Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Performance of Household-Scale Horizontal Flow Constructed Wetland (HFCW) Unit for Treating Greywater Suleman, Iriani Putri; Sofiyah, Evi Siti; Ridhosari, Betanti
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.681-695

Abstract

Horizontal flow constructed wetland (HFCW) is a method mimicking natural processes in which plantations are used to treat wastewater. This method demonstrates superior efficacy in the removal of organic pollutants and total nitrogen. Furthermore, it offers the advantage of reduced operational and maintenance expenses. This research employs a household-scale HFCW unit, utilizing water hyacinths (Eichornia crassipes) to treat greywater from a single house. The study aims to assess the HFCW unit's performance in treating greywater at a household scale, with effluent quality compared against Minister of Environment and Forestry Regulation (Regulation Number 68/2016 on Domestic Wastewater Quality Standard) using testing methods in accordance with the Indonesian National Standards (SNI). The results indicate that the HFCW unit removal efficiencies after two days retention time are: BOD5 (74%-93%), COD (47%-80%), TSS (55%-97%), oil and grease (50%-94%), and ammonia (46%-99%). After three days, the unit generally demonstrates improved performance, which are: BOD5 (67%-96%), COD (57%-91%), TSS (51%-97%), oil and grease (11%-99%), and ammonia (35%-99%). Overall, the effluent quality meets government standards for both two- and three-days retention time, establishing the HFCW unit as an effective household-scale greywater treatment solution.
Community Participation in Urban Sanitation Programs at Koja, Jakarta, Indonesia Aji, Angga Dheta Shirajjudin; Suhardono, Sapta; Sofiyah, Evi Siti; Ridhosari, Betanti; Nastiti, Almira Davina; Prayogo, Wisnu; Suryawan, I Wayan Koko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.1990

Abstract

Urban sanitation remains a critical public health issue, with community participation recognized as a key factor in the success of sanitation programs. This study aims to explore the multi-dimensional factors influencing community participation in the urban setting of Koja. Through a mixed-methods approach, including surveys, interviews, and observational studies, we investigated how socio-demographic factors such as age, gender, income, and occupation, as well as aspects of sanitation governance, infrastructure, and educational interventions, interplay to affect community engagement. The study revealed that while infrastructure and access are crucial, socio-economic and gender-related barriers significantly impact participation levels. Educational level emerged as a strong predictor of engagement, indicating that awareness and knowledge play a critical role in motivating community involvement. Furthermore, sanitation governance and the quality of policies and monitoring were found to be instrumental in shaping public attitudes towards participation. The research highlights the necessity for integrated and inclusive sanitation policies that address the local context and socio-economic diversity of urban populations. The findings underscore the importance of targeted educational campaigns and the fostering of collaborative community relationships to enhance participation in sanitation programs. This study contributes to the discourse on urban sanitation by providing a nuanced understanding of the complex factors at play in community-based sanitation efforts, offering insights for policymakers to improve public health outcomes.
Analisis Dampak dan Strategi Kebijakan Pengendalian Kontaminasi Escherichia coli pada Minuman Olahan di Universitas Sofiyah, Evi Siti; Suryawan, I Wayan Koko
Journal of Sustainable Infrastructure Vol. 4 No. 2 (2025): Sustainable Infrastructure Breakthroughs: From Concrete to Circularity
Publisher : Fakultas Perencanaan Infrastruktur, Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61078/jsi.v4i2.61

Abstract

Kualitas air minum yang aman dan higienis di lingkungan universitas merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan sivitas akademika serta mendukung reputasi institusi sebagai ruang belajar yang berkelanjutan. Salah satu risiko utama terhadap keamanan air minum dan minuman olahan di kantin kampus adalah kontaminasi Escherichia coli (E. coli), yang menjadi indikator adanya pencemaran fekal. Studi ini tidak berfokus pada uji laboratorium, melainkan pada analisis dampak kualitatif dan evaluasi kebijakan pengendalian melalui pendekatan cost–benefit. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsekuensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari potensi kontaminasi E. coli, menilai efektivitas pendekatan pencegahan berbasis investasi higienitas, serta merumuskan strategi kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang di tingkat universitas. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT dan matriks aksi strategis (Strategic Action Matrix) untuk merumuskan langkah implementasi yang realistis, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan sistem desinfeksi air, pelatihan kebersihan bagi pengelola kantin, dan pembentukan mekanisme pemantauan kualitas air secara berkala memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan dibandingkan pendekatan reaktif. Upaya preventif ini terbukti memperkuat tata kelola air kampus, meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap keamanan konsumsi, dan mendukung penerapan prinsip green campus.
Kapasitas Adaptasi Sanitasi Masyarakat Lokal di Labuan Bajo dengan Pendekatan Exploratory Factor Analysis dan Segmentasi Masyarakat Sofiyah, Evi Siti; Rahman, Ari; Suryawan, I Wayan Koko
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1549-1565

Abstract

Kapasitas adaptasi sanitasi merupakan aspek krusial dalam memastikan keberlanjutan sistem sanitasi di suatu wilayah, terutama di daerah yang mengalami pertumbuhan pesat seperti Labuan Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi kapasitas adaptasi sanitasi masyarakat dengan menggunakan pendekatan Exploratory Factor Analysis (EFA), analisis klaster, dan segmentasi persepsi masyarakat. Hasil EFA mengidentifikasi tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap kapasitas adaptasi sanitasi, yaitu kinerja infrastruktur sanitasi, partisipasi masyarakat dalam sanitasi, dan kesadaran sanitasi. Analisis klaster mengelompokkan masyarakat ke dalam klaster rentan dan klaster tahan, dengan klaster rentan memiliki keterbatasan dalam akses sanitasi, partisipasi masyarakat yang rendah, serta kesadaran sanitasi yang terbatas. Hasil segmentasi menunjukkan bahwa jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kapasitas adaptasi sanitasi, di mana perempuan, individu dengan pendidikan rendah, serta pekerja informal lebih rentan terhadap kondisi sanitasi yang buruk. Implementasi kebijakan sanitasi di Labuan Bajo masih menghadapi tantangan dalam penyediaan akses sanitasi yang lebih inklusif dan adaptif, meskipun telah diterapkan berbagai program sanitasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Integrated Climate Governance (ICG) untuk meningkatkan keterpaduan kebijakan sanitasi dengan sektor lainnya. Peningkatan infrastruktur sanitasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi sanitasi menjadi langkah utama untuk memperkuat ketahanan sanitasi masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Labuan Bajo.