Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis IPTEK bagi Guru SD Terpencil di Kecamatan Sabbangparu Anita, Yetti; Karma, Rudi; Wahyuni, Sri; Rahmi, Nur
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.755 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.658

Abstract

ABSTRAKTujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: (a) Membentuk kelompok kerja guru (KKG), (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (c) melatih pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (d) melatih dan mendampingi cara penggunaan media pembelajaran di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan mengadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk 7 kelompok kerja guru dengan masing - masing anggota sebanyak 4 sampai 9 orang yang dibentuk berdasarkan lokasi daerah; (b) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, dari kategori “cukup” menjadi “baik”; (c) dihasilkan media (alat peraga) untuk siswa SD, (d) kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dalam di kelas berkualitas “baik”.Kata kunci: pembuatan media, SD terpencilABSTRACTThe objectives of this community partnership (PKM) program are: (a) To form teacher working group (KKG), (b) to improve teachers' knowledge and skill about making instructional media with applied science and technology approach, (c) to train the making of instructional media with applied science and technology approach, (d) to train and assist the use of instructional media in the classroom. The method of adopting the action research implementation includes four stages: program planning, program implementation, observation and evaluation, and reflection. The results of program implementation are (a) 7 teacher working groups with 4 to 9 members formed based on the location of the area; (b) the increased knowledge and skills of teachers on the making of instructional media with applied science and technology approach, from the "enough" to the "good" category; (c) generated media (props) for elementary students, (d) teachers' ability to use instructional media in "good" quality category.Keywords: educational media, remote elementary school
Falsafah Bugis "Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong” Sebagai Landasan Etika dan Humanisme dalam Peran Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Karma, Rudi; Rakhmawati, Ani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v6i1.1370

Abstract

Sistem pengajaran di Indonesia sekarang ini lebih cenderung menekankan pada kemampuan berpikir dan target prestasi, sambil sering mengesampingkan peran pembentukan watak serta prinsip sosial dalam kegiatan belajar. Karena alasan itu, penyertaan elemen budaya daerah, khususnya dari prinsip Bugis seperti mali siparappe dan rebba sipatokkong, menjadi sangat vital untuk membentuk kerangka pendidikan yang lebih utuh dan berpusat pada sisi manusiawi. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan serta merekomendasikan penggunaan kedua prinsip tersebut sebagai strategi humanis dalam mengajar Bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperdalam wawasan bahasa sekaligus membangun kepribadian murid. Berdasarkan gagasan pengajaran humanis yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Abraham Maslow, ditambah dengan metode pedagogi yang terkait konteks, tulisan ini menyarankan agar nilai budaya Bugis dimasukkan ke dalam penyusunan program sekolah serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan semacam ini bertujuan menghadirkan suasana belajar yang ramah dan saling dukung, sehingga murid tidak hanya memperoleh kemampuan berpikir tapi juga mengembangkan rasa memahami, ketegasan, serta keterampilan bergaul yang krusial untuk menghadapi beragam isu di kemudian hari. Dengan demikian, menjadi sangat esensial untuk merancang program dan RPP yang berakar pada nilai budaya setempat demi mencetak generasi yang lebih mudah beradaptasi dan beretika mulia.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Daerah Buton Tengah Dan Penerapannya Sebagai Bahan Ajar Pada Siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Samsuddin, Samsuddin; Haeniah, Nurul; Karma, Rudi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah beserta penerapannya sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian berupa teks cerita rakyat Buton Tengah yakni “(1) Sangia I Wambulu, (2) Kadangiana Gununa Sabampolulu Te gununa Nepa-Nepa, (3) Wakambangura”. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata/kalimat/ kutipan terkait nilai-nilai pendidikan karakter dalam teks cerita rakyat tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Cerita rakyat Daerah Selawesi Tenggara lewat proyek penelitian dan pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1977/1978. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis hermeneutik dan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara umum, pendidikan karakter dalam cerita rakyat Buton Tengah dibedakan menjadi 2, yaitu (1) Pendidikan karakter yang bersifat positif dan (2) Pendidikan karakter yang bersifat negatif. Pendidikan karakter yang bersifat positif dan negatif tersebut digambarkan dalam berbagai karakter tokoh dalam teks cerita. Penerapan nilia-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menyasar tiga ranah yang merupakan luaran belajar, seperti (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif dan (3) ranah psikomotorik. Kata kunci: Analisis Nilai, Buton Tengah, Cerita Rakyat, Pendidikan Karakter.