Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Effect of Stunting on Children's Cognitive Development : Systematic Review Nova Linda Rambe; Eva Nirwana Hutabarat; Rizki Hafifah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 2 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i2.14807

Abstract

The term stunting refers to an intellectual disorder characterized by mental abilities that reflect past nutritional status and a decline in development in children caused by chronic malnutrition. This can lead to stunted growth in children. Which can have a negative impact on the physical and mental development of children and subsequent learning abilities. Stunting is caused by various interacting factors, including poor sanitation and various other factors related to health, but the main cause is inadequate diet (total calories and essential nutrients), especially in the first 1,000 days. Malnutrition is an important determinant of maternal and child health, with significant negative effects on children's brain and cognitive development. This criterion uses original articles published in English and Indonesian. Articles published within the last 10 years. The review method uses a systematic review using PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-analysis) with Systematic Review obtained from the Pubmed database, Scient direct, Wiley. This study went through four stages, namely identification, screening, feasibility and results received. This is so that the problem of stunting in children's cognitive development can be solved.Keywords: Child, Development cognitive, Stunting
THE EFFECT OF FINGER GRIP THERAPY ON BLOOD PRESSURE CHANGES IN HYPERTENSION PATIENTS AT IMELDA HOSPITAL INDONESIA WORKERS (IPI) MEDAN Nova Linda Rambe; Rahmawani Fauza Fauza; Eva Nirwana Hutabarat; Eswinel Hasibuan
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 7 No 1 (2023): VOLUME 7 ISSUE 1 APRIL 2023
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2023/Vol7/Iss1/442

Abstract

Hypertension is an increase in high blood pressure above normal. Finger grip relaxation is a simple relaxation technique with the touch of a hand which involves breathing to balance the energy in the body, so as to be able to control emotions which will make the body relax. This study aims to determine the effect of finger grip therapy on changes in blood pressure in hypertensive patients at the Indonesian Workers' Imelda Hospital This study uses quantitative research methods with Quasy experimental design with the Pre Test-Post Test One Group approach. The number of respondents in this study were 30 respondents who were taken by accidental sampling. The instrument used is an observation sheet to find out how blood pressure changes before and after being given therapy. The intervention was in the form of an independent act of holding fingers for 3-5 minutes. The research tool used was a sphygnomanometer to measure blood pressure. The results of the analysis with the Wilcoxom test obtained a p-value of 0.000 (p <0.05) on systolic and diastolic blood pressure, so that there was an effect of finger grip therapy on blood pressure in hypertension sufferers at the Indonesian Workers' Imelda Hospital (IPI) Medan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 12 – 24 BULAN Nova Linda Rambe; Elvalini Warnelis Sinaga
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.048 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v1i1.651

Abstract

Keterlambatan perkembangan merupakan masalah yang sering dijumpai di masyarakat, tetapi terkadang kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Banyak orang tua yang menunda penanganan keterlambatan perkembangan mengakibatkan prognosis yang kurang baik. Kendala yang ditemui di lapangan adalah kurangnya pelaksanaan deteksi dini dan stimulasi perkembangan perkembangan anak dikarenakan ibu sibuk bekerja, sudah jarang atau tidak pernah datang ke posyandu sebab anak telah diberikan imunisasi wajib sehingga tidak perlu ke posyandu. Stimulasi/rangsangan perkembangan penting dilakukan oleh orang tua agar anak memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya. Metode yang digunakan deskriptif observasional dengan 34 partisipan yang tinggal di Desa Paku Kecamatan Galang. Pemilihan sampel berdasarkan purposive sample. Sedangkan pengambilan data melalui evaluasi instrument pertanyaan yang dilaksanakan dengan pre dan post tentang perkembangan anak serta daftar ceklist keterampilan. Tim pengabdian masyarakat memberikan materi perkembangan anak secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Dari hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan partisipan tentang pemantauan perkembangan anak yang semula nilai rata-rata 39,34 menjadi 78,42. Begitu juga dengan keterampilan partisipan dalam memantau perkembangan anak mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang semula nilai rata-rata 33,00 menjadi 76,64. Pengetahuan merupakan domain penting dan faktor awal seseorang untuk berperilaku. Pengetahuan membentuk keyakinan peserta sehingga dapat terampil melakukan pemantauan perkembangan anak.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Elvalini Warnelis Sinaga; Nova Linda Rambe
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.235 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v1i1.653

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Selain itu ASI juga muda dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan kecerdasan bayi/anak. Setiap bayi baru lahir berhak mendapatkan air susu ibunya, karena dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dalam satu jam pertama kehidupannya, maka bayi akan mendapat sumber gizi terbaik dan dapat menyelamatkan jiwa bayi pada bulan-bulan pertama yang rawan. Namun hasil survey menunjukan banyak ibu-ibu yang enggan untuk memberikan ASI kepada bayinya, padahal ASI itu sendiri adalah gizi terbaik untuk bayi. Metode yang digunakan deskriptif observasional dengan 28 partisipan yang datang berkunjung ke Klinik Manda. Pemilihan sampel berdasarkan purposive sample. Sedangkan pengambilan data melalui evaluasi instrument pertanyaan yang dilaksanakan dengan daftar check list tentang pemberian ASI Eksklusif. Tim pengabdian masyarakat memberikan materi tentang pentingnya ASI Ekslusif secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Dari hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan partisipan tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang semula nilai rata-rata 47,5 menjadi 84,2. Pengetahuan merupakan domain penting dan faktor awal seseorang untuk berperilaku. Pengetahuan membentuk keyakinan peserta sehingga mau memberikan ASI Eksklusif pada bayi nya.
PENYULUHAN KPSP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN BALITA Nova Linda Rambe; Wellina BR. Sebayang; Khairun Nisa
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.41 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i1.1118

Abstract

World Health Organizations mengungkapkan bahwa sekitar 43% atau 250 juta anak-anak di negara berpenghasilan rendah mengalami permasalahan dalam tumbuh kembang anak. Diperkirakan sekitar 5-10% anak mengalami penyimpangan perkembangan, namun untuk penyebab utama tidak dapat di ketahui secara pasti. Untuk Indonesia sendiri terdapat 10% atau sekitar 23,7 juta jumlah akan anak balita. Dari jumlah tersabut dapat di perkirakan sekitar 1-3% balita di Indonesia mengalami masalah tumbuh kembang. Adapun rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Exsperimental yaitu Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design.Desain yang memberikan pretest sebelum dikenakan perlakuan, serta posttest sesudah dikenakan perlakuan pada masing-masing kelompok. Penelitian ini menggunakan 40 ibu yang memiliki balita. Tujuan dari penelitian ini agar ibu dapat mendeteksi dini masalah penyimpangan perkembangan pada balita. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, serta jumlah anak yang di peroleh hasil 83,4% yang mengikuti penyuluhan adalah ibu dengan usia 20-35 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu sebesar 63,8% , berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan 66,6 % memiliki ≥ 2 orang anak. Tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan balita hanya 39% ibu yang memilki dasar pemahaman, kemudian setelah di berikan penyuluhan mengalami peningkatan sebesar 83 %. Kesimpulan Penyuluhan KPSP untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perkembangan balita, memang harus di berikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita apalagi untuk ibu muda.
PENYULUHAN TENTANG DAMPAK KEHAMILAN REMAJA TERHADAP KESEHATAN DI SMK IMELDA MEDAN Wellina BR Sebayang; Nova Linda Rambe; Sukma Aden Nurintan Harahap
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.969 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i1.1138

Abstract

Kehamilan Remaja memiliki risiko komplikasi mengalami kegawatan dalam persalinan, baik maternal maupun neonatal. Organ reproduksi yang masih dalam masa perkembangan belum matang sempurna dan harus memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu factor penyebab risiko kehamilan remaja. Tujuan Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat disini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan remaja terkait risiko dan dampak kehamilan pada usia dini. Jenis metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan, jumlah responden 30 orang, kegiatan penyuluhan pada September 2022. Penyampaian informasi dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Gambaran pengetahuan responden dapat dilihat setelah melakukan tanya jawab dengan remaja sebelum diadakan penyuluhan kesehatan dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan. Peningkatan pengetahuan responden diketahui dengan melakukan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan. Berdasarkan hasil tanya jawab pretest penyuluhan didapatkan bahwa hanya 6 peserta (20,0 %) peserta dengan pengetahuan kategori baik. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta kategori baik menjadi 83,3 %. Capaian hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu laporan jurnal publikasi dengan judul : “ Penyuluhan tentang Dampak Kehamilan Remaja terhadap Kesehatan di SMK Imelda Medan”.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Tanggap Bencana di SMK Swasta Imelda Medan Nova Linda Rambe; Wellina BR. Sebayang; Martalena Br S. Kembaren; Elvalini Warnelis Sinaga; Debora Lestari Simamora; Dhani Syahputra Bukit; Riska Susanti Pasaribu; Lidya Natalia Br Sinuhaji; Arifa Masyitah Panjaitan; Fadilah Aini; Khairun Nisa; Etti Sudaryati
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.551

Abstract

Indonesia secara geografis terletak dirangkaian lempeng tektonik, sehingga menjadikan Indonesia menjadi negara yang rawan akan bencana alam. 75% sekolah di indonesia berada pada daerah atau lokasi yang rawan akan bencana alam, bahkan disetiap tahunnya faktor fisik lingkungan sekolah mengalami kerusakan diakibatkan oleh bencana alam, tentu saja bencana tersebut dapat menghambat proses pendidikan anak di sekolah. Komunitas sekolah mempunyai peran penting yang sangat besar sebagai sumber pengetahuan untuk anak. Fokus permasalahan pada pengabdian ini adalah mengacu pada penanggulangan bencana di sekolah dengan memenuhi acuan seperti fasilitas, manajemen bencana, serta pemberian pendidikan pencengahan risiko bencana yang ada pada SMK Swasta Imelda Medan. Responden penyuluhan berjumlah 35 siswa di SMK Swasta Imelda Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode kuantitatif dengan simple random sampling. Tujuan dari pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa akan kesedian peralatan dan perlengkapan serta pendidikan dalam penanganan bencana disekolah di SMK Swasta Imelda Medan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa penanganan penanggualangan pencegahan akan bencana di sekolah si SMK Swasta Imelda Medan dari segi fasilitas sudah ada namun belum lengkap, manajeman bencana disekolah masih belum terdapat tim petugas siap siaga bencana, dan pendidikan pengetahuan kepada siswa dalam pencengahan dan pengurangan risiko bencana disekolah masih belum terintegrasi sesuai dengan kurikulum. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan partisipan tentang penanggulangan bencana di Sekolah yang semula nilai rata-rata 40,32 menjadi 71,68. Kesimpulan sarana parasarana siaga bencana masih perlu dilengkapi dan dipelihara secara rutin, untuk hal tersebut pihak-pihak komite sekolah dan warga sekolah serta bagain-bagian yang terlibat menjadi tolak ukur acuan akan terpenuhinya sarana dan prasarana dalam penenggulangan bencana disekolah.
STUDY OF BEHAVIOR AND ABOUT FOOD POSTPARTUM MOTHER OF THE BANJAR TRIBE IN PALUH KURAU VILLAGE Nova Linda Rambe; Ida Yustina; Nurmaini Nurmaini; Kintoko Rochadi; Fikarwin Zuska
International Journal of Midwifery Research Vol. 2 No. 3 (2023): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian people cannot be separated from behavior and habits based on culture or customs that are believed to provide positive benefits and impacts. The Banjar tribe is an indigenous people who inhabit most of South Kalimantan. This tribe has spread, one of which is in Paluh Kurau Village, Hamparan Perak District. Nifas mothers in the Banjar tribe also know the taboos passed down from their ancestors. The strong taboo associated with the postpartum period causes the Banjar tribe to always be associated with local traditions. This research was a qualitative research with an ethnographic approach. The research was conducted in Paluh Kurau Village, Hamparan Perak District. Respondents in this study were postpartum mothers who carried out the Banjar tribal tradition which was taken by purposive sampling. Data collection techniques were carried out by interviews and FGD (Focus Group Discussion). Total informants in this study were 11 people. The results of the study revealed that the behavior of postpartum mothers of the Banjar tribe in Paluh Kurau Village was grouped into 3 categories of receiving treatment, namely from village shamans, customs and from health workers. While the taboos of postpartum mothers are grouped into 3 categories, namely behavioral and dietary restrictions.
PENYULUHAN KESEHATAN PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERJUN Rambe, Nova Linda; BR. Sebayang, Wellina; Irsani, Nami
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.488 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v1i2.740

Abstract

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2014, angka kematian balita masih mencapai 40/1.000 kelahiran hidup (KH),angka kematian bayi 32/1.000 kelahiran hidup (KH) dan angka kematian neonatal 19/1.000 kelahiran hidup (KH). Sensus penduduk 2010 yang dilakukan di Sumatera Utara didapatkan bahwa angka kematian bayi di Sumatera Utara sebesar 25 per 1000 kelahiran hidup. Dibandingkan dengan periode sebelumnya angka kematian bayi ini mengalami kecenderungan penurunan. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi penurunan angka kematian bayi yaitu imunisasi. Imunisasi dasar pada balita melindungi balita tehadap beberapa penyakit yang dapat dicegah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pelaksanaan Penyuluhan Imunisasi Dasar dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Terjun pada bulan November 2021. Pelaksanaan penyuluhan imunisasi dasar lengkap di Posyandu Terjun berjalan dengan lancar. Penyuluhan diikuti oleh 27 peserta ibu balita, 2 kader, bidan desa dan mahasiswa. Peserta antusias saat mengikuti penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya saat sesi tanya jawab. Dari hasil pemberian kuesioner sebagai bahan evaluasi pengetahuan ibu balita tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap di peroleh hasil sebelum pemberian penyuluhan rata-rata tingkat pengetahuan ibu balita sebesar 48,39 persen dan setelah diberikan penyuluhan mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu dengan rata-rata 79,42 persen. Setelah diadakan penyuluhan tentang imunisasi dasar lengkap diharapkan peserta yang mengikuti benar-benar mengerti dan menyebarluaskan informasi yang diterima kepada warga lain.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PULO BRAYAN DARAT MEDAN TAHUN 2022 BR Sebayang, Wellina; Rambe, Nova Linda; Ndruru, Ernawati
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.324 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v1i2.931

Abstract

Salah satu penyebab masih tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah karena terlambat mendapatkan pertolongan pada kasus kegawatdaruratan maternal. Keterlambatan tersebut sebagian besar terjadi akibat dari pengetahuan ibu yang masih kurang tentang tanda bahaya yang kerap terjadi pada masa kehamilan dan persalinan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai tanda bahaya pada kehamilan. Penyuluhan akan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukannya tanya jawab dengan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan tentang tanda – tanda bahaya pada kehamilan. Peningkatan pengetahuan responden diketahui dengan melakukan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan. Berdasarkan hasil tanya jawab pretest penyuluhan didapatkan bahwa hanya 5 peserta (25%) peserta dengan pengetahuan kategori baik. Setelah dilakukan penyuluhan terjadoi peningkatan pengetahuan peserta kategori baik menjadi 90 %. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telah dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat berjudul : “ Penyuluhan kesehatan tentang tanda – tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Pulo Brayan Darat Medan”.