Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

Mastering OSCE Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 2 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENDOMETRIOSIS KOLON LESI JINAK YANG SERING DISANGKA GANAS Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan adanya kelenjar dan stroma endometrium  di  luar  uterus.  Kasus ini           diperkirakan  menyerang  5-10%  wanita  usia reproduktif  tetapi   dari   beberapa  laporan  terjadi  juga   pada  wanita   postmenopause. Endometriosis diklasifikasikan sebagai endometriosis  pelvis  dan  ekstrapelvis.  Mayoritas endometriosis ekstrapelvis terdapat pada rektum dan kolon sigmoid. Endometriosis kolon umumnya  asimtomatik,   namun  terkadang  dapat   menimbulkan  gejala  seperti  gejala gastrointestinal  antara  lain:  perdarahan  rektum,  konstipasi,  muntah,  diare  dan  nyeri abdomen. Diagnosis endometriosis kolon sukar ditegakkan karena biasanya hanya mengenai bagian luar  dinding kolon  seperti lapisan serosa atau  submukosa. Jarang penetrasi ke lapisan mukosa oleh  karena  itu  pada  pemeriksaan barium  enema  dan  kolonoskopi, endometriosis sering dicurigai sebagai keganasan kolon. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah   MRI,     CT-Scan, Rectal   Endoscopic Sonography (RES),  dan transvaginal ultrasonography(TVUS), walaupun masih kontroversi diyakini dapat membantu menegakkan diagnosis endometriosis  preoperatif. Diagnosis pasti baru bisa ditegakkan bila ditemukan jaringan endometrium pada pemeriksaan histopatologi baik dari biopsi maupun hasil operasi. Terapi yang biasa dilakukan adalah reseksi kolon segmental/diskoid melalui laparoskopi dan terapi hormonal untuk mengobati dan mencegah kekambuhan.
Lupa, Tanda Awal Kepikunan? Sony M Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diagnosis Appendisitis Akuta dengan Skor Alvarado dan Modifikasinya Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 3 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendisitis akuta adalah penyebab tersering penyakit abdomen akut yang memerlukan tindakan bedah segera. Diagnosis appendisitis akuta biasanya ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan  fisik dan laboratorium. Ketepatan diagnosis sangat penting. Mengang­ kat appendiks yang normal tentu menjadi beban ekonomi bagi pasien maupun asuransi kesehatan, sebaliknya salah diagnosis dan keterlambatan operasi meningkatkan kesakitan, kematian dan biaya perawatan. Skor Alvarado adalah salah satu dari banyak skoring untuk diagnosis appendisitis akuta. Skor Alvarado didasarkan pada anamnesis (nyeri yang ber­ pindah, anoreksia,mual/muntah), pemeriksaan  fisik (nyeri tekan di regia abdomen kanan bawah/ iliaka kanan, nyeri lepas dan kenaikan suhu) dan beberapa laboratorium sederhana (leukosit, pergeseran netrofil ke kiri) sehingga sangat mudah untuk diaplikasikan. Banyak penelitian appendisitis akuta dilakukan dengan menggunakan skor Alvarado. Pada aplikasi di rumah sakit hitung jenis tidak selalu dilakukan maka beberapa peneliti membandingkan skor Alvarado dan skor Alvarado yang dimodifikasi.  Pada penelitian didapatkan jika skor Alvarado atau skor Alvarado yang dimodifikasi >7, maka  pasien  mungkin  menderita appendisitis akuta dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk operasi. Skor Alvarado dan skor Alvarado yang dimodifikasi merupakan perangkat yang berguna   untuk diagnosis appendisitis akuta. 
Panduan Praktis Etika Profesi Dokter Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 3 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract