Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA TREND FASHION PAKAIAN MUSLIMAH TERHADAP KEPUTUSAN DALAM MEMBELI PRODUK DI TOKO ZOYA PEKANBARU ARISKA, IIS; TRIANTO, BUDI
Al-Amwal Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Volume 8, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : STEI Iqra Annisa Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.657 KB)

Abstract

Berkembangnya cara pemakaian pakaian muslimah saat ini mulai mengikuti mode fashion yang berlaku di masyarakat. Pakaian muslimah itu sendiri tidak lagi dikatakan sebagai pakaian yang ketinggalan zaman, malah saat ini mengikuti trend fashion sehingga sudah layak untuk disebut sebagai pakaian yang modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor konsumen dalam keputusan membeli pada toko Zoya Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah para wanita muslimah yang mengetahui dan menggunakan produk Zoya, sementara yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan toko Zoya sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian yaitu bahwa dari berbagai jenis varian kerudung dan pakaian muslimah yang ada di toko Zoya tersebut, factor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian yaitu ada empat faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, yaitu factor budaya atau kebiasaan, kemudian factor social, selanjutnya factor pribadi dan yang terakhir factor psikologis. Faktor utama konsumen dalam melakukan keputusan dalam membeli produk pada toko Zoya yaitu factor psikologis, karena kualitas produk Zoya sebanding dengan harga yang ada pada toko Zoya tersebut.
Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Di RSUD Labuang Baji Makassar Ariska, Iis; Haskas, Yasir; A Sabil, Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i2.1255

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang sering mengalami Kelelahan kerja sebab perawat senantiasa berada selama 24 jam bersama pasien. Salah satu dari dampak kelelahan kerja bagi perawat yaitu m otivasi kerja menurun. Dimana motivasi kerja menjadi pendorong dari dalam dan luar diri agar mempunyai gairah kerja sehingga perawat mau bekerja keras dan memberikan keterampilan dan kemampuan sehingga mewujudkan kinerja perawat lebih baik. Dampak dari motivasi menurun yaitu kurang memiliki tanggung jawab terhadap pekerjannya, memiliki sifat apatis, tidak dapat mengambil keputusan sendiri dan tidak memiliki semangat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RSUD Labuang Baji Makassar. Jenisi penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah sebanyak 54 orang. Pengumpulan data menggunakan kusioner dan dianalisa menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami kelelahan kerja berjumlah 34 responden (63,0%), dimana terdapat 14 responden (25,9%) mengalami motivasi tinggi dan 20 responden (37,0%) mengalami motivasi rendah. Sedangkan responden yang tidak mengalami kelelahan kerja berjumlah 20 responden (37,0 %) dimana tidak ada responden yang mengalami kelelahan dengan motivasi tinggi (0,0 %) dan 20 responden (37,0%) mengalami motivasi rendah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada yang signifikan antara hubungan kelelahan kerja dengan motivasi kerja diperoleh nilai ρ-value (0,001) < α (0,05).
Transformasi Angkot Modern (Feeder): Strategi Palembang Membangun Jaringan Transportasi Publik Yang Kohesif di Kota Palembang Ariska, Iis; Intan Emi Putri; Fitri Wahdaniyah; Fatur Aryatama; Shalsa Badisyafitri; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5253

Abstract

Transformasi angkot konvensional menjadi angkot modern (feeder) merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat integrasi sistem transportasi publik perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi angkot modern sebagai feeder dalam membangun jaringan transportasi publik yang kohesif di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode penelitian kajian pustaka, yang difokuskan pada sinkronisasi jadwal serta keterhubungan fisik dengan LRT Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkot modern telah berfungsi sebagai feeder secara operasional dan memperluas aksesibilitas masyarakat menuju stasiun LRT, namun integrasi sistem belum sepenuhnya optimal. Masih ditemukan potensi tumpang tindih rute dengan angkot lama, belum diterapkannya sistem tarif terpadu antar moda, serta pengaruh waktu tunggu terhadap keputusan moda pengguna. Kondisi tersebut membatasi terjadinya pergeseran signifikan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi tarif, sinkronisasi jadwal berbasis kepastian layanan, pembenahan kelembagaan, dan peningkatan kualitas infrastruktur simpul transit guna mewujudkan jaringan transportasi publik yang benar-benar kohesif di Kota Palembang.
OPTIMIZING FISHERY BY-PRODUCTS : FISH BONE (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) MEAL WITH TEXTURE STABILITY FROM YOUNG JACKFRUIT Ariska, Iis; Nugroho, Alief; Suseno, Suseno; Listyaningrum, Niken Prawesti
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20731

Abstract

Several marine product processing sectors still produce by-products that are not optimally managed and utilized, including Patin fish bones (Pangasius hypophthalmus) as a by-product of marine product processing. In this era that demands sustainability, waste management has become a crucial issue. It is no longer about how waste can be destroyed, but how waste management has an impact. From a mineral perspective, patin fish bones are rich in calcium (Ca) and phosphorus (P), which play an important role in bone and tooth formation, making them a potential source for value-added products. Patin fish bone floss is a value-added product as an innovation in the utilization of Patin fish bones, which in its manufacture uses natural additives, one of which is young jackfruit. The dietary fiber in young jackfruit helps maintain the dry texture of the floss because the fiber in young jackfruit can absorb oil content, thereby increasing stability during cooking. The results of the study also prove that the average sensory score was 8.5 for shredded fish with the addition of young jackfruit, and 8 for shredded fish without the addition of young jackfruit. This proves that the addition of young jackfruit greatly affects the production of shredded patin fish bones. Not only does it have health benefits, but patin fish bone abon as an innovative product also has added value in the economic sector, namely as a business idea with low production costs and a social impact through the creation of jobs.
Comparative Antiscabies Efficacy of Sonneratia alba Extracts: Evaluation of Plant Parts and Concentrations in Mice Maretha, Delima Engga; Taresha, Lara Mukti; Yuliana, Karina; Ariska, Iis; Lestari, Silvia Diah
Makara Journal of Science Vol. 30, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluated the antiscabies efficacy of 70% ethanol extracts from various parts of the mangrove Sonneratia alba (leaves, flowers, bark, and roots) as a potential alternative therapy. The primary objective was to compare the healing effects of the extracts at different concentrations on scabies lesions in mice (Mus musculus). Using a completely randomized design, 24 male Swiss Webster mice were assigned to four groups: a control (K0) group and three treatment groups to receive 10% (K1), 20% (K2), and 30% (K3) extract concentrations topically twice daily. The results demonstrated that the S. alba extracts had significant effects on lesion healing (p < 0.05). The leaf and root extracts exhibited optimal efficacy at a 10% concentration, whereas the bark and flower extracts were the most effective at 30% concentration. These findings suggest that S. alba extracts, particularly those from leaves and roots, hold significant promise as a novel plant-based treatment for scabies, warranting further research into their potential clinical applications.
Reproduksi Ketimpangan Sosial dalam Pendidikan Berdasarkan Teori Pierre Bourdieu dalam Perspektif Sosiologi Kritis ariska, Iis; Catherine Felisha Pramadita; Inasyah Mutia Putri; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1676

Abstract

This study examines the reproduction of social inequality in education through the theoretical framework of Pierre Bourdieu within a critical sociology perspective. The background of this research is rooted in the persistent gap in educational access, participation, and achievement among students from different social classes, which indicates that education does not always function as a tool for social mobility. The objective of this study is to analyze how mechanisms such as habitus, cultural capital, social capital, and the educational field contribute to sustaining inequality. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis within an educational setting characterized by diverse socio-economic backgrounds. The findings reveal that students from higher socio-economic backgrounds tend to possess dominant cultural capital and habitus that align with institutional expectations, giving them a significant advantage in academic achievement. Conversely, students from lower socio-economic backgrounds face structural and symbolic barriers that limit their opportunities. The study also finds that educational practices, including teaching methods and evaluation systems, implicitly favor certain groups, thereby reinforcing inequality. The implications of this research highlight the need for more inclusive educational policies and practices that recognize diverse forms of capital and promote equal opportunities for all students. Ultimately, this study contributes to a deeper understanding of how education functions as a site of social reproduction rather than merely a neutral institution.