Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SASTRA LISAN DAWAN SEBAGAI PILAR BAHASA IBU DI TIMOR DAN KENYATAANNYA SAAT INI Suminar, Erna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.813 KB)

Abstract

Sastra lisan Dawan adalah salah satu warisan budaya suku besar di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Kedudukan sastra lisan di zaman dahulu telah menjadi gerak dan nafas bagi masyarakat Dawan. Sastra lisan, bukan hanya dipandang sebagai sebuah ritual budaya semata, namun juga memiliki nilai religius yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi dengan Uis Pah dan Uis Neno juga arwah para leluhur serta masa depan generasi muda Dawan. Fungsi lain dari sastra lisan adalah sebagai pendidikan moral serta hiburan. Peran krusial sastra lisan ini yang tak dapat dinafikan. Keberadaanya dipandang sebagai salah satu penjaga bahasa ibu, yakni bahasa Dawan dan sarana estafet budaya. Namun, sastra lisan Dawan saat ini nyaris telah ditinggalkan generasi muda. Dan inilah yang menjadi inti dalam penelitian ini, bagaimana keadaan sastra lisan Dawan serta implikasinya pada bahasa ibu dan kenyataannya pada saat ini
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN AGREGATOR MUSIK MELALUI OPTIMALISASI BAURAN PEMASARAN DALAM DISTRIBUSI DIGITAL Bintang, Gilang; Suminar, Erna
KOMUNIKA BANGSA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.  This research discusses about the implementation of marketing communication strategy on how music aggregator optimizes marketing mix through digital distribution. The aim of this research is to analyze various ways of marketing communication from the product, price, place and promotion which are the elements of marketing mix. The method of this research is descriptive qualitative which describes the whole efforts done by music aggregator, namely Noise Garage, in implementing marketing communication strategy to each element of marketing mix.  The data collection is done by interviewing informants and implementing non-participant observation. The data presented is reduced to the important ones and drawn into a specific conclusion by using data triangulation of data source. The result of this research points out that the implementation of marketing communication done by Noise Garage  music aggregator optimizes the product quality from the digital platform availability,  the discount of price package from music album, the accessibility and  the convenience of the place, and the use of different kinds of social media which covers different kinds of audiences’ range of ages or generation..   Keywords: music aggregator, marketing communication, digital platform   Abstrak               Penelitian ini membahas mengenai implementasi strategi komunikasi pemasaran tentang cara agregator musik mengoptimalkan bauran pemasaran melalui distribusi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai macam cara komunikasi pemasaran dari produknya, harganya, tempatnya, dan bentuk promosinya yang merupakan elemen dari bauran pemasaran. Metode dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan keseluruhan upaya-upaya yang dilakukan agregator musik, yakni Noise Garage, dalam mengimplementasikan strategi komunikasi pemasaran pada masing-masing elemen bauran pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi non partisipan. Data yang disajikan direduksi ke data-data yang penting dan ditarik ke dalam kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari komunikasi marketing yang dilakukan oleh agragator musik Noise Garage mengoptimalkan kualitas produk dari ketersediaan platform digital, potongan harga paket dari album musik, aksesibilitas dan kenyamanan tempat, dan penggunaan berbagai macam sosial media yang menjangkau jenis-jenis beragam dari rentang usia atau generasi.   Kata kunci: agregator musik, komunikasi pemasaran, platform digital
MITOLOGI PERILAKU SELF-HARM DALAM NASKAH TEATER HANUM “LUKA ADALAH REDA” Gumilang, Fajar Surya; Suminar, Erna
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3421

Abstract

Perilaku self harm merupakan perilaku yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia atau bahkan di dunia, hal tersebut mengundang stigma negatif dari masyarakat kepada semua orang yang melakukan perilaku self harm. Dalam naskah teater Hanum “Luka adalah Reda” karya Dado Tisna menggambarkan sudut pandang yang berbeda yang menjelaskan kenapa self harm dilakukan dan apa yang menyebabkan individu melakukan perilaku self harm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku self harm dalam naskah Hanum “Luka adalah Reda”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi dan mitos untuk melihat tanda perilaku tokoh melakukan self harm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku self harm yang dilakukan tokoh yaitu memukul-mukul kepalanya dengan tangannya, menggigit lengannya dan menyayat kulit lengannya dengan benda tajam. Perilaku self harm yang dilakukan oleh tokoh Hanum merupakan bentuk pelampiasan dari semua emosi negatif yang terdapat dalam dirinya. Perilaku self harm tokoh Hanum menggambarkan realitas kehidupan nyata, bahwa banyak individu yang memilih melakukan perilaku self harm sebagai pelarian untuk meredakan semua emosi yang terdapat didalam dirinya.
Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.
Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.