Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA POSTER SEBAGAI IMPLEMENTASI KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) Andri Triyono., Sutiyono, Christina Nur W,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di Indonesia, hal ini dikarenakan banyaknya kasus baru akibat kemajuan teknologi dan banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia. di Kabupaten Grobogan pada tahun 2015, Kasus gangguan jiwa terjadi pada 649 orang. Dari angka tersebut 300 orang dialami oleh laki - laki dan 349 orang dialami oleh perempuan. Sedangkan dari peningkatan pertahun sebanyak 166 orang. Ini terjadi pada 89 kasus pada laki – laki dan 77 pada perempuan pada tahun 2016 (Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deteksi dini dengan kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan, mengetahui pengaruh analisis spasial dengan kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan dan Menerapkan strategi dalam menanggulangi kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobagan. Metodelogi Penelitian dengan Kuantitatif Research dengan Jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan Kualitatif Research. Pengambilan sampel dengan dengan Proporsive Random Sampel. Analisa data dibagi 2 yaitu analisis bivariat menggunakan chi square, dan analisi multivariat menggunakan analisis logistic. Sedangkan analisis Kualitatif menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil statistik dan analisis isi di dapatkan : ada pengaruh dari analisis spasial terhadap kejadian gangguan jiwa dengan P Value = 0,0001. Adanya pengaruh secara bersama sama antara deteksi dan analisis spasial terhadap kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan dengan P Value = 0,0001. Adanya sebaran lokasi sesuai dengan sistem analisis spasial yang ada. Lokasi paling banyak adalah daerah yang kurang produktif dan rawan bencana. Analisis yang dominan dalam analisis SWOT adalah Adanya kekuatan yang ada dalam kesehatan jiwa dari kebijakan kesehaan jiwa. Sedangkan kelemahan dari kesehatan jiwa adalah stigma yang masih dominan pada orang- orang yang mengalami gangguan jiwa. Dari segi peluang terdapat kemauan dari keluarga untuk sembuh dan harapan adanya bantuan yang ada dalam pengobatan. Dan dari aspek ancaman yang paling dominan adalah factor kebutuhan ekonomi dan bencana.Terdapat pengaruh spasial terhadap kejadian gangguan jiwa dan adanya pengaruh yang secara bersama sama antara deteksi dan spasial terhadap kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan. Meningkatkan masyarakat untuk menerima kehadiran orang dengan sakit jiwa, Serta petugas aktif dalam mendeteksi resiko lokasi rawan dengan gangguan jiwa.Kata kunci: Spasial; Deteksi Dini; Gangguan Jiwa
Pengaruh Pemberian Kompres Larutan Jahe Terhadap Nyeri Asam Urat Di Posyandu Lansia Melati Desa Candisari Suryani Suryani; Sutiyono Sutiyono; Mingle A Pistanty
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.693

Abstract

ABSTRAKAsam urat merupakan penyakit yang diakibatkan tingginya kadar purin di dalam darah. Di Dunia asam urat meningkat dua kali lipat populasi >75 tahun, saat ini di Indonesia di lihat dari karakteristik umur dan jenis kelamin , prevalensi tertinggi umur >75 tahun (54,8%). Penderita wanita juga lebih banyak (27,5%) di bandingkan dengan pria (21,8%).Diperlukan suatu tindakan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri sendi pada lanjut usia, salah satunya adalah terapi nonfarmakologi kompres larutan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres larutan jahe (zingiber officinale roscoe) terhadap nyeri asam urat di Posyandu Lansia Melati Desa Candisari Kabupaten Grobogan. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan pretest-posttest with control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah noprobability sampling dengan pendekatan total sampling dan didapatkan sampel berjumlah 50 responden. Hasil analisa pengaruh ditujukan dengan adanya pengaruh tingkat skala nyeri sebelum dan setelah dilakukan pemberian kompres larutan jahe menggunakan uji statistik paired t test, didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,0001 atau kurang dari  0,05 (p<0,05), dengan nilai t sebesar 39.192. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut ada pengaruh pemberian kompres larutan jahe (zingiber officinale roscoe) terhadap nyeri asam urat di Posyandu Lansia Melati Desa Candisari Kabupaten Grobogan.Kata Kunci : Asam urat, Jahe, Nyeri
The Implementation Analysis of Community-Based Total Sanitation Program as Strategy for Improving Clean and Healthy Living Behavior by Primary Health Care Center Workers in Grobogan Regency Sutiyono Sutiyono; Zahroh Shaluhiyah; Cahya Tri Purnami
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.262 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakDi Kabupaten Grobogan, kejadian penyakit diare, campak, frambusia, dan difteri cukup tinggi. Kejadian penyakit – penyakit ini merupakan indikator PHBS masyarakat. STBM bertujuan untuk menurunkan penyakit – penyakit tersebut, namun pelaksanaan program STBM dengan indikator buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air bersih, pengolahan sampah dan pengolahan limbah cair masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program STBM di Kabupaten Grobogan.Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomena. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 8 informan utama petugas promkes dan kesling, Focus Group Discussion dengan informan triangulasi yaitu kader, tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat. Analisis data dengan content analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : sebagian besar petugas melaksanakan program STBM dengan baik. Hal yang masih kurang baik adalah kegiatan monitoring. Sebagian besar pengetahuan petugas tentang pelaksanaan program STBM sudah baik. Belum semua petugas bersikap baik dalam melaksanakan program STBM. Sebagian besar petugas belum mengetahui peraturan dalam melaksanakan program STBM tetapi kader sudah mengetahui. Semua petugas telah mendapatkan pelatihan program STBM. Semua kepala puskesmas telah melaksanakan pengawasan rutin. Sarana dan prasarana yang berupa alat pembuat jamban, sarana cuci tangan, alat pengolah sampah, lembar balik.Disarankan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kerjasama lintas program, lintas sektoral dalam pelaksanaan program STBM. Selain itu juga meningkatkan peran kader dalam pelaksanaan program STBM. AbstractIn Grobogan district, the occurrence of diarrhea, morbilli, framboesia, and diphtheria was relatively high. The presence of these diseases was an indicator of hygienic and healthy live behavior (PHBS) of a community. Objective of community based total sanitation (STBM) was to reduce those diseases. However, the implementation of STBM program was still inadequate. Indicators of STBM program were improper defecation, washing hand using soap, clean water management, waste management, and liquid waste management. Objective of this study was to describe the implementation of STBM program in Grobogan district.This was a qualitative study with phenomenon approach. Data collection was done by conducting in-depth interview to 8 main informants: health promotion and environmental health workers. Focus group discussion was conducted to triangulation informants; triangulation informants consisted of cadres, local religious leaders, local community leaders, and local people. Data were analyzed using content analysis method.Results of the study showed that the majority of workers implemented STBM program well. A thing that was still insufficient or inadequate was monitoring. The majority of worker’s knowledge regarding the implementation of STBM program was sufficient. Not all workers had good attitude in the implementation of STBM program. The majority of workers did not know regulations in implementing STBM program; however, cadres knew the regulation. All workers had received STBM program training. All heads of primary healthcare centers (puskesmas) had conducted routine supervision. Facilities were in the form of water closet maker instruments, hand washing facility, waste management instruments, and flip charts.Suggestions for District Health Office were to improve cross program and sector collaborations in the implementation of STBM program, to increase the role of cadres in the implementation of STBM program.
INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PENURUNAN SUHU PADA BAYI DENGAN METODE SKIN TO SKIN CONTACT : A LITERATURE REVIEW Sutiyono Sutiyono; Yesita Ragil Kusumaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.210

Abstract

Demam merupakan respon yang sering dialami pada bayi selama sakit. Demam pada bayi perlu melakukan tindakan yang segera dan perlakuan dalam penanganan. Salah satu penatalaksaan demam pada bayi dengan kontak kulit ibu dengan kulit bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intervensi kontak kulit pada perubahan suhu pada bayi demam. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode literature review. Media pencarian artikel dilakukan dengan data base Google Scholar, Pubmed, Crossref, Web Of Science, Scopus besarnya sampling sebanyak 9 artikel. Hasil sintesis review dari 9 artikel yang didapatkan bahwa didapatkan 6 artikel yang mempunyai dampak pada penurunan suhu dan 3 artikel tidak mempunyai dampak lansung penurunan suhu pada bayi. Hasil analisis lebih lanjut bahwa dengan pemberian kontak kulit ibu kepada bayi dapat meningkatan ASI, peningkatan denyut jantung dan peningkatan pola nafas dalam bayi. dengan peningkatan dalam denyut jantung dan pola nafas oleh bayi dapat memberikan kestabilan suhu pada bayi. Adanya kontak kulit pada penatalaksanaan demam pada bayi mempunyai pengaruh yang positif dan mengalami perubahan yang bermakna dalam pola nafas dan denyut jantung.
Strategi Pencegahan Stunting Dengan Intervensi Kebijakan Publik Dan Intervensi Gizi: Systematic Literature Review Sutiyono Sutiyono; Muhammad Makmun; Nurya Kumalasari
Indonesian Journal of Health Community Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v6i2.4196

Abstract

Stunting is a serious public health problem globally, particularly in developing countries. The prevalence of stunting in 2024 is projected to be 21.6%, meaning that 1 in 5 children under five in Indonesia will experience chronic growth problems. The purpose of this study was to analyze the literature on stunting prevention through policy and nutrition interventions. This study used a systematic literature review approach. Data were obtained from databases such as PubMed, Scopus, Google Scholar, and Web of Science, as well as national policy documents. The analysis was conducted using a PRISMA diagram. The articles discussed stunting prevention with a focus on public policy and nutrition interventions. The analysis results were synthesized to identify patterns, effectiveness, and relationships between public policy and nutrition interventions on stunting prevention. Addressing these issues requires a combination of policy and nutrition interventions. Social protection policies, food aid, and local economic development can increase the consumption of nutritious food and accelerate stunting reduction. One effective approach is the use of spatial data.