Claim Missing Document
Check
Articles

Introducing Sleep Hygiene to the Church of Sidang Jemaat Allah Bethlehem Congregation, Bogor, West Java Alya Dwiana; Triyana Sari; David Limanan
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v5i1.1806

Abstract

Insomnia is one of the most common health problems. Approximately one-third of adults show symptoms related to insomnia. Around 9%-15% of people have sleeping disorders dan suffer the consequences of it in the daytime, and roughly 6% suffer from diagnosed insomnia. Although the prevalence and significant effects of insomnia have been known, sleep disorders are still rarely diagnosed and receive proper treatments. Lack of sleep will create sleep debt that the body will have to compensate for by adding more sleep time in the next day. Should this compensation fail to be fulfilled, the individual will suffer from excessive sleepiness, memory problems, difficulty concentrating, and disturbances in performing daily activities. Chronic lack of sleep can also decrease memory and cognitive abilities, trigger mood disorders and even cause hallucination. The Sidang Jemaat Allah Bethlehem church (GSJA) is one of the biggest churches in Bogor. The people of GSJA’s knowledge of healthy sleep patterns and their sleep quality was unknown. Therefore, it was necessary to provide sleep health education to raise the awareness of the importance of healthy sleep patterns, both the quantity and the quality, in practicing a healthy lifestyle. We also assessed their sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The data show that out of 41 participants, 30 of them (73.11%) have poor sleep quality (score ≥ 5) and most of them were in the 71-80-year-old age group. The participants' level of understanding about sleep hygiene has increased after the event.
PENDIDIKAN SEKSUAL PADA SISWA DI SEKOLAH BUDI MULIA, BOGOR Triyana Sari; Alya Dwiana; Susilodinata Halim
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13615

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. It is characterized by development of secondary sexual organs, changes in emotions and ways of thinking. It confused them and caused great curiosity. Itcan be fulfilled quickly through social media and close friends, because its the easiest sources to get, but can lead to risky sexual behavior. Budi Mulia Public High School Bogor has pretty much students and requires appropiatesexual education to prevent risky sexual behavior. The principal of Budi Mulia High School in collaboration with Faculty of Medicine, Tarumanagara University, held awareness in sexual education, specifically, adolescentpersonal health care. Method: This program was held on June 8–9, 2021 at 9–10 AM using Zoom meeting. Participants were grouped by gender, each group is given knowledge about sexual education. Results: Thisprogram was attended by 311 participants, from 15–19 years old, most othem received sexual education (93.9%) from parents/teachers/religious seminars (59.5%). From 91 participants who filled out pre-test, most of themthought that sexual education was important for health (96.7%), taught them to be responsible (96.7%), and able to make decisions about sexual behavior (85.7%). These results increase in the post-test. This indicates that continuingsexual education for adolescents is important. Suggestion: Sexual education needs to be held continuously according to the stages of human sexual development. Education to parents and teachers also important to remove taboos and myths in society. Capability to find proper information in cyberspace is very important. ABSTRAKLatar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Masa ini ditandai dengan terjadinya perkembangan organ seksual sekunder, perubahan emosi dan pola pikir. Perubahan ini membingungkan sehinggamenimbulkan rasa ingin tahu yang besar. Hal tersebut dapat dipenuhi denga cepat melalui media sosial dan teman, karena informasi yang paling mudah didapatkan, namun dapat menimbulkan perilaku seksual berisiko. Sekolah Menengah Umum Budi Mulia Bogor memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dan memerlukan informasi pendidikan seksual yang tepat untuk mencegah perilaku seksual berisiko. Pimpinan SMU Budi Mulia bekerjasama dengan FK Universitas Tarumanagara mengadakan penyuluhan pendidikan seksual sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan pribadi remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 Juni 2021 pukul 09.00–10.00 WIB melalui aplikasi zoom meeting. Peserta dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan diberikan pengetahuan mengenai pendidikan seksual. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 311 peserta, usia 15–19 tahun, mayoritas pernah mendapatkan pendidikan seksual (93,9%) dari orang tua/guru/seminar keagamaan (59,5%). Dari 91 peserta yang mengisi pre-test, sebagian besar  berpendapat bahwa pendidikan seksual penting untuk kesehatan (96,7%), mengajarkan mereka bertanggungjawab (96,7%), dan dapat mengambil keputusan akan perilaku seksual (85,7%). Hasil tersebut meningkat pada post test. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan seksual yang  berkelanjutan bagi remaja. Saran: Pendidikan seksual perlu diadakan terus menerus sesuai tahapan perkembangan seksual manusia. Pendidikan kepada orangtua dan guru juga penting untuk menghilangkan tabu dan mitos di masyarakat.  Kemampuan untuk mencari informasi yang tepat di dunia maya juga sangat penting
PEMETAAN PROFIL ANTROPOMETRI, DAN BIOKIMIA DARAH SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN TOMANG JAKARTA BARAT Alexander Halim Santoso; Triyana Sari; Shirly Gunawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.325 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8033

Abstract

Increasing the welfare of the community has an impact on lifestyle changes such as low physical activity, high carbohydrate, and low diet. Along with these conditions, the incidence of non-communicable diseases (PTM / Non-Communicable Diseases / NCD) also increases. PTM includes cardiovascular disease, diabetes mellitus, lung disease, and cancer. WHO reports that each year PTM causes 35 million deaths worldwide, and many of these deaths occur in low-to-middle income economies. Obesity is one of the risk factors for PTM. Many residents of Tomang village are known to suffer from diabetes. Based on the above conditions, the Faculty of Medicine intends to carry out anthropometric and biochemical profiles to get a picture of the nutritional status and PTM in Tomang village. The invitation was distributed by cadres from Tomang Urban Village. On the day of implementation, participants registered and then filed out the questionnaire. Furthermore, participants were directed to anthropometric examination and continued with biochemical examination. This dedication activity involved the Tarumanagara University Faculty of Medicine students. From eighty-three residents, only 10.8% of residents had high blood pressure (hypertension), high blood sugar (GDS) (> 200 mg / dL) 4.8%, high cholesterol (> 200 mg / dL) 16 , 9%, and high uric acid (male> 7 mg / dL; female> 6 mg / dL) 25.3%. Based on the calculation of the Body Mass Index (BMI), it was found that more than sixty percent of the population had more nutritional status to fat. Continuous efforts are needed in the form of outreach to continue to increase community awareness and knowledge of PTMABSTRAK:Peningkatan kesejahteraan masyarakat berdampak terhadap perubahan gaya hidup seperti aktifitas fisik yang rendah, pola makan tinggi energi dan rendah serta. Seiring dengan keadaan tersebut, insiden penyakit tidak menular (PTM/Non-Communicable Diseases/NCD) ikut meningkat. PTM mencakup penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, penyakit paru dan kanker. WHO melaporkan setiap tahunnya PTM menyebabkan 35 juta kematian di seluruh dunia, dan kematian ini banyak terjadi di negara berpendapatan ekonomi rendah hingga sedang. Obesitas merupakan salah satu faktor resiko terjadinya PTM. Banyak warga kelurahan Tomang diketahui menderita Diabetes. Berdasarkan kondisi diatas, Fakultas Kedokteran hendak melaksanakan pemeriksaan antropometri dan profil biokimia untuk mendapatkan gambaran mengenai status gizi dan PTM di kelurahan Tomang. Penyebaran undangan dilakukan oleh para kader dari Kelurahan Tomang. Pada hari pelaksanaan, peserta melakukan registrasi dan kemudian mengisi kuesioner. Selanjutnya peserta diarahkan untuk pemeriksaan antropometri, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan biokimia. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Dari delapan puluh tiga warga, didapatkan hanya 10,8% warga yang tekanan darahnya tinggi (hipertensi), gula darah sewaktu (GDS) tinggi (>200 mg/dL) 4,8%, kolesterol tinggi (>200 mg/dL) 16,9%, dan asam urat tinggi (laki-laki >7 mg/dL; perempuan >6 mg/dL) 25,3%.  Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), didapatkan lebih dari enampuluh persen warga memiliki status gizi lebih hingga gemuk. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam bentuk penyuluhan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengetahun masyarakat akan PTM
ALOKASI DOSIS BOOSTER VAKSINASI COVID-19 MENURUT JENIS VAKSIN PRIMER DI SV UNTAR PERIODE FEBRUARI 2022 Triyana Sari; Arlends Chris; Olivia Charissa; Dorna Y.L. Silaban
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.006 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19928

Abstract

Vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan/booster merupakan vaksinasi yang diberikan setelah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan. Pelaksanaan program dosis booster menggunakan vaksin bervariasi. Adanya variasi dari vaksin dan dosis yang diberikan untuk booster, menimbulkan kecenderungan masyarakat untuk memilih dan mencari sentra vaksinasi yang menggunakan vaksin tertentu. Masyarakat cenderung mencari vaksin dengan efek samping yang minimal, walaupun efek samping tersebut bersifat individual. Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan sebagai salah satu fasilitas kesehatan primer, melayani semua vaksinasi, mulai dari dosis 1, dosis 2, dosis lanjutan, dan vaksinasi anak. Dengan banyaknya target cakupan yang harus dicapai, terjadi peningkatan beban kerja Puskesmas dan beresiko terhadap penurunan kinerja serta kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai efek vaksin yang diterima. Minimnya edukasi secara tidak langsung dapat berdampak pada perlambatan tercapainya cakupan vaksinasi, disebabkan masyarakat menunda mendapatkan booster vaksin terdorong oleh kecenderungan memilih jenis booster vaksin yang tersedia. Sentra vaksinasi booster Untar diadakan pada tanggal 2-4 Februari 2022 dengan jumlah peserta 665 orang, dengan 95.8% mendapat vaksin primer Sinovac, sedangkan sisanya (4.2%) mendapat vaksin primer Astra Zeneca Vaksin yang digunakan satu jenis, yaitu Moderna, selain pengelolaan vaksin lebih mudah, juga mengurangi resiko ketidaksesuaian pemberian jenis serta dosis booster vaksin terhadap vaksin primernya. Tim vaksinator pun memiliki waktu mengedukasi masyarakat penerima vaksin mengenai dosis booster vaksin dan efek yang mungkin terjadi secara komprehensif, sehingga diharapkan penerima vaksin memahami dan mampu menyikapi efek vaksinasi secara tepat.
Peranan sel progenitor endotel sirkuler pada endometriosis Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2527

Abstract

Endometriosis merupakan suatu kelainan dimana terdapat jaringan endometrium diluar uterus dan diasosiasikan dengan perubahan imunitas baik seluler maupun humoral. Keadaan ini diduga memberikan kontribusi terhadap berkembangnya penyakit. Adanya pertumbuhan dan perkembangan jaringan endometrium ektopik, menunjukkan kemampuan sel tersebut untuk menempel dan tertanam ke dalam kavum peritoneum yang dalam hal ini membutuhkan adanya pembentukan pembuluh darah mikro melalui proses angiogenesis dan vaskulogenesis. Vaskulogenesis yang terjadi post-natal dikarakterisasikan dengan adanya mobilisasi sel dari produksi sumsum tulang atau sel progenitor endotel sirkular (EPCs) yang ada di jaringan ke dalam pembuluh darah sebagai respons dari sitokin atau iskemia pada jaringan. EPCs yang beredar adalah suatu harapan yang menarik untuk mengembangkan penetapan diagnostik berdasarkan EPC dan pendekatan terapeutik untuk endometriosis.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Menarche dini pada Siswi SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon usia 12-15 tahun Tiara Rahmananda; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7856

Abstract

Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali terjadi yang menandakan seorang perempuan sudah memasuki masa pubertas. Namun, belakangan ini terjadi pergeseran usia menarche ke arah yang lebih muda. Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang diyakini memiliki peranan terhadap pergeseran usia menarche. Tujuan studi ini menganalisis hubungan antara IMT dengan menarche dini dengan menggunakan metode potong lintang. Responden sebanyak 151 siswi dengan usia antara 12-15 tahun. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari 2019 di SMP Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri untuk mengetahui IMT dan pengisian kusioner untuk mengetahui usia menarche. Hasil studi menunjukkan bahwa 129 (85,4%) siswi memiliki IMT dengan kategori dibawah overweight dan 22 (14,6%) siswi memiliki IMT dengan kategori overweight dan 8 (5,3%) diantaranya mengalami menarche dini. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara IMT dengan usia menarche (p-value = 0,001, r = 6,800) di SMP Negeri 1 Sumber. Kesimpulan dari studi ini adalah semakin tinggi IMT seseorang maka semakin dini usia menarche. Salah satu cara untuk menormalkan IMT yaitu dengan meningkatkan aktifitas fisik.
Analisis evolusi dan imunogenisitas gen NA dari virus H3N2 endemik Indonesia tahun 2005-2018 secara in silico Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Erick Sidarta; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18154

Abstract

Influenza merupakan penyakit yang masih menjadi perhatian pemerintah terutama Indonesia karena dapat menyebabkan endemik sepanjang tahun dan dapat menimbulkan dampak yang berat bagi penderitanya. Virus Influenza A/H3N2 merupakan virus penyebab yang dominan di Indonesia. Pada permukaan virus terdapat protein yang berperan pada proses fusi virus ke sel pejamu, salah satunya adalah neuraminidase. Protein ini berperan untuk memotong sialic acid yang terdapat pada sekret di bronkus saluran pernafasan dan permukaan sel pejamu sehingga memudahkan virus pada proses invasi dan replikasi. Protein inilah yang menjadi salah satu target antibodi yang terbentuk paska infeksi atau vaksin. Namun, virus akan melakukan evolusi untuk dapat lolos dari antibodi. Studi ini bertujuan untuk melihat evolusi yang terjadi pada genetik NA virus A/H3N2 yang beredar di Indonesia beserta prediksi perubahan antigenisitas dan epitop pada human leukocyte antigen (HLA) kelas II. Studi ini menggunakan sebanyak 129 spesimen NA dari Indonesia tahun 2005-2018, diperoleh dari bank data National Center for Biotechnology Information (NCBI), Global Initiative on Sharing All Influence Data (GISAID). Analisa evolusi dan filodinamika dilakukan menggunakan software BEAST versi 1.8.3 dilanjutkan dengan analisa antigenisitas, dengan metode Kolaskar dan Tongaonkar. Analisa prediksi pengikatan MHC kelas II dilakukan menggunakan Immune Epitope Database (IEDb). Hasil didapatkan evolusi pada virus A/H3N2 terutama pada gen neuraminidase dengan pola antigenic drift sehingga terdapat dua klaster berbeda. Pada analisa keragaman genetik juga didapatkan hasil jumlah varian yang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sekalipun demikian, pada prediksi imunogenisitas didapatkan mayoritas sekuens memiliki prediksi yang sama. Pada studi ini juga ditemukan beberapa situs prediksi imunogensitas mengalami penurunan atau peningkatan yang menunjukkan adanya seleksi negatif dan positif pada virus yang endemik di Indonesia.
Pengetahuan, perilaku dan sikap terkait seksual pranikah pada pelajar SMA di Kelurahan Akcaya Chairunnisa Savitri; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24379

Abstract

Salah satu penyebab tingginya kasus seksual pranikah remaja di Indonesia ialah rendahnya tingkat pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Survei Dinas Kesehatan Pontianak tahun 2021 terhadap remaja usia 15 – 24 tahun menunjukkan adanya penurunan jumlah remaja yang mendapatkan penyuluhan reproduksi dibandingkan tahun sebelumnya. Penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja berperan penting dalam memberi pemahaman, terutama perilaku seksual, karena saat remaja mulai timbul keinginan untuk mencoba segala sesuatu, sehingga perlu dituntun agar tidak terjebak perilaku seksual yang buruk seperti seks pranikah. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengetahuan, perilaku dan sikap terkait seksual pranikah pada remaja di salah satu SMA kelurahan Akcaya, Pontianak Selatan. Studi ini dilaksanakan dengan metode deskriptif cross-sectional. Pengambilan subjek secara consecutive non-random sampling dengan jumlah subjek sebanyak 94 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesinoer dari studi sebelumnya dan sudah divalidasi. Hasil studi menunjukkan 49 (52,1%) subjek memiliki perilaku seksual aman, 59 (62,8%) subjek memiliki pengetahuan seksual kurang dan 55 (58,5%) subjek memiliki sikap seksual baik. Perilaku seksual dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap, sehingga peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan dalam memberikan arahan dan bimbingan terkait kesehatan reproduksi yang baik agar perilaku seksual yang menyimpang dapat dicegah.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Personal Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kejadian Keputihan pada Siswi SMA Negeri 3 Merauke Sara Jayanti; Triyana Sari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.035 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9588

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat dan tidak terganggu yang berkaitan dengan reproduksi serta fungsi dan prosesnya. Keputihan adalah cairan yang mengalir dari vagina, dan bukan darah. Data SKRRI tahun 2018 membuktikan bahwa wanita berusia 15-24 tahun menderita keputihan, meningkat 70% setiap tahunnya, dengan sebanyak 50% remaja mengalami keputihan. Minimnya pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja wanita di Indonesia mengenai higenitas daerah kewanitaan merupakan faktor pencetus terjadinya keputihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang kesehatan reproduksi dengan kejadian keputihan pada siswi SMAN 3 Merauke. Responden dalam penelitian ini 184 orang dalam kelompok usia 15-19 tahun. Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik cross sectional. Pengambilan sampel dengan pengisian kuesioner pada 184 siswi. Hasil penelitian terdapat 22 siswi (12%) memiliki pengetahuan kurang dan 162 siswi (88%) memiliki pengetahuan baik. Pada sikap didapatkan 10 orang (5,4%) memiliki sikap kurang serta 174 orang (94,6%) memiliki sikap baik. Pada perilaku didapatkan 23 orang (12,5%) memiliki perilaku kurang serta 161 orang (87,5%) memiliki perilaku baik. Terdapat 25 responden (13,6%) mengalami keputihan tidak normal serta 159 responden (86,4%) mengalami keputihan normal. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian keputihan (p = 0,003). Ada hubungan bermakna antara sikap menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian keputihan (p = <0,001). Ada hubungan bermakna antara perilaku menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian keputihan (p = <0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian keputihan pada siswi SMAN 3 Merauke.
Development of Amplification Refractory Mutation System PCR to Detect Androgen Receptor Gene G1773A (rs6152) Polymorphism Triyana Sari; Erick Sidarta; Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Giovani Evangelista Alfonsius; Damar Sajiwo
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i03.1694

Abstract

Androgen receptor (AR) is a ubiquitous receptor responsible for responses by androgen stimulus. Androgen, a hormone which will bind to the AR, is essentials for normal male sexual development. Nevertheless, one of the polymorphisms in the AR gene, G1733A (rs6152) have been associated with numerous clinical risks such as cardiovascular disease (CD), androgenetic alopecia, high prostate-specific antigen (PSA) levels, male infertility, recurrent spontaneous abortions and prostate cancer. This study aims to develop an alternative and cost-effective method to detect G1773A (rs6152) polymorphism. In this study, amplification refractory mutation system-polymerase chain reaction (ARMS-PCR) using two pair of primers was used to detect the G1733A (rs6152) polymorphism. Primer design was done using http://primer1.soton.ac.uk/primer1.html online tools and then manually adjusted to increase the specificity. A total of 54 samples were screened using ARMS PCR and 2 representative samples of each allele from previous screening were used to validate the results using Sanger DNA sequencing. Among 54 subjects screened, we found 52 (96.3%) subjects carry G allele and 2 (3.7%) subjects carry A allele. No heterozygote was found in this study. The frequency of G allele was 96.97% and the frequency of A allele was 3.03%. Result validation using DNA sequencing was in agreement with ARMS-PCR method results. ARMS-PCR can be used as efficient alternative for genotyping of G1733A (rs6152) AR gene polymorphism.
Co-Authors Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alfianto Martin Alifia, Tosya Putri Alya Dwiana Alya Dwiana Alya Dwiana Andianto, Ivan Christian Anindya, Najwa Arlends Chris Averina, Friliesa Brian Albert Gaofman Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Chairunnisa Savitri Damar Sajiwo Damar Sajiwo Daniel Goh David Limanan Dean Ascha Wijaya DENY KURNIAWAN Destra, Edwin Dewi, Andriana Kumala Dorna Y.L. Silaban Edbert, Bruce Edwin Destra Enike, Syilvia Cendy Erick Sidharta Fadilah, Diana Farell Christian Gunaidi Fernando Nathaniel Fiona Valencia Setiawan Fladys Jashinta Mashadi Gabriella, Regina Gaofman, Brian Albert Geoffrey Christian Lo Giovani Evangelista Alfonsius Giovani Evangelista Alfonsius Giovanno Sebastian Yogie Goh, Daniel Gracienne Gracienne Gunaidi, Farell Christian Hartono, Vincent Aditya Budi I Made Satya Pramana Jaya Jap, Ayleen Nathalie Johny Hartawan Sutrisno Joshua Kurniawan Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Laura, Gabrielle Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mashadi, Fladys Jashinta Meilani Kumala Nataprawira, Sari Mariyati Dewi Normala, Ajeng Olivia Charissa Permatasari, Nabila Jingga Peter Ian Limas Pratama, Dena Adistiya Rambe, Novitasari Reynardo, Reynardo Ribka Anggeline Hariesti Sajiwo, Damar Santoso, Alexander Halim Sara Jayanti Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari, Fadhilah Permata Satyanegara, William Gilbert Satyo, Yovian Timothy Savitry, Chairun Nisa Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sidharta, Erik Silvia W. Lestari Sitorus, Ribka Angeline Hariesti Sugiharto, Hans Sukianto, Louise Audrey Sukmawati Tansil Tan Susilodinata Halim Sutrisno, Johny Hartawan Syarifah, Andini Ghina Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiara Rahmananda Valentino Gilbert Lumintang Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian William Gilbert Satyanegara Windiatmoko, Dhio Dwi Yani, Jovan Falian Yohanes Firmansyah Yovian Timothy Satyo