Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF susilowati, wuri; Harsan, Toni; Hadiprasetyo, Krisdianto
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i2.1685

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar IPS melalui media powerpoint interaktif pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Jetiswetan Tahun Pelajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan angket. Validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi antar peneliti. Teknik analisis data yaitu menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya. Ketuntasan kemampuan berfikir kritis pada pra siklus sebanyak 6 siswa atau 54,5% meningkat pada siklus I menjadi sebanyak 7 siswa atau 63,7%; kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 10 siswa atau 90,9% dengan kategori baik/amat baik. Hasil belajar IPS siswa pra siklus mengalami ketuntasan sebanyak 5 siswa atau 45,5% kemudian mengalami kenaikan pada siklus I yakni 7 siswa atau 63,7%; dan meningkat lagi pada siklus II menjadi sebanyak 10 siswa atau 90,9%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) muatan IPS yang ditetapkan lembaga sebesar 70. Penelitian berhasil karena indikator kinerja sudah tercapai. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media powerpoint interaktif dapat meningkatkan kamampuan berfikir kritis dan hasil belajar IPS pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Jetiswetan Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten tahun pelajaran  2020/2021.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN Wulandari, Yuliana Tri; Hadiprasetyo, Krisdianto; Harsan, Toni
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i2.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses IPA dan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri Tegalmade 02 Tahun Pelajaran 2020/2021, setelah menggunakan media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negari Tegalmade 02 Tahun Pelajaran 2020/2021, jumlah 10 siswa. Metode pengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif  dan kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan proses IPA menggunakan media video pembelajaran di kelas IV SD Negeri Tegalmade 02 mengalami peningkatan dari keterampilan proses sebelum tindakan kategori kurang (15,20%) meningkat menjadi kategori cukup (69,50%) pada siklus I, kemudian meningkat menjadi kategori baik sekali (87,75%) pada siklus II. Seiring dengan meningkatnya keterampilan proses, hasil belajar IPA pun meningkat dengan KKM ?70. Hal tersebut ditunjukan pada pra siklus sebesar 3 siswa (30%) meningkat menjadi 6 siswa (60%) ?KKM pada siklus I dan meningkat menjadi 9 siswa (90%) ?KKM pada siklus II. Tindakan dikatakan berhasil pada siklus II karena telah mencapai kriteria keberhasilan.
KOMPLEKS PENINGGALAN SEJARAH PABRIK GULA TASIKMADU SEBAGAI WAHANA EDUKASI DAN REKREASI SISWA SEKOLAH DASAR Rachman, Fauzi; Harsan, Toni
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jkp.v2i1.69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui: untuk mengetahui jenis Peninggalan Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu yang dapat dimanfaatkan sebagai edukasi dan rekreasi di SD, untuk mengetahui kriteria-kriteria yang digunakan dalam menentukan kelayakan pemanfaatan Peninggalan Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai edukasi dan rekreasi di SD, untuk mendapatkan data-data pemanfaatan Peninggalan Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai edukasi dan rekreasi di SD, untuk  mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan Peninggalan Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai wahana edukasi dan rekreasi di SD. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka untuk mendapatkan data-data yang digunakan sebagai pendukung. Data dianalisis dengan menggunakan beberapa tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Data dianalisis dengan menggunakan beberapa tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan Eksistensi Peninggalan Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu yang dapat dimanfaatkan sebagai edukasi dan rekreasi di SD dapat disimpulkan penggunaan dapat menjadi alternatif wahana edukasi dan rekreasi yang efektif dan efisien untuk menarik remaja belajar tentang peninggalan sejarah khususnya sejarah lokal Kabupaten Sukoharjo. Kata kunci: Peninggalan Sejarah, Edukasi dan Rekreasi
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN UMUM 2019 DI KELURAHAN SUMBER KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Prasetyo, Wisnu Dani; Harsan, Toni; Pujiyana, Pujiyana
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v1i1.360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui Partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilihan umum 2019 di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta., 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.,3)Untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi politik yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.Penelitian ini dilakukandi Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.,. Penelitian dilakukan dalam waktu3 bulan pada bulan mei 2019 zsampai denganJuli 2019. Subjek penelitianini adalahpemilih pemula di lingkungan Kelurahan Sumber yang berjumlah 60 orang terdiri dari 35 orang laki-laki dan 25 orang perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara,dokumentasi,dan observasi..Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan: 1) bahwa partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Sumber dikategorikan tinggi, hal ini karena pemilih pemula sangat antusias dalam memberikan hak suaranya .2)partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Sumber dipengaruhi beberapa faktor anatara lain pengaruh orang tua, kondisi lingkungan, pengalaman beorganisasi, modernisasi.3)partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Sumber dipengaruhi bentuk-bentuk partisipasi politik seperti kegiatan pemilihan, kampanye, lobby, kegiatan organisasi, contacting, tindakan kekerasan.
Peran Pemerintah Desa dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri Octavia, Indri; Harsan, Toni; Fatimah, Siti
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v4i2.2776

Abstract

Tujuan   penelitian  ini   adalah untuk mendeskripsikan Peranan Pemerintah Desa Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dan untuk mendeskripsikan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemerintah desa dan tokoh masyarakat di Desa Singodutan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peran pemerintah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri  dilakukan dengan empat peran pemerintah desa yaitu sebagai pemimpin dalam membina kerukunan, mempererat hubungan intern antar umat beragama, menyelsaikan konflik antar masyarakat, dan sebagai motivator dan mediator antar masyarakat umat beragama. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri  ada 2 macam yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor-faktor pendukung antara lain sifat saling hormat menghormati antar agama di dalam masyarakat, saling menjaga perasaan antar umat beragama untuk menghindari adanya gesekan antar umat beragama, tingginya rasa kebersamaan dan saling menghargai antar umat beragama sedangkan faktor-faktor penghambat dalam menjaga kerukunan antar agama antara lain kondisi ekonomi yang buruk, media sosial, dan sikap acuh terhadap pentingnya toleransi. Kata Kunci: Pemerintah Desa, kerukunan Antar umat beragama
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DENGAN TEMA FENOMENA PERUNDUNGAN KELAS X SMA VETERAN 1 SUKOHARJO Windrati, Windrati; Badu, Sulastri; Prasetyo, Amin; Harsan, Toni
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v5i1.3905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan siswa kelas X SMA Veteran 1 Sukoharjo, terkait dengan adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan di sekolah untuk mendukung pengimplementasian dari adanya kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka Belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode kualitatif melalui observasi langsung terhadap subjek dan objek yang ada di SMA Veteran 1 Sukoharjo. selain itu juga didukung dengan adanya dokumentasi terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan di sekolah tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah SMA Veteran 1 Sukoharjo mengambil tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dan mengambil topik mengenai Fenomena Perundungan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari, dengan setiap harinya siswa diberikan projek untuk dikerjakan siswa baik secara individu maupun berkelompok. Dalam projek tersebut siswa tidak hanya mempelajari mengenai pengetahuan saja, namun juga melibatkan ketrampilan dan fisik yang direalisasikan melalui kegiatan pameran poster bertemakan Perundungan, kemudian juga senam pelajar pancasila dan bermain games untuk melatih kekompakan para siswa.Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Pelajar Pancasila, Perundungan
STRATEGI PENGUATAN KARAKTER KEBHINEKAAN GLOBAL DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Setiyawati, Dina; Harsan, Toni; Rahayu, M.H. Sri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penguatan karakter kebhinekaan global dalam mewujudkan profil pelajar pancasila peserta didik kelas VII SMP N 1 Baki Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik kelas. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik untuk menganalisis data menggunakan model Miles dan Huberman terdiri dari mereduksi data, menyajikan data, serta penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu sekolah tersebut telah melaksanakan strategi penguatan karakter kebhinekaan global dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila, yaitu: 1) guru mengintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran, 2) membiasakan kegiatan diskusi dalam memecahkan masalah, 3) bekerja sama, 4) gelar karya projek penguatan profil pelajar Pancasila, 5) kunjungan wisata ke tempat bersejarah, 6) kegiatan pembelajaran bahasa asing. Secara keseluruhan, semua kegiatan tersebut telah membantu dalam membentuk karakter peserta didik yang berkebhinekaan global, sebagai salah satu dasar untuk membentuk karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.    
Efektivitas Literasi Budaya dan Kewargaan dalam Meningkatkan Kebhinekaan Global di SMP Haniifah, Ayyuasy; Harsan, Toni; Murtiningsih, Ika
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7529

Abstract

Pada era globalisasi yang semakin maju, penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang literasi budaya dan kewargaan yang dapat menumbuhkan karakter kebhinekaan global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi literasi budaya dan kewargaan dalam meningkatkan kebhinekaan global, serta untuk mengetahui efektivitas dari literasi budaya dan kewargaan dalam meningkatkan kebhinekaan global di SMP Negeri 3 Pracimantoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi literasi budaya dan kewargaan dalam meningkatkan kebhinekaan global yaitu: a) adanya kegiatan-kegiatan pengenalan keberagaman yakni melalui kegiatan kunjungan ke tempat bersejarah, mengikuti pawai atau festival budaya, kegiatan “Sapa Pagi”, b) pembagian kelompok diskusi dan melalui kegiatan “CITATO”, “Apel Pagi”, “Sari Kiwi”, c) tayangan powerpoint/video serta kegiatan “Misi Wali” dan “Jum’at Pagi”. Sedangkan efektivitas literasi budaya dan kewargaan dalam meningkatkan kebhinekaan global yaitu: a) siswa dapat saling mengenal, mempelajari dan menghargai keberagaman budaya, b) dapat berkomunikasi dengan aktif, sopan dan santun dalam berinteraksi antar sesama teman, c) memiliki rasa kepedulian dan toleransi yang tinggi sehingga tercipta suatu keharmonisan. Dengan demikian literasi budaya dan kewargaan yang diterapkan di SMP Negeri 3 Pracimantoro efektif dapat meningkatkan kebhinekaan global pada siswa.
Efektivitas Akses Layanan Pendidikan Melalui Program Indonesia Pintar Peserta Didik Generasi Z Ana, Ana Setiyaningrum; Harsan, Toni; Fatimah, Siti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.400

Abstract

Facing global competition and maximizing the process of forming advanced and superior Human Resources (HR) requires means through education. The 12-year compulsory education program from the Government is to prepare for the golden generation of 2045. The purpose of this research is to find out how effective access to education services is through the Smart Indonesia program for Generation Z students. The research method uses qualitative methods with a descriptive approach. To measure the effectiveness of the Smart Indonesia program, the theory fromKettner, Moroney, and Martin.The results showed that the utilization of aid funds for the smart Indonesia program was going well and students used according to government procedures where they only bought school equipment and needs with satisfactory quality because students took part in competitions both in the non-academic (art sports) and academic fields.Thus, in the future students will continue to increase their potential to become superior and achievers.
PENERAPAN KEBEBASAN BERPENDAPAT SEBAGAI BENTUK AKTUALISASI NILAI DEMOKRASI DALAM KARANG TARUNA SEKAR DWIPA Hasanah, Wahyu Putri; Harsan, Toni; Murtiningsih, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i3.2669

Abstract

Indonesia is a country that adheres to a democratic system which is a solution to resolve disputes. Currently the value of democracy is fading, especially in the younger generation as agents of change for the country who are active in youth organizations. Democratic values are neglected, such as leaving the principle of deliberation to reach a consensus, not participating fully in meetings, and prioritizing personal interests. The purpose of this study was to find out how the application of freedom of opinion in the activities of the sekar dwipa youth organization in Purbayan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. To measure the application of this freedom, Henry B Mayo's theory is used. The results of the study show that the implementation of freedom of expression has been well implemented and most of the members of karang taruna sekar dwipa have sufficiently understood the value of democracy, although in practice there are still some members who lack confidence in expressing opinions, put forward personal assumptions, and are less active. Then some of these obstacles can be overcome by building familiarity among its members and creating a family atmosphere so that self-confidence grows, understanding well when discussing, and respecting every opinion.Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yang menjadi solusi untuk menyelesaikan perselisihan. Saat ini, nilai demokrasi semakin memudar, terutama pada generasi muda sebagai agent of change negara yang aktif dalam organisasi karang taruna. Nilai-nilai demokrasi terabaikan, seperti meninggalkan prinsip musyawarah untuk mufakat, tidak ikut rapat secara penuh, dan mengutamakan kepentingan pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan kebebasan berpendapat dalam kegiatan karang taruna sekar dwipa di Desa Purbayan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Untuk mengukur penerapan kebebasan ini digunakan teori Henry B Mayo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebebasan berekspresi telah dilaksanakan dengan baik dan sebagian besar anggota karang taruna sekar dwipa sudah cukup memahami nilai demokrasi, meskipun dalam pelaksanaannya masih ada beberapa anggota yang kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. mengedepankan asumsi pribadi, dan kurang aktif. Maka beberapa kendala tersebut dapat diatasi dengan membangun keakraban antaranggotanya dan terjalin suasana kekeluargaan agar tumbuh rasa percaya diri, memahami dengan baik saat pembahasan, dan menghargai setiap pendapat.