Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Bahasa Inggris dalam Pembelajaran di SD dan SMP Advent Tanawangko Bawengan, Jeanette J.; Sakul, Billy M.; Lotulung, Christa V.; Neman, Meily I. E.; Frans, Nofry; Kondo, Petrus; Sengkey, Virginia G.
Servitium Smart Journal Vol 1 No 1 (2022): Servitium Smart Journal
Publisher : Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/servitium.v1i1.6

Abstract

Kegiatan PKM ini adalah kegiatan PKM tim FKIP UNKLAB berbentuk pelatihan penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran guru-guru di SD dan SMP Advent Tanawangko. Persekolahan ini dimiliki oleh organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (GMAHK UKIKT). Organisasi ini memiliki program menjadikan persekolahan Advent sekolah dwibahasa atau bilingual: Indonesia-Inggris. Kemampuan Bahasa Inggris para guru SD dan SMP Advent Tanawangko masih rendah. Itu sebabnya mereka ingin meningkatkan kemampuan dalam berBahasa Inggris sebagai respon atas program GMAHK UKIKT melalui pelatihan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, tim PKM FKIP UNKLAB telah menyusun sebuah silabus notional/functional yang memiliki tiga kompetensi yang akan dikembangkan. Kompetensi pertama (Competency 1) adalah kemampuan menggunakan Bahasa Inggris di awal pembelajaran, kompetensi kedua (Competency 2) adalah kemampuan menggunakan Bahasa Inggris pada kegiatan pembelajaran inti, dan kompetensi ketiga (Competency 3) adalah kemampuan menggunakan Bahasa Inggris pada kegiatan penutupan pembelajaran. Untuk mengevaluasi hasil pelatihan ini, tim juga telah menyusun sebuah asesmen awal yaitu sebuah tes online dan melakukan dua asesmen akhir yaitu interaksi langsung dengan peserta latihan dan asesmen video. Evaluasi hasil menunjukkan bahwa sebagian peserta telah mampu menggunakan Bahasa Inggris dalam pembelajaran.
Masalah Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Lotulung, Christa Vike
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1103

Abstract

The demands of final assignments often constitute an academic burden that is considered difficult by most students, making it a big challenge to complete the final assignment. There are so many factors that can influence a student's success in completing their final assignment. This research aims to explore information related to the problems faced by final-year nursing students in completing their theses. A quantitative design with a descriptive approach was carried out in carrying out this research involving 200 student respondents from a private university in North Sulawesi. The instrument used by researchers in collecting data was a questionnaire with online open questions. The data was analyzed using a frequency distribution model using statistical tools on a computer. Based on the perceptions and experiences of respondents in the questionnaire answers, the results of this research found several dominant problems faced by students both internally and externally, namely related to feeling lazy and lack of motivation, busyness with the demands of other courses, lack of support from friends and a conducive environment, poor understanding. still lacking in terms of research methods and data analysis, as well as the consul's busy schedule and schedule not being compatible with the supervisor's lecturer. It is important for students to develop strategies that suit their needs, increase motivation, develop necessary academic skills, or plan their time more efficiently. Apart from that, educational institutions can also provide greater support in the form of academic guidance, access to resources, or support programs to help students overcome the challenges they face regarding completing their final assignments. Tuntutan tugas akhir seringkali menjadi beban akademik yang dianggap sulit oleh sebagian besar mahasiswa sehingga menjadi tantangan yang besar dalam menyelesaikan tugas akhir. Begitu banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi terkait masalah-masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa keperawatan tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif telah dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini yang melibatkan 200 responden mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara. Instrument yang digunakan peneliti dalam pengumpulkan data adalah kiuesioner dengan pertanyaan terbuka secara daring. Data dianalisis dengan model distribusi frekuensi menggunakan perangkat satistik dalam computer. Berdasarkan persepsi dan pengalaman responden dalam jawaban kuesioner, hasil penelitian ini menemukan beberapa masalah dominan yang dihadapi mahasiswa baik secara internal maupun eksternal, yaitu terkait rasa malas dan kurang motivasi, kesibukan dengan tuntutan mata kuliah lainnya, kurangnya dukungan teman dan lingkungan yang kondusif, pemahaman yang masih kurang dalam hal metode dan analisis data penelitian, serta kesibukan dan jadwal konsul yang tidak sesuai dengan dosen pembimbing. Penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan motivasi, mengembangkan keterampilan akademik yang diperlukan, atau merencanakan waktu dengan lebih efisien. Selain itu, institusi pendidikan juga dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam bentuk bimbingan akademik, akses terhadap sumber daya, atau program-program pendukung untuk membantu mahasiswa mengatasi tantangan yang dihadapi terkait penyelesaian tugas akhir.
Motivasi Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Dalam Belajar Bahasa Inggris Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1210

Abstract

This study aims to analyze the motivation to learn English among nursing students, especially in facing global competition. This study uses a quantitative-descriptive approach with 95 students selected purposively. Motivation to learn English is measured through two main aspects, namely integrative motivation and instrumental motivation. The results of the study indicate that instrumental motivation such as the desire to support a career and understanding popular culture content, are the main drivers for students in learning English. In addition, integrative motivation such as the desire to understand the culture of English-speaking countries and interact with native speakers, also has a significant role. Educational institutions are expected to develop English learning programs that are more applicable, oriented to the world of work, and based on the global needs of students. Further research is recommended to conduct an in-depth analysis of the factors that influence motivation, as well as a longitudinal approach to track changes in motivation along with the education process.
Kebiasaan Berbahasa Inggris dan Rencana Kerja ke Luar Negeri dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris Mahasiswa Keperawatan Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1309

Abstract

Hasil belajar mahasiswa keperawatan merupakan indikator penting dalam menilai kesiapan mereka memasuki dunia kerja, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan berbahasa Inggris dan rencana kerja ke luar negeri dengan hasil belajar bahasa Inggris mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif dan metode longitudinal. Data dikumpulkan dari mahasiswa Fakultas Keperawatan pada salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara selama semester ganjil tahun ajaran 2024–2025. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar berdasarkan kebiasaan berbahasa Inggris dan rencana kerja ke luar negeri (p < 0,05). Mahasiswa yang lebih sering menggunakan bahasa Inggris serta memiliki rencana kerja ke luar negeri cenderung memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebiasaan dan motivasi karier memiliki kontribusi penting terhadap capaian akademik. Pentingnya penguatan pembelajaran bahasa Inggris dan bimbingan karier global dalam pendidikan keperawatan, serta perlunya penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dimensi motivasional secara lebih mendalam. Nursing students' learning outcomes are important indicators in assessing their readiness to enter the workforce, especially amidst the increasing need for global health workers. This study aims to analyze the relationship between English language habits and overseas work plans with nursing students' English language learning outcomes. This study used a quantitative approach with a comparative descriptive design and longitudinal method. Data were collected from students of the Faculty of Nursing at a private university in North Sulawesi during the odd semester of the 2024–2025 academic year. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and continued with the Dunn Test. The results showed significant differences in learning outcomes based on English language habits and overseas work plans (p < 0.05). Students who use English more often and have overseas work plans tend to have higher learning outcomes than other groups. These findings indicate that career habit and motivation factors have important contributions to academic achievement. The importance of strengthening English language learning and global career guidance in nursing education, as well as the need for further research with a qualitative approach to explore the motivational dimension in more depth.
Hubungan Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Kecerdasan Spiritual Siswa Sion, Putri; Lotulung, Christa Vike
DIDASCO Vol 3 No 2 (2025): August 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/sjip.v3i2.1473.98-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara peran guru pendidikan agama kristen dan kecerdasan spiritual siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Advent Unklab, yang menjadi sampel yaitu siswa Kelas VIII yang berjumlah 81 responden. Data diperoleh melalui kuesioner secara langsung kepada responden. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dan korelasi. data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran guru pendidikan agama kristen berada pada kategori yang sangat tinggi dengan nilai rerata adalah 3,59 dan kecerdasan spiritual siswa berada pada kategori yang sangat tinggi dengan nilai rerata adalah 3,56. Selanjutnyan terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru pendidikan agama kristen dan kecerdasan spiritual siswa kelas VIII SMP Advent Unklab dengan nilai koefisien korelasi r=0,39 dan α<0,05 maka dinyatakan korelasi signifikan yang sedang dan arah yang positif. Peran guru sangat penting dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa karena melalui keteladanan, bimbingan nilai, dan proses pembelajaran yang bermakna, guru membantu siswa membangun kesadaran diri, makna hidup, serta karakter moral yang kuat.
Harapan Masa Depan dalam Karier bagi Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir setelah Belajar Bahasa Inggris Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1546

Abstract

English language proficiency is a crucial competency in global nursing and influences students' career orientation. Final-year nursing students are in the transition phase to the workforce, so their future career expectations are a crucial aspect to examine, especially after they have received English language instruction. This study aims to describe the future career expectations of final-year nursing students after English language instruction. This study used a quantitative descriptive design with a content analysis approach. A sample of 95 students was purposively selected. Data were collected through Google Forms using open-ended questions, then coded and analyzed descriptively with IBM SPSS Statistics. The results showed that the majority of respondents hoped to work abroad (44.2%), followed by communication skills with foreign patients (21.1%) and becoming a registered nurse abroad (13.7%). Some respondents also viewed English as an added value in their work (9.5%). English language learning plays a role in shaping nursing students' global career orientation. Strengthening English language learning based on global practice needs is needed. Future research is expected to examine the factors influencing career expectations and use analytical designs to strengthen the findings. Kemampuan bahasa Inggris menjadi kompetensi penting dalam keperawatan global dan memengaruhi orientasi karir mahasiswa. Mahasiswa keperawatan tingkat akhir berada pada fase transisi menuju dunia kerja, sehingga harapan masa depan dalam karir menjadi aspek penting yang perlu dikaji, terutama setelah mereka memperoleh pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan menggambarkan harapan masa depan karir mahasiswa keperawatan tingkat akhir setelah pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis konten. Sampel sebanyak 95 mahasiswa dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui Google Forms menggunakan pertanyaan terbuka, kemudian dikodekan dan dianalisis secara deskriptif dengan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berharap bekerja di luar negeri (44,2%), diikuti kemampuan komunikasi dengan pasien asing (21,1%) dan menjadi registered nurse di luar negeri (13,7%). Sebagian responden juga memandang bahasa Inggris sebagai nilai tambah dalam pekerjaan (9,5%). Pembelajaran bahasa Inggris berperan dalam membentuk orientasi karir global mahasiswa keperawatan. Perlu penguatan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebutuhan praktik global. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi harapan karir serta menggunakan desain analitik untuk memperkuat temuan.