Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Abu Kulit Cacao terhadap Sifat Mekanik dan Morfologi Bata Merah Masthura Masthura; Ratni Sirait; Rosyidah Mardiyah Sagala
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Desember : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v2i2.280

Abstract

The purpose of this research to effect variations cacao peel ash to parameters mechanical and morphology in making red brick. This research method uses the experiment. The research of characterization compressive strength value a minimum of 29,73 kg/cm2 and maximum of 243,82 kg/cm2. The morphology structure testing with software digimizer a minimum of 0,7985 μm, and maximum of 2,4551 μm. The composition of mixing clay, water, and cacao peel ash by increasing the burning temperature of bricks show the optimum test parameters at the temperature 1000℃ with variation in cacao peel ash is 20% that has the met the standard SNI 15-2094-2000.
Pengaruh Variasi Ekstrak Gambir Dalam Pembuatan Tinta Spidol Whiteboard Ramah Lingkungan Hilwa Anisa; Masthura Masthura; Ratni Sirait
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.315-321.2024

Abstract

Gambir  memiiki  senyawa utama yaitu katekin (7% - 33%) dan  tanin  ( 22% -50%)  hingga gambir dapat  dijadikan  sebaga  zat warna pada  penyusunan  tinta spidol  whiteboard  ramah lingkungan  dengan nilai senyawa organik volatil  (VOC)  yang rendah .  Tujuan dari penelitian ini untuk  mencari  hasil tinta yang optimal  dengan  variasi  sampel  ekstrak gambir yaitu  A  (65% ), B ( 70% )  dan C ( 75%) .  Seluruh variasi di campur dengan 25% aquades, 5%  propylen glikol  dan 5% polietilen glikol (PEG)  menggunakan  alat  magnetic stirrer  diatas hot plate dengan waktu 30 menit,  kecepatan 1000 rpm  dan suhu 40 . Kemudian sampel diuji menggunakan  alat viskometer  ostwald , neraca  analitik  dan pH meter . Parameter uji berupa uji  pigmen dan uji  fisis  meliputi : nilai densitas, nilai viskositas dan pH . Penyusunan  tinta dikerjakan melalui  sejumlah proses  yaitu  bahan utam a  gambir  yang telah  dibersihkan menggunakan udara ,  penghalusan gambir dan pencampuran gambir dengan air panas 80  - 90 ,  penyaringan dan  pengendapan gambir  selama satu malam ,  pengkstrakan  gambir  dengan dimaserasi selama satu hari satu malam , pembuatan pigmen warna dan  pembuatan formula tinta . Hasil penelitian  mendapatkan nilai t optimum pada sampel A ( 75% )  yaitu memiliki nilai densitas 1,088 g/ , nilai viskositas 2,44 cP, nilai pH  8,27 dengan warna yang lebih pekat.              
Pengaruh Jumlah Plat Elektroda Pada Proses Elektrokoagulasi Terhadap Kualitas Air Sumur Gali di Kabupaten Rokan Hilir Riau Ramidin, Ramidin; Daulay, Abdul Halim; Masthura, Masthura
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v7i2.17236

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Jumlah Pelat Elektroda Pada Proses Elektrokoagulasi Terhadap Kualitas Air Sumur Gali Di Kabupaten rokan Hilir Riau yang bertujuan: (i) Untuk mengetahui hasil uji sampel air sumur gali sebelum diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda Aluminium (AI). (ii) Untuk mengetahui apakah hasil uji sampel air gali setelah diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda Aluminium (Al) memenuhi standar kualitas air bersih (iii) Untuk mengetahui pengaruh jumlah dan jarak pelat elektroda terhadap kualitas air gali. Analisis kualitas sampel (air sumur gali) dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan elektrokoagulasi. Parameter penelitian yang divariasikan pada metode elektrokoagulasi dengan jumlah pelat yaitu 2, 4, dan 6 dengan variasi jarak 2, 3, dan 4 cm dengan menggunakan tegangan 9 volt. Hasil uji sampel air sumur gali sebelum diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda aluminium (Al) telah memenuhi standar kualitas air bersih berdasarkan Peraturan Menteri No. 416/MENKES/PER/IX/1990. Pada parameter fisika sudah memenuhi standar air bersih sedangkan parameter kimia yang belum memenuhi standar air bersih adalah pH dan kadar besi. Hasil uji sampel air sumur gali setelah diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda aluminium (Al) dengan variasi jumlah pelat dan jarak pelat telah memenuhi standar kualitas air bersih. Pada parameter fisika sudah memenuhi standar air bersih sedangkan parameter kimia yang belum memenuhi standar air bersih adalah pH dan kadar besi. Hasil uji sampel air sumur gali setelah diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda aluminium (Al) dengan variasi jumlah pelat dan jarak pelat telah memenuhi standar kualitas air bersih. Pada parameter fisika sudah memenuhi standar air bersih sedangkan parameter kimia yang belum memenuhi standar air bersih adalah pH dan kadar besi. Hasil uji sampel air sumur gali setelah diterapkan metode elektrokoagulasi dengan elektroda aluminium (Al) dengan variasi jumlah pelat dan jarak pelat telah memenuhi standar kualitas air bersih.
PEMANFAATAN SARI BUAH CERMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIO-BATERAI DENGAN VARIASI ELEKTRODA Daulay, Abdul Halim; Masthura, Masthura; Amanda, Syahna Dwi
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v8i2.20387

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi elektroda dan variasi volume sari buah cermai (Phyllanthus acidus) terhadap kelistrikan bio-baterai dan kemampuan larutan sari buah cermai (Phyllanthus acidus) dalam menyalakan lampu LED putih 3,3 V selama 2 jam. Sampel yang digunakan sebagai elektrolit adalah larutan sari buah cermai. Elektroda yang digunakan Cu sebagai katoda dan Al, Fe, dan Zn sebagai anoda. Sifat kelistrikan yang akan diteliti adalah nilai tegangan, arus, daya listrik dan beban yang digunakan untuk mengukur penurunan tegangan dan arus listrik bio-baterai larutan sari buah cermai adalah LED putih 3,3 V. Volume larutan sari buah cermai dalam penelitian ini adalah 300, 400, dan 500 ml. Variasi elektroda pada sari buah cermai (Phyllanthus acidus) sangat berpengaruh terhadap kelistrikan bio-baterai. Semakin banyak volume larutan sari buah cermai maka semakin besar nilai kelistrikan yang dihasilkan bio-baterai. Bio-baterai pada larutan buah cermai (Phyllanthus acidus) mampu untuk menyalakan lampu LED 3,3 volt selama 2 jam. Seiring dengan waktu pembebanan maka terjadi penurunan pada kelistrikan bio-baterai.
Controlling the pH and Temperature of Aquarium Water for Discus Fish Farming Based on ATMega328 Microcontroller with Internet of Things (IoT) System Masthura Masthura; Abdul Halim Daulay; Dickiy Akbar
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i3.14338

Abstract

Research that aims to produce and determine the performance of controlling the pH and temperature of aquarium water for discus fish cultivation based on the ATMega328 Microcontroller with the Internet of Things (IoT) system has been carried out. This system will only control the temperature and pH of the fresh water in the aquarium. The type of fish used in this study was Discus fish, with a standard living temperature of 28 – 30 °C and a pH of 5.5 – 7. The DS18B20 sensor was used as a temperature sensor, and the 4502C sensor was used as a water pH sensor. When the tool runs all components, the system can provide an excellent response to changes in temperature and pH of the water in the aquarium that are out of the expected range. This condition is indicated when the pH level of the aquarium water is out of range. Then, the system will turn on pumps one and two, which are turned off again if the pH level is within the range. If the water temperature is out of range, then the system will turn on the heater, which is then turned off and returned by the system if the water temperature is within the range. This condition is evidenced when testing the temperature sensor; the DS18B20 can read the temperature and pH conditions of 4502C water, can read acid and base levels in aquarium water, and then sends the results of the data reading to the internet-based Blynk application, which can provide an excellent response.
Pengaruh Penambahan Abu Sampah Organik Dan Anorganik Dalam Pembuatan Batako Masthura, Masthura; Daulay, Abdul Halim; sari, Bella Novita
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i2.21552

Abstract

Limbah merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Salah satu pengolahan limbah yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara merekayasa nya menjadi bahan campuran dalam pembuatan batako. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sampah organik dan anorganik terhadap karakterisasi batako yang dihasilkan. Variasi persentase abu sampah organik atau anorganik, semen, dan pasir adalah pada variasi organik yaitu A1 : 0% : 30% : 70%, A2 : 5% : 25% : 70%, A3 : 10% : 20% : 70%, pada variasi anorganik yaitu B1 : 0% : 30% : 70%, B2 : 5% : 25% : 70%, B3 : 10% : 20% : 70% dengan FAS sebesar 0,5. Pada penelitian ini, pengujian yang akan dilalukan meliputi:pengujian sifat fisis dan sifat mekanik. Dengan menambahan abu limbah organik dan abu limbah anorganik sebagai alternatif bahan tambah pada semen memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat batako. Semakin besar kandungan komposisi abu sampah organik dan anorganik maka menghasilkan peningkatan pengukuran dan pengujian pada densitas, daya serap air, kuat tekan, dan kuat patah. Komposisi penambahan abu sampah organik dan anorganik yang optimal adalah A2 (5% : 25% : 70%) dan B2 (5% : 25% : 70%). Hal ini ditunjukkan dari nilai daya serap air yang lebih rendah dan kuat tekan serta kuat patah yang lebih tinggi dari sampel lainnya.
Analisis Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Terhadap Kelistrikan Biobaterai Sari Buah Markisa (Passiflora Edulis) Pinem, Lela Feranita; Masthura, Masthura; Daulay, Abdul Halim
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i1.22963

Abstract

Baterai merupakan sumber energi yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan manusia. Beberapa baterai komersil yang dipakai pada saat ini diproduksi dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, timbal, dan nikel. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah baterai tersebut adalah dengan mendaur ulang produksi baterai menggunakan bahan alami seperti yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan sari buah markisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi waktu fermentasi dan variasi volume, kemampuan larutan sari buah markisa (Passiflora edulis) dalam menyalakan lampu LED Putih 3,3 V selama 2 jam , nilai tegangan, arus, dan daya listrik pada larutan sari buah markisa (Passiflora edulis). Variasi waktu fermentasi yang digunakan adalah 24, 48, dan 72, 120, dan 168 jam dengan masing-masing volume 300, 400, dan 500 ml. Elektroda yang digunakan adalah Cu dan Zn. Cu sebagai katoda dan Zn sebagai anoda. Pengukuran kadar keasaman larutan sari markisa menggunakan pH meter digital. Nilai tegangan, arus, dan daya listrik pada larutan sari buah markisa segar 2,57 – 2,69 V; 0,58-2,11 mA; 1,490-5,676 mW. Sedangkan pada larutan sari buah markisa fermentasi sebesar 2,57-5,89 V; 0,60-2,35 mA; 1,542- 13,841 mW. Terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi dan variasi volume terhadap kelistrikan biobaterai berbahan dasar sari buah markisa. Semakin lama waktu fermentasi dan semakin banyak volume maka akan dihasilkan kelistrikan yang lebih tinggi. Biobaterai dengan berbahan dasar larutan sari buah markisa (Passiflora edulis) mampu untuk menyalakan lampu LED putih 3,3 V selama 2 jam.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI KULIT DURIAN DAN BATU APUNG PADA KARAKTERISTIK KERAMIK LANTAI Masthura, Masthura; Husnah, Miftahul; Sinaga, Roida Br
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i1.20586

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pembuatan keramik lantai dengan campuran kulit durian, batu apung dan tanah liat yang bertujuan untuk mengatahui pengaruh penambahan serbuk limbah kulit durian dan batu apung terhadap kualitas keramik lantai dan untuk mengetahui komposisi pencampuran serbuk limbah kulit durian dan batu apung yang menghasilkan keramik lantai dengan karakterisasi optimal. Komposisi pencampuran kulit durian, batu apung dan tanah liat yang digunakan adalah 5 % : 25 % : 70 %, 6 % : 24 % : 70 %, dan 7 % : 23 % : 70 % : 60 %. Keramik dicetak menggunakan mesin Hot Press dengan tekanan sebesar 10 kg/cm2 dengan suhu 90 °C selama 15 menit. Metode karakterisasi yang digunakan meliputi kekerasan, kuat lentur, daya serap air, porositas, densitas dan SEM (scanning Electron Microscopy). Penambahan serbuk kulit durian dan batu apung berpengaruh terhadap karakteristik keramik lantai yang dihasilkan. Penambahan serbuk kulit durian dan batu apung pada suhu 900 oC dan 1000 oC menyebabkan penurunan pada nilai densitas. Pada suhu 900 oC dan 1000 oC menyebabkan peningkatkan pada nilai porositas, penyerapan air dan kuat lentur dan kekerasan. Keramik yang optimum pada sampel C pada suhu 1000 oC dengan variasi komposisi 70 % : 23 % : 7 % dengan uji penyerapan air, kuat lentur dan kekerasan memenuhi SNI.
PEMANFAATAN SARI BUAH CERMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIO-BATERAI DENGAN VARIASI ELEKTRODA Daulay, Abdul Halim; Masthura, Masthura; Amanda, Syahna Dwi
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i1.20881

Abstract

Kebutuhan akan sumber energi saat ini semakin lama semakin meningkat. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang semakin banyak menggunakan sumber energi  seperti batrai. Tujuan dilakukannya penelitian tentang pembuatan bio-baterai dengan variasi elektroda memanfaatkan sari buah ceremai adalah untuk mengetahui pengaruh variasi elektroda, variasi volume sari buah cermai (Phyllanthus acidus) terhadap kelistrikan bio-baterai dan kemampuan larutan sari buah cermai (Phyllanthus acidus) dalam menyalakan lampu LED putih 3,3 V selama 2 jam. Sampel yang digunakan sebagai elektrolit adalah larutan sari buah cermai. Elektroda yang digunakan Cu sebagai katoda dan Al, Fe, dan Zn sebagai anoda. Sifat kelistrikan yang akan diteliti adalah nilai tegangan, arus, daya listrik dan beban yang digunakan untuk mengukur penurunan tegangan dan arus listrik bio-baterai larutan sari buah cermai adalah LED putih 3,3 V. Volume larutan sari buah cermai dalam penelitian ini adalah 300, 400, dan 500 ml. Variasi elektroda pada sari buah cermai (Phyllanthus acidus) sangat berpengaruh terhadap kelistrikan bio-baterai. Semakin banyak volume larutan sari buah cermai maka semakin besar nilai kelistrikan yang dihasilkan bio-baterai. Bio-baterai pada larutan buah cermai (Phyllanthus acidus) mampu untuk menyalakan lampu LED 3,3 volt selama 2 jam. Seiring dengan waktu pembebanan maka terjadi penurunan pada kelistrikan bio-baterai.
OPTIMALISASI PENENTUAN POSISI SUDUT PANEL SURYA DALAM KEADAAN STATIS DAN DINAMIS Taufiq Hidayat; Abdul Halim Daulay; Masthura Masthura
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v9i2.25538

Abstract

Research has been carried out which aims to produce a solar panel positioning system based on the Arduino microcontroller, and to find out the optimal power measurement results based on the position of the solar panels. The research tools used in this research were the Arduino microcontroller as a tracking system, the LDR sensor as a tracker of the sun's movement, the MG966R servo motor as an actuator or driving system to follow the sun's tracks, and a 5 WP solar panel as a light source. The approach or method used in this study is scientific, namely an approach based on science and technology. The test method used is the direct test method. In a system that has been successfully designed, four LDR sensors act as input data which will be converted as tracking. From the test results of the Dual axis solar tracker the average voltage without and with the tracking system is 7.74 volts and 8.56 volts with the average current without and with the tracking system being 0.35 A and 0.44 A. The optimal angle obtained based on testing using the system is in the second test phase where the angle formed is 84 with a voltage obtained of 9.4 V and a current of 0.53 A with the power generated is 4.10 Watt