Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL SUWUNG: TENTANG MANUSIA YANG BERUMAH DI DALAM MIMPI KARYA HENDRA PURNAMA Haeniah, Nurul; Ketut Tia Apriliani
Journal of Language and Literature Education Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jolale.v1i2.900

Abstract

This study aims to uncover the intrinsic elements in the novel "Suwung: Tentang Manusia Yang Berumah Di Dalam Mimpi" by Hendra Purnama. The method employed is descriptive qualitative. The data used in this study consists of quotes and paragraphs based on their intrinsic elements. These data are sourced from the novel "Suwung" by Hendra Purnama, which are then analyzed using various theories relevant to the research topic. The findings of this study include: (1) Theme: Exploration of emptiness, void, loneliness, loss, and love. (2) Plot: The use of a mixed plot combining both forward and backward sequences. (3) Setting: A variety of settings including home, cafe, cemetery, and hospital, with times of day ranging from morning, afternoon, evening, to night, and atmospheres encompassing sadness, tension, and happiness. (4) Characters and Characterization: In-depth characterization of the main character Indra Pratama, and supporting characters such as Irwan Rahardian, Airin Rahimi, and Afriani Zakiah. (5) Point of View: A combination of first-person and third-person perspectives providing diverse viewpoints. (6) Language Style: The use of hyperbolic language and similes enriching the narrative. (7) Moral Message: A strong message about perseverance and the importance of self-love in life. This study provides valuable contributions to literary studies, particularly in understanding Hendra Purnama's work, through an in-depth and comprehensive analysis of the intrinsic elements in the novel "Suwung". Keywords: instrinsic elements, novel
Analisis Perspektif Mahasiswa Non Jurusan Bahasa Inggris dalam Penggunaan “Duolingo” sebagai Alat Pembelajaran Bahasa Inggris Astiantih, Susi; Haeniah, Nurul; Hendrawan, Kevin
TAKSONOMI: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024): Taksonomi Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duolingo adalah platform pembelajaran bahasa populer yang telah mendapatkan daya tarik signifikan. Desainnya berfokus pada penguasaan bahasa yang lebih mudah diakses, menarik, dan efektif melalui gamifikasi dan pembelajaran yang dipersonalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap Duolingo sebagai alat pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan non bahasa inggris yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulannya menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Kuesioner diberikan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dan wawancara dilakukan untuk mengetahui jawaban lebih mendalam sehingga peneliti dapat mendeskripsikan dan mempelajari secara maksimal persepsi mahasiswa terhadap aplikasi Duolingo sebagai alat evaluasi. Sedangkan dokumentasi untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang data mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 91,25% mahasiswa tertarik menggunakan aplikasi Duolingo sebagai alat pembelajaran dikarenakan penggunaan yang mudah, tampilan yang menarik, dan pertanyaan yang bervariasi yang membuat mahasiswa ingin menggunakan Duolingo sebagai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Eksistensi Lapak Baca Kolaka Dalam Meningkatkan Literasi Generasi Muda Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 Ningsih, Anggreani; Ashari, Renita; Baharuddin, Zubair; Azizah, Nur; Herawati, Herawati; Sarmadan, Sarmadan; Arliwan, Disa; Haeniah, Nurul; Jumriah, Jumriah
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.67

Abstract

Pada saat kita berusaha mengukir masa depan yang lebih cerah, krisis literasi muncul sebagai tantangan yang mendalam. Salah satu cerita inspiratif yang kami temui adalah kisah Lapak Baca Jalanan Kolaka di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka adalah komunitas yang berdedikasi untuk meningkatkan minat baca generasi muda di wilayah mereka. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi Lapak Baca Kolaka dalam menyediakan sarana bacaan untuk meningkatkan literasi atau minat baca generasi muda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan analisis naratif dan analisis konten. Dengan menyediakan akses mudah dan fleksibel, berbagai jenis buku, tempat yang nyaman, pameran lukisan dan pentas seni budaya dan sastra, maka apa yang telah mereka lakukan dapat mendorong budaya membaca, membantu meningkatkan literasi dan wawasan generasi muda, sehingga SDM khususnya di wilayah Kolaka dapat meningkat sebagai bagian integral untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Utilization of Chamilo LMS in Learning Media Courses as an Effort to Digitalize Education Nasir, Agus; Nasrum, Akbar; Haeniah, Nurul
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 4 No. 2 (2023): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v4i2.284

Abstract

The number of online learning platforms available for free makes it easier for lecturers to deliver teaching materials but difficult for students. The use of different LMS by each lecturer causes almost all LMS on students' mobile devices. In order to make the learning process easier to organize, educational institutions should have one LMS that is the choice to be used together. Only now, Universitas Sembilanbelas November Kolaka has no LMS, especially the Indonesian Language Education study program. Therefore, this research will produce a Learning Management System that can support online learning systems synchronously, asynchronously, and mixed learning in the Indonesian Language Education study program at Universitas Sembilanbelas November Kolaka. The LMS that will be created is open-source-based so that it can be developed according to user needs. Specifically, the subjects included in the system are Educational media subjects at the college level. However, this LMS will be developed into a Faculty LMS that can be used to support learning management in all study programs. Five interrelated stages are needed to develop this LMS: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. These development stages are known as the ADDIE model. An LMS meets the standard criteria for use in Learning Media courses through these stages. The resulting prototype is very useful for learning management, so its use can be expanded and developed to improve learning management within the faculty.
Gamifikasi Berbicara: Pemanfaatan Spin Wheel Digital untuk Mengurangi Kecemasan Berbicara Mahasiswa Calon Guru Bahasa Indonesia Saadillah, Andi; Kadirun, Kadirun; Alu, La; Samsuddin, Samsuddin; Haeniah, Nurul
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kecemasan berbicara merupakan salah satu hambatan utama yang dialami mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan keterampilan komunikasi lisan. Kondisi ini dapat mengurangi kepercayaan diri dan efektivitas mahasiswa sebagai calon pendidik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan berbicara mahasiswa melalui pemanfaatan gamifikasi berbasis spin wheel digital sebagai media latihan berbicara. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui workshop. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi tentang kecemasan berbicara, simulasi berbicara dengan spin wheel digital, serta evaluasi pra–pasca kegiatan menggunakan angket sederhana. Peserta kegiatan adalah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang terlibat secara aktif dalam latihan berbicara spontan berdasarkan topik acak dari roda digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan berbicara pada aspek rasa gugup, takut salah, dan kurang percaya diri. Sebaliknya, terjadi peningkatan signifikan pada antusiasme dan keberanian berbicara mahasiswa. Respon peserta terhadap penggunaan spin wheel digital sangat positif karena dinilai sederhana, menarik, dan efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan gamifikasi berbicara melalui spin wheel digital efektif membantu mengurangi kecemasan berbicara sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia. Kegiatan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan topik yang lebih beragam serta penerapan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi peningkatan keterampilan komunikasi calon pendidik di era digital. Kata kunci: kecemasan berbicara, gamifikasi, spin wheel digital, mahasiswa calon guru, pengabdian masyarakat
Peran edukasi anti-bullying dalam meningkatkan kesadaran peserta didik di SMA Negeri 1 Latambaga Mustika, Ana; Febrianti S, Elsha; Nahrani, Nurfa Putri; Sumange, Andi; Permatasari, Imel; Afrida, Afrida; Mustahang, Mustahang; Haeniah, Nurul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38885

Abstract

Abstrak Bullying merupakan permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, serta akademik peserta didik. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku ini masih terjadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik mengenai bullying melalui edukasi anti-bullying. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Latambaga dengan melibatkan 33 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pre-kuesioner dan post-kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pengertian, jenis, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Siswa yang sebelumnya hanya mengenali bullying dalam bentuk fisik, setelah kegiatan mampu memahami berbagai bentuk bullying seperti verbal, sosial, dan cyberbullying. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa untuk menghindari perilaku bullying serta menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai antar sesama. Dengan demikian, edukasi anti-bullying terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kata kunci: bullying; edukasi; kesadaran siswa; sekolah. Abstract Bullying is a common issue in the school environment that can negatively affect students' emotional, social, and academic development. The lack of students’ understanding regarding the forms and impacts of bullying is one of the factors contributing to its occurrence. This community service activity aims to increase students’ awareness and understanding of bullying through anti-bullying education. The activity was conducted at SMA Negeri 1 Latambaga involving 33 tenth-grade students as participants. The method used included problem identification, planning, implementation of educational activities, and evaluation through pre-questionnaire and post-questionnaire. The results showed an improvement in students’ understanding of the definition, types, impacts, and prevention of bullying. Students who initially only recognized physical bullying were later able to identify various forms such as verbal, social, and cyberbullying. In addition, the activity increased students’ awareness to avoid bullying behavior and fostered empathy and mutual respect among peers. Therefore, anti-bullying education is proven to be effective in enhancing students’ awareness and supporting the creation of a safe and comfortable school environment. Keywords: bullying; education; student awareness; school
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Daerah Buton Tengah Dan Penerapannya Sebagai Bahan Ajar Pada Siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Samsuddin, Samsuddin; Haeniah, Nurul; Karma, Rudi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah beserta penerapannya sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian berupa teks cerita rakyat Buton Tengah yakni “(1) Sangia I Wambulu, (2) Kadangiana Gununa Sabampolulu Te gununa Nepa-Nepa, (3) Wakambangura”. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata/kalimat/ kutipan terkait nilai-nilai pendidikan karakter dalam teks cerita rakyat tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Cerita rakyat Daerah Selawesi Tenggara lewat proyek penelitian dan pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1977/1978. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis hermeneutik dan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara umum, pendidikan karakter dalam cerita rakyat Buton Tengah dibedakan menjadi 2, yaitu (1) Pendidikan karakter yang bersifat positif dan (2) Pendidikan karakter yang bersifat negatif. Pendidikan karakter yang bersifat positif dan negatif tersebut digambarkan dalam berbagai karakter tokoh dalam teks cerita. Penerapan nilia-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menyasar tiga ranah yang merupakan luaran belajar, seperti (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif dan (3) ranah psikomotorik. Kata kunci: Analisis Nilai, Buton Tengah, Cerita Rakyat, Pendidikan Karakter.
Kebijaksanaan dan Kesaktian dalam Cerita Rakyat Datu Langko sebagai Model Kepemimpinan dalam Budaya Sasak Haeniah, Nurul; Arliwan, Disa; Saadilah, Andi; Kadirun, Kadirun; Samsuddin, Samsuddin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2794

Abstract

This study aims to examine the representation of wisdom and supernatural power in the character of Datu Langko as a model of ideal leadership in the Datu Langko folktale, which originates from the oral tradition of the Sasak people in West Nusa Tenggara. This study employs a descriptive qualitative approach using narrative analysis to examine the construction of the character within the text and the meaning of the leadership values represented. The data, consisting of the folklore text, was analyzed through the stages of reduction, categorization, interpretation, and drawing conclusions, referencing cultural leadership theory and oral literature studies. The research findings indicate that Datu Langko’s wisdom is reflected in self-awareness, responsibility, respect for others’ opinions, the ability to set priorities, the ability to make sound decisions, and a strong sense of religiosity. Meanwhile, the aspect of supernatural power is manifested through the ability to interact with supernatural beings, utilizing supernatural forces for collective benefit, and the use of incantations within ritual contexts. These findings indicate that in Sasak culture, ideal leadership is understood as a fusion of intellectual, moral, and spiritual capacities. The novelty of this study lies in revealing the integration of wisdom and supernatural power as a unified construct of cultural leadership within Sasak folklore, which has previously tended to be studied descriptively and in isolation. Theoretically, this study contributes to the development of oral literature studies and the representation of leadership from a cultural perspective, as well as enriches the use of folklore as a source of values education in the fields of education, language, and literature. Keywords: folklore, Datu Langko, wisdom, supernatural power, oral literature