Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Karakterisasi Sifat Termal Pada Komposit Nano Epoksi Berpengisi Sn-Ag dengan Variasi Komposisi Filler dan Temperatur Curing Aziz, Abdul; Muharom, Abu Abdurachman; Milandia, Anistasia
Jurnal Furnace Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Department of Metallurgical Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir banyak dilakukan penelitian tentang ECA (Electrically Conductive Adhesives) yang bertujuan untuk menggantikan solder konvensional Sn/Pb pada aplikasi mikroelektronika. Namun, pada saat ini ECA masih belum bisa menggantikan solder konvesional Sn/Pb di semua aplikasi karena memiliki banyak kekurangan sehingga belum dapat dioptimalkan penggunaannya disemua aplikasi. Nanomaterial berbasis polimer telah secara intensif dipelajari untuk menggantikan bahan interkoneksi berbasis logam dan berbagai upaya penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan sifat material ECA. Nanokomposit berbasis polimer memiliki banyak keunggulan dibandingkan material komposit konvensional, makro maupun mikro. Keunggulannya antara lain meningkatkan sifat elektrik, konduktivitas termal, sifat mekanik dan resistansi terhadap suhu tinggi. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nano komposit epoksi resin dengan filler Sn-3,5Ag yang dapat digunakan sebagai aplikasi ECA dengan variasi komposisi filler Sn-3,5Ag sebanyak 0,005%; 0,05%; 0,5% dan variasi temperatur curing pada temperatur ruang (25OC), 65OC, dan 90OC selama 90 menit. Hasil sintesa epoksi nano komposit dikarakterisasi untuk mengetahui pengaruh dari variabel yang digunakan. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji termal menggunakan DSC. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, Nilai Tg yang paling optimum diperoleh pada sampel dengan penambahan filler Sn-Ag 0,05% wt dengan proses temperatur curing 65OC yaitu sebesar 46,09OC. Dan juga pada sampel tersebut diperoleh nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 33,72 Mpa. Sedangkan nilai Td tertinggi diperoleh pada sampel dengan penambahan filler Sn-Ag 0,05% wt dengan proses temperatur curing 25OC yaitu sebesar 377,57OC.
PENGARUH PERLAKUAN SPHEROIDIZED ANNEAL 810 C DAN QUENCH TEMPER 600 O C, 690 O C TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PERKAKAS TUANG UNTUK APLIKASI OTOMOTIF Abdul Aziz
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6695

Abstract

Pada penelitian ini, material baja perkakas diatur komposisi paduannya dengan menambahkan unsur paduan Si yang berbeda yaitu 0,8%wt, 2,0%wt, dan 3,0%wt Si pada setiap material baja perkakas, dengan unsur paduan lainnya ditambahkan dengan perbandinganan tetap.Setiap material baja perkakas tidak diberikan unsur vanadium, hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat mekanis tanpa ditambahkan unsur paduan Vanadium. Kemudian baja perkakas tersebut dilakukan perlakuan spheroid anneal dan quench temper dengan penggunaan temperatur temper yaitu 600oC, 69oC dan temperatur spheroid anneal 810oC. Dari penambahan unsur paduan dan perlakuan panas tersebut dapat diketahui pengaruhnya terhadap sifat mekanis, yaitu sifat mekanik, serta struktur mikro material baja perkakas.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik sampel C>D>E>B>A. Hal ini sebanding dengan morfologi fasa martensit dan karbida seperti yang terekam dari hasil pengamatan struktur mikro, dimana semakin kasar fasa martensit dan karbida maka nilai kekuatan tariknya ternyata lebih rendah apabila dibandingkan dengan fasa martensit dan karbida dengan morfologi yang lebih halus.
Pengaruh Perlakuan Spheroidized Anneal 810oC dan Quench Temper 600oC, 690oC Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja Perkakas Tuang Untuk Aplikasi Otomotiv Abdul Aziz
Jurnal Teknika Vol 11, No 1 (2015): Edisi Juni 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v11i1.6969

Abstract

Pada penelitian ini, material baja perkakas diatur komposisi paduannya dengan menambahkan unsur paduan Si yang berbeda yaitu  0,8%wt, 2,0%wt, dan 3,0%wt Si pada setiap material baja  perkakas, dengan unsur paduan lainnya ditambahkan dengan perbandinganan tetap.Setiap material baja perkakas tidak diberikan  unsur vanadium, hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat mekanis tanpa ditambahkan unsur paduan Vanadium. Kemudian baja perkakas tersebut dilakukan perlakuan  spheroid anneal dan quench temper  dengan penggunaan temperatur temper  yaitu 600OC, 690oC dan temperatur spheroid anneal 810oC. Dar penambahan unsur paduan dan perlakuan panas tersebut dapat diketahui pengaruhnya terhadap sifat mekanis, yaitu sifat mekanik, serta struktur mikro material baja perkakas.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan  tarik sampel C>D>E>B>A. Hal ini sebanding dengan morfologi fasa martensit dan karbida seperti yang terekam dari hasil pengamatan struktur mikro, dimana semakin kasar fasa martensit dan karbida maka nilai kekuatan tariknya ternyata lebih rendah apabila dibandingkan dengan fasa martensit dan karbida dengan morfologi yang lebih halus.
PENGARUH PERLAKUAN QUENCH TEMPER 600 O C TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PERKAKAS UNTUK APLIKASI MOLD DAN DIES Abdul Aziz
Jurnal Teknika Vol 7, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i1.6701

Abstract

Pada penelitian ini, material baja perkakas diatur komposisi paduannya dengan menambahkan unsur paduan Si yang berbeda yaitu 0,8%wt, 2,0%wt, dan 3,0%wt Si pada setiap material baja perkakas, dengan unsur paduan lainnya ditambahkan dengan perbandinganan tetap.Setiap material baja perkakas tidak diberikan unsur vanadium, hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat mekanis tanpa ditambahkan unsur paduan Vanadium. Kemudian baja perkakas tersebut dilakukan perlakuan quench temper dengan penggunaan temperatur temper yaitu 600oC. Penambahan unsur paduan dan perlakuan panas tersebut dapat diketahui pengaruhnya terhadap sifat mekanis, yaitu kuat tarik, serta struktur mikro material baja perkakas.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik sampel C>D>E>B>A. Hal ini sebanding dengan morfologi fasa martensit dan karbida seperti yang terekam dari hasil pengamatan struktur mikro, dimana semakin kasar fasa martensit dan karbida maka nilai kekuatan tariknya ternyata lebih rendah apabila dibandingkan dengan fasa martensit dan karbida dengan morfologi yang lebih halus.
Pengaruh Tebal Blank dan Viskositas Pelumas Terhadap Nilai Stretchability dan Kekerasan Dinding Kubah Baja DDQ SPCE- SD Ali Alhamidi; Abdul Aziz; Abdul Taufik Akbar; Hamilah Fikria
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.314

Abstract

Pengujian mekanik material dan pengamatan metalografi. memberikan data berupa beban punch dan ketinggian dome atau disebut Erichsen Index. Nilai Erichsen Index menjadi faktor seberapa optimal stretchability dan formability material. Hasil dari eksperimen menunjukan optimalitas ketebalan blank dan efektifitas viskositas pelumas selama proses. Dari hasil perbandingan didapatkan bahwa peregangan terjadi sepanjang proses erichsen cupping test dengan analisa strain hardening dan ketinggian dome hasil eksperimen. 
RANCANG BANGUN CHASIS PIN HOLDER PADA TRIBOMETER PIN ON DISC BERBASIS MODIFIKASI PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL Daris Miftah Dzaky; Abdul Aziz; Imam Saefulloh; Sidik Susilo; Indah Uswatun Hasanah
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i2.15642

Abstract

Tribometer is an instrument that measures the amount of tribological, coefficient of friction, frictional strength, volume of wear and lubrication between two contact surfaces in tribology studies. Tribotester Pin On Disc is a friction and wear test tool consisting of a pin and a disc. Pins have various shapes and sizes, generally spherical or cylindrical in shape, while discs with a certain thickness are in the form of diameter plates. Utilization of conventional lathes to be used as pin on disc tribometers requires modification and adding other components. This study uses the Library Research method to collect data. Designing a pin on disc tribometer based on a conventional lathe is done by designing a tool and then making a pin holder frame that utilizes part of a conventional lathe, namely the sled rail. This study also tested the pin material and disk material as test materials to determine the wear of the material tested using a conventional lathe-based Pin On Disc by obtaining the data results obtained from the pin on disk testing of aluminum material without lubrication. The largest wear factor value is at a distance of 1.2528 km. that is equal to 0.0127 mm3/NmKeywords: tribology, tribometer, pin on disc
RANCANG BANGUN PEMEGANG CAKRAM PADA TRIBOMETER PIN ON DISK BERBASIS MODIFIKASI PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL Abdul Aziz; Imam Saefuloh; Sidik Susilo; Indah Uswatun Hasanah; Daris Miftah Dzaky
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i2.15489

Abstract

Keausan (wear) adalah hilangnya materi dari permukaan benda padat sebagai akibat dari gerakan mekanik antara permukaan suatu material tersebut dan permukaan lainnya. Tribometer atau Pin-On-Disk merupakan alat dari tribotester yang di gunakan untuk mengetahui gesekan dan keausan suatu bahan material yang saling bersentuhan. Dikarenakan alat Pin on disk membutuhkan biaya yang cukup mahal dan belum adanya uji keausan dengan memodifikasi mesin bubut. Maka dari itu penelitian ini bertujuan merancang pemegang cakram atau disk dengan memodifikasi mesin bubut konvensional sebagai alat pengganti Pin on Disk. Hasil pengujian ini diperoleh diameter poros yang cukup aman digunakan untuk pemegang cakram adalah 40 mm dan hasil pengujian keausan diperoleh nilai faktor keausan terbesar pada stainless steel 316 dengan beban 2 kg tanpa pelumas yaitu 0,000098 (mm³/N.m). Sedangkan untuk beban 3 kg diperoleh nilai faktor keausan terbesar terjadi pada pengujian tanpa pelumas sebesar  yaitu 0,0003215 (mm³/N.m). Dan untuk nilai faktor keausan terkecil terjadi pada pembebanan 2 kg dengan pelumas SAE 40 adalah 0,0001006 (mm³/N.m)
PEMANFAATAN IT DALAM MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH Agus Rustamana; Desma Febrianti; Royhanafi Royhanafi; Abdul Aziz
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i9.1242

Abstract

Penggunaan IT sebagai alat pembelajaran telah menjadi suatu fenomena yang semakin. mendominasi sektor pendidikan. Salah satu bidang yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi ini adalah pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan IT dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran sejarah. Penelitian. ini menggunakan beberapa metode penelitian sejarah (heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi) dengan memanfaatkan literatur yang relevan. Hasil penelitian ini mengungkapkan dampak positif pemanfaatan IT dalam meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep sejarah, dan kreativitas dalam pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana IT dapat digunakan secara efektif sebagai media pembelajaran sejarah di era digital ini.
Introducing the manufacture of composites made from natural fillers as craft products for housewives Tri Partuti; Bening Nurul Hidayah Kambuna; Yanyan Dwiyanti; Indah Uswatun Hasanah; Abdul Aziz
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21438

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam upaya pengenalan manufaktur komposit berpengisi bahan alam sebagai produk kerajinan ibu rumah tangga di Perumahan Metro Cendana, RT 01 dan 02, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Banten telah dilakukan. Produk yang dibuat adalah gantungan kunci terbuat dari resin epoksi sebagai matriks dan daun/bunga/ranting kering sebagai filler/pengisi sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah alam. Rasio resin epoksi dengan katalis adalah 2:1. Penggunaan daun/bunga yang baru dipetik mengakibatkan warna daun/bunga akan menjadi pudar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan material komposit melalui demonstrasi pembuatan gantungan kunci berbahan komposit dan mengisi kuesioner untuk evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Usia responden bervariasi dari 20 – diatas 60 tahun. Responden sebanyak 100% menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi dan bermanfaat serta terdapat 23% responden berminat menjadikan kerajinan gantungan kunci ini sebagai salah satu usaha bisnis karena belum adanya modal untuk memulai usaha ini secara mandiri. Community service activities to introduce composite manufacturing filled with natural materials as craft products for homemakers in Metro Cendana Housing, RT 01 and 02, Kebondalem Village, Purwakarta District, Banten, have been carried out. The product is a key chain made from epoxy resin as a matrix and dried leaves/flowers/twigs as a filler to reduce natural waste. The ratio of epoxy resin to catalyst is 2:1. Using freshly picked leaves/flowers will result in the color of the leaves/flowers fading. This service activity aims to introduce composite materials through a demonstration of making key chains from composite materials and filling out a questionnaire to evaluate the actions that have been carried out. Respondents' ages varied from 20 – over 60 years. 100% of respondents stated that this activity was very inspiring and helpful, and 23% were interested in making this key chain craft a business venture because there was no capital to start this business independently.
Effect of annealing to the mechanical Properties and microstructure of stainless steel foil for sensor of large automobile Aziz, Abdul; Putera, Alfi Eko
Jurnal Teknika Vol 20, No 1 (2024): Available Online in June 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tjst.v20i1.23046

Abstract

The SUS 316 thin metal foils have widely used  in the field of industries, such a electronic, industries. The aim of this research wants to clarify the effect of annealing and quench temper to the mechanical properties of SUS 316 thin metal foils. The SUS 316 thin metal foil (TMF) after annealing and  quench temper treatment at 900 oC for 3 hours were studied by uniaxial tensile and microstructure analysis. The SEM-EBSD investigation used for microstructure analysis.  The result of this research shown that the difference of uniaxial tensile test occur  in SUS 316L with different grain size (Dg) such as 1,0 um until 9,0 um. Martensitic phase transformation  (MPT) occur in SUS 316 TMF as shown in SEM-EBSD result. The microstructure change indicated by the change of grain misorientation (GMO) in SUS 316 TMF fine grains and coarse grain.