Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN SARI BUAH CERMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIO-BATERAI DENGAN VARIASI ELEKTRODA Daulay, Abdul Halim; Masthura, Masthura; Amanda, Syahna Dwi
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v8i2.20387

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi elektroda dan variasi volume sari buah cermai (Phyllanthus acidus) terhadap kelistrikan bio-baterai dan kemampuan larutan sari buah cermai (Phyllanthus acidus) dalam menyalakan lampu LED putih 3,3 V selama 2 jam. Sampel yang digunakan sebagai elektrolit adalah larutan sari buah cermai. Elektroda yang digunakan Cu sebagai katoda dan Al, Fe, dan Zn sebagai anoda. Sifat kelistrikan yang akan diteliti adalah nilai tegangan, arus, daya listrik dan beban yang digunakan untuk mengukur penurunan tegangan dan arus listrik bio-baterai larutan sari buah cermai adalah LED putih 3,3 V. Volume larutan sari buah cermai dalam penelitian ini adalah 300, 400, dan 500 ml. Variasi elektroda pada sari buah cermai (Phyllanthus acidus) sangat berpengaruh terhadap kelistrikan bio-baterai. Semakin banyak volume larutan sari buah cermai maka semakin besar nilai kelistrikan yang dihasilkan bio-baterai. Bio-baterai pada larutan buah cermai (Phyllanthus acidus) mampu untuk menyalakan lampu LED 3,3 volt selama 2 jam. Seiring dengan waktu pembebanan maka terjadi penurunan pada kelistrikan bio-baterai.
Controlling the pH and Temperature of Aquarium Water for Discus Fish Farming Based on ATMega328 Microcontroller with Internet of Things (IoT) System Masthura Masthura; Abdul Halim Daulay; Dickiy Akbar
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i3.14338

Abstract

Research that aims to produce and determine the performance of controlling the pH and temperature of aquarium water for discus fish cultivation based on the ATMega328 Microcontroller with the Internet of Things (IoT) system has been carried out. This system will only control the temperature and pH of the fresh water in the aquarium. The type of fish used in this study was Discus fish, with a standard living temperature of 28 – 30 °C and a pH of 5.5 – 7. The DS18B20 sensor was used as a temperature sensor, and the 4502C sensor was used as a water pH sensor. When the tool runs all components, the system can provide an excellent response to changes in temperature and pH of the water in the aquarium that are out of the expected range. This condition is indicated when the pH level of the aquarium water is out of range. Then, the system will turn on pumps one and two, which are turned off again if the pH level is within the range. If the water temperature is out of range, then the system will turn on the heater, which is then turned off and returned by the system if the water temperature is within the range. This condition is evidenced when testing the temperature sensor; the DS18B20 can read the temperature and pH conditions of 4502C water, can read acid and base levels in aquarium water, and then sends the results of the data reading to the internet-based Blynk application, which can provide an excellent response.
Pengaruh Penambahan Abu Sampah Organik Dan Anorganik Dalam Pembuatan Batako Masthura, Masthura; Daulay, Abdul Halim; sari, Bella Novita
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i2.21552

Abstract

Limbah merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Salah satu pengolahan limbah yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara merekayasa nya menjadi bahan campuran dalam pembuatan batako. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sampah organik dan anorganik terhadap karakterisasi batako yang dihasilkan. Variasi persentase abu sampah organik atau anorganik, semen, dan pasir adalah pada variasi organik yaitu A1 : 0% : 30% : 70%, A2 : 5% : 25% : 70%, A3 : 10% : 20% : 70%, pada variasi anorganik yaitu B1 : 0% : 30% : 70%, B2 : 5% : 25% : 70%, B3 : 10% : 20% : 70% dengan FAS sebesar 0,5. Pada penelitian ini, pengujian yang akan dilalukan meliputi:pengujian sifat fisis dan sifat mekanik. Dengan menambahan abu limbah organik dan abu limbah anorganik sebagai alternatif bahan tambah pada semen memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat batako. Semakin besar kandungan komposisi abu sampah organik dan anorganik maka menghasilkan peningkatan pengukuran dan pengujian pada densitas, daya serap air, kuat tekan, dan kuat patah. Komposisi penambahan abu sampah organik dan anorganik yang optimal adalah A2 (5% : 25% : 70%) dan B2 (5% : 25% : 70%). Hal ini ditunjukkan dari nilai daya serap air yang lebih rendah dan kuat tekan serta kuat patah yang lebih tinggi dari sampel lainnya.
Analisis Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Terhadap Kelistrikan Biobaterai Sari Buah Markisa (Passiflora Edulis) Pinem, Lela Feranita; Masthura, Masthura; Daulay, Abdul Halim
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i1.22963

Abstract

Baterai merupakan sumber energi yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan manusia. Beberapa baterai komersil yang dipakai pada saat ini diproduksi dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, timbal, dan nikel. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah baterai tersebut adalah dengan mendaur ulang produksi baterai menggunakan bahan alami seperti yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan sari buah markisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi waktu fermentasi dan variasi volume, kemampuan larutan sari buah markisa (Passiflora edulis) dalam menyalakan lampu LED Putih 3,3 V selama 2 jam , nilai tegangan, arus, dan daya listrik pada larutan sari buah markisa (Passiflora edulis). Variasi waktu fermentasi yang digunakan adalah 24, 48, dan 72, 120, dan 168 jam dengan masing-masing volume 300, 400, dan 500 ml. Elektroda yang digunakan adalah Cu dan Zn. Cu sebagai katoda dan Zn sebagai anoda. Pengukuran kadar keasaman larutan sari markisa menggunakan pH meter digital. Nilai tegangan, arus, dan daya listrik pada larutan sari buah markisa segar 2,57 – 2,69 V; 0,58-2,11 mA; 1,490-5,676 mW. Sedangkan pada larutan sari buah markisa fermentasi sebesar 2,57-5,89 V; 0,60-2,35 mA; 1,542- 13,841 mW. Terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi dan variasi volume terhadap kelistrikan biobaterai berbahan dasar sari buah markisa. Semakin lama waktu fermentasi dan semakin banyak volume maka akan dihasilkan kelistrikan yang lebih tinggi. Biobaterai dengan berbahan dasar larutan sari buah markisa (Passiflora edulis) mampu untuk menyalakan lampu LED putih 3,3 V selama 2 jam.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI KULIT DURIAN DAN BATU APUNG PADA KARAKTERISTIK KERAMIK LANTAI Masthura, Masthura; Husnah, Miftahul; Sinaga, Roida Br
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i1.20586

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pembuatan keramik lantai dengan campuran kulit durian, batu apung dan tanah liat yang bertujuan untuk mengatahui pengaruh penambahan serbuk limbah kulit durian dan batu apung terhadap kualitas keramik lantai dan untuk mengetahui komposisi pencampuran serbuk limbah kulit durian dan batu apung yang menghasilkan keramik lantai dengan karakterisasi optimal. Komposisi pencampuran kulit durian, batu apung dan tanah liat yang digunakan adalah 5 % : 25 % : 70 %, 6 % : 24 % : 70 %, dan 7 % : 23 % : 70 % : 60 %. Keramik dicetak menggunakan mesin Hot Press dengan tekanan sebesar 10 kg/cm2 dengan suhu 90 °C selama 15 menit. Metode karakterisasi yang digunakan meliputi kekerasan, kuat lentur, daya serap air, porositas, densitas dan SEM (scanning Electron Microscopy). Penambahan serbuk kulit durian dan batu apung berpengaruh terhadap karakteristik keramik lantai yang dihasilkan. Penambahan serbuk kulit durian dan batu apung pada suhu 900 oC dan 1000 oC menyebabkan penurunan pada nilai densitas. Pada suhu 900 oC dan 1000 oC menyebabkan peningkatkan pada nilai porositas, penyerapan air dan kuat lentur dan kekerasan. Keramik yang optimum pada sampel C pada suhu 1000 oC dengan variasi komposisi 70 % : 23 % : 7 % dengan uji penyerapan air, kuat lentur dan kekerasan memenuhi SNI.