Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Intervensi Penggunaan Telemedicine Dalam Pelayanan Antenatal Care: Systematic Review Hotmauli BR. Sitanggang
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.969

Abstract

Telemedicine saat ini telah menjadi salah satu model alternatif yang digunakan untuk menghapus kesenjangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan. Dengan perkembangan pesat penggunaan teknologi informasi, Telemedicine menawarkan kemungkinan dan kenyamanan yang lebih besar dalam menyediakan layanan kesehatan melalui aplikasi internet dan smartphone. Intervensi penggunaan Telemedicine telah banyak digunakan dalam mendukung keberhasilan pemberian pelayanan Antenatal Care. Systematic Review ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi penggunaan Telemedicine dalam pelayanan Antenatal Care. Review ini menggunakan metode yang sesuai dengan pedoman PRISMA. Fokus review ditentukan dengan kata kunci, kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian dengan database yang relevan, proses seleksi artikel dideskripsikan dalam PRISMA Flowchart, Critical Appraisal menggunakan CEBM, melakukan ekstraksi data dan menyajikan hasil. Dari 879 artikel yang ditemukan, setelah dilakukan remove duplikat dan seleksi artikel maka terdapat 25 artikel yang digunakan dalam review ini yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Tiga tema ditemukan dalam studi ini, yaitu: Monitoring kehamilan resiko tinggi, Promosi kesehatan dan Pendidikan Antenatal, Konsultasi Prenatal. Intervensi penggunaan Telemedicine banyak dimanfaatkan di Fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung pelayanan Antenatal Care yang digunakan dalam melakukan monitoring kehamilan- kehamilan yang dianggap beresiko tinggi, memanfaatkan Telemedicine dalam melakukan promosi kesehatan serta memberikan pendidikan antenatal secara online dan banyak juga digunakan dalam memberikan konsultasi prenatal bagi wanita hamil yang membutuhkan konseling prenatal.
PENINGKATAN WAWASAN IBU HAMIL TERHADAP BAHAYA ANEMIA PADA KEHAMILAN Elvalini Warnelis Sinaga; Debora Lestari Simamora; Hotmauli BR. Sitanggang
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.145 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i1.1110

Abstract

Anemia merupakan keadaan dimana tubuh merasa kekurangan sel-sel darah merah serta hemoglobin, yang mengakibatkan sirkulasi darah merah didalam tubuh menjadi berjalan secara tidak normal sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. Kehamilan yang mengalami anemia adalah suatu keadaan umum yang menggambarkan bentuk keberhasilan penghasilan atau ekonomi masyarakat dan memiliki pengaruh yang sangat tinggi untuk sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan disebut “Things That Can Endanger the Condition of the Mothers and Childs, (Hal yang dapat membahayakan keadaan ibu dan anak) di kesehatan untuk waktu terdepan. Ibu hamil yang memiliki anemia dapat mengakibatkan bahaya pada janin/ bayi salah satunya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan dapat mengalami perdarahan diwaktu sebelum bersalin maupun saat persalinan berlangsung, dan bisa mengakibatkan kematian pada ibu dan kematian pada bayi, jika ibu memiliki anemia berat .Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya anemia pada kehamilan. Penyuluhan akan dilakukan dengan metode tanya jawab dan metode ceramah. Tingkat pendidikan ibu bisa dilihat dengan dilakukannya tanya jawab dengan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan tentang bahaya anemia pada ibu hamil. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden diketahui dengan melakukan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan tentang bahaya anemia. Berdasarkan hasil tanya jawab pretest penyuluhan didapatkan bahwa 7 peserta (29,1%) mengerti tentang bahaya anemia bagi kehamilan, sedangkan pada hasil evaluasi pasca penyuluhan didapatkan 22 peserta (91,6%) mengerti tentang bahaya anemia bagi kehamilan. Hasil untuk aktifitas pengabdian terhadap masyarakat merupakan laporan yang sudah diterbitkan di jurnal dan di laksanakan untuk peningkatan wawasan ibu hamil di Desa Paku Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang.
Hubungan Dukungan Emosional Bidan terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida dalam Proses Kala I di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023 Risa Tantry Gultom; Yohana Simbolon; Hotmauli Sitanggang
Jurnal Anestesi Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v2i1.731

Abstract

Introduction: Primigravida pregnant women are women who are pregnant for the first time. This first pregnancy causes discomfort during pregnancy that the pregnant mother can feel. Objective: to determine the relationship between midwives' emotional support and the level of anxiety of primigravida mothers in the 1st stage of the process at Imelda Hospital in Medan. Materials and Methods: This research uses quantitative methods with bivariate test analysis and discrete statistics. Results: This study aims to determine the relationship between midwives' emotional support and the level of anxiety of primigravida mothers during the 1st stage. The total research sample was 40 respondents. The results of the analysis of the relationship between midwives' emotional support and the level of anxiety of primigravida mothers. 23 people (23%) did not receive support from midwives. The majority of the anxiety levels faced by pregnant women during the first stage of the process were moderately anxious, 22 people (55%). Conclusion: The characteristics of pregnant women respondents at RSU IPI showed that 28 people aged 21-30 years (70%) had high school education (28 people) (70%) did not receive support from a midwife as many as 23 people (23%) The level of anxiety faced by pregnant women During the first stage of the process, the majority had moderate anxiety, 22 people (55%). Emotional support and the level of anxiety showed that the majority who did not receive support experienced severe anxiety, namely 15 people. Those who received support only experienced moderate anxiety, 14 people.
Dynamics Of Stigma and Self-Acceptance In Postpar-Tum Mothers With Human Immunodeficiency Virus Lestari, Susi; Utami, Arum Surya; Sitanggang, Hotmauli BR.
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3188

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, bukan hanya karena ancaman medisnya tetapi juga karena stigma sosial yang melekat padanya. Ibu pascapersalinan dengan HIV menghadapi tantangan unik, termasuk diskriminasi sosial, stres psikologis, dan kesulitan dalam penerimaan diri. Stigma sering kali menyebabkan isolasi, kecemasan, dan depresi, yang selanjutnya meningkatkan pemulihan dan kemampuan mereka untuk merawat bayi baru lahir mereka.few3 . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk stigma yang dialami ibu pascapersalinan dengan HIV, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri, mendeskripsikan dampak stigma terhadap kondisi psikososial, dan mengeksplorasi strategi yang digunakan untuk menghadapi stigma dan membangun penerimaan diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan di Puskesmas Sentani, Kabupaten Jayapura, dari bulan April sampai dengan Juni 2024. Lima ibu pascapersalinan dengan HIV dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa ibu pascapersalinan dengan HIV mengalami berbagai bentuk stigma, termasuk pengucilan sosial, rasa malu internal, dan diskriminasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri meliputi reaksi emosional, dukungan sosial, spiritualitas, dan pendidikan tentang HIV. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Stigma berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikososial ibu pascapersalinan dengan HIV. Dukungan sosial, praktik spiritual, dan pendidikan penting dalam membangun penerimaan diri. Rekomendasi meliputi peningkatan pendidikan kesehatan, pelatihan komunikasi empati bagi petugas kesehatan, dan promosi jaringan dukungan sosial.
The Negative Impact of Teen Pregnancy: Scoping Review BR. Sitanggang, Hotmauli; Gultom, Risatantry; Simamora, Debora Lestari; Rambe, Nova Linda
COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy Vol. 1 No. 02 (2024): COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy
Publisher : CV. Devitara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent pregnancy has now become a widespread problem that occurs in various countries, both in developing and developed countries. Adolescent pregnancy can have a negative impact on the health of the teenager itself and is one of the causes of the high maternal mortality rate. This study aims to find out the literature related to the negative impact of teenage pregnancy. The review uses methods that are compliant with the PRISMA Sc-R Guidelines, the focus of the review is determined by keywords, inclusion and exclusion criteria, the search for articles uses relevant databases, and the selection process is described in the PRISMA flowchart. Of the 450 articles selected according to the inclusion and exclusion criteria, 10 articles were reviewed in this study, five themes were found, namely: Anemia in pregnancy, Premature birth and BBLR, Preeclampsia/eclampsia, Psychological disorders and neonatal maternal death. Adolescent pregnancy has a significant negative impact on maternal health and causes death for both mother and baby.
Factors Associated With Preeclampsia: A Systematic Review Hotmauli BR. Sitanggang; Asroh Yuliana; Wellina BR. Sebayang
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia remains a significant public health threat in developed and developing countries, contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality globally. The prevalence of preeclampsia in developed countries is 1.3% - 6%, while in other developing countries it is 1.8% - 18%. Preeclampsia is a pregnancy complication characterized by an increase in blood pressure (hypertension) that usually appears after 20 weeks of gestation, accompanied by damage to organs such as the kidneys, which can be seen from the presence of protein in the urine (proteinuria). The goal is to find out what are the factors that cause preeclampsia in mothers. This study uses the Systematic Review method in accordance with the PRISMA Guidelines. The focus of the review is determined by keywords, inclusion and exclusion criteria, article search strategies with relevant databases (PubMed, Scince Direct, and Wiley), the article selection process is described in the PRISMA flowchart, Critical Appraisal using CEBM, then data extraction, and presenting the results. There are 106 articles that are removed duplicates which are then selected from titles, abstra to full text. Finally, 11 selected articles that met the inclusion criteria, Nine themes were found in this study, namely Demographic factors, Obstetric History, Health Conditions, Family Health History, ANC Visits, PAPP-P and  β hCG, P53 Gene Changes, Based on Sex, Nonproteinuric and Placenta Location. In this review, an article related to the factors that cause preeclampsia in mothers was obtained, so it is recommended that researchers conduct further research related to preeclampsia management based on the causative factors. This is so that the problem of preeclampsia in mothers can be solved.