Mahasiswa sangat rentan terhadap masalah yang terkait dengan tekanan akademis akibat transisi yang terjadi pada tingkat individu maupun sosial. Diperkirakan 10-30% mahasiswa mengalami stres akademis selama menjalani studi di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion therapy terhadap tingkat stres pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang berjumlah 292 orang dengan jumlah sampel 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling jenis purposive sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) yang terdiri dari 10 item dengan skala Likert untuk menilai persepsi stres responden. Penelitian ini dilakukan pada semester ke enam tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa self-compassion therapy efektif dalam menurunkan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir yaitu pada saat pengukuran pre test nilai rata-rata (mean) adalah 25,53, sedangkan hasil pengukuran saat post test didapatkan nilai rata-rata (mean) 22,23 dengan p < 0.05, bahwa ada perbedaan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah diberikan self-compassion therapy. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan desain Quasi experiment, yaitu dengan memberikan dua intervensi yang berbeda kepada mahasiswa untuk mengurangi tingkat stres mahasiswa.