan perundungan, menjadi teladan seperti menjadi contoh kepada siswa dalam memperlakukan orang lain dengan baik, menjadi mediator seperti penengah bagi siswa yang berkonflik, menjadi fasilitator dengan memanggil siswa yang bermasalah dan memberikan masukan serta motivasi, menjadi organisator dengan membuat aturan sekolah dengan menyusun tata tertib. Bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD Negeri 17 Laman Tanjung adalah bullying fisik seperti melempari, memukul dan bullying verbal seperti mengolok-olok dan menyebut teman dengan julukan yang tidak baik. Kesimpulan hasil penelitian adalah guru berperan menjadi penasehat, teladan, mediator, fasilitator, dan organisator dalam mengatasi perilaku bullying. Bentuk perilaku bullying yang terjadi adalah bullying fisik dan bullying verbal.Kata Kunci: Peran, Guru Kelas, Bullying.
Peran Guru Dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa Menggunakan Metode Assignment di Kelas II SDN 04 Gelata Herdianti, Tri; Akip, M; Susilawati, Indria
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 2 (2025): MEI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i2.3894

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to establish learned independence for grade II students at SDN 04 Gelata, Sokan District, Melawi Regency, use the assignment method. The problem of this research was the low level of student learned independence. This research methodology uses a model accorded to Kurt Lewin which consists of 4 stages, namely planned, implementation, observation and reflection, which are carried out in two cycles through a learned implementation plan use the assignment method. The data collection technique used was the non-test technique. The tests given are in the form of observation sheets for learnied independence and learned delays. The analysis technique in this research was descriptive quantitative. The results showed that the learned independence of students in the first cycle, the total score of 1015 increased in the second cycle to 1520 with an average of 56.39, increasion to 84.4. And the lowest score was 40 and the highest score was 80. It increased in the second cycle to the lowest value of 73 and the highest value of 100. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's role by applyed the assignment method can form independent learned in grade II students of SDN 04 Gelata. Keywords: Teacher's Role, Independent Learned, and Assignment Method. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk kemandirian belajar siswa kelas II SDN 04 Gelata Kecamatan Sokan Kabupaten Melawi, dengan menggunakan metode assignment. Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya kemandirian belajar siswa. Metodologi penelitian ini menggunakan model menurut Kurt Lewin yang terdiri dari atas 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dalam dua siklus melalui rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode assignment. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik nontes. Tes yang diberikan berupa lembar observasi kemandirian belajar dan keterlakanaan pembelajaran. Teknik analisis pada penelitian ini dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemandirian belajar siswa siklus I jumlah nilai 1015 meningkat disiklus II menjadi 1520 dengan rata-rata 56,39, meningkat menjadi 84,4. Dan nilai terendah sebesar 40 dan nilai tertinggi 80. Meningkat di siklus II menjadi nilai terendah sebesar 73 dan nilai tertinggi 100. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peran guru dengan menerapkan metode assignment dapat membentuk kemandirian belajar pada siswa kelas II SDN 04 Gelata. Kata Kunci: Peran Guru, Kemandirian Belajar, dan Metode Assignment.
Pola Interaksi Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas 1 SDN 28 Kelakik Lia; Mardiana; Susilawati, Indria
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i3.4589

Abstract

Abstract: The research is based on the onteraction pattern of teacher and students in learning indonesian in grade 1 of the State Elementary School 28 Kelakik. This study aims to determine the interaction patterns of teachers and students in grade Iand to determine the characteristics of students in the Indonesian language learning process. The research method uses a qualitative descriptive approach. The research subjects were Indonesian language teachers, grade I student and parents. The object of this research is the interaction pattern of teacher and students in learning Indonesian. Data collection techniques using interview sheets, observations sheets. The validity of the data using triangulation of sources, and techniques. The result of the research is the pattern of interaction in Indonesian language learning in grade I of 28 Kelakik Elementary School, which is a one-way interaction, the first grade elementari school teacher conveys the subject matter, the teacher acts as a facilitator by utilizing methods, media and learning resources. Two-way interaction, the teacher conducts questions and answers in learning. Teachers and firts grade elementary school students give each other interacting responses. The characteristics of students in learning are students who like to play, love to do learning activities in groups. The conclusion of the study is the pattern of interaction in learning in grade 1 of 28 Kelakik Elementary School, namely one-way interactions and two-way interaction. Keywords: Interactions, Learning, Indonesian. Abstrak: Penelitian didasari oleh pola interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonsesia di kelas I SD Negeri 28 Kelakik. Penelitian bertujuan mengetahui pola interaksi guru dan siswa di kelas I dan mengetahui karakteristik siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian guru bahasa Indonesia, siswa kelas I dan orangtua siswa. Objek penelitian pola interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, lembar observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian adalah pola interaksi dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas I SD Negeri 28 Kelakik yaitu terjadi interaksi satu arah, guru kelas I SD menyampaikan materi pelajaran, guru berperan sebagai fasilitator dengan memanfaatkan metode, media dan sumber belajar. Interaksi dua arah, guru melakukan tanya jawab dalam pembelajaran. Guru dan siswa kelas I SD saling memberikan respon berinteraksi. Karakteristik siswa dalam pembelajaran yaitu siswa senang bermain, senang melakukan aktivitas pembelajaran secara berkelompok. Kesimpulan penelitian adalah pola interaksi dalam pembelajaran di kelas I SD Negeri Kelakik yaitu terjadi pola interaksi satu arah dan interaksi dua arah. Kata Kunci: Interaksi, Pembelajaran, Bahasa Indonesia.