Samuel Purdaryanto
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SIKAP DAN TINDAKAN ORANG KRISTEN TERHADAP ANCAMAN POLITIK IDENTITAS DAN INTOLERANSI: SEBUAH KAJIAN TEOLOGI PRAKTIS Yonatan Alex Arifianto; Suhadi Suhadi; Samuel Purdaryanto
Manna Rafflesia Vol. 9 No. 2 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v9i2.311

Abstract

Abstrak: Persoalan bangsa yang besar lewat perselisihan yang menimbulkan disintegrasi bangsa secara horizontal sangat disayangkan terjadi di Indonesia. Namun hal itu terjadi karena masyarakat mau di adu domba dengan oknum serakah kekuasaan dengan mengorbankan kerukunan bertujuan mereduksi keberagaman dan kemajemukan bangsa. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab orang percaya atau gereja secara umum yang berada dalam fenomenologi politik identitas. Sejatinya orang percaya dapat menciptakan kerukunan dan memperkokohnya melalui sikap yang menjadi berkat dalam ruang publik. Hal itu juga selaras dengan apa yang dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh pejuang kemerdekaan yang tidak melihat latar belakang SARA. Begitu juga kemajemukan harus tetap dijaga dan dikawal dengan tindakan-tindakan setiap hari yang tidak pernah menyinggung sentimen berlebihan dari identitas manusia. Oleh karena itu saling menghargai dan menghormati menjadi cara tersendiri untuk memperkokoh kerukunan supaya bangsa besar atas nama Indoensia ini memberi rasa nyaman bagi generasi selanjutnya
Allah Telah Berjanji untuk Menyelamatkan Manusia: Sebuah Studi Eksegsis Kejadian 3:15 Regueli Daeli; Samuel Purdaryanto; Apriani Telaumbanua
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v1i2.16

Abstract

  Salvation is a gift from God that is given to humans freely through Jesus Christ as Lord and Savior of the world. The fall of man into sin, makes human spiritual decline and live in sin. However, because God loves humans, it is God who took the initiative to seek humans (Gen. 3:8-9) and promised to save and restore human life through the redemption that God would work out in Jesus Christ on the cross (cf. Gen. 3 :15). This promise is seen when God was incarnated in the flesh, born of a woman, namely Mary. And this refers to the person of Jesus Christ who was born of female offspring. In John 3:16, it is the fulfillment of God's promise in Genesis 3:15. These two verses are continuous with God's actions in realizing His promise to save His people through the female offspring, namely Jesus Christ. Therefore, the principle of salvation in both Old and New Testament times is the grace of God. That is why in this paper, the author analyzes the term his descendants crush your head and you will bruise his heel indicating the realization of the promise of salvation that will be carried out by God. Therefore, the concept of salvation in Christianity is the work of God. Keywords: Salvation, God’s Grace, man, Genesis 3:15   ABSTRAKSKeselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada manusia secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Kejatuhan manusia ke dalam dosa, membuat spritual manusia merosot dan hidup dalam keberdosaan. Namun karena Allah mengasihi manusia, maka Allah yang berinisiatif untuk mencari manusia (Kej. 3:8-9) dan berjanji akan menyelamatkan dan memulihkan kehidupan manusia melalui penebusan yang akan dikerjakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus di kayu salib (bnd. Kej.3:15). Janji ini terlihat ketika Allah berinkarnasi dalam daging, yang lahir dari seorang perempuan yaitu Maria. Dan hal ini merujuk pada pribadi Yesus Kristus yang telah lahir dari keturunan perempuan. Dalam Yohanes 3:16, merupakan penggenapan janji Allah dalam Kejadian 3:15. Kedua ayat tersebut berkesinambungan dengan tindakan Allah dalam merealisasikan janji-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya melalui keturunan perempuan yaitu Yesus Kristus. Oleh karena itu prinsip keselamatan baik pada zaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah kasih karunia Allah. Itulah sebabnya dalam tulisan ini, penulis menganalisis istilah keturunannya meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya menunjukkan realisasi janji penyelamatan yang akan dikerjakan oleh Allah. Oleh karena itu, konsep keselamatan dalam Kekristenan adalah karya Allah.   Kata Kunci: Keselamatan; Anugerah Allah, manusia, Kejadian 3:15
Strategi Misi Penginjilan Yesus: Sebuah Studi Eksposisi Matius 9:35-37 Samuel Purdaryanto; Hariyanto Hariyanto; Deice Miske Poluan
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i2.137

Abstract

A mission is the sending of a church for believers to preach the gospel in the midst of the world to the unbelievers. The implementation of the mission can be realized properly, a strategy or steps are needed to achieve the goal. From the existing data, in Indonesia alone there are still 131 neglected tribes who have not heard the gospel news. Looking at this data, the mission strategy of preaching the gospel is still very much needed to increase the number of existing evangelistic mission strategies. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis methods through exposition studies. The author conducted an expositional study of the Gospel of Matthew 9:35-38 with the OIA model (observation, Intepretation, Application), to find a mission strategy for preaching the gospel of Jesus. The results of this study found a mission strategy for preaching the gospel of Jesus which is divided into three steps. Compassion as the basis of the strategy of preaching the gospel, moving to reach all places, and preaching and teaching. These findings encourage every Christian to become more active in missionary ministry. ABSTRAKMisi merupakan pengutusan gereja bagi orang percaya untuk memberitakan Injil di tengah dunia kepada mereka yang belum percaya. Pelaksaan misi dapat terealisasi dengan baik, diperlukan strategi atau langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Dari data yang ada, di Indonesia saja masih terdapat 131 suku terabaikan yang belum mendengar berita Injil. Melihat data ini, strategi misi pemberitaan Injil masih sangat diperlukan untuk menambah jumlah strategi misi penginjilan yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa deskriptif melalui studi eksposisi. Penulis melakukan studi eksposisi terhadap Injil Matius 9:35-38 dengan model OIA (observasi, Intepretasi, Aplikasi), untuk menemukan strategi misi pemberitaan Injil Yesus. Hasil penelitian ini menemukan strategi misi pemberitaan Injil Yesus yang dibagi dalam tiga langkah. Belas kasih sebagai dasar strategi memberitakan Injil, bergerak menjangkau segala tempat, serta  memberitakan dan mengajar. Temuan ini mendorong setiap orang Kristen untuk semakin giat dalam pelayanan misi. Kata-kata kunci: Misi; Strategi, pemberitaan; belas kasihan; mengajar