Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA ANAK DENGAN HIV/AIDS Srinatania, Dewi; Sukarya, Doni; Lindayani, Linlin
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHESIF
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3555.53 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v6i1.176

Abstract

Latar belakang:Penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah global. Permasalahan dalam pengobatan HIV/AIDS adalah ARV, di mana obat ini hanya untuk menekan replikasi virus, Penelitian klinik menunjukkan bahwa penderita yang mengikuti aturan pengobatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan dengan teratur, umumnya obat-obat akan bekerja dengan baik. Kenyataannya, beberapa dokter mengatakan bahwa hanya separuh pasiennya menunjukkan hasil yang baik. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalalah kepatuhan pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien anak penderita HIV/AIDS. Metode:Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam. Data akan dianalisis menggunakan perspektif konstruksionis dengan asumsi memahami kenyataan melalui cerita, menerima pengalaman terjadi secara naratif, dan cerita berasal dari konstruksi dan persepsi peristiwa. Hasil: Hasil wawancara mendalam gambaran kepatuhan minum obat ARV pada anak dengan HIV/AIDS,  medapat  3 tema. Tema tersebut adalah alasan mengkonsumsi obat terus-menerus dipertanyakan, percaya atau believ terhadap efektifitas ARV. Dukungan keluarga. Kesimpulan:Setelah dilakukan proses wawancara mendalam kepada 4 partisipan didapatkan 3 tema,yaitu alasan mengkonsumsi obat terus-menerus dipertanyakan, percaya atau believ terhadap efektifitas ARV dan  Dukungan keluarga.
PENATALAKSANAAN AKUPRESUR DALAM MENGATASI MASALAH MUAL DAN MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK DENGAN KANKER DI RUANG PERAWATAN HEMATOLOGI ONKOLOGI THALASEMIA RUMAH SAKIT HERMINA PASTEUR: Management of Acupressure in Overcoming Problems of Nausea and Vomiting as effect of Chemotherapy in Children with Cancer in Hematology Thalasemia Care Room, Hermina Pasteur Hospital Srinatania, Dewi; Revy Citra Carlina
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-1 (2023): JIKep | Edisi Khusus 1 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i3.1588

Abstract

Pendahuluan : Prevalensi kanker anak sekitar 4% dari seluruh kasus kanker, dan kematian anak di dunia akibat kanker di perkirakan 90.000 anak setiap tahunnya. kemoterapi sebagai pengobatan kanker anak memiliki efek samping mual, muntah, rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Salah satu tindakan yang dapat di lakukan untuk mengurangi mual dan muntah dengan terapi komplementer yaitu akupresur. Tujuan:  Studi kasus  ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan akupresure terhadap mual muntah akut akibat kemoterapi pada anak dengan Kanker di Rumah Sakit Hermina Pasteur. Metode: studi kasus deskriptif yang mendeskripsikan mengenai gejala yang muncul pasca kemoterapi pada anak dengan kanker dan kemudian diberikan tindakan akupresur. Hasil : hasil studi kasus penatalaksanaan akupresur pada titik P6 dan titik ST36 mampu menurunkan mual dan muntah pasca kemoterapi pada anak penderita kanker. Kesimpulan: Sebagian besar responden pasien kanker anak dengan pemberian kemoterapi di ruangan sebelum dan sesudah diberikan intervensi akupresur mengalami penurunan intensitas skala mual. Diharapkan Rumah Sakit dapat memberikan serta menyediakan fasilitas atau sarana prasarana yang memadai untuk penyembuhan pasien, khususnya melakukan terapi akupresur untuk mengatasi mengurangi intensitas mual muntah pada pasien kanker anak yang menjalani kemoetrapi.
Translation And Validation Of Social-Emotional Development Scale In Indonesian Language Srinatania, Dewi; Sansuwito, Tukimin bin; Ahmed, Idris Adewale
Holistic Nursing Plus Vol. 3 No. 2 (2025): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v3i2.323

Abstract

Background: Early-childhood social-emotional development (SED) is strongly related to lifelong well-being and academic development and mental health resilience. The absence of tools that are suitably culturally and linguistically validated for assessing SED in Indonesia nevertheless limits early opportunities for identifying developmental concerns. The objective of this study was to translate and validate the Ages and Stages Questionnaire: Social-Emotional (ASQ:SE) into Bahasa Indonesia so that it can be reliably and validly used in assessing SED for Indonesian children. Purpose: this study aimed to translate, cultural adaptation, and the validation of the ASQ:SE for Indonesian children 6 to 60 months of age, thus ensuring the soundness of any psychometric properties when applied in the local context. Methods: This cross-sectional study involved 350 parents or caregivers of children aged 6–60 months from community health centers and early childhood education programs across urban and rural areas of Java, Indonesia. The ASQ:SE was translated forward and back, reviewed by experts, and subjected to cognitive debriefing. Psychometric properties were measured by confirmatory factor analysis (CFA) for its construct validity, using Cronbach’s alpha for internal consistency, an intraclass correlation coefficient (ICC) for test-retest reliability, and known-groups validity to distinguish typically developing children from those with clinician-identified developmental delays. Results: The model fit from the CFA was acceptable (χ²/df = 2.15, CFI = 0.91; TLI = 0.89, RMSEA = 0.06). Internal consistency was very high (α = 0.86), and the test-retest reliability revealed very high stability (ICC = 0.89, 95% CI = 0.85–0.92). Known-groups validity established that the scores were significantly different (t = 5.62, p < 0.001) between typically developing children and those with developmental delays, confirming the discriminative ability of the tool. Conclusion: The Indonesian version of ASQ:SE is marked by reliability and validity that are strong enough to render it a culturally appropriate instrument for assessing the SED of Indonesian children. In clinical and educational settings, this can provide an avenue for building towards and supporting further developmental delay and thus child development.
THE ROLE OF SOCIAL SUPPORT AND SOCIAL MEDIA USE IN SHAPING MOTHERS’ KNOWLEDGE OF STUNTING IN INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Laili Perdani, Agni; Zahira, Alifvia Fitri; Srinatania, Dewi
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 3 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v3i1.33

Abstract

Introduction: Stunting is a persistent global public health issue and a key target of the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Indonesia has the third highest prevalence of stunting among Southeast Asian countries. Maternal knowledge plays a critical role in the prevention and management of stunting during early childhood. Purpose: This study aimed to examine the relationship between social support, social media use, and maternal knowledge regarding stunting. Methods: A quantitative, cross-sectional study was conducted at a Community Health Center in an urban area of Indonesia between May and June 2022. A total of 250 mothers with children under five years of age participated. Data were collected using structured questionnaires, including demographic characteristics, a maternal stunting knowledge scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, and a scale assessing perceived internet use. Data were analyzed using linear regression. Results: The mean maternal age was 29.8 years (SD ± 6.92), and the mean age of children was 25.90 months (SD ± 17.15). Most participants reported high social support (60.4%), had a senior high school education (60.8%), were multiparous (55.6%), and were unemployed (81.2%). The average score for social media usability was 24.65 (SD ± 3.33). A majority of mothers (89%) demonstrated good knowledge of stunting. Maternal education contributed 4.5% to the variance in stunting knowledge. Conclusion: Higher maternal education was significantly associated with greater knowledge of stunting, possibly due to better access to accurate health information. Enhancing maternal education and information access may support national efforts to reduce stunting prevalence.
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Sekolah Dasar melalui Program Pendidikan Interaktif Berbasis Sekolah Hendra, Agus; Srinatania, Dewi; Daryono, Rendra; Lesmana, Rindu Amaliah; Ruhailah, Ruyi
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.59

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan penentu utama kesehatan dan pertumbuhan optimal anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun demikian, pengetahuan yang kurang memadai dan penerapan PHBS yang belum optimal masih sering ditemukan di banyak lingkungan sekolahProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait PHBS pada anak sekolah dasar melalui intervensi pendidikan kesehatan interaktif berbasis sekolah. Program dilaksanakan pada Mei 2025 di SD Negeri Neglasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 100 siswa kelas II dan IV berpartisipasi dalam kegiatan ini. Strategi edukasi meliputi ceramah interaktif, video edukasi animasi, permainan edukatif, serta praktik langsung seperti teknik cuci tangan enam langkah, pemilahan sampah, dan identifikasi makanan bergizi seimbang. Efektivitas program dievaluasi menggunakan metode observasi serta penilaian pra–pasca terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa. Intervensi menghasilkan peningkatan signifikan pada pengetahuan PHBS siswa, dari 40% sebelum program menjadi 85% setelah intervensi. Selain itu, 90% siswa mampu melakukan teknik cuci tangan enam langkah dengan benar, 80% menunjukkan praktik pemilahan sampah yang tepat, dan 88% memahami konsep gizi seimbang dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan interaktif berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar. Pendekatan ini direkomendasikan untuk implementasi lebih luas sebagai bagian dari program promosi kesehatan sekolah yang berkelanjutan.
Mothers' Sensitivity To Their Infants' Needs: An Exploration Of Influencing Factors In The First Six Months Srinatania, Dewi; Desiani, Bela; Perdani, Agni Laili; Hendra, Agus
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 4 No. 2 (2025): (in collaboration with STIKep PPNI Jawa Barat) Medical-Surgical Journal of Nurs
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v4i2.58

Abstract

Background: Childhood 0-6 months is a crucial time period in human development. Data on developmental delays in West Java in 2024 show that around 30% of children in West Java experience developmental delays, with around 80% due to lack of stimulation. Stunting, which is a form of development delay, is also targeted to decrease significantly in West Java, from 21.7% to 14-15% in 2024. The relationship between mother and child is a context of maternal sensitivity. A sensitive mother will respond quickly and appropriately to the needs of the child, provide warm attention, and create a strong emotional bond between mother and child which is an important foundation for the child's future social and emotional development. Objective: to find out what factors can influence maternal sensitivity in babies aged 0-6 months. Method: this research uses quantitative research methods,With a total sample of 113 respondents, the sampling technique in this study used a non-probability sampling technique and the criteria for respondents were mothers who had babies aged 0-6 months using the NACTS (Nursing Child Assessment Teaching Scale) questionnaire. The CVI of maternal sensitivity scale ranged between 0.80 to 1.00. After reviewing the items (N = 36), the S-CVI was 0.87 for clarity and the S-CVI was 0.9 Results: The results show a p-value <0.05 for the variables number of children and family income. From this, it can be concluded that the factors that influence maternal sensitivity are these two variables. Conclusion: Of the several factors that influence maternal sensitivity, namely the number of children and family income are the most influential.