Rista, Karolin
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Self compassion dan subjective well being pada mahasiswa dengan orang tua tunggal Ananda, Moch. Rizky; Efendy, Mamang; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11649

Abstract

Abstract Subjective well being is one of the important factors in students with single parent because it is related to getting happiness and avoiding pain. This study aims to determine whether there is a relationship between self compassion and subjective well being in students with single parent. Quantitative research method with the number of respondents as many as 115 students with single parent who were taken with snowball sampling technique. The research scale uses a self compassion scale developed by the researcher and uses a subjective well being scale. Data analysis techniques using product moment correlation analysis. The results showed a positive and significant relationship between self compassion and subjective well being in students with single parent. Self compassion helps increase positive feelings and reduce negative feelings felt to achieve subjective well being in students with single parent. Abstrak Subjective well being merupakan salah satu faktor penting pada mahasiswa dengan orang tua tunggal karena berhubungan dengan mendapatkan kebahagiaan dan menghindari rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan self compassion dengan subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal. Metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 115 mahasiswa dengan orangtua tunggal yang diambil dengan teknik snowball sampling. Skala penelitian menggunakan skala self compassion yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dan menggunakan skala subjective well being. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self compassion dengan subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal. Self compassion membantu meningkatkan perasaan positif dan menurunkan perasaan negatif yang dirasakan untuk mencapai subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal.
Mengetahui pentingnya empati untuk membangun perilaku altruisme pada mahasiswa Afiffa, Chaurilia Devi; Efendy, Mamang; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11858

Abstract

This study aims to determine the relationship between empathy and altruism behavior in university students in Surabaya. This research is a research. The population in this study were students aged 18-25 years who were studying in Surabaya. Participants in this study amounted to 115 students, the sampling technique used random sampling or probabilty analysis techniques. The data analysis used in this study is using the Spearman Rho correlation technique. The results of the correlation analysis between altruism and empathy behavior produced a correlation coefficient value (r) of 0.801 with p = <0.05. These results indicate that there is a significant positive relationship between empathy and altruism behavior in university students in Surabaya. It can be concluded that the results of the hypothesis proposed in this study are accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang berusia 18 – 25 tahun yang sedang berkuliah di Surabaya. Partisipan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 115 mahasiswa teknik pengambilan sampel menggunakan nteknik analisis random sampling atau probabilty. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Teknik korelasi Spearman Rho. Hasil analisis korelasi antar perilaku altruisme dan empati menghasilkan nilai koefesien korelasi (r) 0,801 dengan p= < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di Surabaya. Dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis yang diajukan dalam penelitain ini diterima.
Resiliensi pada guru: Bagaimanakah peranan kesejahteraan psikologis? Belinda, Naomi Bella; Efendy, Mamang; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11860

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between resilience and psychological well-being in teachers at SMAN Olahraga. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between resilience and psychological well-being in teachers. This research uses correlational quantitative method. The research was conducted on 24 respondents with the criteria of teachers at SMAN Olahraga. The results of the data obtained were then analyzed using Product Moment correlation with the help of SPSS 25 for Windows. The results showed that the hypothesis was accepted that there was a significant positive relationship between resilience and psychological well-being in teachers. The results obtained indicate that resilience is closely related to psychological well-being. The higher the resilience, the higher the psychological well-being in teachers. Conversely, if resilience is lower, psychological well-being is also lower. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru di SMAN Olahraga. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan pada 24 responden dengan kriteria guru di SMAN Olahraga. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru. Hasil yang didapat mengindikasikan bahwa resiliensi berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis. Semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis pada guru. Sebaliknya, jika resiliensi semakin rendah maka kesejahteraan psikologis juga semakin rendah.
Peran Stres Akademik dalam Membentuk Pyshological Well Being Pada Remaja Bramasta S, Hanggara Ditto; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress akademik dengan psychological well being pada remaja. Penelitian ini menggunakan 236 subjek siswa dan siswi kelas 10-12 SMA Dharma Wanita Surabaya. Intsrumen pengumpulan data menggunakan skala Stres Akademik dan skala Psychological Well Being yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator..Analisis pada penelitian ini menggunakan Spearman’s Rho menghasilkan koefisien r = -0,710 dengan P = 0,000 yang menunjukan hubungan negatif dan signifikan antara stres akademik dengan Psychological Well Being. Artinya, semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah Psychological Well Being yang dimiliki siswa dan siswi SMA Dharma Wanita Surabaya.
Cyberslacking sebagai Respons terhadap Stres Akademik: Fenomena di Kalangan Mahasiswa Baru Firdiansyah, Dohan; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12565

Abstract

Mahasiswa baru sering menghadapi stres akademik saat memasuki perkuliahan, yang dapat mendorong perilaku cyberslacking, yaitu penggunaan internet untuk kegiatan non-akademik selama pembelajaran. Perilaku ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, pemahaman materi, kesulitan mengulang materi, kecanduan smartphone, penurunan motivasi belajar, nilai ujian, dan kualitas akreditasi institusi. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara stres akademik dan cyberslacking pada 341 mahasiswa baru angkatan 2024 dari berbakai Universitas di kota Surabaya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan skala stres akademik dan skala cyberslacking. Hasil analisis Spearman rho menunjukkan hubungan positif signifikan (r = 0,513; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi stres akademik, semakin tinggi perilaku cyberslacking, dan sebaliknya.
Kecemasan Akademik pada Mahasiswa yang Berorganisasi: Bagaimana Peranan Konsep Diri Akademik? Sidiq, Adam Ariefa; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12573

Abstract

Pada era sekarang, tuntutan akademik terhadap mahasiswa semakin meningkat. Mahasiswa kini tidak selalu diharapkan berprestasi pada bidang akademik saja, tapi juga memiliki keterampilan tambahan yang bisa didapatkan melalui keterlibatan dalam suatu organisasi kemahasiswaan. Namun pada kenyataannya mahasiswa kesulitan dalam menyeimbangkan kedua tuntutan tersebut yang akhirnya menyebabkan mahasiswa merasa cemas dan khawatir akan ekspektasi untuk bisa berprestasi di kedua bidang tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah termuat hubungan antara konsep diri akademik dengan kecemasan akademik. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa universitas 17 agustus 1945 Surabaya yang mengikuti organisasi dengan jumlah 260 orang.. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman rho dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif antara konsep diri akademik dengan kecemasan akademik pada mahasiswa universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang mengikuti organisasi.
Regulasi Diri dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa Pengguna TikTok Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12630

Abstract

Abstract FOMO is the fear of losing social opportunities that is closely related to the use of the internet and social media, one of which is TikTok. Self-regulation is behavior or management of thoughts and behaviors based on oneself. This research aims to examine the relationship between self-regulation and fear of missing out (FoMO) in student users of TikTok. The sample from this research was 175 students who used TikTok aged 18-25 years in Surabaya. This research uses descriptive quantitative methods with correlational techniques. The instruments used consist of the FoMO scale with 16 items, and the self-regulation scale with 25 items which have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Spearman rho correlation test to evaluate the influence of the independent variable (self-regulation) on the dependent variable (fear of missing out) or FoMO. The results of the analysis show that self-regulation has a significant negative relationship with fear of missing out (p < 0.05). In other words, the higher the fear of missing out, the lower the self-regulation, and conversely, the lower the fear of missing out, the higher the level of self-regulation. Keywords: Fear of Missing Out, Self-Regulation, TikTok Abstrak FOMO adalah ketakutan kehilangan kesempatan sosial yang erat kaitannya dengan penggunaan internet dan sosial media, salah satunya TikTok. Regulasi diri adalah perilaku atau pengelolaan pikiran dan perilaku yang didasari oleh diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi diri dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna TikTok. Sample dari penelitian ini adalah mahasiswa pengguna TikTok di yang berusia 18-25 tahun di Surabaya yaitu 175 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik korelasional. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala FoMO dengan 16 item, dan skala regulasi diri 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rho untuk mengevaluasi pengaruh variabel bebas (regulasi diri) terhadap variabel terikat (fear of missing out) atau FoMO. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap fear of missing out (p < 0,05). Dengan kata lain, semakin tinggi fear of missing out maka semakin rendah regulasi diri, dan sebaliknya semakin rendah fear of missing out maka semakin tinggi tingkat regulasi diri. Kata kunci: Fear of Missing Out, Regulasi Diri, TikTok
Wanita Lajang dan Kesepian: Menggali Hubungan antara Keyakinan Diri dan Dukungan Sosial Mufarrohah, Mufarrohah; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self efficacy dan Dukungan sosial dengan Loneliness pada Wanita Lajang di Dewasa Awal.. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 150 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan loneliness pada wanita lajang diusia dewasa awal. Artinya semakin tinggi dukungan sosial maka loneliness semakin rendah, sebaliknya semakin rendah dukungan sosial pada seseorang maka semakin tinggi loneliness yang dialami seseorang. terdapat hubungan positif antara self efficacy dengan loneliness pada wanita lajang diusia dewasa awal. Artinya semakin tinggi self efficacy seseorang maka semakin tinggi loneliness pada seseorang, sebaliknya semakin rendah self efficacy seseorang maka semakin rendah tingkat loneliness pada seseorang.
Kecenderungan Nomophobia pada Dewasa Awal: Adakah Peranan Loneliness? Natalia, Anita; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12714

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah meningkatkan ketergantungan terhadap smartphone, terutaman pada usia dewasa awal. Ketergantungan ini memunculkan fenomena nomophobia, yaitu rasa takut berlebihan ketika tidak dapat mengakses smartphone. Loneliness menjadi salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan kecenderungan nomophobia pada dewasa awal. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Partisipan dalam penelitin ini berjumlah 384 responden yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan skala yang digunakan yaitu skala loneliness dan skala nomophobia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis spearman rho dengan bantuan program computer IBM Statistical for Social Science (SPSS) versi 27 for Windows. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara loneliness dengan kecenderungan nomophobia pada dewasa awal dengan rentang usia 24 hingga 30 tahun dengan skor r sebesar 0,880 dengan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima.
Peran Kucing sebagai Pendukung Emosional di Tempat Kerja Nizar, Muchammad Alvan; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan stres kerja yang kerap dialami karyawan akibat ketidaksesuaian antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dengan stres kerja pada karyawan pemelihara kucing di Surabaya. Populasi penelitian adalah 415.000 karyawan aktif di Surabaya, dengan partisipan sebanyak 270 yang didapat dari tabel Isac dan Michael dengan signifikansi 0,10, partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Instrumen penelitian berupa metode ditribusi skala Likert. Data dikumpulkan menggunakan survei skala Likert yang disebar menggunakan bantuan poster dan dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pet attachment dan stres kerja (r = -0,809, p < 0,01), menunjukkan bahwa semakin tinggi pet attachment, semakin rendah tingkat stres kerja yang dirasakan. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan hewan peliharaan sebagai salah satu mekanisme alami dalam pengelolaan stres kerja.