Rista, Karolin
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Stres kerja, emotional intelligence, dan work-life balance: Studi pada karyawan Putri, Adisti Mashuri; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11585

Abstract

Abstract Human resources play an important role in development of an organization. The purpose of this study is to derermine how work stress and emotional intelligence relate to employees’ work-life balance. This quantitative type of research uses a correlational approach. This study involved 101 food and beverage employees in Babat District. Data collection was conducted using Google Forms and a 5-point likert scale. This study used multiple regression analysis to analyze data. The result of the simultaneous correlation test showed a sginficant correlation between work stress and emotional intelligence with work-life balance. On the other hand, the result of the partial correlation test of the work stress variable with work-life balance shows a significant negative correlation. While the partial correlation emotional intelligence variable with work-life balance shows a significant positive correlation. Abstrak Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam perkembangan suatu organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stres kerja dan kecerdasan emosional berhubungan dengan keseimbangan hidup kerja karyawan. Penelitian jenis kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional. Penelitian ini melibatkan 101 karyawan makanan dan minuman di Kecamatan Babat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Forms dan skala Likert 5 poin. Studi ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis data. Hasil uji korelasi simultan menunjukkan korelasi yang signifikan antara stres kerja dan kecerdasan emosional dengan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi lain, hasil uji korelasi parsial variabel stres kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja menunjukkan korelasi negatif yang signifikan. Sedangkan korelasi parsial variabel kecerdasan emosional dengan keseimbangan kehidupan kerja menunjukkan korelasi positif yang signifikan.
Psychological well-being pada dewasa awal lajang: Bagaimana peranan loneliness? Cahyawati, Cici Indah; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11605

Abstract

Psychological well-being is crucial for individuals to perform optimally and achieve fulfilling lives. The aim of this research is to investigate the relationship between psychological well-being and loneliness among young single adults. This study utilized quantitative correlational research methodology. The study included 177 single early adult students who were selected randomly. Psychological assessment in this study utilized Russell's (1996) loneliness scale and Ryff & Singer's (2006) psychological well-being scale. Data analysis involved the use of Pearson's product-moment correlation analysis. The findings showed a statistically significant inverse correlation between psychological well-being and loneliness among young single adults. Low levels of loneliness can promote psychological health, enabling young adults to reach their full potential even in the absence of romantic relationships. Psychological well-being sangat penting untuk dimiliki agar mampu menjalankan fungsi psikologis sehingga dapat mengoptimalkan diri secara penuh serta mendapatkan kehidupan bermakna da bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara loneliness dengan psychological well-being pada dewasa awal lajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasional kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 177 mahasiswa dewasa awal lajang yang diperoleh melalui teknik incidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala psychological well-being milik Ryff & Singer (2006) dan skala loneliness milik Russel (1996) yang kemudian dikembangkan oleh peneliti sebagai acuan alat ukur psikologi. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara loneliness dengan psychological well being pada dewasa awal lajang. Loneliness yang rendah dapat meningkatkan psychological well-being sehingga dewasa awal mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya walaupun tidak sedang menjalin hubungan romantis dengan orang lain.
Spiritual well being dan kepuasan hidup pada guru ngaji di surabaya Darmawan, Nabeela Reyhandini; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12469

Abstract

This research seeks to identify the connection between the spiritual well-being of Quran teachers and their life satisfaction in Surabaya. The study is quantitative, utilizing Pearson correlation analysis with the aid of SPSS v.26 software. A total of 87 Quran teachers in Surabaya participated. Data was gathered online via Google forms using a Likert scale to evaluate the relationship between spiritual well-being and life satisfaction. The Pearson correlation test results showed a correlation score of 0.714 with p = 0.000 (p <0.05). This demonstrates a significant positive relationship between the spiritual well-being and life satisfaction of Quran teachers. Essentially, a higher level of spiritual well-being in Quran teachers correlates with greater life satisfaction. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kesejahteraan spiritual yang dimiliki Guru Ngaji dengan kepuasan hidup pada Guru Ngaji di Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan Analisa korelasi Pearson dibantu dengan software SPSS v.26. Penelitian ini diikuti oleh 87 Guru Ngaji di Surabaya. Pengumpulan data dilaksanakan secara daring melalui distribusi formulir google dengan menerapkan skala Likert untuk menilai hubungan antara kesejahteraan spiritual dan kepuasan hidup. Hasil dari uji korelasi Pearson memperlihatkan bahwa skor korelasi mencapai 0,714 dengan p=0,000 (p<0,05). Ini menunjukkan adanya hubungan yang positif signifikan antara kesejahteraan spiritual dan kepuasan hidup pada Guru Ngaji. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat kesejahteraan spiritual Guru Ngaji, maka semakin tinggi pula kepuasan hidup yang dialaminya.
Nomophobia pada siswa SMA: peran kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone Fadhila, Kensila Anindya; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan nomophobia dapat disebabkan oleh oleh beberapa faktor salah satunya kontrol diri rendah dan penggunaan smartphone yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone pada siswa sekolah menengah atas. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan responden 156 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Penelitian menggunakan skala kontrol diri dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0, 848 dan skala intensitas penggunaan smartphone dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0,856 sedangkan skala nomophobia mengadopsi Shalsabilla (2022) dengan nilai Cronbach 0,942. Teknik analisis data menggunakan analisi regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan positif. Siswa yang memiliki kontrol diri baik dan menggunakan smartphone secara intens dapat meningkatkan kecenderungan nomophobia siswa sekolah menengah atas.
Fear of Missing Out dengan Sujective Well-Being pada Remaja Ramadhani, Chelcadiva; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25145

Abstract

Subjective well-being didefinisikan sebagai tingkat kepuasan hidup dan keseimbangan emosi positif dan negative. Meningkatnya penggunaan media sosial memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja, salah satunya melalui fenomena Fear of Missing Out (FoMO). FoMO adalah kecemasan berlebihan akibat merasa tertinggal informasi atau pengalaman di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara FoMO dan kesejahteraan subjektif pada 155 siswa SMK Muhammadiyah 1 Taman berusia 16–18 tahun, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan skala FoMO dan kesejahteraan subjektif yang valid dan reliabel. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,174 dengan p = 0,030 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan. Semakin tinggi FoMO, semakin rendah kesejahteraan subjektif remaja.
Motivasi Belajar Siswa : Bagaimana Peran Dukungan Sosialnya? Raharja, Ayang Talita Dinda; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9791

Abstract

This study aims to determine the relationship between social support and student motivation at SMA IPIEMS Surabaya. The hypothesis put forward is that there is a positive relationship between social support and students’ learning motivation at SMA IPIEMS Surabaya. This research design uses a correlational quantitative research method. The research was conducted on 221 students who were students at SMA IPIEMS Surabaya. The instruments used in this study were the learning motivation scale according to Sardiman’s theory (2012), and the social support scale according to House’s theory (2013). This study uses Product Moment correlation analysis from Karl Pearson. This data analysis was carried out with the help of the Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) program for windows version 25. Based on the results of the data analysis that had been carried out, it was found that social support and learning motivation found a Pearson correlation coefficient of 0.695 and a significance level of 0.000 ( (p<0.01) From the test results, the hypothesis in this study is accepted.These results indicate that there is a significant positive relationship between the two variables of this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa di SMA IPIEMS Surabaya . Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa pada sekolah SMA IPIEMS Surabaya. Desain Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan terhadap 221 siswa yang merupakan siswa-siswi di SMA IPIEMS Surabaya. Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah skala motivasi belajar sesuai dengan teori Sardiman (2012), dan skala dukungan sosial sesuai dengan teori House (2013). Penelitian ini menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Analisis data ini dilakukan dengan bantuan program Statistical Paackage For The Social Sciences (SPSS) for windows versi 25. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar ditemukan nilai koefi sien korelasi pearson correlation sebesar 0,695 dan taraf signifikasi sebesar 0,000 ((p<0,01). Dari hasil uji tersebut maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan pada kedua variabel penelitian ini.
Perilaku Asertif pada Mahasiswa Psikologi : Apakah ada Peranan Konsep Diri ? Purnomo, Rafliansyah Ikhwan Muharram; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9804

Abstract

Assertive behavior is the ability possessed by individuals to communicate what other people want, feel, think while respecting personal rights and the rights of others. One of the factors that influence assertive behavior is self-concept, when individuals believe and evaluate themselves positively the self-confidence will arise to carry out a behavior, one of which is assertive behavior. This study aims to analyze the relationship between self-concept and the assertive behavior of psychology students at the University of 17 August 1945 Surabaya. The hypothesis put forward is that there is a positive relationship between self-concept and assertive behavior in psychology students at the University of 17 August 1945 Surabaya. The research design uses a correlational quantitative research method. The study was conducted on 191 participants with an age range of 18-25 years who were psychology students at the University of August 17 1945 Surabaya class of 2019 and 2020. The instrument used in this study was the Assertive Behavior scale according to the theory of Alberti and Emmons (2002) and the self-concept scale according to with the theory of Calhoun and Acocella (1995). The data obtained were analyzed using the Spearman rho correlation technique with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of the data analysis that has been done, it is found that there is a positive and very significant relationship between self-concept and assertive behavior. Perilaku asertif adalah kemampuan seseorang untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkannya kepada orang lain dengan tetap menghormati hak-hak pribadi dan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku asertif adalah konsep diri yang dimana semakin individu yakin dan mampu menilai dirinya dengan positif maka akan menimbulkan keterbukaan dan kepercayaan diri untuk melakukan sebuah perilaku salah satunya perilaku asertif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hipotesis penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara konsep diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Desain penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan terhadap 191 partisipan dengan usia 18-25 tahun yang merupakan mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2019 dan 2020. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala Perilaku Asertif dengan menggunakan teori Alberti dan Emmons (2002) dan skala Konsep diri dengan menggunakan teori Calhoun dan Acocella (1995). Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik korelasi Spearman rho dengan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara Konsep diri dengan Perilaku Asertif.
Keterkaitan Efikasi Diri dan Penyesuaian Diri: Kunci Sukses Menghadapi Tantangan Baru Agmeilia, Irene Friska; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9907

Abstract

Self-adjustment is a process of behavior and ability possessed by individuals to interact or deal with situations and demands from their surrounding environment, enabling individuals to accept and display positive attitudes towards themselves and others. This research aims to analyze the relationship between self-efficacy and self-adjustment in learning among new students of the Faculty of Psychology at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The research was conducted using a quantitative correlational research method, employing accidental sampling techniques with a sample size of 210 students. The measurement instruments used were the self-efficacy scale and the self-adjustment scale. The data were analyzed using the Pearson product-moment correlation technique with the assistance of IBM SPSS Statistics software version 25 for Windows. The analysis results revealed a highly significant positive relationship between self-efficacy and self-adjustment among new students of the Faculty of Psychology. Penyesuaian diri merupakan suatu proses tingkah laku dan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk mampu berinteraksi atau menghadapi situasi dan tuntutan dari lingkungan sekitarnya, sehingga individu mampu menerima dan menunjukkan sikap baik kepada diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian diri dalam belajar pada mahasiswa baru fakultas psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif korelasional, menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 210 mahasiswa. Alat ukurnya menggunakan dua skala yaitu skala efikasi diri dan skala penyesuaian diri menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS Seri 25 IBM For Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru fakultas psikologi.
Prokrastinasi pada mahasiswa penyusun skripsi: Adakah peranan Kematangan Emosi? Pertiwi, Devi Widya; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9936

Abstract

Undergraduate thesis drafting students who delay work on thesis include ineffective use of time. This can have negative impacts, one of which is the neglect of the final assignment or thesis and if it is completed in a hurry the results will not be optimal, besides that students who postpone the completion of the thesis will take longer to complete their study period. This study aims to determine whether there is a relationship between emotional maturity and procrastination in the preparation of thesis. Sampling used a non-probability technique, namely incidental sampling involving as many as 178 final thesis drafting students who had a study period of more than 4 years. The results of the research using the Spearman-Rho correlation test show that the correlation coefficient has a significant negative relationship between emotional maturity and procrastination in thesis preparation. This means that the higher the emotional maturity, the lower the procrastination in preparing the thesis, conversely, if the lower the emotional maturity, the higher the procrastination in the preparation of the thesis, the hypothesis is declared proven and acceptable. Mahasiswa penyusun skripsi yang melakukan penundaan pengerjaan pada skripsi termasuk pemanfaatan waktu yang tidak efektif. Hal tersebut dapat mengakibatkan dampak buruk salah satunya adalah terbengkalainya tugas akhir atau skripsi dan apabila diselesaikan saat buru-buru hasilnya menjadi tidak maksimal, selain itu mahasiswa yang melakukan penundaan pengerjaan skripsi menyebabkan lebih lama menyelesaikan masa studinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosi dengan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability yaitu incidental sampling melibatkan sebanyak 178 mahasiswa akhir penyusun skripsi yang memiliki masa studi lebih dari 4 tahun. Hasil penelitian melalui uji korelasi Spearman-Rho menunjukkan bahwa koefisien korelasi terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi. Artinya semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah prokrastinasi dalam penyusunan skripsi, sebaliknya jika semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi prokrastinasi dalam penyusunan skripsi maka hipotesis dinyatakan terbukti dan dapat diterima.
Memahami Pentingnya Dukungan Sosial Dalam mencapai Penerimaan Diri Pada Dewasa Melajang Muthami’mah, Ervia Nur; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.10018

Abstract

Marriage is still the cornerstone of today's culture because marriage is an aspect of culture that is passed down from generation to generation with the aim of giving birth to future generations. This study aims to determine whether there is a relationship between social support and self-acceptance in single adults. Subject The data analysis technique used in this study was non-parametric using the Spearman-Rho correlation analysis method using the computer program SPSS version 16.00 (Statistical Product and Service Solution) for Windows. In this research, the population that is the focus is the Indorunners Surabaya community, which consists of individuals with the criteria of men and women aged 25 to 40 years who have never or have never had a marriage relationship. The results of the study show that there is a positive and significant relationship between social support and self-acceptance. That is, the higher the social support received, the higher the self-acceptance of single adults. Individuals with low self-acceptance tend to experience stress and feel unaccepted and lack self-confidence. The imbalance between the pressure faced and the inability to deal with it can affect individual self-acceptancePernikahan masih tetap menjadi landasan budaya saat ini karena pernikahan merupakan salah satu aspek budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi dengan tujuan untuk melahirkan generasi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada dewasa yang masih melajang. Subjek Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah secara non-parametrik dengan metode analisis korelasi Spearman-Rho menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 (Statistical Product and Service Solution) for Windows. Penelitian ini populasi yang menjadi fokus adalah komunitas Indorunners Surabaya yang terdiri dari individu dengan kriteria laki-laki dan perempuan usia 25 sampai 40 tahun belum pernah atau tidak pernah melakukan hubungan pernikahan. Hasil penelitian ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan pemerimaan diri. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima maka semakin tinggi pemerimaan diri pada dewasa yang masih melajang. Individu dengan penerimaan diri rendah cenderung mengalami stres dan merasa tidak diterima serta kurang percaya diri. Ketidakseimbangan antara tekanan yang dihadapi dan ketidakmampuan menghadapinya dapat memengaruhi penerimaan diri individu.