Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dongeng Masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dalam Kajian Sastra Ekologis Andriyani, Noni; Alber, Alber
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 7 No. 2 (2019): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2019.vol7(2).3790

Abstract

This research was conducted base on two interests, the interests of protecting culture especially local wisdom and the interests of protecting the environment. The importance of preserving culture, especially local wisdom, is in the effort to document fairy tales in Telayap Village, Pelalawan District, Pelalawan Regency, Riau Province. Moreover, the importance of protecting the environment is also in the effort to examine the tales that will be obtained with ecological literary theory. The community of Telayap Village, Pelalawan District, Pelalawan Regency, Riau Province has not been well documented and is assumed to have a lot of environmental content. Therefore, this research was a form of manifestation of preserving local culture and preserving the environment at the same time. Fairy tales need good documentation so that they are not extinct or not recognized as belonging to other nations. Behind their simple form, fairy tales can actually teach many good things to shape one's character, including shaping environmental character. This ecological literary theory tries to answer the relationship of literature with its environment. Not many people have done research with this theory. Meanwhile, the discussion on the environment at this time is an important agenda to heighten the degradation of public awareness in protecting and preserving the environment. This also shows that this research has implications for character in education. The formulation of the problem in this study were: (1) What are the fables contained in the Telayap Kelurahan community, Pelalawan District, Pelalawan Regency, Riau? and (2) What is the ecological literature in the fairy tales of the Telayap Village, Pelalawan District, Pelalawan Regency, Riau? The theory used to study ecological literature is Garrard's theory (in Endraswara, 2016) regarding the six concepts of ecological literature which include (1) pollution; (2) wilderness; (3) disaster; (4) housing / residence; (5) animals; and (6) earth. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods. The research located in Telayap Village, Pelalawan District, Pelalawan Regency, Riau Province. Research data sources were informants selected based on qualitative research informant determination techniques. Data collection techniques included observation techniques, recording techniques, conversational skills, and collaboration techniques. Data analysis techniques are based on Miles and Huberman's interactive techniques. The results of this study indicated that the tales of the Telayap community contain the whole concept of ecological literature according to Garrard. The concept includes pollution, wilderness, disaster, housing/ shelter, animals, and the earth. The concept that often arises is the concept of housing/shelter, animals, and earth and the least is the concept of disaster.
Alih Wahana Cerita Rakyat Legenda Malin Kundang ke Film Animasi Piliang, Wilda Srihastuty Handayani; Andriyani, Noni
GERAM Vol. 12 No. 1 (2024): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2024.17075

Abstract

The digitization of folklore will have a lot of impact, either on folklore itself or even greater on the folklore culture from which it originates. Folktale are the most digitized folklore. Folktale are turned into animated films on social media. As a product of culture, folktale contain local wisdom and values. This is the urgency of this research, whether there are additions, reductions, or varied changes from folktale that are already in written form to the form of animated films on social media like YouTube. Then, how do these additions, reductions, or varied changes affect the existence of the folktale? The theories used are transformation and ecranization. This research is qualitative, with description methods and content analysis techniques. The research data sources are the folktale Legend of Malin Kundang in the book Collection of Indonesian Folk Stories published by Dua Media and the animated film "Legend of Malin Kundang" from the Riri Interactive Children's Stories YouTube channel. The results of the research show that there are reductions, additions, and varied changes from the folklore hipogram of the Malin Kundang legend to the animated film. Then, there was also an expansion, but there was no conversion from the hipogram to the animated film. This research is useful to add to the reference research on transfer of folklore vehicle which is still very minimal.
ASPEK SOSIAL DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA Sari, Muliani; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.133-145

Abstract

Sosiologi sastra adalah penelitian yang mengkaji hubungan karya sastra dengan manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah sosiologi sastra aspek interaksi sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (2) bagaimanakah sosiologi sastra aspek kelompok sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (3) bagaimanakah sosiologi sastra aspek masalah sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi dan mengumpulkan data tentang  sosiologi sastra dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma aspek sosial. Teori utama yang digunakan ialah Sikana (1986), Soekanto (2015), serta teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalausa, kalimat, paragraf dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, mencari  fakta dengan interpretasi yang valid dalam menganalisis data dengan baik. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik hermeneutik. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma pada data interaksi sosial terlihat dari para tokoh berinteraksi, adapun interaksi yang muncul ialah interaksi yang kurang baik yang tergambar dalam isi novel. Pada aspek kelompok sosial pengarang lebih banyak memperlihatkan gambaran perbuatan, perilaku kelompok sosial yang memiliki sebab-akibat yang dialami oleh tokoh Amara. Pada aspek masalah sosial dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma lebih banyak memperlihatkan permasalahan yang timbul akibat pergesaran antara adat istiadat/ kebudayaan dengan norma- norma agama yang berlaku di masyarakat.
KONFLIK TOKOH DAN PERWATAKAN DALAM NOVEL RAPIJALI 2 MENJADI KARYA DEE LESTARI Fitri, Iva Febbiyen; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.83-94

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi konflik yang ditemukan dalam karya sastra, khususnya novel timbul karena hadirnya tokoh yang memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan cerita kepada pembaca. Sebuah novel memiliki tokoh-tokoh dengan karakteristik dan perwatakan yang berbeda-beda. Masalah dalam penelitian ini ialah: 1) Bagaimanakah konflik eksternal dan konflik internal dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari? 2) Bagaimanakah cara penggambaran perwatakan tokoh dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari? Tujuan penelitian ini untuk menemukan konflik eksternal dan internal tokoh dalam Novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari dan Mengetahui cara penggambaran perwatakan dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan sesuatu yang di luar dirinya, mungkin dengan lingkungan alam mungkin lingkungan manusia. Dengan demikian, konflik eksternal dapat dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu konflik fisik dan konflik sosial (Nurgiyantoro, 2015:181), Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam hati, jiwa seorang tokoh (atau: tokoh-tokoh) cerita (Nurgiyantoro, 2015:181). Nurgiyantoro (2013:278-296) cara menggambarkan watak tokoh sebagai berikut: 1) Ekspositoris (Analitik) yaitu pelukisan tokoh cerita dilakukan dengan memberi deskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung. 2) Teknik dramatik, menggambarkan apa dan siapa tokoh itu secara tidak langsung tetapi melalui aktivitas yang dilakukan baik secara verba dan non verba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik hermeneutik dan dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat konflik tokoh dan perwatakan. Konflik tokoh yang terdapat dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari berupa konflik eksternal konflik internal serta cara pengarang menggambarkan perwatakan yang terdapat dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari terdapat secara analitik dan dramatik. 
DEKONSTRUKSI DALAM BUKU-BUKU CERITA RAKYAT INDONESIA Putri, Erlina Julia; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.95-109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dekonstruksi dalam cerita rakyat. Melalui kajian dekonstruksi ini, diharapkan adanya pemahaman tentang telaah karya sastra secara kritis dan menjadikan pemahaman luas untuk mencari makna dalam karya sastra yang sebenarnya. Masalah dalam penelitian ini ialah: Bagaimana dekonstruksi dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan dekonstruksi dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Sikana (2005), Norris (2020) serta teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa fonem, kata yang diambil dari buku-buku cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik hermeneutik dan dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dalam penelitiaan ini memiliki data yang paling dominan dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia yaitu dekonstruksi dalam konsep logosentrisme, dan yang paling sedikit adalah konsep grammatology, logosentrisme, difference, istilah teks, diseminasi.  Sedangkan fonosentrisme dan tulisan itu sendiri (arche writing) tidak ditemukan data.
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Mendeley Reference bagi Guru Sekolah Dasar Negeri Binaan Khusus Dumai Timur Andriyani, Noni; Erni, Erni; Fitriah, Laila
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i1.23776

Abstract

The teachers of SDN Binaan Khusus Dumai Timur still have minimal knowledge of scientific publications and the scientific publication citation system. In fact, most teachers have never known applications that can help write citations and bibliographies automatically. In fact, the ability to write citations, especially with the Mendeley Reference application, is often one of the provisions of current scientific publications and scientific publications are a requirement for submitting promotions to elementary school teachers in group IV/b. Meanwhile, the requirement for submitting a promotion under IV/b is that elementary school teachers must have scientific work. Thus, elementary school teachers in general, teachers at SDN Binaan Khusus Dumai Timur in particular, must have the ability to write citations and bibliographies properly and correctly. Therefore, it is necessary to carry out guidance and training related to writing good and correct citations and bibliographies for teachers of the SDN Binaan Khusus Dumai Timur. The Mendeley Reference application is considered the most commonly used for citation rules and bibliographies of scientific publications at this time, so this application was chosen to be taught to the teachers ofSDN Binaan Khusus Dumai Timur. PkM is carried out using the PAR (Participatory Action Research) method. The results of this PkM show that the small production of scientific writing and scientific publications by the partner groups is due to various reasons, and one of them is due to the unfamiliarity of the partner groups to new technologies in scientific writing and scientific publications. After receiving a tutorial on using the Mendeley Reference application, the partner group agreed that this application would greatly facilitate the writing of citation systems and bibliographies in scientific writing and scientific publications.
ASPEK SOSIAL DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA Sari, Muliani; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.133-145

Abstract

Sosiologi sastra adalah penelitian yang mengkaji hubungan karya sastra dengan manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah sosiologi sastra aspek interaksi sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (2) bagaimanakah sosiologi sastra aspek kelompok sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (3) bagaimanakah sosiologi sastra aspek masalah sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi dan mengumpulkan data tentang  sosiologi sastra dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma aspek sosial. Teori utama yang digunakan ialah Sikana (1986), Soekanto (2015), serta teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalausa, kalimat, paragraf dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, mencari  fakta dengan interpretasi yang valid dalam menganalisis data dengan baik. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik hermeneutik. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma pada data interaksi sosial terlihat dari para tokoh berinteraksi, adapun interaksi yang muncul ialah interaksi yang kurang baik yang tergambar dalam isi novel. Pada aspek kelompok sosial pengarang lebih banyak memperlihatkan gambaran perbuatan, perilaku kelompok sosial yang memiliki sebab-akibat yang dialami oleh tokoh Amara. Pada aspek masalah sosial dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma lebih banyak memperlihatkan permasalahan yang timbul akibat pergesaran antara adat istiadat/ kebudayaan dengan norma- norma agama yang berlaku di masyarakat.
KONFLIK TOKOH DAN PERWATAKAN DALAM NOVEL RAPIJALI 2 MENJADI KARYA DEE LESTARI Fitri, Iva Febbiyen; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.83-94

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi konflik yang ditemukan dalam karya sastra, khususnya novel timbul karena hadirnya tokoh yang memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan cerita kepada pembaca. Sebuah novel memiliki tokoh-tokoh dengan karakteristik dan perwatakan yang berbeda-beda. Masalah dalam penelitian ini ialah: 1) Bagaimanakah konflik eksternal dan konflik internal dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari? 2) Bagaimanakah cara penggambaran perwatakan tokoh dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari? Tujuan penelitian ini untuk menemukan konflik eksternal dan internal tokoh dalam Novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari dan Mengetahui cara penggambaran perwatakan dalam novel Rapijali 2 Menjadi karya Dee Lestari. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan sesuatu yang di luar dirinya, mungkin dengan lingkungan alam mungkin lingkungan manusia. Dengan demikian, konflik eksternal dapat dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu konflik fisik dan konflik sosial (Nurgiyantoro, 2015:181), Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam hati, jiwa seorang tokoh (atau: tokoh-tokoh) cerita (Nurgiyantoro, 2015:181). Nurgiyantoro (2013:278-296) cara menggambarkan watak tokoh sebagai berikut: 1) Ekspositoris (Analitik) yaitu pelukisan tokoh cerita dilakukan dengan memberi deskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung. 2) Teknik dramatik, menggambarkan apa dan siapa tokoh itu secara tidak langsung tetapi melalui aktivitas yang dilakukan baik secara verba dan non verba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik hermeneutik dan dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat konflik tokoh dan perwatakan. Konflik tokoh yang terdapat dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari berupa konflik eksternal konflik internal serta cara pengarang menggambarkan perwatakan yang terdapat dalam novel Rapijali 2 karya Dee Lestari terdapat secara analitik dan dramatik. 
DEKONSTRUKSI DALAM BUKU-BUKU CERITA RAKYAT INDONESIA Putri, Erlina Julia; Andriyani, Noni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.95-109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dekonstruksi dalam cerita rakyat. Melalui kajian dekonstruksi ini, diharapkan adanya pemahaman tentang telaah karya sastra secara kritis dan menjadikan pemahaman luas untuk mencari makna dalam karya sastra yang sebenarnya. Masalah dalam penelitian ini ialah: Bagaimana dekonstruksi dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan dekonstruksi dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Sikana (2005), Norris (2020) serta teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa fonem, kata yang diambil dari buku-buku cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik hermeneutik dan dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dalam penelitiaan ini memiliki data yang paling dominan dalam buku-buku cerita rakyat Indonesia yaitu dekonstruksi dalam konsep logosentrisme, dan yang paling sedikit adalah konsep grammatology, logosentrisme, difference, istilah teks, diseminasi.  Sedangkan fonosentrisme dan tulisan itu sendiri (arche writing) tidak ditemukan data.