Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MEMBANGUN SINERGITAS SEKTOR PERTANIAN DAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT KAWASAN SUBAK LEPUD DESA BAHA I Ketut Sumantra; I Ketut Widnyana; Anik Yuesti; A. A. Ketut Sudiana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.38

Abstract

Pembangunan pariwisata masal lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi, dan mengabaikan kelestarian lingkungan, disisi lain pemanfaatan hasil pertanian untuk sector pariwisata belum dikembangkan. Mengembangkan pariwisata alternative dengan mengintegrasikan pertanian ke dalam aktivitas pariwisata adalah pilihan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian di Subak Lepud desa Baha dan menemukan strategi dalam mensinergi pengembangannya dengan sektor pariwisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan wawancara dan data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT, strategi membangun sinergitas pertanian dan pariwisata di Subak Lepud melalui: a) pengembangan daya tarik wisata berbasis aktivitas pertanian dan ritual di subak, b) Melakukan ekspansi pasar dengan cara pemanfaatan keunggulan kearifan local subak dan pemanfaatan produk pertanian dan atraksi wisata yang unik melalui pembentukan lembaga usaha ekonomi subak, c) Mengkaselerasi pemberdayaan anggota subak melalui penyediaan sumber pendapatan tambahan dari kegiatan pariwisata disamping pendapatan dari usahataninya. d) Pemberian insentif dan desinsetif yang tertuang dalam awig-awig dan perarem untuk mengendalikan alih fungsi lahan, optimalisasi tenaga dari anggota subak, dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan eksistensi keberadaan subak.
Baku mutu kualitas air muara sungai di kawasan Pura Petitenget dan upaya pengendaliannya Suantara, Putu; Sudiana, A.A. Ketut; Sumantra, I.K
Bioculture Journal Vol. 1 No. 2: (January) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/bioculture.v1i2.2024.413

Abstract

The main objective of this research is to analyze the quality standards for the quality of flowing water and river estuaries in the Petitenget Temple Area and efforts to control pollution or reduce the quality standards for flowing and river estuary water in the Petitenget Temple Area. The research was conducted from December 2018 to April 2019 in the river that flows into Petitenget Beach by taking four sampling points. The quality of water quality standards is measured using the water quality standards of Bali Governor Regulation No. 16 of 2016 concerning Environmental Quality Standards and Standard Criteria for Environmental Damage. The results of the research found that the quality of the water quality standards in the Petitenget Temple area had experienced pollution, namely the parameters of turbidity, chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD5), phosphate (PO4-P), total ammonia (NH3-N), fecal coliform, and total coliform. Efforts that can be made to overcome pollution in Loloan waters and river estuaries in Petitenget are the creation of Waste Management Regulations through the 4R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace) pattern, limiting the use of chemical fertilizers and pesticides, creating waste storage and processing (septic tanks), and involving traditional villages (based on traditional villages) as well as environmental law enforcement.
Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar dan strategi pengelolaannya Indrawati, Mei; Sudiana, A.A. Ketut; Sumantra, I.K
Bioculture Journal Vol. 1 No. 2: (January) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/bioculture.v1i2.2024.414

Abstract

Green open space (GOS) plays a very important role in realizing a sustainable city and has a balance of ecological and psychological functions for urban communities. Green open space (GOS) can be divided into two categories, namely public GOS and private GOS, but only public GOS can still be controlled directly by the government. Until now, there has been no study regarding the use of public green open spaces in Denpasar City. The aim of this research is to identify the availability of public green open space in Denpasar City, analyze the implications of using public green open space in Denpasar City, and formulate strategies and policies for managing public green open space in Denpasar City. Data collection techniques in this research were interviews and questionnaires. The data analysis techniques in this research are qualitative and quantitative descriptive analysis techniques to determine the availability of public GOS, SWOT analysis for the use of public RTH, and Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine management strategies and policies. The availability of public green open space in 2011 was recorded at 2,341.48, or 18.32 percent. The availability of public green open space in 2019 was recorded at 1,572,990 hectares, or 12.49 percent. The difference between 2011 and 2019 was 768,490 ha, or 5.83 percent. The minimum area of public green open space in accordance with the regulations, namely 20 percent, was 1.68 percent in 2011 data and 7.51 percent in 2019 data. The implementation of the utilization of Denpasar City Public Green Open Space (GOS) based on the results of the analysis that has been carried out does not comply with the standards of Minister of Home Affairs Regulation Number 1 of 2007 concerning Arrangement of Green Open Space in Urban Areas and Minister of Public Works Regulation Number 5 of 2008 concerning Guidelines for Providing and Utilizing Green Open Space in Urban Areas. Management still needs to be improved both in terms of handling, security, and maintenance as well as maintaining the availability of existing public open space.
Strengthening Traditional Village Regulations for Anticipating Non-Performing Loans at Village Credit Institutions : Penguatan Aturan Desa Adat untuk Mengantisipasi Kredit Bermasalah di Lembaga Perkreditan Desa Dewi, Ni Nyoman Santi; Antari, Ni Komang Rahayu; Sudiana, Anak Agung Ketut; Putra, I Putu Mega Juli Semara; Rustiarini, Ni Wayan
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i2.1572

Abstract

LPD merupakan lembaga keuangan mikro yang didirikan untuk membantu perekonomian masyarakat di desa adat. Namun salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan LPD adalah kredit bermasalah. Kondisi ini tidak lepas dari lemahnya aturan atau keputusan rapat adat desa (pararem), sehingga tidak bisa memberikan sanksi sosial kepada warga desa yang tidak memenuhi kewajibannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran pararem Desa Adat Kukuh khususnya untuk mengantisipasi pembayaran kredit bermasalah di LPD. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perangkat desa, perangkat desa, dan pengelola LPD mengenai peran pararem sebagai instrumen hukum adat bagi warga desa yang mengabaikan kewajiban pembayaran kredit. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pendampingan. Materi penyuluhan terkait penguatan peraturan adat desa untuk mengantisipasi kredit bermasalah, sedangkan kegiatan pendampingan dilakukan untuk mengevaluasi penanganan kredit bermasalah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Kukuh, perangkat Desa Adat (prajuru adat), dan pengelola LPD Desa Adat Kukuh. Pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan dengan baik. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan aktif mengikuti proses diskusi dan tanya jawab.