Claim Missing Document
Check
Articles

Karakterisasi Mikrostruktur Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Kayu Bakau Masthura Masthura; Zulkarnain Putra
Elkawnie Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v4i1.3076

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi mikrostruktur karbon aktif tempurung kelapa dan kayu bakau. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat morfologi permukaan karbon aktif yang akan dijadikan filter pada proses penjernihan air. Morfologi permukaan karbon aktif tempurung kelapa dan kayu bakau dilakukan pada suhu pemanasan 500oC, 700oC dan 900oC menggunakan SEM EVO MA 10 dengan perbesaran objek 5000 kali. Hasil uji morfologi mikrostruktur karbon aktif tempurung kelapa menunjukkan pembentukan rongga-rongga pada karbon aktif suhu pemanasan 900oC, sedangkan untuk karbon aktif kayu bakau Pori-pori membentuk lubang-lubang besar dan luas secara merata pada suhu pemanasan 500oC
Analisis Fisis dan Laju Pembakaran Briket Bioarang Dari Bahan Pelepah Pisang Masthura Masthura
Elkawnie Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v5i1.3621

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis fisis dan laju pembakaran briket bioarang dari bahan pelepah pisang. Latar belakang dari penelitian ini mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak dan gas akibat tidak adanya subsidi dari pemerintah, sehingga memanfaatkan pelepah pisang sebagai briket yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan briket biorang berbahan dasar pelepah pisang dan mengaplikasikannya melalui proses pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pendekatan secara kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah arang pelepah pisang  dan tepung tapioca sebagai perekat dengan perbandingan 60%;40%, 55%;45% dan 50%;50%. Analisis yang dilakukan antara lain : kadar air, densitas, nilai kalor dan laju pembakaran. Hasil analisis yang terbaik mendekati dan memenuhi standar mutu briket Indonesia didapat pada komposisi 60%;40% dengan nilai kadar air 8,17%, densitas 0,56 gr/cm3, nilai kalor 3494,5 cal/gr  dan laju pembakaran terlama 0,0698 gr/menit, sehingga briket yang dihasilkan baiknya dipergunakan untuk skala rumah tangga.
The Effect of Applied Voltage in The Electrocoagulation Process of Reducing Pond and River Water Turbidity Masthura Masthura
Elkawnie Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v6i1.5538

Abstract

Abstract : The study about the effect of the applied voltage to decrease the water turbidity from local pond and river have been conducted. This study aims to investigate the ability of the electrocoagulation process in removing pollutants containing groundwater from the pond and river. The water sample obtained from Dusun I Paya Perupuk Tanjung Pura in Langkat Regency. Indonesia which has been reported having high water turbidity. A copper plate was used as a sacrificial electrode with a specific variation of applied voltage of 6, 9, and 12 Volts. The result showed that applying 9 and 12 volts of voltages were able to reduce 60% and 66% of water turbidity from water pond, respectively. In river water, both optimum applied voltages could reduce approximately 98% of water turbidity. The result indicated that the electrocoagulation process potentially devoted as an alternative way to treat the massive local groundwater.Abstrak : Penelitian mengenai pengaruh tegangan listrik terhadap penurunan kekeruhan air sumur dan air sungai pada proses elektrokoagulasi telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan proses elektrokoagulasi dalam menghilangkan polutan yang berada di air yang diperoleh dari air sumur dan air sungai. Sampel air diperoleh dari Dusun I Desa Paya Perupuk Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Lapisan plat tembaga (Cu) digunakan sebagai elektroda dengan variasi spesifik voltase sebesar 6, 9, dan 12 volts. Hasil menunjukkan bahwa pemberian voltase 9 dan 12 dapat menurunkan kekeruhan air sumur sebesar 60 dan 66%. Pada sample air sungai, pemberian kedua voltase optimum dapat menurunkan 98% dari kekeruhan air. Hasil penelitian mengindikasikan proses elektrokoagulasi berpotensi sebagai sebuah cara alternative untuk mengolah air.
The Influence of Tilt Angle of 120 WP Solar Panels on Light Intensity and Generated Electrical Power Masthura Masthura; Abdul Halim Daulay
Elkawnie Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v10i1.20407

Abstract

Abstract: In designing solar panel devices, generally the tilt angle of the panel surface is designed with a static design and this greatly influences the results of the electricity source generated. The design of the tool is intended to be in coordinates that are perpendicular to the direction of the sunlight rays so that it receives maximum solar radiation. This research aims to determine the relationship between the tilt angle of the solar panels and the light intensity and electrical power generated and to determine the optimal tilt angle of the solar panels based on the values of light intensity and electrical power. The indicators measured consist of light intensity, voltage, current and electrical power by varying the tilt angle of the solar panel. The results of this research show that the tilt angle of the solar panel greatly influences the measured light intensity value so that the greater the light intensity obtained, the higher the output voltage of the solar panel. The most optimal tilt angle is at an angle of 105o and 120o with the greatest light intensity so that the resulting output power is correspondingly greater.Abstrak: Dalam merancang alat panel surya, pada umumnya posisi kemiringan dari permukaan panel dirancang dengan desain statis sangat mempengaruhi hasil dari sumber listrik yang dihasilkan. Rancangan alat  diupayakan  berada di koordinat yang  tegak lurus dengan arah pancaran cahaya matahari agar menerima radiasi matahari yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi kemiringan panel surya terhadap intensitas cahaya dan daya listrik yang dihasilkan serta mengetahui posisi kemiringan panel surya yang optimal berdasarkan nilai intensitas cahaya dan daya listriknya. Indikator yang diukur terdiri dari intensitas cahaya, tegangan, arus, dan daya listrik  dengan memvariasikan posisi kemiringan dari panel surya. Hasil penelitian ini menunjukkan posisi kemiringan sebuah panel surya sangat mempengaruhi  nilai intensitas cahaya yang diukur sehingga semakin besar intensitas cahaya yang didapat maka tegangan keluaran panel surya mengalami kenaikan. Posisi kemiringan yang paling optimal pada sudut 105o dan 120o dengan intensitas cahaya yang didapat terbesar sehingga daya keluaran yang dihasilkan sejalan yaitu semakin besar pula.