Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Plexus Medical Journal

Hubungan Status Gizi dengan Demam Neutropenia pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Nadela Dewi Bahari; Pridania Vidya; Muhammad Riza
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pggvvh94

Abstract

Pendahuluan: Leukemia Limfoblastik Akut  adalah keganasan hematologi paling sering terjadi pada anak. Pengobatan utama LLA adalah kemoterapi. Demam neutropenia merupakan komplikasi umum dan dianggap keadaan darurat onkologis. Demam neutropenia dapat dipengaruhhi oleh jenis keganasan dan rejimen kemoterapi. Faktor risiko demam neutropenia adalah status gizi, usia, penyakit komorbid, kadar albumin, dan jenis kelamin. Terdapat perbedaan hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungsan status gizi dengan demam neutropenia. Di Surakarta belum ada penelitian mengenai hubungan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan apakah status gizi sebagai faktor risiko demam neutropenia LLA anak. Penelitian ini penting karena dapat menjadi deteksi dini demam neutropenia. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Sumber data penelitian adalah data sekunder dari rekam medis pasien LLA anak 0-18 tahun di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan teknik simple random sampling. Data dianalis dengan uji chi square  menggunakan SPSS. Hasil: Hasil uji chi square didapatkan nilai p<0.001 yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan demam neutropenia. Nilai OR=6.107 yang artinya status gizi buruk atau lebih  memiliki risiko 6.107 kali mengalami demam neutropenia dibandingkan status gizi baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan demam neutropenia pada LLA anak dengan status gizi buruk atau lebih  memiliki risiko 6.107 kali mengalami demam neutropenia dibandingkan status gizi baik.
Ukuran Defek dan Panjang Total Septum Atrium dalam Pengambilan Keputusan Ukuran Device ASD Closure di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2021–2023 Margaretha, Glory; Muhammad Riza; Bagus Artiko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1709

Abstract

Pendahuluan: Defek septum atrium/Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi yang menyebabkan adanya pertemuan antara dua atrium yang membuat darah mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan (left-to-right shunt). Tindakan penutupan ASD yang saat ini menjadi lini pertama adalah prosedur penutupan ASD perkutan dengan transkateter dan penentuan ukuran device yang akan digunakan harus tepat karena menjadi kunci keberhasilan dari prosedur ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device yang akan digunakan dalam prosedur ASD closure. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan desain penelitian lintas bagian retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 59 individu yang diambil dengan  metode total sampling. Penelitian ini mengambil data primer dari rekam medis pasien dan diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Uji korelasi yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson dan Spearman’s Rho, lalu hasil akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure memiliki korelasi yang kuat, linear, positif, dan signifikan di mana semakin besar ukuran defek dan panjang total septum atrium maka semakin besar juga ukuran device yang dipilih. Kesimpulan: Ukuran defek dan panjang total septum atrium sudah konsisten dan sesuai dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure.