Desi Ariwinanti
Universitas Negeri Malang

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Preventia

TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 2 MALANG Rara Warih Gayatri; Desi Ariwinanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.18 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i2p186-190

Abstract

Abstract : The problem of dental caries remains a problem globally. More than 90% of the world population have experienced dental caries. According to Gayatri (2015), the dental caries status among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang shown the score of DMF-T index 5.75 and was considered high. The purpose of this study was to determine the level of dental health knowledge among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang. This was a cross-sectional quantitative descriptive research. The sampling method used stratified random sampling and the measured variable was the level of dental health knowledge. Data collection technique used a questionnaire containing a set of questions to children aged 6-12 years. Data processing included editing, coding, scoring, data entry and cleaning. The data was analysed using univariate statistical method. The result of this study shown 82.9% (n = 63) 5-6 grade students of SDN Kauman 2 had a high level of dental health knowledge and 17.1% (n = 13) had a low level of dental health knowledge. In this regard, a good level of dental health knowledge is expected to support the establishment of good dental health behaviour. The recommendation from this study was the need for a further research on a relation between knowledge, attitude and behaviour of dental health in students of SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci : Knowledge, dental health, school-aged childrenAbstrak : Karies gigi masih menjadi permasalahan dunia. Lebih dari 90% penduduk dunia mengalami karies gigi. Menurut Gayatri (2015) gambaran status karies gigi anak usia sekolah di SDN Kauman 2 Kota Malang menunjukkan nilai indeks DMF-T 5,75 yang berarti prevalensi karies gigi dianggap tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Metode sampling yang digunakan merupakan metode stratified random sampling dengan variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan kesehatan gigi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan kepada anak usia 6-12 tahun. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, data entry dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistik univariat. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 82,9 % (n=63) siswa kelas 5-6 SDN Kauman 2 memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi tinggi dan sebanyak 17,1% (n=13) memilki tingkat pengetahuan kesehatan gigi rendah. Dalam hal ini, tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku kesehatan gigi yang baik pula. Saran dari penelitian ini, perlu adanya penelitian lanjutan mengenai hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci: pengetahuan, kesehatan gigi, anak sekolah dasar
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMK WISNUWARDHANA KOTA MALANG Dhian Kartikasari; Desi Ariwinanti; Anindya Hapsari
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.889 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p36-41

Abstract

Abstract: Adolescence is characterized by growth, development, and the emergence of opportunities to face reproductive health problems. Reproductive health problems that often arise are risky sexual behavior, pregnancy outside marriage, early marriage, abortion and sexually transmitted diseases such as HIV and AIDS. The results of the 2017 IDHS KRR show that knowledge of adolescent reproductive health in Indonesia is still low. This study aims to describe the reproductive health knowledge of adolescents in Wisnuwardhana Vocational School, Malang City. The number of samples was 44 students of Malang Wisnuwardhana Vocational School students who were taken by quota sampling. This type of research is descriptive research. The instrument used was a questionnaire to find out general respondents' data and questions about adolescent reproductive health. The results showed the number of respondents who had good knowledge was 9.1%, moderate knowledge was 81.1%, and knowledge was less than 9.1%. The average results of respondents' knowledge seen from gender factors have the results of male respondents having a higher average value of 8.8 than female respondents who have an average value of 8.1.Keywords: Knowledge, Reproductive Health, AdolescentsAbstrak: Masa remaja ditandai oleh pertumbuhan, perkembangan, dan munculnya kesempatan-kesempatan menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang sering timbul adalah perilaku seks berisiko, kehamilan di luar pernikahan, pernikahan dini, aborsi dan penyakit menular seksual seperti HIV dan AIDS. Hasil SDKI KRR tahun 2017 menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK Wisnuwardhana Kota Malang. Jumlah sampel sebanyak 44 orang siswa siswi SMK Wisnuwardhana Kota Malang yang diambil dengan cara quota sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui data umum responden dan pertanyaan tentang kesehatan reproduksi remaja. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang berpengetahuan baik sebesar 9,1%, pengetahuan sedang sebesar 81,1%, dan berpengatahuan kurang sebsesar 9,1%. Hasil rata-rata pengetahuan responden yang dilihat dari faktor jenis kelamin memiliki hasil responden laki-laki lebih memiliki nilai rata-rata yang tinggi yaitu 8,8 daripada responden perempuan yang memiliki nilai rata-rata 8,1.Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SDN ASRIKATON 1 Silvia Novitasari; Hartati Eko Wardani; Desi Ariwinanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.753 KB) | DOI: 10.17977/um044v3i2p131-135

Abstract

ABSTRACT: Menarche is the first menstruation as a natural process that occurs in the reproductive female. Menstruation is the release of the wall of the uterus (endometrium) accompanied by a reguler and normal bleeding every month from the uterus as a sign that the reproductive organs have matured. Knowledge of menstruation is crucial for female adolescent in facing menarche, so that they are ready to face menarche. Otherwise, the lack of knowledge will lead to erroneous assumptions and behavior, such as assuming that menarche is a disease, and also anxiety. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge of menstruation and the readiness of menarche on female adolescents at SDN Asrikaton 1, Pakis District, Malang Regency. This research used the design of Correlational research with Cross sectional approach. Samples were obtained using the technique of Total sampling the 35 female students (grade IV, V, VI) at SDN Asrikaton 1. Samples studied were female students who had not experienced menarche. Data were collected by using questionnaire, and then statistically analyzed by the methode of Chi-square. Based on the results Statistical analysis showed the significance value (p-value) of 0.000. Therefore, it can be concluded that there was a significant correlation between knowledge of menstruation and the readiness of menarche on female adolescents at SDN Asrikaton 1.Keyword: knowledge, menstruation, menarche, readiness    ABSTRAK: Menarche adalah menstruasi pertama yang merupakan proses alami yang terjadi pada wanita reproduktif. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) disertai perdarahan secara teratur dan normal yang terjadi setiap bulan dari rahim sebagai tanda bahwa organ reproduksi telah matang. Pengetahuan yang baik terkait menstruasi sangat diperlukan siswi dalam menghadapi menarche, agar mereka siap menghadapi menarche. Jika tidak, akan menimbulkan anggapan yang keliru terkait menarche, seperti menganggap bahwa datangnya menarche sebagai suatu penyakit, sehingga menimbulkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi  dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling pada 35 siswi kelas IV, V, VI SDN Asrikaton 1 yang belum mengalami menarche. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,000. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1.Kata Kunci: pengetahuan, menstruasi, menarche, kesiapan
BONEKA PANGGUNG DAN BUKU SAKU BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN TENTANG DIFTERI DAN IMUNISASI PADA SISWA TK DAN SD DI KOTA MALANG Desi Ariwinanti; Nurnaningsih Herya Ulfa; Lucky Radita Alma
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.902 KB) | DOI: 10.17977/um044v3i2p136-142

Abstract

Abstrak : Difteri atau Diphtheria adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh Corynebacterium diphtheriae. Angka kejadian difteri di Indonesia terus meningkat, pada 2016 terjadi 415 kasus dengan 24 kematian, Case Fatality Rate (CFR) 5.8%. Di Kota Malang sepanjang 2017 ditemukan 19 kasus terutama di sekolah dasar hingga menengah yang belum mendapat imunisasi (Arifin, 2017). Boneka Panggung dan Buku Saku Bergambar merupakan media promosi kesehatan yang dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan difteri dan meningkatkan sikap positif terhadap imunisasi difteri. Sosialisai dilakukan di TK Laboratorium dan SD Sriwedari. Hasil yang didapatkan adalah terlaksananya kegiatan sosialisai difteri dan vaksinasi diikuti dengan peningkatan pengetahuan tentang difteri dan perubahan sikap siswa menjadi bersikap positif terhadap imunisasi.Kata kunci: difteri, boneka panggung, buku saku Abstract : Diphtheria is an acute infectious disease caused by a toxin produced by Corynebacterium diphtheriae. The incidence of diphtheria in Indonesia has an increase trend, in 2016 there were 415 cases with 24 deaths, Case Fatality Rate (CFR) 5.8%. Furthermore, Malang city, in 2017 was found 19 cases, especially in elementary and secondary schools found that they did not received immunization. Puppet Stage and Picture Pocket Book are health promotion media that can be used as a medium to introduce diphtheria and increase positive attitudes towards diphtheria immunization. This research method was description and involved student at the Laboratory Kindergarten and Sriwedari Elementary School. The results obtained that the successful of diphtheria socialization implementation activities was followed by increased knowledge about diphtheria and student attitudes to be more positive towards immunization.Key words: diphtheria, puppet stage, picture pocket book