Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Effect of Others Comprehensive Income on Company Value by Mediation of Retained Earnings: Evidence From Indonesia Athori, Agus; Kusuma, Marhaendra
JCA (Jurnal Cendekia Akuntansi) Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/akuntansi.v4i2.4580

Abstract

Research so far has only tested the effect of other comprehensive income (OCI) and retained earnings on firm value separately. Not many studies have examined the effect of OCI on retained earnings and the mediating role of retained earnings in it’s effect on firm value. This test is important to do as proof of the relevance value of group OCI items that will not be reclassified to net income, where their age as unrealized income is longer than other group OCI items.Test results on the market in Indonesia show: (1) OCI of groups that will not be reclassified to net income has a significant positive effect on retained earnings, but not on firm value, and (2) retained earnings mediate the effect of OCI of groups that will not be reclassified to net income to company value. Retained earnings represent accumulated earnings for the past period including accommodating income from OCI realization which was previously presented as a group that will not be reclassified to net income, which eventually these items become part of retained earnings, including OCI items for the closest period whose amount and time of realization are not known for certain in the end will also become part of retained earnings. The originality of this research is to test the influence of: (1) OCI on retained earnings and (2) mediation of retained earnings in the effect of OCI on firm value.
Dapatkah Penghasilan Komprehensif Lainnya Digunakan sebagai Media Tindakan Kecurangan Laporan Keuangan? Kusumaningarti, Miladiah; Kusuma, Marhaendra; Athori, Agus
Jurnal Akuntansi dan Governance Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Akuntansi dan Governance
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jago.5.2.111-128

Abstract

Objectives: This study aims to prove that Others Comprehensive Income (OCI) fair value hierarchy and presentation of plans realize fraudulent financial statement.Design/method/approach: The data observed are 1,890 companies listed on the IDX for all industrial sectors for the period 2021-2023. Hypothesis were tested with multiple linear regression analysis.Results/findings: We found that OCI level 3 has a significant positive effect on the fraudulent financial reporting proxied by Beneish M Score. While OCI Reclassification has a significant negative effect on the Beneish M Score.Theoretical contribution: The low quality of fair value input or the high subjectivity of management can be a medium for financial reporting fraud, but accounting standard regulations regarding the submission of unrealized earnings plans for the current period have been proven to be able to reduce the potential for fraud.Practical contribution: The actuarial profession in determining the fair value of level 3 input must be based on professional considerations, not on management orders.Limitations: OCI is only classified based on the fair value hierarchy and reclassification, even though it can also be based on the presence or absence of final tax burdens, which are relevant to fraud through tax avoidance
EVALUASI PPH PASAL 23 DAN PASAL 4 AYAT 2 GUNA MENENTUKAN PAJAK PENGHASILAN TERUTANG Novianti, Nurul Ihza; Anggraini, Ninik; Athori, Agus
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 15 No. 3 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v15i3.11198

Abstract

Wajib pajak memiliki kewajiban memotong, menyetorkan, dan melaporkan pajak atas jasa perawatan kendaraan dinas. Namun, ditemukan kesalahan dalam penerapan tarif PPh Pasal 23 serta kurangnya pemahaman terhadap PPh Pasal 4 Ayat 2, yang menyebabkan ketidaktepatan dalam pelaporan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kedua jenis pajak tersebut guna menentukan pajak penghasilan terutang pada periode 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, Data primer yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek operasional rumah sakit, seperti sejarah perusahaan, visi misi, ketenagakerjaan, biaya perawatan kendaraan, serta mekanisme pelaporan dan penyetoran pajak penghasilan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pihak terkait di rumah sakit dan dokumentasi tertulis. Variabel penelitian ini meliputi Pajak Penghasilan Pasal 23, Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2, jasa perawatan kendaraan dinas, serta pajak penghasilan terutang. Analisis dilakukan dengan langkah-langkah deskriptif kuantitatif yang mencakup perhitungan pemotongan pajak, rekonsiliasi fiskal, dan perbandingan perhitungan pajak antara peneliti dan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bendahara RSUD Kilisuci Kediri telah melakukan pemotongan dan penyetoran pajak, tetapi masih terdapat kesalahan dalam penerapan tarif PPh Pasal 23 bagi wajib pajak tanpa NPWP dan perhitungan pajak penghasilan terutang akibat koreksi rekonsiliasi fiskal. Diperlukan pemahaman lebih mendalam terhadap regulasi perpajakan agar kepatuhan pajak dapat meningkat dan pelaporan menjadi lebih akurat.
PERANAN AUDIT INTERNAL TERHADAP KEPATUHAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PADA PT. DIAN RIZKI BAHARI UTAMA Widyaningrum, Novia; Noermaning, Prima; Athori, Agus
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 15 No. 9 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v15i9.11543

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran audit internal terhadap kepatuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan di PT Dian Rizki Bahari Utama, dengan fokus pada operator SPBU 54.641.30. Audit internal berperan dalam memastikan SOP dipatuhi guna meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait penerapan SOP pelayanan. Teknik analisis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola kepatuhan serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berperan penting dalam menemukan pelanggaran SOP, terutama saat antrean panjang. Temuan menunjukkan bahwa beberapa poin SOP terlewat karena jumlah aturan yang terlalu banyak, sehingga sulit diterapkan dalam kondisi operasional tertentu. Audit internal mengungkap bahwa pelanggaran ini bukan semata kesalahan operator, melainkan akibat beban prosedur yang berlebihan. penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan melakukan survei lapangan sebelum menetapkan SOP guna menyesuaikan aturan dengan kondisi kerja yang sebenarnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap SOP serta efisiensi layanan.
Penyusunan Anggaran Operasional Sebagai Alat Bantu Manajemen Untuk Merencanakan Dan Mengendalikan Laba (Studi Kasus di UD. Jati Permei Tarokan Kediri) Hartono, Ralfli Surya; Srihastuti, Eni; Athori, Agus
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11196965

Abstract

Tekanan Optimalisasi Laba terhadap Reaksi Pasar dengan Tax Avoidance sebagai Variabel Mediasi: (Studi Kasus: Perusahaan Sub Sektor Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 – 2023) Frana, Frana; Kusuma, Marhaendra; Athori, Agus
Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/apke.v2i4.1789

Abstract

This research aims to examine the effect of profit optimization on market reaction and the mediating role of tax avoidance in this relationship among insurance sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2023 period. Profit optimization is proxied by Return on Assets, market reaction by stock returns, and tax avoidance by the Effective Tax Rate. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the financial statements of 17 insurance sub-sector companies, with a final sample of 10 companies selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using classical assumption tests, multiple linear regression, and path analysis. The results indicate that profit optimization has a positive and significant effect on tax avoidance. However, tax avoidance does not influence market reaction, and profit optimization also does not have a direct effect on market reaction. Furthermore, tax avoidance is able to mediate the effect of profit optimization on market reaction. This study contributes to a deeper understanding of how earnings information quality, taxation strategies, and investor responses interact in shaping capital market dynamics within the insurance industry. The findings also provide a foundation for future research to explore external factors that may influence these relationships, offering additional academic value for strengthening subsequent studies.
Pengaruh Fraud Hexagon Theory Terhadap Internal Fraud - Studi Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Rohmatin, Binti Lailatur; Arini, Arini; Athori, Agus
JCA (Jurnal Cendekia Akuntansi) Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/akuntansi.v6i2.7665

Abstract

Kecurangan merupakan salah satu risiko bisnis yang rawan terjadi di lingkungan perusahaan terutama dilingkungan perbankan yang merupakan bisnis di bidang keuangan. Kecurangan memberikan dampak merugikan bagi korban kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor penyebab terjadinya kecurangan dengan tindakan kecurangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang diuji menggunakan analisis regresi logistik. Penelitian ini menggunakan 27 sampel perusahaan perbankan dari 43 perusahaan perbankan selama tahun 2019-2023, sehingga terdapat 132 data observasi yang diambil dengan metode purposive sampling. Temuan penelitian ini menunjukkan hasil bahwa variable arogansi berpengaruh positif signifikan 0,012 dengan koefisien regresi 1,028 dan kesempatan berpengaruh positif (B=0,191) signifikan (0,003) terhadap tindakan kecurangan, namun tekanan, rasionalisasi, kemampuan, dan kolusi tidak berpengaruh terhadap tindakan kecurangan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 6 faktor fraud hexagon theory yang dapat mendorong terjadinya potensi kecurangan ada 2 yakni kesempatan dan arogan, sedangkan 4 faktor lainnya tidak menyebabkan potensi kecurangan yakni tekanan, rasionalisasi, kemampuan, dan kolusi. Kata kunci: arogan, fraud hexagon, kecurangan internal, kemampuan, kolusi, peluang, rasionalisasi, tekanan, Abstract Fraud is one of the business risks that are prone to occur in the corporate environment, especially banking companies. Fraud has a detrimental impact on victims of fraud. This study aims to analyze the relationship between the causes of fraud and fraud. This study is an explanatory study tested using logistic regression analysis. This study used 27 samples from 43 banking companies during 2019-2023, with a total of 132 research data taken using the purposive sampling method. The results of the study showed that arrogance had a significant positive effect with a significance value of 0.012 with a regression coefficient of 1.028 and opportunity had a positive effect (B = 0.191) significant (0.003) on fraud, but pressure, rationalization, ability, and collusion did not affect fraud. Based on this study, it can be concluded that the 6 fraud hexagon theory factors that can encourage the potential for fraud are 2, namely opportunity and arrogance, while the other 4 factors do not cause the potential for fraud, namely pressure, rationalization, ability, and collusion. Keywords: arrogant; collusion; competence; fraud; ; fraud hexagon; opportunity; pressure; rationalization
Pemanasan Global: Peran Pajak Karbon Dalam Penerimaan Negara Dan Kualitas Lingkungan Yunia Wardani, Lisma; Wardani, Lisma Yunia; Suaidah, Imarotus; Athori, Agus
Jurnal Proaksi Vol. 13 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jpk.v13i1.8172

Abstract

Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pajak karbon sebagai penerimaan negara yang dapat dialokasikan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menanggulangi pemanasan global.Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik content analysis menggunakan data 2014–2024 yang menyediakan tren emisi yang stabil dan representatif.  Scoping review dilakukan melalui penelusuran sistematis dengan kriteria inklusi ketat hingga terpilih 10 artikel relevan.Temuan Utama - Hasil penelitian mengindikasikan bahwa selama periode 2014–2024, penerimaan negara dari pajak karbon menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2025 proyeksi  penerimaan negara dari pajak karbon mencapai sekitar Rp23,6 triliun sebagai kelanjutan dari tren satu dekade tersebut. Penerimaan negara dari pajak karbon dapat dialokasikan secara strategis sebagai upaya penigkatkan kualitas lingkungan dan mitigasi pemanasan global.Implikasi Teori dan Kebijakan –  Penerapan pajak karbon berperan penting dalam meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong perbaikan kualitas lingkungan dan mitigasi pemanasan global. Keberhasilannya ditentukan oleh efektivitas penetapan tarif serta tata kelola pemanfaatan hasil pajak yang adil.Kebaruan Penelitian –  Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan terpadu antara tren emisi jangka panjang dan potensi fiskal pajak karbon yang belum diintegrasikan secara eksplisit dalam studi-studi sebelumnya.