Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Moral Dalam Umpasa Ucapan Selamat Dalam Upacara Adat Pernikahan Batak Toba Banjarnahor, Epiana; Telaumbanua, Sadieli; Pohan, Justin Efendi; Saragih, Erikson
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam nilai moral dalam Umpasa adat pernikahan Batak Toba. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian yaitu Kepala Adat/Raja Parhata di Kecamatan Doloksanggul berjumlah 1 (satu) orang dan mahasiswa Batak Toba berjumlah 10 (sepuluh) orang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan jenis kuesioner dengan instrument penelitian yang berbentuk daftar tanya. Analisis data digunakan ialah model Analisis Content untuk menganalisis nilai moral dalam Umpasa adat pernikahan Batak Toba. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai moral dalam umpasa Batak Toba, terdiri atas sistem religiositas, sistem sosialitas, sistem nilai gender, sistem nilai keadilan, sistem nilai demokrasi, sistem nilai kejujuran, sistem nilai kemandirian, sistem nilai daya juang, sistem nilai tanggung Jawab, dan sistem nilai pengharapan terhadap lingkungan alam. Akhirnya, mahasiswa memberikan pandangan terhadap umpasa yakni mengenai umpasa dalam adat pernikahan Batak Toba, umpasa ini dikenal dari orangtua sejak kecil/remaja dan pada saat pesta pernikahan Batak Toba yang sedang berlagsung, umpasa Batak Toba sudah mulai “Terancam Punah”, dan secara nyata “bermanfaat”. Umpasa Batak Toba memiliki nilai moral. Umpasa Batak Toba sebagai “Tuntunan/Pendidikan”. Upaya pelestarian umpasa batak toba dilakukan dengan cara “di petunjukkan/ di pentaskan/ dituturkan oleh masyarakat. Umpasa Batak Toba dalam acara pernikahan dalam penelitian ini teridentifikasi sebanyak 26 (dua puluh enam) umpasa. Oleh karena itu umpasa ini hendaknya dijadikan sebagai sumber kebudayaan lokal dan Nasional di negara Indonesia
PENGARUH GANGGUAN BERBAHASA BERBICARA GAGAP DALAM KOMUNIKASI PADA WANITA USIA 16 TAHUN Daulay, Irma Khoirot; Banjarnahor, Epiana; Tarigan, Thio
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 3 No. 2 (2021): Bahasa Indonesia Prima
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v3i2.1923

Abstract

Abstrak-Ditinjau dari perkembangan bahasa, bahasa  tidak  lepas  dari  perkembangan  bahasa lainnya. Perkembangan bahasa pada anak mempunyai beberapa tahapan hingga  anak mampu berbahasa dengan baik. Beberapa dari tahapan tersebut, yaitu (1) perkembangan prelinguistik,  (2)  perkembangan  fonologis,  (3)  perkembangan  semantik, (4) perkembangan gramatikal dan (5) perkembangan pragmatik. Penyebab adanya kesulitan dalam berkomunikasi disebut dengan gangguan berbahasa.Gangguan berbahasa dapat disebabkan oleh terjadinya pada anak yang berkebutuhan khusus cenderung mempunyai gangguan maupun hambatan dalam berbahasa. Ganguan ini terjadi bisa secara langsung maupun secara tidak langsung.Gangguan yang terjadi secara tidak langsung misalnya kerusakan pada organ wicara, dan gangguan yang terjadi secara tidak langsung misalnya keterbatasan kognitif sehingga anak kesulitan dalam memahami makna dari suatu kata. Kata kunci: gangguan berbahasa, berbicara, berpikir, dan gugup