Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN STATUS EKONOMI DENGAN RISIKO KEHAMILAN 4T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MANNA Angraini, Heni; Oktarina, Mika; Fivtrawati , Helleri; Eliagita, Choralina; Zarey , Wita Lova
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28189

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2021 memperkirakan setiap hari, sekitar 754 wanita meninggal karena terkait kehamilan dan persalinan atau sekitar 2431.000. Kematian maternal yang tinggi juga disebabkan oleh tingginya angka kehamilan yang tidak diharapkan, lebih kurang 65% kehamilan masih terjadi karena “4 terlalu”. Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah apabila mendapat penanganan yang adekuat di fasilitas pelayanan Kesehatan. Pada Ibu Hamil Wilayah Puskesmas Kota Manna. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian secara deskriktif correlational dengan menggunakan desain cross-sectional. teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana sampel pada penelitian ditemui saat penelitian sebanyak 43 respoden. Pengumpulan data penelitian jenis data yang peneliti gunakan adalah data primer. Data di diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 43 responden terdapat 25 responden yang merupakan Resiko Kehamilan 4 Terlalu (4T), terdapat 18 responden yang mempunyai pendidikan dan terdapat 21 responden yang mempunyai sosial ekonomi rendah. Ada hubungan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga dengan Risiko Kehamilan 4 Terlalu (4T) Pada Ibu Hamil Wilayah Puskesmas Kota Manna, kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan, pembagian leaflet, buku, majalah dan poster kepada ibu tentang resiko kehamilan 4T, yang dilakukan secara sistematis.
The relationship between mother's knowledge and motivation with the regularity of ANC visits at the Muara Pinang Health Center, Empat Lawang Regency: Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Dengan Keteraturan Kunjungan ANC di Puskesmas Muara Pinang Empat Lawang Heni Angraini; Oktarina, Mika; Subani, Pitri; Eliagita, Choralina; Fivtrawati, Helleri
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v7i2.361

Abstract

This study aims to study the relationship between mother's knowledge and motivation with the regularity of ANC visits at the Muara Pinang Health Center, Empat Lawang Regency.This study uses a descriptive correlation approach with a cross sectional design. The population of this study were all postpartum mothers in the Muara Pinang Health Center Work area, Empat Lawang Regency in June-July 2021 as many as 30 people. Samples obtained as many as 30 people were taken by total sampling. Data collection is using secondary and primary data. Data analysis was carried out by using the Chi-Square test (χ2) and the Contingency Coefficient (C) test. The results obtained: (1) From the 30 samples there were 11 irregular ANC visits and 19 regular ANC visits; (2) Of the 30 samples, there were 8 people with poor knowledge, 10 people with sufficient knowledge and 12 people with good knowledge; (3) From 30 samples, there are 12 people with unfavorable motivation and 18 people with favorable motivation; (4) There is a significant relationship between knowledge and ANC visits in the Muara Pinang Health Center Work Area, Empat Lawang Regency, with a moderate relationship category and (5) There is a significant relationship There is a significant relationship between motivation and ANC visits in the Muara Pinang Health Center Work Area, Empat Lawang Regency, with a moderate relationship category
The Implementation of Antenatal Classes: A Scoping Review Oktarina, Mika; Sulastri, Delmi; Utama, Bobby Indra; Firdawati, Firdawati
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 3 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.3.40-52.2025

Abstract

Background: Antenatal classes serve as a learning platform for pregnant women regarding pregnancy and childbirth preparation. This literature review aims to map the literature and evidence-based practices related to antenatal class implementation. Purpose:  This  scoping  review  aims to assess the implementation of Antenatal Classes. Methods: This study adopts a literature review design. Initial searches for journal articles were conducted on the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases from 2019 to 2024. The study identified 78 articles, of which only six journal articles met the inclusion criteria. Literature review procedures: collecting library data, reading, and note-taking, as well as critically assessing research materials. Results: According to the literature review, the implementation of antenatal classes yields numerous benefits, reducing stress and anxiety symptoms for both pregnant women and their partners in facing pregnancy and childbirth. Providing comprehensive and continuous material can enhance pregnant women's knowledge, attitudes, and behavior changes in preventing complications. Conclusion: Antenatal classes benefit mothers in preparing for a healthy pregnancy, childbirth, breastfeeding, transitioning into motherhood, and enabling early detection. Support from husbands and families to attend antenatal classes can boost the mother's confidence. A research gap identified for future studies is the variation in facilitators (healthcare professionals) of antenatal classes between developed and developing countries. Interprofessional Collaboration (IPC) is implemented in developed countries by involving specialized doctors, midwives, and nutritionists as facilitators in antenatal class implementation.
Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (LEKSIA) Sebagai Sarana Tular Nalar di Masa Pandemi COVID-19 Ningsih, Dwi Putri Sulistiya; Mutiara, Violita siska; Oktarina, Mika; Rahmawati, Ida
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.6338

Abstract

Revolusi industri 4.0 dan pandemi COVID-19 memaksa manusia untuk melakukan perubahan dan adaptasi kebiasaan baru. Tsunami informasi kesehatan mengakibatkan banyaknya informasi dan berita-berita hoaks yang tersebar di media sosial, sedangkan indeks literasi Indonesia masih jauh tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi efektif menggunakan media sosial Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (Leksia) terhadap penyebaran informasi kesehatan di masyarakat. Metode penelitian menggunakan riset evaluasi dengan pendekatan audit komunikasi media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai media tular nalar kepada warganet. Setiap harinya berbagai informasi dibagikan mulai dari hari senin sampai sabtu. Selain itu terdapat juga kegiatan pengabdian, penyuluhan dan perlombaan yang diadakan diluar dari kegiatan rutin. Rekrutmen relawan dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat dari berbagai profesi yang ingin menjadi bagian dari komunitas. Hasil penelitian adalah proses komunikasi komunitas Leksia melalui media sosial instagram dan whatsapp sudah sesuai dengan kaidah-kaidah komunikasi. Konten-konten yang sudah terjadwal setiap hari dan dispesifikasi dengan jelas sehingga tidak tercampur antara satu topik dengan topik yang lainnya. Monitoring dan evaluasi belum optimal. Kontribusi berupa rekomendasi kepada komunitas online diharapkan meningkatkan komunikasi dua arah untuk menarik kepercayaan publik dan melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap konten-konten yang dibagikan agar tidak melanggar UU ITE.