Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Biologi Dengan Model TGT (Teams Games Tournament) Berbantuan CD (Compact Disk) Pembelajaran Haryati, Ety
Syntax Idea Vol 2 No 3 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i3.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran TGT berbantuan CD dalam pembelajaran Biologi. Berdasarkan hasil pemantauan peneliti, masih banyak guru Biologi SMA di Kota Cirebon yang mengajar dengan metode ceramah atau metode D3CH (Duduk, Diam, Dengar, Catat dan Hafal). Paradigma lama ini menyebabkan hasil belajar rendah. Model pembelajaran TGT berbantuan CD mampu mengaktifkan imajinasi siswa, aktivitas pembelajaran lebih kompetitif sehingga pembelajaran lebih efektif. Penelitan ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pre-test post-test control group design dan dianalisis secara statistik. Subyek penelitian adalah siswa SMAN 1 Cirebon dengan sampel siswa kelas XII IPA sebanyak tiga kelas dari tujuh kelas IPA. Sedangkan data tanggapan siswa dan guru serta aktivitas siswa dianalisa secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kelas Eksperimen yaitu dengan model pembelajaran TGT berbantuan CD pembelajaran memperoleh peningkatan hasil belajar mean N gain sebesar 0,833 sedangkan kelas dengan model TGT tanpa bantuan CD pembelajaran nilai mean N gain adalah 0,645 dan kelas Kontrol model Konvensional nilai mean N gain 0,592. Jadi kelas Eksperimen (E2) dengan model pembelajaran TGT berbantuan CD pembelajaran peningkatan hasil belajarnya lebih tinggi dari pada kelas (E1) maupun kelas Kontrol (K). Tanggapan siswa maupun guru terhadap model pembelajaran TGT dan CD pembelajaran sangat positif, pernyataan setuju mencapai prosentase 12,5%-100% untuk aktivitas siswa selama pembelajaran terlaksana dengan baik dan kondusif sehingga pembelajaran lebih efektif mencapai tujuan dengan prosentase antara 67,5%-92%. Sedangkan tanggapan guru dan siswa terhadap penggunaan CD pembelajaran sangat merespon positif dengan prosentase antara 50%-80%. Sebaiknya guru lebih kreatif dan inovatif untuk memilih model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa dengan media pembelajaran yang memudahkan dan menyenangkan siswa dalam belajar, sehingga hasil belajar lebih maksimal.
Uji Aktivitas Antibakteri Serbuk Instan Perasan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Anjastika, Luky Septiansyah; Haryati, Ety; Kholifah, Nurul
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gigi dan mulut adalah 10 penyakit utama di Indonesia. Streptococcus mutans adaalah mikroorganisme yang telah menjadi penyebab utama penyakit Karies gigi. Seiring dengan berkembangnya jaman yang semakin maju secara tidak langsung mempengaruhi pola konsumsi makanan dan minumannya yaitu ingin serba instan oleh karena itu berkembang pula makanan dan minuman kesehatan salah satunya adalah minuman serbuk instan. Tanaman herbal memiliki potensi besar sebagai obat pencegah infeksi gigi dan mulut salah satunya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, Swingle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serbuk instan perasan kulit buah jeruk nipis terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode pembuatan serbuk instan menggunakan metode Foam mat drying. Evaluasi sediaan meliputi mutu kimia, mutu fisik dan mutu organoleptik. Uji stabilitas sediaan menggunakan metode dipercepat selama 1 bulan dengan suhu penyimpanan 40 C, 250 C dan 400 C. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dalam medium nutrien blood dan darah segar. Hasil penelitian menunjukan serbuk instan perasan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, swingle) memiliki aktivitas anti bakteri terhadap Streptococcus mutans dengan konsentrasi 20%, 30% dan 40% yaitu 5,34 mm, 6,40 mm, dan 7,93 mm. Daya aktivitas terbesar terdapat pada konsentrasi 40% yaitu 7,93 mm. Pengolahan data dilakukan dengan uji Kruskall Wallis dan uji Mann-Whitney
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TABLET HISAP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Haryati, Ety; Sari, Rizka Noviana; Nurpatmawati, Nurpatmawati; Zakiyah, Fitri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.445 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.205

Abstract

Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki kandungan tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Mempertimbangkan kemudahan dalam pemakaian maka ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan jahe (Zingiber officinale) dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri tablet hisap kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan formula X1 perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe 2:2, formula X2 dengan perbandingan 3:1 dan formula X3 dengan perbandingan 1:3. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol 50 μg dan kontrol negatif yang digunakan tablet hisap tanpa ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening pada media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bening yang dihasilkan untuk masingmasing formula yaitu X1 (10mm), formula X2 (8,09 mm), formula X3 (16,02 mm), kontronegatif (3,22 mm) dan kontrol positif (16,27 mm). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa tablet hisap kombinasi esktrak daun sirih hijau (Piper betleL.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan formula X3 yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar dengan nilai sig (0,517 > 0,05).