Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Effect of Non-Hexane Fraction of Ethanol Extract of Noni Fruit (Morinda citrifolia L.) on ALT Activities, Creatinine Levels and TCD4+/TCD8+ Cell Ratios in The Isoniazid-Induced Female Rats Ekawati, Nuraini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.636 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v2i2.14388

Abstract

     Isonicotinyl hydrazine (isoniazid) is the most effective drug for antituberculosis treatment. During the metabolism process of isoniazid, some reactive metabolites might be generated. Thus reactive metabolite possibly responsible for several side effect through the mechanism of oxidative stress. Some of the side effects are liver damage, kidney damage, and autoimmune disorder characterized by decreased TCD4+/TCD8+ cell ratio.               Noni (Morinda citrifolia L.) contains phenolic compounds such as scopoletin, quercetin, and rutin, which have various biological activities including antioxidant, antiinflammatory, and hepatoprotective activities. The antioxidant activity of phenolic compounds is through the mechanism of radical scavenging, inhibit formation of free radicals, therefore tissue damage can be prevented.The purpose of this study was to determine chemical constituens of non n-hexane fraction of Noni fruit extract (test sample) and to determine whether test sample can reduce the side effect of isoniazid by measuring ALT activity, creatinine level, and TCD4+/TCD8+ cell ratio. Total 35 Wistar rats, aged 6-8 weeks, were divided into 7 groups. Group I as normal control group received 0.25% DMSO, group II received isoniazid 150 mg/kgBW, group III received ethanol extract of Noni fruit 250 mg/kgBW, group IV received isoniazid 150 mg/kgBW + test sample 15 mg/kgBW, group V received isoniazid 150 mg/kgBW + test sample 30 mg/kgBW,  group VI received isoniazid 150 mg/kgBW + test sample 75 mg/kgBW, and group VII received test sample 75 mg/kgBW, each with a volume of 20 mL/kg per oral/day for 8 weeks. Blood samples was collected at weeks 0, 4, 6 and 8 to evaluate the ALT activity, creatinine level, and TCD4+/TCD8+ cell ratio taken. Chemical constituens of test sample was conducted using TLC method.Qualitative analysis indicated that test sample contains alkaloid, phenolic, and flavonoid compound. Test sample could reduce ALT level and increase TCD4+/TCD8+ cell ratio, but couldn’t reduce creatinine level of isoniazide-induced female Wistar rat.
Pengaruh Penggunaan Pati Ganyong sebagai Bahan Penghancur terhadap Sifat Fisik Tablet Ibuprofen Hidayah, Intan Nur; Anam, Khairul; Ekawati, Nuraini
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.18340

Abstract

Bahan penghancur merupakan salah satu jenis bahan tambahan yang memiliki peranan penting dalam proses pembuatan tablet yaitu dapat memecah tablet menjadi partikel yang lebih kecil. Pati ganyong dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghancur dikarenakan kandungan amilopektinnya yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati ganyong yang digunakan sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet ibuprofen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembuatan empat formula tablet ibuprofen dengan variasi kadar penambahan pati ganyong sebagai bahan penghancur antara lain: Formula I 5%; Formula II 7,5%; Formula III 10%; dan Formula IV 12,5%. Metode pembuatan tablet ibuprofen yaitu dengan metode granulasi basah. Granul yang sudah melalui proses pengeringan diuji waktu alir, sudut diam dan pengetapan, serta untuk tablet diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur dan kerapuhan tablet. Hasil uji sifat fisik granul dan tablet dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah dan uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap karakteristik fisik tablet ibuprofen dengan menggunakan bahan penghancur pati ganyong. Penggunaan pati ganyong sebagai bahan penghancur dapat mempengaruhi sifat fisik tablet ibuprofen.
Formulasi Sediaan Spray Gel SMEDDS Ekstrak Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Ekawati, Nuraini; Nuraeni, Pratika; Rukmi, Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.20392

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit dan pada ulkus diabetikum, sehingga dibutuhkan antibakteri untuk mencegahnya. Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung antimikroba. Spray gel mencegah infeksi silang, praktis, dan meningkatkan penetrasi obat. Kombinasi Na CMC dan kopovidon menghasilkan spray gel yang stabil dan membentuk lapisan film elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi Na CMC dan kopovidon sebagai gelling agent terhadap karakteristik fisik spray gel SMEDDS ekstrak etanol 96% daun jambu biji dan aktivitas antibakterinya. Simplisia daun jambu biji dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat SMEDDS, dan diformulasikan dalam spray gel dengan memvariasikan Na CMC dan kopovidon 1:1 (F1=0,1%, F2=0,2%, F3=0,3%). Uji KHM terhadap Staphylococcus aureus dilakukan pada ekstrak. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap spray gel. Aktivitas antibakteri spray gel dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Hasil yang didapat, yaitu KHM ekstrak sebesar 0,5%. Konsentrasi Na CMC dan kopovidon tidak berpengaruh terhadap karakteristik fisik spray gel. F2 dan F3 memenuhi semua peryaratan karakteristik fisik, sedangkan F1 tidak memenuhi persyaratan viskositas. Spray gel F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus berturut turut sebesar 28,10; 22,35; dan 22,09 mm, tetapi berbeda tidak bermakna dengan kontrol negatif.
Optimasi Cmc Na dan Gliserin pada Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Handayani, Salsabila Putri; Ekawati, Nuraini; Rukmi, MG Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.20393

Abstract

 Ulkus diabetik dari diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit dan adanya kematian jaringan tubuh. Bakteri patogen paling utama ditemukan pada ulkus diabetik, yaitu Staphylococcus aureus. Daun kersen (M. calabura L.) dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan diketahui ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Gel mengandung komponen air yang lebih tinggi dibandingkan sediaan topikal lainnya. CMC Na dan gliserin digunakan sebagai gelling agent dan humektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin terhadap karakterisitik gel dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, serta mengetahui formula optimum sediaan gel ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) dengan variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin yang memiliki karakteristik fisik gel dan aktivitas antibakteri yang baik. Simplisia daun kersen dimaserasi dengan etanol 70%, kemudian maserat dikentalkan dengan rotary evaporator. Gel diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi CMC Na dan gliserin, lalu dikarakterisasi fisik dan uji aktivitas antibakteri. Penentuan formula optimum dilakukan menggunakan design expert. Hasil yang didapatkan yaitu variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin berpengaruh signifikan pada pH, daya lekat, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Formula optimum gel ekstrak etanol daun kersen adalah kombinasi konsentrasi CMC Na 2,234% dan gliserin 11,766%. 
Healthcarepreneurship Training on Making Antibacterial Liquid Soap (Hand Soap) Made From Hibiscus rosa sinensis L. Extracts Antari, Arlita Leniseptaria; Saraswati, Indah; Annisaa, Eva; Utomo, Astika Widy; Ekawati, Nuraini; Kurniasari, Teny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 10, No 2 (2024): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.89565

Abstract

Healthcare is one of the critical elements of infection prevention and control, one of which can be done by maintaining hand hygiene. Hand washing with soap and flowing water has long been considered a parameter of personal hygiene and is a simple way to reduce the transmission of infections, especially those caused by hand contact between individuals. However, it must still be done by paying attention to the time and the correct way to wash hands according to WHO standards. At this time, various hand soap products have emerged but are not antibacterial. Antibacterial ingredients used as soap base should not contain various kinds of chemicals that are harmful to the health of its users. Therefore, the use of natural ingredients can be an alternative to substitute chemical active substances. One that has been tested for its antibacterial properties is hibiscus flower (Hibiscus rosa sinensis L.). This activity began with presenting the results of the screening on hand washing habits carried out 2 weeks earlier. The next activity is the introduction to making antibacterial hand soap made from hibiscus extract through material presentation and empirical evidence of the potential of hibiscus as an antibacterial, as well as videos about the importance of maintaining hand hygiene through proper hand washing regularly. The activity is expected to make the healthcare UMKM know and understand that hibiscus flowers, which are widely available around their residence, can be used as raw material for making hand soap that has been produced so far, so as to minimize the use of chemical-based antibacterials. The hand soap product produced later became a collaborative product produced by the community, and then registered a patent with the number S00202120213 on November 17th, 2021.
Formulasi Sediaan Spray Gel SMEDDS Ekstrak Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Ekawati, Nuraini; Nuraeni, Pratika; Rukmi, Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.20392

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit dan pada ulkus diabetikum, sehingga dibutuhkan antibakteri untuk mencegahnya. Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung antimikroba. Spray gel mencegah infeksi silang, praktis, dan meningkatkan penetrasi obat. Kombinasi Na CMC dan kopovidon menghasilkan spray gel yang stabil dan membentuk lapisan film elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi Na CMC dan kopovidon sebagai gelling agent terhadap karakteristik fisik spray gel SMEDDS ekstrak etanol 96% daun jambu biji dan aktivitas antibakterinya. Simplisia daun jambu biji dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat SMEDDS, dan diformulasikan dalam spray gel dengan memvariasikan Na CMC dan kopovidon 1:1 (F1=0,1%, F2=0,2%, F3=0,3%). Uji KHM terhadap Staphylococcus aureus dilakukan pada ekstrak. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap spray gel. Aktivitas antibakteri spray gel dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Hasil yang didapat, yaitu KHM ekstrak sebesar 0,5%. Konsentrasi Na CMC dan kopovidon tidak berpengaruh terhadap karakteristik fisik spray gel. F2 dan F3 memenuhi semua peryaratan karakteristik fisik, sedangkan F1 tidak memenuhi persyaratan viskositas. Spray gel F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus berturut turut sebesar 28,10; 22,35; dan 22,09 mm, tetapi berbeda tidak bermakna dengan kontrol negatif.
Optimasi Cmc Na dan Gliserin pada Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Handayani, Salsabila Putri; Ekawati, Nuraini; Rukmi, MG Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.20393

Abstract

 Ulkus diabetik dari diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit dan adanya kematian jaringan tubuh. Bakteri patogen paling utama ditemukan pada ulkus diabetik, yaitu Staphylococcus aureus. Daun kersen (M. calabura L.) dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan diketahui ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Gel mengandung komponen air yang lebih tinggi dibandingkan sediaan topikal lainnya. CMC Na dan gliserin digunakan sebagai gelling agent dan humektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin terhadap karakterisitik gel dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, serta mengetahui formula optimum sediaan gel ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) dengan variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin yang memiliki karakteristik fisik gel dan aktivitas antibakteri yang baik. Simplisia daun kersen dimaserasi dengan etanol 70%, kemudian maserat dikentalkan dengan rotary evaporator. Gel diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi CMC Na dan gliserin, lalu dikarakterisasi fisik dan uji aktivitas antibakteri. Penentuan formula optimum dilakukan menggunakan design expert. Hasil yang didapatkan yaitu variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin berpengaruh signifikan pada pH, daya lekat, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Formula optimum gel ekstrak etanol daun kersen adalah kombinasi konsentrasi CMC Na 2,234% dan gliserin 11,766%. 
Pelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Penanganan Sampah Plastik di SDN Pandean, Kecamatan Pandean, Magelang Rohana, Evieta; Wulandari, Fitri; Prabhata, Wimzy Rizqy; Ekawati, Nuraini; Anam, Khairul; Rukmi, MG Isworo; Sasikirana, Widyandani
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.20749

Abstract

The amount of plastic waste is increasing along with its increasing use. Plastic like waste that is not easily decomposed causes problems if it is not handled properly. The school environment is one of the producers of plastic snack packaging waste, including here Pandean Elementary School in Magelang district. One method of recycling plastic waste is to turn it into ecobricks. This method is still not widely applied as a plastic waste recycling method because there is still little information about this method. Therefore, it is necessary to conduct socialization and direct practical examples of making ecobricks that can be formed into other objects that have beneficial values. From the training activities, it can be seen that the Pandean Elementary School students were very enthusiastic because they could practice directly making ecobics and wanted to spread them to the surrounding community.
Correlation Between Antioxidant and Cytotoxic Activity of Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Fractions in 4T1 Cell Line Annisaa', Eva; Sasikirana, Widyandani; Ekawati, Nuraini; Dini, Intan Rahmania Eka
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev12iss1pp21-27

Abstract

Parijoto (Medinilla speciosa Blume) is one of Indonesian plant used for traditional medicine. Previous studies have demonstrated antimicrobial and cytotoxic effects of Parijoto on T47D cells. Therefore, we intended to know the antioxidant and cytotoxic activity of these fractions in 4T1 cell line (a Mus musculus mammary carcinoma). This cancer causes the greatest number of cancer-related deaths This study also investigated the correlation between antioxidant activity and cytotoxicity of Parijoto fractions. Discovering the type of correlation between antioxidant and anticancer activity of botanical extracts could relieve in screening for cytotoxic agent from natural products. The antioxidant and cytotoxic activity investigated using the Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) and 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl tetrazolium bromide (MTT) assay methods. The result showed that ethyl acetate fraction is the higher antioxidant activity (IC50:1.77 μg/mL) and the higher cytotoxicity (IC50:133.57 μg/mL). There was a strong positive correlation (correlation coefficient=0.957) between antioxidant and cytotoxic activity in 4T1 cell line, but the correlation was not significant (p=0.188).Keywords: Parijoto (Medinilla speciosa Blume), antioxidant, cytotoxic, 4T1 cell line.
Pengaruh Penggunaan Pati Ganyong sebagai Bahan Penghancur terhadap Sifat Fisik Tablet Ibuprofen Hidayah, Intan Nur; Anam, Khairul; Ekawati, Nuraini
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.18340

Abstract

Bahan penghancur merupakan salah satu jenis bahan tambahan yang memiliki peranan penting dalam proses pembuatan tablet yaitu dapat memecah tablet menjadi partikel yang lebih kecil. Pati ganyong dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghancur dikarenakan kandungan amilopektinnya yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati ganyong yang digunakan sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet ibuprofen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembuatan empat formula tablet ibuprofen dengan variasi kadar penambahan pati ganyong sebagai bahan penghancur antara lain: Formula I 5%; Formula II 7,5%; Formula III 10%; dan Formula IV 12,5%. Metode pembuatan tablet ibuprofen yaitu dengan metode granulasi basah. Granul yang sudah melalui proses pengeringan diuji waktu alir, sudut diam dan pengetapan, serta untuk tablet diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur dan kerapuhan tablet. Hasil uji sifat fisik granul dan tablet dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah dan uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap karakteristik fisik tablet ibuprofen dengan menggunakan bahan penghancur pati ganyong. Penggunaan pati ganyong sebagai bahan penghancur dapat mempengaruhi sifat fisik tablet ibuprofen.