Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Energi Dispersif dan Uji Kapasitansi Karbon Aktif Sabut Pinang (Areca Catechu L) Sebagai Elektroda Kapasitor Fitra Aulia Berutu; M. Masthura
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.518 KB) | DOI: 10.25077/jfu.12.1.95-100.2023

Abstract

Tanaman pinang termasuk jenis palma yang belum banyak dikembangkan pemanfaatannya saat ini pemanfaatannya hanya untuk bahan makanan, pewarna kain dan obat-obatan. Pada tanaman pinang terdapat sabut pinang yang memiliki senyawa selulosa yang cukup besar mencapai 40% menjadikan sabut pinang sebagai karbon aktif dalam pembuatan elektroda kapasitor dengan bantuan aktivasi fisika dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi aktivator terhadap karakterisasi karbon aktif dan untuk mengetahui nilai kapasitansi elektroda kapasitor. Penelitian ini menggunakan KOH dengan konsentrasi 1 M, 3 M, 5 M dengan tiga karekterisasi yaitu EDX, UV-Vis dan Kapasitansi Meter. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif yang paling banyak terdapat pada pada sampel aktivasi fisika sebesar 38,47 % : KOH 5 M 36,64 % : KOH 3 M 26,41 % : KOH 1 M 20,13 % . Luas permukaan karbon aktif aktivasi fisika 13,01 g : KOH 1 M 14,51 g, : KOH 3 M 14,52 g dan KOH 5 M 14,53 g. Luas permukaan karbon aktif mempengaruhi besar nilai kapasitansi, 0,93F, 1,19F, 1,81 F dan 2,00F.
Analisis Pengaruh Variasi Suhu Pembakaran Terhadap Mikrostruktur Dan Kandungan Silika Abu Kulit Kakao (Theobroma Cacao) Dengan Metode SEM Dan XRD Abdul Halim Daulay; Masthura; Arninda Pratiwi
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 9 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v9i2.29984

Abstract

This study aims to determine the effect of combustion temperature on the microstructure and particle diameter of the average silica ash of cocoa shells, and to determine the effect of combustion temperature on the silica content of cocoa shell ash. The method used is experimental through a quantitative approach. The basic material used is cocoa husk (Theobroma cacao) with combustion temperatures of 450, 550, 650, and 750 oC. The tests used to determine the microstructure and silica content of cocoa husk ash were SEM and XRD after which they were analyzed again using Digimizer Software and X-Powder Software. SEM results based on microstructure indicate the occurrence of agglomeration in the cocoa ash silica sample, and it is known that the particle diameter size of sample A = 1,6916 µm, sample B = 0,7824 µm, sample C = 0,7809 µm, and sample D = 0,7173 µm. Based on the XRD results, it can be seen that the silica contained in sample A = 34,8%, sample B = 49,0%, sample C = 65,0%, and sample D = 70,6%. Based on the SEM results, the best results are in the sample which has the smallest size, namely sample D with a particle diameter of 0,7173 µm and based on XRD results the best results are in sample D with the highest SiO2 content of 70,6%. So that the combustion temperature affects the results of SEM and XRD where the effective temperature in the manufacture of cocoa shell ash silica is 750 oC.
SISTEM PENGATURAN NILAI KEMIRINGAN PANEL SURYA DALAM PENINGKATAN KINERJA OUTPUT PANEL SURYA TERMONITORING INTERNET OF THINGS Abdullah Abdullah; Maharani Putri; Juli Iriani; Fitria Nova Hulu; Cholish Cholish; Masthura Masthura
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v7i2.14178

Abstract

Penggunaan panel surya banyak dimanfaatkan masyarakat karena mampu bekerja menyerap energi matahari untuk menghasilkan sumber energi listrik, akan tetapi pergerakan panel surya kearah cahaya matahari masih bersifat manual (dibantu dengan manusia). Sistem terintegrasi Internet of Things bertujuan untuk memantau kerja dari panel surya dengan cara memperlihatkan sistem monitoring jarak jauh yang memanfaatkan jaringan internet. Variabel yang dimonitoring yaitu varibel pergerakan panel surya yang terdiri dari nilai tegangan analog, intensitas cahaya matahari, nilai kemiringan, posisi dan kondisi cuaca panel surya. Pada pengujian sudut pergerakan motor pengaturan derajat kemiringan dapat diatur pada posisi maksimal cahaya matahari. Posisi maksimal didapat sebesar 125o sejalan dengan intensitas cahaya yang didapat sebesar 1680 Lux, menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 20,22 V, arus sebesar 2,10 A dan daya sebesar 43,07 W.
ANALISIS SIFAT MEKANIK LIST GYPSUM BERBASIS SERAT BATANG KELOR Masthura Masthura; Ety Jumiati; Tri Ninda Malika
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 1 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.61 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i1.33080

Abstract

Telah dilakukan penelitian list gypsum berbahan serat batang kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat uji mekanik dari list gypsum berbahan serat batang kelor, Variasi komposisi campuran serat batang kelor dan tepung gipsum antara lain 0% : 100%, 2% : 98%, 4% : 96%, 6% : 94%, 8% : 92%, 10% : 90% dengan FAS 0,5. Proses pembuatan sampel list gypsum menggunakan hot press dengan suhu 90oC dan waktu 30 menit. Parameter pengujian sifat mekanik yaitu uji kuat lentur dan kuat patah. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa list gypsum berbahan serat batang kelor memiliki nilai kuat lentur sebesar 140105,4181-484416,5492 kgf/cm2 dan nilai kuat patah sebesar 788,1-2016,9  kgf/cm2, sehingga kuat lentur dan kuat patah sesuai dengan standar mutu papan serat yaitu SNI 01-4449-2006.
ANALISIS KEDONDONG SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ELEKTROLIT PADA BIO-BATERAI Ratni Sirait; Masthura Masthura; Feby Inka Putri
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 3 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.512 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i3.39516

Abstract

Untuk menganalisis buah kedondong. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah buah kedondong sebagai energi alternatif pada bio-baterai. Pengaruh variasi volume larutan elektrolit buah kedondong dengan tegangan, arus, dan daya listrik yang dihasilkan pada bio-baterai. Elektroda yang digunakan yaitu Cu-Zn. Berikut volume yang digunakan penelitian ini yaitu 200, 250, 300, 350, dan 400 ml. tegangan, arus,daya dan lamanya penurunan tegangan listrik. Pada penelitian ini di dapat hasil nilai tegangan listrik dari 1,43-1,97 Volt, arus listrik dari 0,87-1,37 mA, dan daya listrik dari 1,244-2,699 mW. Maka semakin banyak volume yang digunakan tegangan, arus, dan daya listrik semakin meningkat.
PENGARUH VARIASI WAKTU FERMENTASI TERHADAP KELISTRIKAN SEL VOLTA DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN BUAH TOMAT Nadjara Yolanda; Masthura ,; Abdul Halim Daulay
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 2 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.562 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i2.36275

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi larutan sari buah tomat merah terhadap kelistrikan bio-baterai saat diaplikasikan pada lampu LED merah. Variasi waktu fermentasi yang digunakan yaitu 48, 96, 144 dan 192 jam. Elektroda yang dipakai yaitu tembaga (Cu) sebagai katoda dan seng (Zn) sebagai anoda. Volume yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100, 150, 200, dan 250 ml. Kelistrikan yang akan diteliti yaitu nilai tegangan listrik, arus listrik dan daya listrik. Pada penelitian ini diperoleh data hasil pengukuran kelistrikan yaitu nilai tegangan listrik maksimum terdapat pada waktu fermentasi 48 jam sebesar 2,01 Volt dan tegangan listrik minimum terdapat pada waktu fermentasi 144 jam, yaitu 1,69 Volt. Nilai arus dan daya listrik maksimum didapat pada waktu fermentasi 48 jam sebesar 0,49 mA dengan daya listrik 0,98 mW. Serta nilai arus dan daya listrik minimum terdapat pada waktu fermentasi 96 jam sebesar 0,11 mA dengan daya listrik 0,19 mW.
PEMBUATAN BIO-BATERAI DENGAN MEMVARIASIKAN ELEKTRODA BERBAHAN DASAR SARI BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) Aida Febriana Tanjung; Masthura Masthura; Abdul Halim Daulay
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 1 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.55 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i1.33081

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi elektroda terhadap tegangan, arus, dan daya listrik dari sari buah tomat saat diaplikasikan untuk menyalakan lampu LED berwarna merah. Elektroda yang dibutuhkan adalah: Cu-Al; Cu-Fe; dan Cu-Zn dimana Cu sebagai katoda dan Al, Fe, dan Zn sebagai anoda. Volume larutan sari buah tomat pada penelitian ini yang akan digunakan adalah 50, 100, 150, 200, dan 250 ml. Beban yang digunakan saat mengukur nilai tegangan dan arus listrik larutan sari tomat adalah LED berwarna merah. Variasi dan luas permukaan elektroda sangat mempengaruhi nilai tegangan, arus, dan daya listrik. Semakin banyak pasangan elektroda yang tercelup ke dalam volume maka semakin tinggi nilai tegangan dan arus listrik yang akan didapat. begitu juga dengan  daya listriknya akan semakin tinggi. Elektroda Cu-Zn diperoleh nilai tegangan, arus, dan daya listrik tertinggi sebesar 1,64 V; 0,16 mA; 0,27 mW pada 250 ml, dibandingkan dengan pasangan elektroda Cu-Fe dan Cu-Al.
PENGARUH WAKTU PEMBAKARAN BATU BATA MERAH CAMPURAN ABU KULIT KAKAO DENGAN UJI SIFAT MEKANIK DAN MORFOLOGI Masthura Masthura; Ratni Sirait; Dien Rahmi Waruwu
EINSTEIN (e-Journal) Vol 11, No 1 (2023): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.325 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v11i1.37582

Abstract

Telah dilakukan penelitian batu bata merah campuran abu kulit kakao dengan uji mekanik dan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat uji mekanik dan morfologi terhadap waktu pembakaran batu merah menggunakan bahan abu kulit kakao, komposisi abu kulit kakao 20% dan variasi waktu bakar pada 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Parameter uji sifat mekanik ialah uji kuat tekan dan untuk pengujian morfologi yaitu SEM (Scanning Electron Microscopy). Dari hasil pengujian mekanik menunjukkan bahwa batu bata merah campuran abu kulit kakao ini memiliki nilai optimum pada kuat tekan yaitu sebesar 10,03 MPa waktu pembakaran 2 jam, 10,76 MPa waktu pembakaran 3 jam dan 11,28 MPa waktu pembakaran 4 jam dengan komposisi abu kulit kakao 20%. Sedangkan uji morfologi pada SEM menghasilkan struktur partikel yang homogen atau menyebar secara merata, setiap sampel dilakukan dengan waktu pembakaran yang berbeda dengan pembesaran 1.000x . Hasil dari kuat tekan sesuai dengan standar bata merah  untuk pasangan dinding yaitu SNI 15-2094-2000.
Utilization of Solar Panels as a Source of Electrical Energy in Alternating Current (AC) Water Pump Masthura Masthura; Armansyah Armansyah
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i1.14421

Abstract

Solar panels are an alternative power generation system sourced from the absorption of solar energy. The solar energy absorbed will convert into a source of electricity. The solar panel's power drives an alternating current (AC) water pump. This study aims to determine the performance of the AC water pump by utilizing electrical energy sourced from solar panels. The parameters measured are voltage, current, and power generated by the AC water pump at varying times. The solar panels used with a capacity of 100 WP were connected to a solar charge controller (SCC), which was connected to a battery, and an inverter functions as a tool to convert DC  to AC. The results were obtained from solar panels that can optimally drive the AC water pump. At 10.00 WIB, the electric voltage was 17.68 volts, the electric current was 4.98 amperes, and the electric power was 88.04 Watts. At 15.00 WIB, with clear weather conditions,  an electric voltage of 18.90 volts, an electric current of 6.22 amperes, and an electric power of 117.55 Watts were obtained.
PEMBUATAN INKUBATOR TELUR DENGAN ARDUINO SEBAGAI MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN SISTEM INTERNET OF THINGS (IoT) Andara Paulina; Masthura Masthura; Nazaruddin Nasution
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.20.1.103-108

Abstract

In the process of hatching eggs in poultry, stable temperature and humidity are needed so that the eggs can develop properly. Poultry eggs, especially chickens take 21 days to hatch with a temperature of 37°C – 39°C and humidity of 50% – 60%. The study aims to produce an incubator that is able to monitor temperature and humidty based on arduino microcontrollerswith an internet of things (IoT) system and determine the stability of temperature and humidity values in the incubator. Test were carried out by incubating 6 eggs in an incubator with the result that 5 eggs hatched perfectly and 1 other egg did not develop properly. The conditions of temperature and humidity during the hatching process are classifed as stable, namely termperatures between 37.34°C – 38.34°C and humidity between 52.80% – 56.40%. The system is able to read and send the readings of temperature and humidity sensor values to the Blynk aplication properly.