Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Literatur Review: Resiliensi Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasca Pandemi Covid-19 Johanna, Petra; Tarigan, Beby Astri; Sitorus, Friyanka H.D; Lumbantoruan, Haposan
Psikologi Prima Vol. 6 No. 1 (2023): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v6i1.3490

Abstract

The purpose of this study is to review that resilience consisting of seven factors, namely emotion regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, and reaching out, is very important to improve the quality of life of post-pandemic Indonesian people, who experienced trauma during the Covid-19 pandemic. This research methodology uses a literature review through analysis of theories from journals and books, articles, and other sources related to the focus of research. The results of this literature research state that humans experiencing physiological and psychological suffering during the Covid-19 pandemic are able to maintain and improve their quality of life, called resilience. Reivich and Shatte (2002) stated resilience is the ability to control pressure, adversity, or trauma by making healthy and productive responses in daily life. When individuals, families, communities and communities and nations have resilient and have a healthy quality of life, then the nation recovers and becomes strong again.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUAL SISWA KELAS IPS 1 SMA NEGERI 6 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 Lumbantoruan, Haposan
Psikologi Prima Vol. 4 No. 2 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i2.2254

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap pengetahuan seksual siswa remaja di SMA Negeri 6 Binjai.Berdasarkan kajian teori terdapat perbedaan pengaruh tentang seksual pada saat sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi pada siswa kelas IPS 1 SMA Negeri 6 Binjai Tahun Ajaran 2010 / 2011”.Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, tehnik Analisis Varians 1 Jalur, yakni pre test dan post test. Siswa yang tidak diberikan pre testdiberikan kode A1 dan yang diberi pos test diberi kode A2. Sedangkan variable yang akan diukur atau variable terikatnya adalah pengetahuan seksual.Sampelnya 127 orang, hasil Analisis Varians 1 Jalur, maka diperoleh hasil sebagai berikut : a)Terdapat perbedaan pengetahuan seksual yang sangat signifikan antar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi tentang seksual dengan Anava F = 117,914 dengan koefisien signifikan 0,000 artinya nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,010. Ada perbedaan pengetahuan seksual antar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi tentang seksual, diterima.b)Diketahui bahwa setelah diberi layanan informasi tentang seksual memiliki pengetahuan seksual yang lebih tinggi dengan nilai rata-rata 144,688 dibandingkan dengan sebelum diberikan layanan informasi tentang seksual dengan nilai rata-rata 109,288. Ini berarti layanan informasi yang dilakukan peneliti memberikan pengaruh yang sangat berarti bagi remaja dalam memahami segala hal yang berkaitan dengan seksual. c)Bahwa para siswa SMA Negeri 6 Binjai , yang sedang duduk di tahun ajaran 2010 / 2011 memiliki pengetahuan seksual pada kategori tinggi, sebab mean empiric (128,9889) selisihnya dengan nilai rata-rata hipotetik (110) melebihi nilai SD yakni 23,521.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK STRESS AND MENTAL HEALTH IN CV EMPLOYEES. MASTERPIECE PRESTASI Chandra, Leonardo; VIncent, Jaron; Noreen, Jesslyn; Lumbantoruan, Haposan
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6671

Abstract

Work stress that is not managed properly has the potential to affect employees' mental health and has an impact on decreased work productivity to extreme termination of employment. This study aims to analyze the relationship between work stress and the mental health of CV employees. Masterpiece of Prestasindo. The approach used is a quantitative research with a simple regression analysis technique using SPSS version 27. The study population consisted of 110 employees, and through the Isaac & Michael Table the number of respondents was determined to be 84 respondents. Data collection was carried out using questionnaire instruments in the form of Work Stress Scale and Mental Health Scale which have met the criteria for validity and reliability. The results showed that there was a non-significant positive relationship between work stress and mental health with a correlation value of 0.204 and significance of 0.136, as well as an influence contribution of 2.7%. The findings provide an idea that work stress is not the main factor in changes in mental health conditions, because most employees have quite good adaptability and self-regulation in dealing with work pressure. This research emphasizes the importance of organizations continuing to pay attention to other factors that are more dominant in maintaining employees' mental health to support the sustainability and effectiveness of company performance
Hubungan Konten Tiktok Terhadap Kecemasan Emosional Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Carolin, Avine Sindi; Daniel, Daniel; Kwan, Jessyca; Lumbantoruan, Haposan; Dwiputra, Achmad Irvan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10684

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan media sosial, salah satunya TikTok, yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Namun, penggunaan TikTok secara berlebihan diduga dapat memicu kecemasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsumsi konten TikTok dengan tingkat kecemasan emosional pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi pearson product moment sebagai teknik analisis data. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok dan dipilih dengan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui Skala Likert berdasarkan indikator dari variabel konten TikTok dan kecemasan emosional. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara konten TikTok dengan kecemasan emosional, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 dan kontribusi sebesar 49,7%. Artinya, semakin tinggi keterpaparan mahasiswa terhadap konten TikTok, semakin tinggi pula tingkat kecemasan emosional yang mereka alami. Temuan ini menjadi dasar penting untuk pengembangan program preventif terhadap masalah kesehatan mental pada mahasiswa.