Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penentuan Tingkat Kerawanan Gempa Bumi Menggunakan Metode Refraksi Mikrotremor (ReMi) di Kota Surakarta Pratiwi, Sari; Legowo, Budi; Koesuma, Sorja
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 7, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v7i1.4884

Abstract

Berdasarkan informasi dari letak geografis dan struktur geologi, Kota Surakarta termasuk wilayah yang mengalami dampak gempa bumi[1]. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak dari gempa bumi yaitu melakukan analisa tingkat bahaya seismik sebagai salah satu usaha mitigasi bencana gempa dengan metode mikrotremor yang dapat diketahui nilai amplifikasi dan periode dominan.  Pada penelitian telah dilakukan di Kota Surakarta menggunakan P.A.S.I Seismograph Mod. 16S24-P, 3D Borehole Geophone Model GFA 60/100. Interval pada setiap lokasi yaitu 1-3 km dengan 12 lokasi penelitian. Diperlukan waktu sekitar 20 menit dengan tiga kali pengulangan untuk perekaman data disetiap titik. Pengolahan data mikrotremor menggunakan software Geopsy dan Surfer 11. Amplifikasi rendah pada zona 1 merupakan zona yang cukup aman terhadap bahaya gempa bumi. Zona 1 berada di wilayah Mojo, Moewardi, Sangkrah, Dawung, SMPN 10, Mojosongo, Lapangan Banyuanyar, Laweyan, Karang Asem danTipes dengan amplifikasi 0,807314 sampai dengan 2,60402. Lokasi pada jenis I termasuk wilayah yang cukup aman terhadap gempa bumi karena memiliki ketebalan sedimen yang tipis daripada jenis II. Jenis I berada di wilayah Mojo, Moewardi, Sangkrah, SMPN 10, Manahan, Mojosongo, Lapangan Banyuanyar, Laweyan, Karang Asem, Jebres dan Tipes dengan  periode dominan antara 0,058978s sampai dengan 0,231411s. Sebaran tingkat kerawanan gempa bumi di kota Surakarta dapat dilihat pada peta zonasi berdasarkan nilai A0 dan T0 yang kemudian diklasifikasikan hasilnya pada zona atau jenis tertentu sehingga diperoleh informasi berupa tingkat kerawanan dan juga jenis batuan yang tersusun dibawah permukaan tanah berdasarkan parameter yang diukur.
Estimation of Tsunami Hazard and Evacuation Sites using The Cornell Multigrid Couple Tsunami Method in South Button Regency Ilham, Ilham; Safani, Jamhir; Muliddin, Muliddin; Sulistian, Teguh; Koesuma, Sorja
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v15i1.97008

Abstract

The 1992 earthquake and tsunami in the Flores Sea proved that the tsunami impacted the people of the South Buton Region. This research aims to map tsunami hazards and estimate evacuation routes and sites in the South Buton Regency. These evacuation routes and sites are very crucial for disaster preparedness and reducing the risk of tsunami disasters. This research simulates the tsunami wave hazard from the 1992 Flores earthquake using the Cornell multigrid coupled tsunami (COMCOT). We designed the study area in five layers and seven sublayers, encompassing 13 villages on the coast of South Buton Regency. The research generated seven tsunami hazard maps based on the number of existing sublayers, each equipped with evacuation routes and locations. In general, the seven study areas have two tsunami hazard levels: a hazard level with an inundation height of less than 0.5 m and a hazard level with an inundation height of 0.5–3 m. The tsunami inundation distance for the height of 0.5-3 m varies. The shortest inundation distance is 5–33 m in Lakambau and Laompo Villages, while the farthest distance is 57–98 m in Katampe, Lamaninggara, and Molona Villages. Apart from that, the tsunami wave arrived around 35–45 minutes after the earthquake. The fastest arrival time is 35 minutes in Bahari Village, which is closest to the source of the tsunami. The results of the study recommend 17 temporary evacuation sites (TES) and 7 final evacuation sites (FES) in the research area.
Penentuan Tingkat Kekerasan Batuan Menggunakan Metode Seismik Refraksi di Jatikuwung Karanganyar Nurcandra, Nakif; D, Darsono; Koesuma, Sorja
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 3, No 01 (2013): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v3i01.1212

Abstract

It has been done a research about the determination of rock hardness level by using refraction seismic method in Jatikuwung Karanganyar. The research is done by using Seismograph PASI 16S24-P with the path length of 48 meters, distance between geophone 2 meters, 5 shots in each spread and there are four surveys part totally. The processing data is done by using SeisImager software with Plotrefa and Pickwin95 program.We use intercept time method for data processing. The determination of rock hardness use Gardner’s relationship formula. Based on interpretation, there are three layers lithology structure with P wave propagation velocity of 200-1800 m/s and its density of 1.17–1.93 gr/cc. Based on velocity analysis we determine the velocity of first layer is 200-700 m/s, second layer 700-1500 m/s, and third layer 1500-1800 m/s. The subsurface hardness lithology consists of top soil, sands and unsaturated pebble (1.17–1.59 gr/cc) with the depth 2–4 meters in the first layer, saturatedsands, saturated pebble, and alluvium (1.59–1.93 gr/cc) with the depth 9.5–11.5 meters in the second layer, and clay and sands (1.93–2.02 gr/cc) with the depth of 5.5–6 meters in the third layer. The rock hardness is located at the depth betwen 12 – 20 meters.
Identifikasi Struktur Sesar Gunung Muria Menggunakan Data Satelit Gravitasi Koesuma, Sorja; Sibarani, Ferdinan Hotman; Legowo, Budi
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2021: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v5i0.71829

Abstract

Abstract: The north coast of Jepara is a region where the development of Muria nuclear power plant takes place which is chosen by the central government through National Nuclear Energy Agency of Indonesia. This nuclear power plant is located in Muria peninsula which will be affected because of tectonics and volcanic activities in such area, mainly in Muria mountain. This study uses gravimetric method to determine the subsurface structure in Muria mountain area. The gravity data is obtained from https://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi is dispersed in Muria mountain. The value of anomaly which is obtained is reduced with several corrections and the value of Complete Bouguer Anomaly is achieved. The separation of regional and residual anomaly uses Second Vertical Derivative. The modeling of subsurface used forward modelling method. From this modelling, the rock density widening is in the value of 2.4 g/cm3 for basalt lava or andesite, 2.43 g/cm3 for lava tuff and sand tuff, 2.5 g/cm3 for sandstone tuff and conglomerate tuff with clay stone inserted, and 2.7 g/cm3 for sand limestone and clay limestone. The result of this modelling is shown that there is fault around Muria mountain and is identified as Tempur and Rahwatu fault.Abstrak: Pesisir utara Jepara dijadikan sebagai lokasi pengembangan PLTN Muria yang dipilih oleh pemerintah pusat melalui Badan Nuklir Nasional (Batan). Lokasi PLTN yang berada di Semenanjung Muria akan terkena dampak karena adanya aktivitas tektonik dan vulkanik di daerah tersebut, terutama di Gunung Muria. Penelitian ini menggunakan metode gravitasi untuk mengetahui struktur bawah permukaan di sekitar Gunung Muria. Data gravitasi yang diperoleh melalui https://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi tersebar sebanyak 566 titik di Semenanjung Muria. Nilai anomali yang didapatkan direduksi dengan beberapa koreksi dan didapatkan nilai Anomali Bouguer Lengkap (CBA). Pemisahan anomali regional dan residual menggunakan Secong Vertical Derivative. Pemodelan bawah permukaan menggunakan metode pemodelan kedepan (Forward Modelling). Pada pemodelan ini didapatkan sebaran densitas batuan sebesar 2,4 g/cm3 (lava basalt atau andesit), 2,43 g/cm3 (tufaan, lahar dan tufaan pasiran), 2,5 g/cm3 (batu pasir tufaan dan konglomerat tufaan yang bersisipan batu lempung), dan 2,7 g/cm3 (batu gamping pasiran dan batu gamping lempungan). Hasil pemodelan menunjukkan adanya patahan di sekitar Gunung Muria dan diidentifikasikan sebagai patahan Tempur dan Rahtawu.
Upaya mewujudkan Desa Wonorejo menjadi Desa Pangan Aman melalui implementasi Sistem Pengusir Hama berbasis Panel Surya Yunianto, Mohtar; Anwar, Fuad; Koesuma, Sorja
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.106021

Abstract

Telah diimplementasikan sistem cerdas pengusir hama berbasis panel surya, Alat pengusir hama otomatis ini memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan tiga pengaturan: 3–6 kHz untuk burung, 20–31 kHz untuk serangga, dan 31–50 kHz untuk tikus serta kelelawar. Suara yang dihasilkan bervariasi dari bising hingga tak terdengar oleh manusia. Alat ini menggunakan panel surya dan baterai internal, serta dilengkapi dua mode otomatis: siang (S) aktif saat terkena sinar matahari dan malam (M) saat gelap. Kedua mode dapat disesuaikan sesuai jenis hama dan waktu penggunaan, sehingga mendukung efektivitas pengendalian hama secara berkelanjutan. Alat ini telah terpasang di Desa Wonorejo selama periode pemsasngan sudah memberikan dampak yaitu berkurangnya burung dan tikus disekitar lokasi pemasangan alat dan dengan harapan ada peningkatan kuantitas panen petani.
Pengembangan Desa Wonorejo menjadi Desa Wisata Konveksi melalui Implementasi Peta Digital Pelaku UMKM terintegrasi website Desa Yunianto, Mohtar; Anwar, Fuad; Koesuma, Sorja
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.89866

Abstract

Telah dilakukan upaya pengembangan desa Wonorejo menjadi Desa wisata konveksi melalui pengembangan Peta Digital untuk pelaku Usaha UMKM. Kegiatan di awali dengan proses pendataan pelaku UMKM sasaran dari pemetaan adalah pelaku Usaha UMKM dari Hulu sampai hilir yaitu baik yang bergerak dalam usaha menjahit, membordir, pembuatan tiket baju, produksi skala rumahan, produksi partai besar maupun toko offline. Dari proses pendataan diperoleh data sejumlah 105 Pelaku Usaha dilengkapi dengan posisi dan kondisinya. Langkah selanjutnya adalah pemetaan digital hasil pendataan melalui google maps, telah dipeorleh peta Digital untuk maisng-masing RW dan secara keseluruhan dan tahap akhir dari kegiatan ini adalah  integrasi hasil pemetaan ke web desa Wonorejo. Hasil dari kegiatan ini diharapkan lebih mengenalkan pelaku UMKM konveksi Desa Wonorejo secara masiv melalui online dimana hasil pemetaan secara online tersebut sudah terecord di basis data Google. Kata kunci : peta digital, konveksi, UMKM, Wonorejo; desa cerdas