Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Self-Disclosure dan Pembentukan Karakter Sosial Anak Sapanca, Komang Eishya Jayarani; Intentilia, Anak Agung Mia
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp160-174

Abstract

Kajian ini ditujukan guna mengidentifikasi peran komunikasi interpersonal guru guna meningkatkan keterbukaan diri pelajar sebagai dasar penanaman kepribadian sosial pelajar usia dini di TK Saraswati Tabanan. Latar belakang kajian ini berangkat dari fenomena bahwa beberapa anak masih mengalami hambatan dalam beradaptasi sosial dan mengekspresikan perasaannya di lingkungan sekolah. Guru berfungsi penting sebagai fasilitator utama dalam proses belajar-mengajar dan interaksi harian agar tertanam nilai-nilai sosial yang mendukung perkembangan karakter anak. Riset ini memakai teknik kualitatif deskriptif lewat teknik pengumpulan data dihimpun dari pengamatan, wawancara intensif, dan dokumentasi menyangkut lima pendidik sekaligus dua orang tua murid yang terpilih secara purposif. temuan kajian membuktikan kalau praktik komunikasi antarpribadi yang memuat keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan secara konsisten sanggup mewujudkan suasana belajar yang kondusif, menyeluruh, dan penuh kehangatan. Guru yang menampilkan komunikasi terbuka dan empatik mendorong anak untuk lebih berani bercerita, mengekspresikan pikiran, serta berinteraksi dengan teman sebayanya secara alami. Proses komunikasi yang suportif dan setara membantu anak membangun rasa percaya diri, mengembangkan empati, serta menumbuhkan sikap menghargai perbedaan dalam konteks sosial yang lebih luas. Peningkatan keterbukaan diri anak terlihat tidak terbatas pada konteks sekolah, namun juga terbawa ke lingkungan keluarga melalui peningkatan komunikasi dan kelekatan emosional dengan orang tua. Riset ini menekankan bahwa komunikasi interpersonal pengajar mempunyai kontribusi mendasar dalam menumbuhkan keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan karakter adaptif anak sejak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis terhadap penguatan kajian komunikasi pendidikan serta rekomendasi praktis bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi komunikasi interpersonal yang empatik, terbuka, dan berorientasi pada pembentukan karakter sosial anak secara berkelanjutan.
Positioning the role of universities and science diplomacy in advancing Indonesia’s sustainable development goals agenda Intentilia, Anak Agung Mia
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i12.1297

Abstract

This study examines how Indonesian universities and the country’s evolving practice of science diplomacy jointly contribute to advancing the national Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. Using a descriptive qualitative approach and relying on secondary data, this study analyzes the institutional roles, strategic initiatives, and policy frameworks that shape Indonesia’s SDGs implementation. The first part of the findings highlights the multidimensional role of universities through their core mandates of education, research, and community services. Universities are identified as key drivers of mainstreaming sustainability values into curricula, producing evidence-based research that informs policy, and implementing community outreach programs that directly address local development challenges. The second part explores Indonesia’s science diplomacy as an emerging tool for linking domestic scientific priorities to global platforms. Science diplomacy enables Indonesia to showcase local knowledge, attract international collaboration, and position its scientific innovations in global discussions on climate action, health security, and sustainable development. Together, universities and science diplomacy create complementary pathways to strengthen Indonesia’s SDGs ecosystem. The study concludes that integrating academic expertise with diplomatic engagement is essential for enhancing Indonesia’s global visibility and ensuring that local sustainability efforts contribute meaningfully to global SDGs targets.