Articles
Pengaruh Job Insecurity, Beban Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention Karyawan Milenial
Eva Gayatri;
Ani Muttaqiyathun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.563 KB)
Generasi Milenial dianggap berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang familiar dengan teknologi namun juga dikenal sebagai generasi yang selalu berusaha mencari peluang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh job insecurity, beban kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention karyawan milenial. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di kantor XX Yogyakarta. Jumlah karyawan seluruhnya adalah 65 orang sehingga digunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah melewati pengujian validitas dan reliabilitas. Kemudian pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, beban kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention. Hasil pengujian secara serentak menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap turnover intention.
Pengaruh Work-Life Balance dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Masa Pandemi Covid-19
Chyntia Noviarini Tri Suharno;
Ani Muttaqiyathun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.685 KB)
Pandemi Covid-19 telah memberi dampak pada berbagai sektor di hampir semua belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Hampir seluruh sektor terkena dampaknya termasuk sektor ekonomi. Kondisi lingkungan yang banyak berubah ini menyebabkan perubahan perilaku karyawan baik di rumah maupun di tempat kerja. Keharusan untuk bekerja di rumah pada area yang terbatas dalam jangka waktu yang tidak menentu, pasti akan mengganggu keseimbangan kehidupan kerja (Work-life balance). Saat ini hampir setiap orang mengalami dilema dalam menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada industri tekstil di Yogyakarta. Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan yang berjumlah 320 orang. Penentuan sampel dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 175 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria pertimbangan tertentu. Adapun kriteria dalam penelitian ini adalah berstatus pegawai tetap dengan pendidikan terakhir SMA. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini memberikan temuan bahwa Work-life balance berpengaruh positif signifikan dan stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan pada industri tekstil di Yogyakarta.
The Influence of Intellectual Intelligence, Emotional Intelligence and Spiritual Intelligence on Millenial Generation’s Entrepreneurial Interest
Ani Muttaqiyathun;
Yogi Saputra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.756 KB)
The millennial generation, also known as generation Y, is a demographic group after generation X. Many researchers are still debating the exact year of their birth, but most estimate that this generation was born between 1980 and 2000. This generation is now an adult, and has even colored the world. especially in the business sector. Experts believe they have great potential to turn the wheels of the world economy in the near future. This generation has the most control over technology and has the most potential to take the momentum of change in the post-covid-19 era. It was this generation's high interest in pursuing the business world that prompted this research. So this study aims to analyze the role of intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence on the interest in entrepreneurship for the millennial generation. The object of research is focused on students in the city of Yogyakarta who are still actively studying. The sample is determined at least 15% of the population. Data was collected by means of a questionnaire via googleform. Data analysis used multiple linear regression. The results of the analysis of this study indicate that intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence have a positive and significant effect either partially or simultaneously on the millennial generation's entrepreneurial interest.
The Role of Transformational Leadership and Adversity Quotient for Millennial Employees Organizational Citizenship Behavior
Melisa Fitriani;
Ani Muttaqiyathun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku pegawai yang menyimpang dari ketentuan, namun menguntungkan bagi organisasi. Organisasi saat ini secara umum sudah diwarnai oleh generasi milenial sebagai penggeraknya. Mereka memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, diantaranya dalam hal kreatifitas dan familiaritasnya dengan teknologi informasi. Guna mengoptimalkan organizational citizenship behavior ini, pemimpin dan pegawainya harus lebih fokus dalam meningkatkan adversity quotient, terutama dalam hal daya tahan (endurance). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepemimpinan transformasional dan Adversity Quotient terhadap Organizational Citizenship Behaviorpegawai milenial. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada salahsatu BUMN di Jakarta. Sampel yang digunakan adalah sebagian dari pegawai yang ada di BUMN tersebut yang berjumlah 100 responden. Teknik sampling ditentukan dengan judgment sampling. Uji validitas instrumen menggunakan Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan Adversity Quotientberpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior baik secara parsial maupun secara simultan.
Pengaruh Job Insecurity, Beban Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention Karyawan Milenial
Gayatri, Eva;
Muttaqiyathun, Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Generasi Milenial dianggap berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang familiar dengan teknologi namun juga dikenal sebagai generasi yang selalu berusaha mencari peluang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh job insecurity, beban kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention karyawan milenial. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di kantor XX Yogyakarta. Jumlah karyawan seluruhnya adalah 65 orang sehingga digunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah melewati pengujian validitas dan reliabilitas. Kemudian pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, beban kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention. Hasil pengujian secara serentak menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap turnover intention.
Pengaruh Work-Life Balance dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Masa Pandemi Covid-19
Suharno, Chyntia Noviarini Tri;
Muttaqiyathun, Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi Covid-19 telah memberi dampak pada berbagai sektor di hampir semua belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Hampir seluruh sektor terkena dampaknya termasuk sektor ekonomi. Kondisi lingkungan yang banyak berubah ini menyebabkan perubahan perilaku karyawan baik di rumah maupun di tempat kerja. Keharusan untuk bekerja di rumah pada area yang terbatas dalam jangka waktu yang tidak menentu, pasti akan mengganggu keseimbangan kehidupan kerja (Work-life balance). Saat ini hampir setiap orang mengalami dilema dalam menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada industri tekstil di Yogyakarta. Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan yang berjumlah 320 orang. Penentuan sampel dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 175 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria pertimbangan tertentu. Adapun kriteria dalam penelitian ini adalah berstatus pegawai tetap dengan pendidikan terakhir SMA. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini memberikan temuan bahwa Work-life balance berpengaruh positif signifikan dan stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan pada industri tekstil di Yogyakarta.
The Influence of Intellectual Intelligence, Emotional Intelligence and Spiritual Intelligence on Millenial Generation’s Entrepreneurial Interest
Muttaqiyathun, Ani;
Saputra, Yogi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The millennial generation, also known as generation Y, is a demographic group after generation X. Many researchers are still debating the exact year of their birth, but most estimate that this generation was born between 1980 and 2000. This generation is now an adult, and has even colored the world. especially in the business sector. Experts believe they have great potential to turn the wheels of the world economy in the near future. This generation has the most control over technology and has the most potential to take the momentum of change in the post-covid-19 era. It was this generation's high interest in pursuing the business world that prompted this research. So this study aims to analyze the role of intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence on the interest in entrepreneurship for the millennial generation. The object of research is focused on students in the city of Yogyakarta who are still actively studying. The sample is determined at least 15% of the population. Data was collected by means of a questionnaire via googleform. Data analysis used multiple linear regression. The results of the analysis of this study indicate that intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence have a positive and significant effect either partially or simultaneously on the millennial generation's entrepreneurial interest.
The Role of Transformational Leadership and Adversity Quotient for Millennial Employees Organizational Citizenship Behavior
Fitriani, Melisa;
Muttaqiyathun, Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku pegawai yang menyimpang dari ketentuan, namun menguntungkan bagi organisasi. Organisasi saat ini secara umum sudah diwarnai oleh generasi milenial sebagai penggeraknya. Mereka memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, diantaranya dalam hal kreatifitas dan familiaritasnya dengan teknologi informasi. Guna mengoptimalkan organizational citizenship behavior ini, pemimpin dan pegawainya harus lebih fokus dalam meningkatkan adversity quotient, terutama dalam hal daya tahan (endurance). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepemimpinan transformasional dan Adversity Quotient terhadap Organizational Citizenship Behaviorpegawai milenial. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada salahsatu BUMN di Jakarta. Sampel yang digunakan adalah sebagian dari pegawai yang ada di BUMN tersebut yang berjumlah 100 responden. Teknik sampling ditentukan dengan judgment sampling. Uji validitas instrumen menggunakan Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan Adversity Quotientberpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior baik secara parsial maupun secara simultan.