Syarifah Wahidah
Universitas Negeri Padang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Social Cohesion of Padang City Vocational School Students Syarifah Wahidah; Firman Firman
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 2, No 1 (2020): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.606 KB) | DOI: 10.24036/005371ijaccs

Abstract

Brawls among students in various regions of Indonesia are still often the main topic in various media. Even though student brawls are not new in Indonesia, in recent years, the community has felt uneasy because brawls increasingly threaten a sense of security in the community. When explored further, a lack of student social cohesion causes student brawl. This study aims to provide an overview of the social cohesion of vocational students in Padang. This research is a descriptive study with a quantitative approach using a data collection instrument in the form of a social cohesion questionnaire with a validity greater than 0,404 and a reliability of 0,936. The subjects of this study were vocational high school students in Padang. The subjects were chosen by simple random sampling technique. This study applied data analysis with descriptive analysis. The results of this study indicate that the students' social cohesion consists of various dimensions. Each dimension has a different percentage. Dimension Inclusion has the lowest percentage that is 10%, dimension Participation as a percentage of 23%, dimension Recognition and Appreciation has a percentage of 25%, and dimension Sense of Belonging has the highest percentage, which is 42%.
Kecerdasan Budaya Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang T.M 2018 Syarifah Wahidah; Yeni Karneli; Mudjiran Mudjiran
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.14-19

Abstract

Life as a member of a multicultural society makes individuals must be smart in interacting with others, especially with different cultures. The purpose of this study was to see how cultural intelligence in the Postgraduate Guidance and Counseling students of the State University of Padang T.M 2018. quantitative research with cross sectional survey methods. Data were analyzed descriptively by dividing into 3 levels: low, medium, and high. And to assess the results of each dimension of cultural intelligence, the mean and percentage are calculated. The results found in the metacognitive category (CQ) obtained an average of 69.18% questionnaire, cognitive category (CQ) 54.53%, motivation category (CQ) 67.20%, and 63.08% behavioral factors overall these dimensions entered into good category. The overall results of the four dimensions obtained an average score of 63.49% with a good category. Which means that the level of cultural intelligence of Postgraduate Guidance and Counseling students at the State University of Padang T.M 2018 are all in the good category. Based on the results of this study it can be concluded that overall the students belong to individuals who have the ability to interact, adjust themselves, understand their abilities when they are in a different cultural situation.
Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Di SMP Negeri 2 Kutablang dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Wahidah, Syarifah; Karneli, Yeni; Marsidi, Sufyarma
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara di SMP Negeri 2 Kutablang dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi. Hasin penelitian ini menunjukkan Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara di sekolah SMP Negeri 2 Kutablang, dengan mengelola pembelajaran  yang berpusat pada murid dan  mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara guru di SMP Negeri 2 Kutablang diharuskan mampu mengenali semua siswa yang ada dengan baik. Setidaknya guru harus mampu mengetahui karakter umum siswa yang ada di SMP Negeri 2 Kutablang seperti nama, gaya belajar siswa, kemampuan individual, kebiasaan dan hasil belajarnya, sehingga siswa merasa nyaman dan memliki motivasi dalam mengikuti pelejaran dari guru. Faktor pendukung dalam Implementasi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara di SMP Negeri 2 Kutablang yakni, adanya dukungan dari para guru dalam membangun niat dan motivasi siswa dengan cara membangun komunikasi yang baik dengan siswa, adanya kerja sama antara guru dan orang tua dalam membimbing dan meningkatkan motivasi belajar siswa, adanya kreatifitas dari guru dalam memfasilitasi para siswa ketika belajar yang menyenangkan. Sedangkan Faktor Penghambat yaitu kurangnya komunikasi aktif antara guru dengan orang tua siswa sedangkan K. H. Dewantara menyebutkan bahwa pendidikan berdiri sebagai titik pusat dari persatuan Tri Sentra Pendidikan ini menekankan pentingnya integrasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan.
PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK PENDEKATAN KONSELING REALITAS DALAM MENCEGAH BULLYING PADA SISWA SMP DI KABUPATEN BIREUEN Wahidah, Syarifah; Neviyarni, Neviyarni; Hariko, Rezki
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i1.86-95

Abstract

Penelitinan ini  bertujuan  menganalisis pelaksanaan bimbingan kelompok pendekatan konseling realitas dalam mencegah bullying pada siswa SMP di Kabupaten Bireuen, bullying dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu siswa butuh pengawasan agar terhindar dari dampak yang sangat serius dari perilaku tersebut. Metode Penelitian merupakan penelitian kualitatif  dengan Jenis penelitian yakni penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi, dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Penelitian ini dilaksanakan Pada Siswa SMP Di Kabupaten Bireuen. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan 4 (empat) alat uji yakni: credibility, transfability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaanlayanankonselingkelompok dengan pendekatan konseling realitas yangdilaksanakanterhadap  siswa SMP di Kabupaten Bireuendapatmembantumemecahkanmasalahsiswadanmencegah bullying pada  siswa. Selian itu pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan konseling realitas merupakan strategi yang efektif dalam mencegah bullying di kalangan siswa SMP, termasuk di Kabupaten Bireuen. Pendekatan konseling realitas, yang berfokus pada tanggung jawab individu dan pemecahan masalah, dapat membantu siswa memahami dampak dari perilaku bullying dan meningkatkan kesadaran diri siswa. Penelitinan ini  bertujuan  menganalisis pelaksanaan bimbingan kelompok pendekatan konseling realitas dalam mencegah bullying pada siswa SMP di Kabupaten Bireuen, bullying dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu siswa butuh pengawasan agar terhindar dari dampak yang sangat serius dari perilaku tersebut. Metode Penelitian merupakan penelitian kualitatif  dengan Jenis penelitian yakni penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi, dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Penelitian ini dilaksanakan Pada Siswa SMP Di Kabupaten Bireuen. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan 4 (empat) alat uji yakni: credibility, transfability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaanlayanankonselingkelompok dengan pendekatan konseling realitas yangdilaksanakanterhadap  siswa SMP di Kabupaten Bireuendapatmembantumemecahkanmasalahsiswadanmencegah bullying pada  siswa. Selian itu pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan konseling realitas merupakan strategi yang efektif dalam mencegah bullying di kalangan siswa SMP, termasuk di Kabupaten Bireuen. Pendekatan konseling realitas, yang berfokus pada tanggung jawab individu dan pemecahan masalah, dapat membantu siswa memahami dampak dari perilaku bullying dan meningkatkan kesadaran diri siswa.
A Review of the Managerial Practices of Guidance and Counseling Services in Supporting Students’ Learning Autonomy in Junior High Schools under the Merdeka Curriculum (A Study at Public Junior High Schools in Bireuen Regency) Syarifah Wahidah; Neviyarni; Firman
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1304

Abstract

This study aims to examine the managerial practices of Guidance and Counseling services in supporting students' learning autonomy within the implementation of the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum emphasizes the holistic development of students’ competencies, including self-directed learning as a key component of the Pancasila Student Profile. In this context, guidance and counseling services play a strategic role, particularly in assisting students in identifying their potential, designing learning goals, and managing time and learning strategies independently. This research employed a qualitative case study approach, with data collected through interviews, observations, and document analysis involving counseling guidance teachers and students at a junior high school. The results reveal that well-planned, organized, and continuously evaluated Guidance and Counseling services contribute positively to students’ learning autonomy. However, challenges such as limited-service time and lack of managerial training for counseling guidance teachers remain. The findings recommend strengthening the managerial capacity of counseling guidance teachers to optimize service delivery in alignment with the goals of the Merdeka Curriculum.
Developing Effective Cross-Cultural Counseling Practices for Counselors Working Outside Their Home Regions: A Study on Non-Local Counseling Teachers in Bireuen Syarifah Wahidah; Yeni Karneli; Ifdil; Netrawati
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1305

Abstract

School guidance and counseling services require sensitivity to the cultural context, especially in areas with strong local values such as Bireuen District, Aceh. Non-local counseling teachers often experience difficulties due to differences in language, values, and perceptions of counseling, which have an impact on the effectiveness of services. This study aims to explore the culturally responsive counseling practices of non-local counseling teachers, the adaptation strategies used, and the challenges they face. This research is a qualitative study with a phenomenological approach. The participants were six non-local counseling teachers from outside Aceh Province who have been assigned to public schools (Junior/Senior High School) in Bireuen District for at least one year. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory observations, and documentation studies. Data analysis was conducted using a thematic approach based on Braun & Clarke's model, supported by triangulation, member checking, and audit trail techniques to maintain data validity. The findings revealed four main themes: cultural challenges in counseling, cultural adaptation strategies, culturally responsive counseling practices, and cross-role collaboration. The counseling teachers used religious approaches, local value-based communication, as well as establishing social relationships to encourage student acceptance. Counseling grounded in cultural sensitivity is particularly important in areas with robust cultural identities. It is important to provide counselors with multicultural competency training and educational policies that support their work across cultures.
Menjembatani Sistem Nilai Tradisional dan Modern: Pendekatan Bimbingan Konseling di Zaman 4.0 Wahidah, Syarifah; Firman, Firman; Neviyarni, Neviyarni
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i3.581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis menjembatani sistem nilai tradisional dan modern: pendekatan bimbingan konseling di zaman 4.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menelusuri dan mengumpulkan berbagai buku, jurnal, dokumen serta yang relevan terkait dengan konsep pembahasan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam menjembatani sistem nilai tradisional dan modern di lingkungan pendidikan, melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal, pemanfaatan permainan tradisional, pelestarian nilai-nilai sosial budaya tradisional, serta pemahaman terhadap sistem konstruksi dan konsep-konsep lokal dalam arsitektur tradisional. Menjembatani sistem nilai tradisional dan modern dalam pendekatan bimbingan konseling di zaman 4.0 membutuhkan kolaborasi antara berbagai komponen, seperti kepala sekolah, konselor, guru, dan nilai-nilai spiritual, serta manajemen bimbingan dan konseling yang baik. Dengan demikian, layanan bimbingan konseling dapat memberikan kontribusi maksimal dalam membantu siswa mengembangkan potensi dan menyelesaikan masalahnya.
Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Di SMP Negeri 2 Kutablang dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Wahidah, Syarifah; Karneli, Yeni; Marsidi, Sufyarma
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara di SMP Negeri 2 Kutablang dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi. Hasin penelitian ini menunjukkan Implementasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara di sekolah SMP Negeri 2 Kutablang, dengan mengelola pembelajaran  yang berpusat pada murid dan  mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara guru di SMP Negeri 2 Kutablang diharuskan mampu mengenali semua siswa yang ada dengan baik. Setidaknya guru harus mampu mengetahui karakter umum siswa yang ada di SMP Negeri 2 Kutablang seperti nama, gaya belajar siswa, kemampuan individual, kebiasaan dan hasil belajarnya, sehingga siswa merasa nyaman dan memliki motivasi dalam mengikuti pelejaran dari guru. Faktor pendukung dalam Implementasi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara di SMP Negeri 2 Kutablang yakni, adanya dukungan dari para guru dalam membangun niat dan motivasi siswa dengan cara membangun komunikasi yang baik dengan siswa, adanya kerja sama antara guru dan orang tua dalam membimbing dan meningkatkan motivasi belajar siswa, adanya kreatifitas dari guru dalam memfasilitasi para siswa ketika belajar yang menyenangkan. Sedangkan Faktor Penghambat yaitu kurangnya komunikasi aktif antara guru dengan orang tua siswa sedangkan K. H. Dewantara menyebutkan bahwa pendidikan berdiri sebagai titik pusat dari persatuan Tri Sentra Pendidikan ini menekankan pentingnya integrasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan.
Pemanfaatan Mading Sekolah dalam Bimbingan Konseling: Edukasi Pelecehan Seksual untuk Siswa SMP Wahidah, Syarifah; Ifdil, Ifdil; Afdal, Afdal; Ardi, Zadrian; Marjohan, Marjohan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v4i2.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis tentang pemanfaatan majalah dinding (mading) sekolah dalam bimbingan konseling: edukasi pelecehan seksual untuk siswa SMP. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menelusuri dan mengumpulkan berbagai buku, jurnal, dokumen serta yang relevan terkait dengan konsep pembahasan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa pemanfaatan mading sekolah dalam bimbingan konseling, khususnya dalam edukasi mengenai pelecehan seksual untuk siswa SMP, merupakan suatu pendekatan yang inovatif dan strategis. Mading sekolah dapat berfungsi sebagai media informasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait isu-isu sensitif seperti pelecehan seksual. Dalam konteks edukasi pelecehan seksual, mading dapat digunakan untuk menampilkan artikel, infografis, dan cerita yang relevan, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan mendiskusikan isu tersebut. Ini penting mengingat bahwa pemahaman yang baik tentang pelecehan seksual dapat membantu siswa mengenali dan melindungi diri mereka dari potensi bahaya. Selain itu, pemanfaatan mading sekolah dalam bimbingan konseling untuk edukasi pelecehan seksual di SMP juga memerlukan pendekatan yang terintegrasi, melibatkan perencanaan yang baik, dukungan dari kepala sekolah, kolaborasi antar guru, serta evaluasi yang berkelanjutan.
PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK PENDEKATAN KONSELING REALITAS DALAM MENCEGAH BULLYING PADA SISWA SMP DI KABUPATEN BIREUEN Wahidah, Syarifah; Neviyarni, Neviyarni; Netrawati, Netrawati; Hariko, Rezki
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING-JANUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i1.086-095

Abstract

Penelitinan ini  bertujuan  menganalisis pelaksanaan bimbingan kelompok pendekatan konseling realitas dalam mencegah bullying pada siswa SMP di Kabupaten Bireuen, bullying dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu siswa butuh pengawasan agar terhindar dari dampak yang sangat serius dari perilaku tersebut. Metode Penelitian merupakan penelitian kualitatif  dengan Jenis penelitian yakni penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi, dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Penelitian ini dilaksanakan Pada Siswa SMP Di Kabupaten Bireuen. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan 4 (empat) alat uji yakni: credibility, transfability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan pendekatan konseling realitas yang dilaksanakan terhadap  siswa SMP di Kabupaten Bireuen dapat membantu memecahkan masalah siswa dan mencegah bullying pada  siswa. Selian itu pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan konseling realitas merupakan strategi yang efektif dalam mencegah bullying di kalangan siswa SMP, termasuk di Kabupaten Bireuen. Pendekatan konseling realitas, yang berfokus pada tanggung jawab individu dan pemecahan masalah, dapat membantu siswa memahami dampak dari perilaku bullying dan meningkatkan kesadaran diri siswa.