Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

HUBUNGAN ANTARA DURASI KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS SUMBER WARAS, JAKARTA BARAT Shafira, Ellyta; Dewi, Andriana Kumala
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16123

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. KPD merupakan salah satu persoalan penting karena sangat berpengaruh pada kehamilan dan persalinan. Semakin Panjang durasi ketuban pecah, semakin besar resiko terjadinya infeksi pada rahim. Salah satu komplikasi KPD yang dapat terjadi adalah Asfiksia pada bayi baru lahir. Asfiksia adalah suatu kondisi ketika bayi baru lahir tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur. Menurut data WHO, asfiksia sebagai penyebab tertinggi kedua kematian neonatus di seluruh dunia (23,9%). Penelitian ini bertujuan untuk menemuka hubungan durasi ketuban pecah dini pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat. Metodologi penelitian ini ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat pada rekam medis ibu bersalin bulan Januari – Desember 2020. Sampel akan diambil secara non probability consecutive non random sampling. Data univariat akan disajikan dalam bentuk tabel (persentase, nilai mean dan standar deviasi). Data bivariat akan ditampilkan dalam bentuk tabel 2x2 dan dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 76 sampel ibu bersalin dengan KPD. Sebanyak 4 sampel ibu dengan KPD < 8 jam bayi lahir dengan asfiksia ringan dan terdapat 3 sampel ibu dengan KPD ? 8 jam bayi yang lahir dengan asfiksia ringan. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara durasi ketuban pecah dini pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir p value 1,0 (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara durasi ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.
GAMBARAN PASIEN BERSALIN DENGAN USIA RISIKO TINGGI BERDASARKAN KRITERIA ROBSON DI RS SUMBER WARAS TAHUN 2020 Fitriani, Gina; Dewi, Andriana Kumala
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24806

Abstract

Kehamilan pada perempuan berusia 35 tahun atau lebih merupakan kehamilan dengan usia ibu lanjut dan berisiko tinggi pada ibu dan janin. Persalinan diatas usia 35 tahun dikaitkan dengan lebih rentan terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Besarnya komplikasi yang dapat terjadi pada ibu bersalin dengan usia risiko tinggi diatas 35 tahun rentan membutuhkan pelayanan kesehatan tambahan dan perawatan di rumah sakit lebih lama, akibatnya dapat menimbulkan lebih banyak biaya yang dikeluarkan. Dalam memahami karakteristik pada ibu bersalin diatas 35 tahun, kriteria Robson dapat digunakan sebagai standar global untuk membantu menilai, memantau serta membandingkan berdasarkan kelompok tingkat seksio sesarea dalam fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan prevalensi ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea berdasarkan kriteria Robson di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 54 ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea pada tahun 2020 di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Hasil dari penelitian ini didapatkan karakteristik ibu bersalin dengan usia risiko tinggi berdasarkan kriteria robson yang tertinggi adalah kelompok 4 dengan 27,8%, sedangkan yang terendah yaitu kelompok 8 dengan 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat adalah 76,05% serta menunjukkan bahwa kelompok 4 pada kriteria robson memiliki jumlah yang paling tinggi.