Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK DAN STRATEGI MASYARAKAT HINDU DALAM MENGATASI DAMPAK TERORISME DI TOLAI BARAT Suparman, I Nyoman; Ram Yudistira, I Made
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 14 No 2 (2023): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v14i2.442

Abstract

Transmigrasi merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. Tetapi, transmigran Bali yang beragama Hindu di Desa Tolai barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong terganggu aktivitasnya akibat adanya terorisme. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana dampak terorisme terhadap masyarakat Hindu di Desa Tolai Barat? 2) Bagaimana strategi masyarakat Hindu untuk mengatasi dampak terorisme di Desa Tolai Barat? Teori yang digunakan untuk membedah rumusan masalah adalah teori perubahan sosial dan teori strategi adaptasi John Bennet. Hasil penelitian: 1) Dampak terorisme yaitu a) dampak ekonomi yaitu hilangnya pendapatan petani dari hasil kebun, b) dampak sosial budaya terbatasnya pergaulan sosial dan terbatasnya kegiatan keagamaan dan budaya, c) dampak keamanan terganggunya aktivitas malam hari dan aktivitas ke kebun, d) dampak psikologis yaitu timbulnya perasaan cemas dan takut serta perasaan trauma, timbulnya pikiran negatif terhadap seseorang. 2) strategi yang dilakukan yaitu a) strategi mengatasi dampak perekonomian yaitu dengan menjadi buruh sawah, dan buruh bangunan, b) strategi mengatasi dampak sosial budaya yaitu memberikan pengumuman di pura, meminta bantuan keamanan dari pihak berwajib walaupun beda agama, c) strategi mengatasi dampak keamanan yaitu masyarakat menyimpan contact person TNI dan Polri dan keluar secara berkelompok, d) dampak dibidang psikologis yaitu waspada pada orang asing, melaksanakan persembahyangan sendiri di rumah.
PEMAHAMAN MASYARAKAT HINDU TENTANG PEMENTASAN TARI TOPENG SIDAKARYA DALAM UPACARA PUJAWALI DI PURA TRI KHAYANGAN KECAMATAN BOLANO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Putra, Ngakan Putu Aditya; Suparman, I Nyoman; Mudita, I Wayan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 14 No 2 (2023): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v14i2.458

Abstract

Tari Topeng Sidakarya dalam upacara Dewa Yadnya di Pura Tri Khayangan sudah sejak lama, dimana pelaksanaanya biasanya dilaksanakan setelah rangkaian upacara sudah selesai. Rumusan masalah, yaitu 1) Bagaimanakah Pemahaman Masyarakat Hindu tentang pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong? 2) Apakah fungsi dan nilai yang terkandung pada pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong? Tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui Pemahaman Masyarakat Hindu tentang pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. 2) Untuk mengetahui fungsi dan nilai yang terkandung pada pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian: menyatakan bahwa masyarakat Hindu hanya memahami dan mengerti fungsi dan nilai yang terkandung dalam pementasan tari Topeng Sidakarya sebagai berikut: 1) Pemahaman masyarakat Hindu tentang pementasan tari Topeng Sidakarya di Pura Tri Khayangan adalah: a) Tari Topeng Sidakarya Sebagai Media Komunikasi Memohon Keselamatan Upacara Yadnya, b) Topeng Sidakarya ditarikan oleh laki-laki tunggal. 2) Fungsi tari Topeng Sidakarya pada saat piodalan yaitu a) Fungsi Spiritual (penyucian area pura), b) Fungsi Sosial (mengintegrasikan masyarakat), c) Fungsi Estetika (meningkatkan jiwa seni masyarakat), dan d) Fungsi Pendidikan Agama Hindu (mendidik generasi muda melestarikan budaya). 3) Nilai-nilai yang terkandung yaitu: a) Nilai Ketuhanan (Spiritual), b) Nilai pendidikan susila (etika), dan c) Nilai pendidikan ritual (Upacara).
OPTIMALKAN SINERGI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI DAN MASYARAKAT MELALUI KKN DI DESA TAUNCA Pratama, I Putu Eka; Yanti, Ni Kadek Elista; Purniandari, Lita; Dewi, Ni Ketut Novira; Sutriani, Komang; Suparman, I Nyoman; Yudana, I Wayan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.24616

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai strategi pengembangan ilmu dan teknologi di luar kampus. Fokusnya adalah Desa Taunca, Sulawesi Tengah, di mana KKN bertujuan mengembangkan kompetensi sosial mahasiswa dan menjembatani ilmu tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintahan desa menjadi kunci sukses, menghasilkan manfaat ganda dalam pembelajaran dan pengabdian. Penelitian ini membahas konteks lokal, relevansi, tantangan, dan solusi yang dihadapi mahasiswa KKN Posko II, dengan penekanan pada kegiatan keagamaan. Sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat dijelaskan sebagai faktor kunci. Rencana program kerja, melibatkan lomba pasraman, yoga massal, dan kegiatan keagamaan, diuraikan untuk mencapai manfaat seperti hidup sehat, orientasi calon mahasiswa, pendidikan keagamaan, dan keterampilan dasar anak-anak. Metode pelaksanaan KKN, termasuk wawancara, observasi, dan pelatihan, serta tahapan kegiatan, dirinci. Hasil kegiatan mencerminkan dampak positif, dengan mahasiswa merancang program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Taunca. Kesimpulan menyoroti peran KKN sebagai aplikasi ilmu mahasiswa dalam masyarakat, dengan harapan memberikan solusi dan dampak positif di Desa Taunca.