Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI PERTAHANAN SEMESTA DALAM RANGKA MENGEMBALIKAN MASA KEEMASAN INDONESIA I Wayan Mudita
DEFENDONESIA Vol 2 No 1: Defendonesia Desember 2016
Publisher : Lembaga Kajian Pertahanan Strategis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.988 KB) | DOI: 10.54755/defendonesia.v2i1.51

Abstract

Konsep pertahanan Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan mengalami pasang surut. Mungkin banyak yang belum paham bahwa Indonesia pada tahun 1960an, yaitu era Presiden Soekarno, merupakan salah satu kekuatan terhebat di dunia di bidang militer. Pada saat itu kekuatan raksasa militer Indonesia, membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang yang disegani. Namun perlahan julukan tersebut memudar dan kini sudah tidak terdengar lagi. Perlahan tetapi pasti, sebagian masyarakat sudah tidak lagi menaruh harapan tinggi pada Indonesia. Sudah lama masyarakat merasakan ketidakpuasan tentang pemerintahan di Indonesia. Begitu juga ancaman korupsi di tiap lini pemerintahan dimana-mana. Pejabat-pejabat di Indonesia tidak sedikit yang tersangkut kasus korupsi. Pada akhirnya, sebagai akibat dari ini semua, masyarakat sering mencibir pemerintahan Indonesia, dari berbagai lini baik militer, ekonomi, juga sosial. Dengan kondisi sekarang ini, mungkinkah hal itu terjadi lagi? Sedangkan tidak sedikit masyarakat Indonesia merindukan masa-masa keemasan itu kembali. Oleh karena itu perlu strategi yang baru guna mengembalikan masa keemasan Indonesia kembali, sebagaimana yang tersirat dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 20014 tentang TNI perihal Pertahanan Semesta Indonesia.
The KoBoCollect for Research Data Collection and Management (An experience in Researching the Socio-Economic Impact of Blood Disease in Banana) I Wayan Nampa; I Wayan Mudita; Norman Patrick Lucky Bire Riwu Kaho; Sri Widinugraheni; Remi Lasarus Natonis
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 14 No 3 (2020): Vol.14, No.3, 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.484 KB) | DOI: 10.24843/SOCA.2020.v14.i03.p15

Abstract

In the research field, smartphone began to be used for field data collection. One application that was used was KoBoCollect. This article shared the experience of using KoBoCollect in research on the socio-economic impact of blood diseases on banana in Sumba Island. The research was conducted by interviewing 64 banana farmers that spread proportionally in four regencies in Sumba Island. The use of KoBoCollect/toolbox made it easy to collect, save and manage research data. KoBoCollect/toolbox provided the advantages of conducting paperless research, able to record data in complex formats such as numeric data, descriptive data, photos, videos, sounds, coordinates and other data, dynamically making forms changes when conducting research, and displaying interactive applications. KoBoCollect can be run off-line, made it possible to collect field data in remote locations and no internet network. The research data was transmitted online so that the data tabulation process was automatic. Simple data analysis such as median values, mode, graphs and distribution maps of data collection were provided in KoBotoolbox. With KoBoCollect/toolbox, researchers quickly find out the results of the research, as in this research it was known that blood disease had an impact on the decrease in the banana population revealed by 81.54% of farmers.
PEMAHAMAN MASYARAKAT HINDU TENTANG PEMENTASAN TARI TOPENG SIDAKARYA DALAM UPACARA PUJAWALI DI PURA TRI KHAYANGAN KECAMATAN BOLANO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Putra, Ngakan Putu Aditya; Suparman, I Nyoman; Mudita, I Wayan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 14 No 2 (2023): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v14i2.458

Abstract

Tari Topeng Sidakarya dalam upacara Dewa Yadnya di Pura Tri Khayangan sudah sejak lama, dimana pelaksanaanya biasanya dilaksanakan setelah rangkaian upacara sudah selesai. Rumusan masalah, yaitu 1) Bagaimanakah Pemahaman Masyarakat Hindu tentang pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong? 2) Apakah fungsi dan nilai yang terkandung pada pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong? Tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui Pemahaman Masyarakat Hindu tentang pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. 2) Untuk mengetahui fungsi dan nilai yang terkandung pada pementasan Topeng Sidakarya dalam upacara pujawali di Pura Tri Khayangan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian: menyatakan bahwa masyarakat Hindu hanya memahami dan mengerti fungsi dan nilai yang terkandung dalam pementasan tari Topeng Sidakarya sebagai berikut: 1) Pemahaman masyarakat Hindu tentang pementasan tari Topeng Sidakarya di Pura Tri Khayangan adalah: a) Tari Topeng Sidakarya Sebagai Media Komunikasi Memohon Keselamatan Upacara Yadnya, b) Topeng Sidakarya ditarikan oleh laki-laki tunggal. 2) Fungsi tari Topeng Sidakarya pada saat piodalan yaitu a) Fungsi Spiritual (penyucian area pura), b) Fungsi Sosial (mengintegrasikan masyarakat), c) Fungsi Estetika (meningkatkan jiwa seni masyarakat), dan d) Fungsi Pendidikan Agama Hindu (mendidik generasi muda melestarikan budaya). 3) Nilai-nilai yang terkandung yaitu: a) Nilai Ketuhanan (Spiritual), b) Nilai pendidikan susila (etika), dan c) Nilai pendidikan ritual (Upacara).
PEMENTASAN TARI DEWA AYU DI DESA PALONGAAN KECAMATAN TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH Febriyani, Noni; Suparta, I Ketut; Mudita, I Wayan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 15 No 1 (2024): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v15i1.481

Abstract

Tari Dewa Ayu merupakan tari sebagai ucapan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tari Dewa Ayu dipentaskan saat acara piodalan dan ngenteg linggih, dalam pementasannya para penari tidak dihias. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pementasan tari Dewa Ayu, dan untuk mengetahui nilai estetika pada pementasan tari Dewa Ayu di Desa Palongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Religi dan teori Nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pementasan tari Dewa Ayu memiliki tahapan diantaranya: a) Menyiapkan banten peneman, b) mengikuti persembahyangan bersama, c) menyucikan tempat menari, d) mengatur gambelan. Adapun Nilai estetika tari Dewa Ayu yaitu: a) nilai keharmonisan dengan tuhan, manusia dan alam, b) nilai kekontrasan penari Dewa Ayu dengan penari tari lainnya, c) nilai kesatuan yaitu adanya kesatuan antara bunyi gamelan dengan penari serta pemangku sebagai pemimpin.
ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DI KOTA PALU Dani, Ni Putu Sri; Mudita, I Wayan; Wirawan, Agus Budi
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 15 No 1 (2024): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v15i1.614

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kota Palu merupakan salah satu tujuan mahasiswa rantau untuk melanjutkan studi. Permasalahan penelitian ini mengenai bagaimana mahasiswa rantau melakukan adaptasi, faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi mahasiswa rantau, serta nilai-nilai pendidikan dalam adaptasi mahasiswa rantau STIE Panca Bhakti Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Mahasiswa Hindu rantau Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti Palu melakukan adaptasi dengan cara: a. Adaptasi perilaku, Adaptasi siasat, dan Adaptasi proses. 2) Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam adaptasi mahasiswa Hindu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti Kota Palu yaitu: Faktor pendukung: motivasi untuk berhasil, dukungan keluarga, mendapatkan teman baru, lingkungan sosial yang baik dan kemajuan teknologi. Faktor penghambat: faktor ekonomi yang kurang memadai, lingkungan yang kurang baik, kurangnya relasi, kurang mampu mengelola keuangan bulanan, dan prestasi yang kurang. 3) Nilai-nilai pendidikan dari adaptasi meliputi: a. Nilai kesenangan, Nilai kesejahteraan, Nilai spritual, dan Nilai ketuhanan. Sehingga peneliti bisa mengetahui permasalahan yang terjadi padat adaptasi mahasiswa Hindu yang merantau pada STIE Panca Bhakti di Kota Palu.
Peranan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi, Teknologi, dan Budaya di Kecamatan Mepanga gunawan, kadek; Ni Ketut Sugiardianti; Sesilia Tri Utami; Ni Kadek Yudani; Made Sudimerta Adnyana; Ni Luh Trysia Amelia; Ni Putu Ayu Anindya Dewi; I Wayan Mudita; I Gede Raka Mudana; Putu Satya Narayanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KKN Terpadu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah di Desa Kotaraya Timur, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat pengaplikasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini berlangsung dari tanggal 30 Agustus 2024 sampai dengan 30 November 2024. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan inti, kegiatan desa, kegiatan kecamatan dan kegiatan tambahan. Artikel ini lebih fokus membahas kegiatan inti yang telah dilaksanakan terkait dengan aspek edukasi, teknologi dan budaya. Kegiatan KKN bertujuan untuk memberikan pengalaman dan sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensi masyarakat desa. Metode pelaksanaan KKN di lokasi terdiri dari kegiatan survei, perencanaan, dan pelaksanaan. Kegiatan inti mahasiswa KKN mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat, pemerintah setempat dan masyarakat desa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pasraman (tari, yoga, upakara dan dharma gita), les aksara bali, les calistung (membaca, menulis, dan berhitung), pelatihan bidang IT, peduli wisata serta sharing lintas budaya antara mahasiswa KKN dengan masyarakat hindu jawa di Desa Sumber Agung. Hasil dari kegiatan ini tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Mepanga pada umumnya yang bertujuan untuk menciptakan kebersamaan, peningkatan kualitas pendidikan baik yang terkhusus maupun umum, pendekatan sosial dan pengembangan budaya.
SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca L) DI KECAMATAN BORONG, MANGGARAI TIMUR Mudita, I Wayan; Purnapari, Agustino A.; Ludji, Rika; Nahas, Agustina E.; Harini, Titik S.
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 7 No 3 (2024): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v7i3.595

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis serangga hama pada tanaman pisang di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang berlangsung dari bulan November sampai dengan Desember 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yakni dengan teknik pengambilan secara langsung dengan bantuan jaring serangga dan menggunakan tangan, perangkap pitfall trap dan perangkap yellow sticky trap. Serangga hama yang terjebak akan dikumpulkan, dikelompokan dan dimasukan kedalam botol sampel kemudian diawetkan, untuk diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis serangga hama yang ditemukan pada tanaman pisang yaitu Erionota thrax L., Cosmopolites sordidus, Odioporus longicollis, Dysmicoccus neobrevipes, Bactrocera carambolae. Serangga hama dengan kepadatan populasi tertinggi di Desa Nanga Labang yaitu Erionota thrax L. dengan nilai 5 ekor/tanaman dan kepadatan populasi terendah yaitu Cosmopolites sordidus dengan nilai 1 ekor/tanaman. Serangga hama dengan kepadatan populasi tertinggi Desa Golo Kantar yaitu Erionota thrax L. dengan nilai 4 ekor/tanaman dan kepadatan populasi terendah yaitu Cosmopolites sordidus dengan nilai 2 ekor/tanaman Kata kunci : Tanaman, Pisang, Serangga Hama, Identifikasi
PERAN PASRAMAN DHARMA SANTI DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BALI DI DESA TORUE KECAMATAN TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ayuni, Ni Luh Eva; Mudita, I Wayan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 16 No 1 (2025): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v16i1.569

Abstract

Sebelum didirikan pasraman, anak-anak belum memiliki kepercayaan diri untuk tampil pada saat piodalan maupun kegiatan lainnya. Tetapi semenjak didirikan Pasraman Dharma Santi, maka mulai dilakukan pembinaan berkaitan dengan pengenalan budaya Bali mulai latihan menari Bali, mekidung, mejejaitan, dan pelatihan Tri Sandya. Sehingga keberadaan Pasraman Dharma Santi ini sangat membantu masyarakat dalam melestarikan budaya Bali di Desa Torue. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah antara lain teori peran, teori behaviorisme, dan teori struktural fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peran Pasraman Dharma Santi dalam melestarikan budaya Bali di Desa Torue melalui; mengajarkan Dharmagita, membiasakan diri untuk melaksanakan Tri Sandhya, pelafalan doa sehari-hari, pembelajaran Aksara Bali, pelatihan menari Bali, pelatihan mejejaitan dan uparengga. Kendala-kendala yang dihadapi Pasraman Dharma Santi dalam melestarikan budaya Bali yaitu; kendala sarana dan prasarana, kendala tenaga pengajar, minimnya dana kas di Pasraman Dharma Santi, dan kurangnya dukungan dari orang tua. Upaya-upaya yang dilakukan Pasraman Dharma Santi untuk mengatasi kendala dalam melestarikan budaya Bali yaitu dengan cara; mengajukan proposal, menjual kuangen pada saat persembahyangan di pura, menyediakan tenaga pengajar sesuai dengan kemampuan, melaksanakan sosialisasi, dan mengadakan kegiatan lomba di pasraman.
Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman Buncis Di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang Nahas, Agustina Etin; Mudita, I Wayan; Mau, Yosep Seran; Kadja, Don H.; Asbanu, Junior M.P.; Efantry, Febrianus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 17 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v17i2.13550

Abstract

AbstractThis Community Partnership Program activity aims to increase farmers' knowledge and skills regarding techniques for controlling plant pest organisms (OPT) for beans, in addition to the use of insecticides. The Ruanrete Farmers Group is located in Buraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency. Farmers have been carrying out bean cultivation activities using makeshift agricultural equipment manually without new, more modern technology. This area has springs, but farmers have not utilized them optimally. Based on these conditions, through this PKM, outreach activities were carried out regarding the cultivation of chickpeas and the management of pest organisms, training and experimental demonstration plots for managing chickpea pests with yellow traps from used mineral water bottles and environmentally friendly black and silver plastic mulch, guidance and assistance as well as evaluations for find out the obstacles experienced by partner farmers regarding the success of PKM activities. At the end of the activity, farmer group members gained knowledge and skills regarding pests that damage bean plants, how to install black and silver plastic mulch, how to make yellow traps and install them in the field to control pests using environmentally friendly waste mineral water bottles. Overall, farmers were very enthusiastic about receiving the technology introduction which was delivered from preparation, implementation to demonstration plot activities well and smoothly.
PKM MENGIDENTIFIKASI DAN MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PISANG SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA BURAEN, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Mudita, I Wayan; Nahas, Agustina Etin; Nenotek, Petronella S.; Kadja , Don H.; Serangmo, Diana Yudi Lestari; Cakswindryandani, Ni Luh Putu Ravi; Seran, Cornelius P.; Uli, Miona S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.37487

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang terdiri atas jenus dan kultivar yang sangat beraneka ragam yang secara tradisional telah dibudidayakan secara luas di Indonesia, termasuk di Desa Buraen, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai cara mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit serta cara memanfaatkan pisang sebagai sumber pendapatan kepada masyarakat petani di Desa Buraen, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut, maka dilakukan penyusunan berbagai panduan mengenai hama, penyakit, pengendalian dan pemanfaatan tanaman pisang sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Pendekatan metodologis dalam PKM ini menggunakan pendekatan keanekaragaman hayati dan ketahanan hayati dengan menggunakan langkah 5-D, sebagai berikut: (1) mendefinisikan tujuan (definition), (2) penemuan potensi positif (discover), (3) perumusan visibersama (dream), (4) perancangan kegiatan (design), dan (5) penyiapan pelaksanaan kegiatan (destiny) yang saling berkaitan satu sama lain dengan memberikan penyuluhan serta praktek mengenai berbagai olahan dari pisang. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan PKM ini yang diberikan melalui formulir evaluasi yang dibagikan kepada peserta pada awal kegiatan, terdapat 50 % peserta belum mengenal dan mengetahui informasi mengenai cara mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit serta cara memanfaatkan pisang sebagai sumber pendapatan dan setelah kegiatan dengan merujuk kepada jenis luaran dan indikator capaian yang telah ditetapkan, terdapat 100 % peserta sudah mengenal dan mengetahui jenis hama, penyakit dan manfaat pisang sebagai sumber pendapatan.