Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE EFFICIENCY OF CRUDE CORROSION INHIBITOR AND GAS CORROSION INHIBITOR BY USING CARBON STEEL 1018 WITH POLARIZATION METHOD ibrahim, puji astuti
Journal of Green Science and Technology Vol 4, No 2 (2020): Journal of Green Science and Technology, Vol.4 No.2 (2020)
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i2.3467

Abstract

Carbon Steel 1018 is a low carbon steel having a carbon content (C) of 0.14-0.20% (<0.30% C). Low carbon steel is commercially known as mild steel. Corrosion is one way to prevent corrosion caused by the environment. Corrosion inhibitor are taken between the Crude Corrosion Inhibitor and Gas Corrosion inhibitor on Carbon Steel 1018 using the polarization method. Corrosion inhibitors work by making passive layers in the form of thin films or films on the surface of the material used as a barrier between metals and corrosive media. The analysis method used is polarization. Inhibition Efficiency Results obtained for Gas Corrosion Inhibitors (1A) at 10 ppm 96.86%, 20 ppm 59.74%, 30 ppm 74.48%. The Crude Corrosion Inhibitor (2A) results obtained inhibition efficiency for 10 ppm 99.57%, 20 ppm 77.69%, and 30 ppm 12.63%. The optimum value for the Gas Corrosion Inhibitor and Crude Corrosion Inhibitor is at 10 ppm at 96.86% and 99.57%. Keywords: carbon steel,crude corrosion inhibitor, corrosion , gas corrosion inhibitor, inhibitor
THE ANALYSIS OF RATE CORROSION ON THE TUBE UNIT WATER TREATMENT PLANT Ibrahim, Puji Astuti; Adjie Saputra, Muhamad Ghofar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.028 KB)

Abstract

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Ibrahim, Puji Astuti; Dhamayanthie, Indah; Indrawijaya, Rifana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.679 KB)

Abstract

Penemuan metode pembuatan biodiesel dari bahan alami memang sangat menggembirakan, terlebih untuk Indonesia yang dikenal memiliki jumlah konsumen bahan bakar yang relatif tinggi. Tapi di samping biodiesel yang dihasilkan dari bahan alami, penulis juga mendapati biodiesel yang didapat dari bahan limbah, minyak jelantah salah satunya. Minyak ini mengandung elemen yang bisa digunakan untuk pembentukan biodiesel, sehingga dapat diolah untuk pembuatan biodiesel. Adapun pembuatan biodiesel yang penulis lakukan adalah pembuatan yang berorientasi pada eksperimen. Penulis melakukan eksperimen sebanyak 5 kali dengan kuantitas komposisi yang berbeda-beda satu sama lain. Pada eksperimen kedua, penulis menggunakan kuantitas bahan terbanyak dan menghasilkan biodiesel dengan kuantitas terbanyak pula. Namun kebalikan daripada itu. Pada eksperimen keempat penulis menggunakan kuantitas bahan yang paling sedikit, yang kemudian berujuang pada jumlah biodiesel yang sedikit pula. Merujuk pada eksperimen-eksperimen di atas, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kuantitas bahan yang digunakan, semakin tinggi pula hasil biodiesel yang akan didapat. Dan kebalikan daripada itu. Saat kuantitas bahan yang digunakan sedikit, maka semakin sedikit pula jumlah biodiesel yang akan didapat. Kata Kunci: Pembuatan Biodiesel, Minyak Jelantah
ANALISA PENGARUH LUMPUR PEMBORAN TERHADAP LAJU KOROSI DITINJAU DARI KARAKTERISTIK LUMPUR PADA PIPA PEMBORAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE UJI KUPON Ibrahim, Puji Astuti; Nugroho, Setyadi Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.72 KB)

Abstract

Usaha kegiatan pertambangan minyak diawali dari hulu meliputi eksplorasi, studigeologi, seismic dan reservoir. Pada proses pengambilan minyak mentah (crudeoil) pada dasar bumi dibutuhkan lumpur (mud) yang terdiri dari liquid dan solidyang didistribusikan melalui rangkaian pipa pemboran dan keluar melalui nozzlepada bit. Korosi merupakan kendala yang cukup banyak ditemukan pada kegiatanhulu migas. Bahan-bahan kimia pada lumpur seringkali menyumbat aliran fluidapada pipa pemboran (drill string), sehingga memerlukan analisa lebih lanjut untukmengetahui jenis korosi yang terjadi pada pipa dengan metode uji kupon. Hasilyang didapatkan selama pengujian dalam jangka waktu 48 jam dengan suhu250oF, didapatkan dengan nilai laju korosi pada lumpur KCl polymer dengan nilai18,21 mpy kemudian HPWBM yaitu 0 mpy, Fresh water gel mud 16,49 mpy, OBMsebesar 0 mpy, Completion fluid 80,75 mpy dan DIF sebesar 10,83 mpy. Dari hasiltersebut dapat disimpulkan dalam beberapa fluida yang diuji nilai laju korositerbesar pada fluida Completion Fluid dikarenakan korosi inhibitor yang kurangsehingga menyebabkan pengkristalan (Scale) pada pipaKata kunci : Brine Mud, Drilling Fluid, Korosi, Minyak Mentah, Ring Kupon, Scale
ANALISA LAJU KOROSI TANGKI T-03 KAPASITAS 35000 M3 DI PERUSAHAAN X Ibrahim, Puji Astuti; Ramadhan, Rizky Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.975 KB)

Abstract

Bejana tekan (pressure vessel) merupakan wadah sebagai tempat untuk menampung fluida, baik cair maupun gas. Tangki merupakan salah satu alat yang penting dalam proses suatu industri, khusunya untuk industri kimia, perminyakan dan pembangkit listrik. Korosi menjadi salah satu hal yang mengganggu dalam proses penyimpanan terlebih minyak mentah. Metode yang digunakan untuk mnegetahu laju korosi pada tangki ini yaitu wall thickness. Dari data kondisi operasi yang diambil pada bulan agustus 2018 bahwa T-03 tercatat bahwa Tangki T-03 menampung crude oil, untuk kondisi Tangki T-03 masih bagus ditandai dengan ketebalan shell 1-5 masih diatas batas minimum yang sudah ditentukan. Untuk shell 1 Tact sebesar 18,69 mm dengan Tmin sebesar 13,589 mm dengan laju korosi sebesar 1,47 mm/tahun. Untuk shell 2 Tact sebesar 14,16 mm dengan Tmin sebesar 9,906 mm dengan laju korosi sebesar 0,01 mm/tahun. Untuk shell 3 Tact sebesar 9,25 mm dengan Tmin sebesar 7,306 mm dengan laju korosi sebesar 0,04 mm/tahun. Untuk shell 4 Tact sebesar 7,49 mm dengan Tmin sebesar 4,547 mm dengan laju korosi sebesar 0,05 mm/tahun. Untuk shell 5 Tact sebesar 7,00 mm dengan Tmin sebesar 2,507 mm dengan laju korosi sebesar 0,08 mm/tahun. Dapat disimpulkan kondisi Tangki T-03 masih dalam kondisi baik. Kata Kunci: Bejana tekan, tangki, minyak mentah, laju korosi, wall thickness
PENENTUAN YIELD KONVERSI REAKSI ASAM STEARAT DAN ASAM LAURAT TERHADAP POLYETHYLENE GLYCOL 400 MENGGUNAKAN VOLUMETRI DAN KROMATOGRAFI UNTUK APLIKASI SURFAKTAN EOR Ibrahim, Puji Astuti; Wati, Desi Sagita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.583 KB)

Abstract

Pertumbuhan industri minyak yang tinggi meningkatkan kebutuhan bahan bakarfosil. Surfaktan adalah senyawa yang dapat menurunkan tegangan antarmukaantara dua fasa cairan yang berbeda kepolarannya seperti minyak dan air atau airdan minyak. Tujuan dari percobaan ini menentukan yield konversi reaksi asamstearat dan asam laurat yang berasio terhadap polyethylene glycol 400. Metodeyang digunakan yaitu metode volumetri dan kromatografi lapis tipis. Dari hasilpenelitian diperoleh hasil optimum PEG 400 stearat 1,5:1 pada bilangan asamyaitu 7,295805, bilangan ester yaitu 197,51688, bilangan penyabunan yaitu170,08398, yield konversi yaitu 96,74 %. Nilai tegangan permukaan IFT yaitu0,00031399 dyne/cm. Dengan demikian polyethylene glycol 400 stearat 1,5:1memenuhi kriteria surfaktan EOR.Kata kunci: Asam Laurat, Asam Stearat, Intefacial Tension (IFT), PEG 400,Surfaktan
ANALISA SIFAT PENGUAPAN DAN SIFAT PEMBAKARAN PADA MINYAK SOLAR Prihandini, Ghusrina; Pratama, Dhewangga; Ibrahim, Puji Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada karakteristik dan spesifikasi standar dengan pengujian minyak solar terhadap sifat penguapan (uji distilasi dan uji flash point) dan sifat pembakaran (uji cetane number) untuk memperoleh emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Minyak solar merupakan bahan bakar untuk mesin diesel yang terdiri dari beberapa campuran senyawa hydrocarbon C15 sampai C20 yang dapat terbakar spontan di suhu 350?C. Metode yang digunakan antara lain ASTM D-86 untuk uji distilasi, ASTM D-4052 untuk uji densitas, ASTM D-93 uji Flash Point, ASTM D 4249 untuk analis Sulfur. Digunakan sepuluh sampel yang berbeda untuk mengetahui persen komposis yang pas. Proses distilasi digunakan untuk mengetahui sifat volatilitasnya berdasarkan kurva distilasinya. Dari hasil pengujian dan pembahasan mengenai flash point, distilasi, dan cetane number diperoleh nilai optimum sebesar 68?C, 347?C pada 90% volume penguapan, dan 51,5 secara berturut-turut yang terdapat pada sampel 1. Dari penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa pengujian flash point, distilasi, dan cetane number mendapat hasil maksimum.
OPTIMALISASI SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN METODE ANODA KORBAN PADA PIPA 8 INCH, BOOSTER CEMARA–TERMINAL BALONGAN PT X Ibrahim, Puji Astuti; Rahman, Aditya; Dhamayanthie, Indah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.405 KB)

Abstract

Masalah korosi pada pipa di kilang minyak sangat bervariasi tergantung padajenis minyak mentah yang di proses, atau karena kondisi lingkungan. Salah suatucara untuk mencegah agar pipa tidak terjadi korosi yaitu dengan sistem proteksikatodik untuk mengendalikan korosi pada permukaan logam dengan menjadikanpermukaan logam sebagai katode dari sel elektrokimia. Dari data pengamatanpanjang pipa adalah 28.000 m dan diameter pipa 8 inch dengan anoda yangdipakai adalah anoda magnesium 32 lbs. Hasil dari perhitungan untuk proteksikatodik adalah luas permukaan pipa sebesar 19261,074 m2, total kebutuhan arusproteksi 10,593 A, tahanan anoda yang dipasang horizontal 0,882 ohm, keluaranarus anoda per batang 0,567 A, total kebutuhan anoda 122 batang dengan umuranoda 26,349 tahun. Dari hasil evaluasi menunjukan bahwa pipa keseluruhan yangterproteksi dalam kondisi baik.Kata Kunci : Anoda, Korosi, Permukaan logam, Pipa, Proteksi Katodik.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Ibrahim, Puji Astuti; Dhamayanthie, Indah; Indrawijaya, Rifana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.784 KB)

Abstract

Penemuan metode pembuatan biodiesel dari bahan alami memang sangat menggembirakan, terlebih untuk Indonesia yang dikenal memiliki jumlah konsumen bahan bakar yang relatif tinggi. Tapi di samping biodiesel yang dihasilkan dari bahan alami, penulis juga mendapati biodiesel yang didapat dari bahan limbah, minyak jelantah salah satunya. Minyak ini mengandung elemen yang bisa digunakan untuk pembentukan biodiesel, sehingga dapat diolah untuk pembuatan biodiesel. Adapun pembuatan biodiesel yang penulis lakukan adalah pembuatan yang berorientasi pada eksperimen. Penulis melakukan eksperimen sebanyak 5 kali dengan kuantitas komposisi yang berbeda-beda satu sama lain. Pada eksperimen kedua, penulis menggunakan kuantitas bahan terbanyak dan menghasilkan biodiesel dengan kuantitas terbanyak pula. Namun kebalikan daripada itu. Pada eksperimen keempat penulis menggunakan kuantitas bahan yang paling sedikit, yang kemudian berujuang pada jumlah biodiesel yang sedikit pula. Merujuk pada eksperimeneksperimen di atas, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kuantitas bahan yang digunakan, semakin tinggi pula hasil biodiesel yang akan didapat. Dan kebalikan daripada itu. Saat kuantitas bahan yang digunakan sedikit, maka semakin sedikit pula jumlah biodiesel yang akan didapat. Kata Kunci: Pembuatan Biodiesel, Minyak Jelantah
Studi Awal Pengaruh Pengeringan Serbuk Pelok (Biji) Mangga Cengkir Terhadap Tekstur Daging Ibrahim, Puji Astuti; Dhamayanthie, Indah; Rubianti, Yunida; Yohana, Feriyana
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Reguler Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan serbuk pelok mangga cengkir terhadap cita rasa, aroma dan tekstur daging. Penelitian ini menggunakan 1,2 kg daging sapi dibagi menjadi 6 potong bagian. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengubah pelok mangga cengkir menjadi serbuk dengan pengeringan selama 1 minggu kemudian marinasi daging sapi dengan serbuk dengan waktu variasi dimulai dari 1 jam 15 menit sampai 2 jam 30 menit, lalu daging sapi direbus secara bergantian dengan rentan waktu yang di tentukan yaitu 1 jam pada setiap sampel. Hasil terbaik dihasilkan pada proses marinasi selama 2 jam dengan waktu perebusan 1 jam dengan tekstur daging sapi menjadi lebih empuk, aroma terasa wangi dan warna menjadi coklat merata. Penambahan serbuk mangga cengkir terbukti dapat melunakkan daging sapi.