Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GEOKONSERVASI DALAM FUNGSI PERLINDUNGAN DAN PEMANFAATAN EKOSISTEM KARST GUNUNG SEWU Pratiwi, Ira Mughni
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i1.90

Abstract

Distribusi bentang alam karst di permukaan bumi sebagian besar mengikuti distribusi batuan karbonat (batugamping dan dolomit). Ekosistem karst mempunyai fungsi ekologi dan ekonomi. Meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia, mendorong pemanfaatan komoditas batugamping. Kawasan karst merupakan wilayah strategis multisektor yang mempunyai nilai universal. Pada kawasan Bentang Alam Karst Gunung Sewu terdapat beberapa Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), terdapat area dengan sebaran formasi batuan pembawa mineral bukan logam dan batuan (batugamping) dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertambangan. Permasalahan utama dalam kegiatan penambangan batugamping di dalam dan/atau yang berada di dekat ekosistem karst adalah berkaitan dengan kondisi hidrogeologi. Perubahan bentuk lahan dalam proses penambangan berpengaruh pada sistem hidrogeologi serta perubahan topografi berpotensi mengubah aliran air mataair. Sebagai wujud pelaksanaan kegiatan penambangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu dilakukan kontrol dalam perencanaan tambang sebagai bentuk geokonservasi agar tidak merusak sistem hidrogeologi. Rekayasa konservasi hidrogeologi meliputi batasan penambangan dan penanganan risiko terhadap conduit dan mataair.
KONSERVASI MATAAIR SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN SUMBERDAYA AIRTANAH BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: MATAAIR LINGSENG, SUB DAS CELENG, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA) Ira Mughni Pratiwi; Andi Sungkowo
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 1, No 1 (2015): Vol. xx Nomor yy dd mm yyyy
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v1i1.3273

Abstract

Mataair merupakan salah satu sumberdaya air yang berasal dari airtanah. Mataair mempunyai peran penting sebagai pemasok kebutuhan air di berbagai tempat. Mataair telah menjadi bagian penting manusia dalam aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Meskipun debit saat musim kemarau lebih kecil dibandingkan dengan saat musim penghujan tetapi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan mataair dan konservasi mataair sebagai manajemne sumberdaya air berkelanjutan.Metode yang digunakan adalah metode survei, pemetaan, dan skoring. Parameter yang dinilai untuk menentukan tingkat kerentanan mataair adalah curah hujan, kemiringan lereng, konduktivitas hidraulika, infiltrasi, debit mataair, dan penggunaan lahan.Mataair Lingseng merupakan mataair yang muncul melalui rekahan breksi dengan debit berfluktuatif. Debit rerata di bulan Oktober 113,33 ml/dt; bulan Desember 183,33 ml/dt; bulan April 91,67 ml/dt; dan bulan Mei 54 ml/dt. Tingkat kerentanan degradasi Mataair Lingseng mempunyai skor 18 dan termasuk dalam kelas III dengan kriteria kerentanan menengah. Konservasi dengan hutan pertanian sistem multistrata agrosilvikultur. Tanaman yang digunakan adalah pohon sengon, pohon kakao/coklat, pohon lamtoro, tanaman jagung, dan mulsa organik serta mulsa batu.Kata kunci: Konservasi, Kerentanan, Mataair, Berkelanjutan
HIDROGEOLOGI RENCANA KEGIATAN PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BIJIH EMAS DI KABUPATEN ACEH TENGAH. PROVINSI ACEH Ira Mughni Pratiwi; Ika Arsi Anafiati; Asri Fridtriyanda
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.146 KB) | DOI: 10.15408/jipl.v2i1.26052

Abstract

Kajian hidrogeologi merupakan bagian dari aspek teknis untuk menentukan kelayakan suatu kegiatan penambangan, kajian hidrogeologi berfokus pada air tanah. Pemahaman hidrogeologi ini akan menjadi masukan untuk pengambilan keputusan tentang pengelolaan air tambang dan dewatering. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji aspek hidrogeologi rencana kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas DMP melalui kegiatan lapangan pengeboran dan pengecekan sumber air tanah (mata air). Lokasi penelitian berada di area rencana kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil penelitian Persebaran litologi yang ada di lokasi kajian, membentuk sistem akuifer tertekan dan debit air tanah tidak cukup besar. Berdasarkan hasil sebaran pemboran pada zona mineralisasi dapat diindikasikan bahwa seluruh lubang bor tidak melewati muka air tanah. Manifestasi air tanah yang dijumpai berupa rembesan mata air dan creek. Kajian tentang model neraca air di lokasi studi penting untuk dilakukan dengan beberapa alasan berikut ini untuk mengetahui dan memperkirakan kapasitas, jumlah dan proporsi masing-masing komponen di dalam model neraca air sebagai gambaran tentang kondisi awal tata atau sistem air di lokasi studi, untuk mengetahui daya dukung lingkungan tata air, untuk mengetahui dan memperkirakan respons tata air akibat adanya kegiatan penambangan dengan beberapa obyek yang mempengaruhi tata air.
Optimalisasi Penanganan Stockpile untuk Mencegah Terjadinya Swabakar pada Temporary Stockpile Batubara di PT. Lamindo Inter Multikon, Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur Wahyu Agung; Ika Arsi Anafiati; Ira Mughni Pratiwi; Warniningsih
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Lamindo Inter Multikon is a coal mining company located in the region Bunyu, North Kalimantan, Indonesia. Coal usually loaded by front-end into off-highway dump truck for transport to the stockpile before shipping to the market. Spontaneous combustion is one of the problems encountered during storage caused by storage times, recommended of coal pile dimension, and coal handling with First in First out (FIFO) method in temporary stockpile. Results and analysis of field research in pile dimensions as follows hopper (01+06) on chevcon pattern of stacking has 13.39 meters in height, angle of repose is about 40-68o, and hopper dimension (05+06) on pattern of cone ply stack has 14 meters in height, angle of repose 33o, this is exceeded its complement by 30o. On the stock hopper (01+06), the system and pattern of coal stacking in combination of chevcon and cone ply in line with FIFO rules. However, on the unloading process use Last in First out (LIFO), means that the most recent coal to come into the temporary stockpile should be sent out first. The new stock is used up first, taking priority over old stock. It leads to spontaneous combustion moreover less of coal temperature control in critical temperature at 50oC.
Kegiatan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kabupaten Bintan Ira Mughni Pratiwi; Ika Arsi Anafiati
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan, berperan penting untuk mewujudkan kesejahteraan umum, dan menjadi modal dasar serta faktor utama pembangunan. Tantangan terkait sumber daya air di antaranya adalah tidak meratanya ketersediaan air. Perubahan iklim juga diperkirakan mempengaruhi ketersediaan air. Tujuan dari pengabdian ini adalah merencanakan perlindungan dan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Bintan. Metode yang digunakan dalam kajian wilayah Bintan khususnya dalam bidang sumber daya air yaitu dengan survei, kuesioner atau wawancara dan sosialisasi. Sungai-sungai di Kabupaten Bintan kebanyakan kecil dan dangkal, hampir semua tidak berarti untuk lalu lintas pelayaran. Pada umumnya hanya digunakan untuk saluran pembuangan air dari daerah rawa-rawa tertentu. Kebutuhan air untuk masyarakat dengan memanfaatkan mata air, waduk dan lokasi bekas galian penambangan. Secara kuantitas potensi air tanah di Kabupaten Bintan tergolong sedang tetapi dengan kualitas baik, khususnya pada air tanah dalam. Penyediaan air dari sumber permukaan disediakan oleh beberapa wilayah yang dapat menyerap, menyimpan dan menampung air permukaan. Upaya pemanfaatan dan pencadangan sumber daya air adalah dengan pemanfaatan dan konservasi air secara optimal dan lestari.
NATURAL RESOURCE POTENTIAL IN ROSWAR AND RUMBERPON DISTRICTS, TELUK WONDAMA REGENCY, WEST PAPUA PROVINCE Eko Nugroho, Nandra; Mughni Pratiwi, Ira; Deliana Siregar, Anggi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i3.34961

Abstract

Indonesia complex tectonic order to bring the positive impact of abundant natural resources. However, the distribution of potential natural resources with economic value is not evenly distributed. Teluk Wondama Regency has potential of minerals/mining, including limestone and quartz sand. The mining sector is one of the secondary sectors in Teluk Wondama Regency which contributes to Teluk Wondama gross regional domestic product per capita (GDP). Mining, processing, and industry activity relies on mineral exploration. So it is necessary to identify the potential and feasibility in the mining sector through a qualitative approach and descriptive-analytic. The Roswar and Rumberpon districts have the potential for natural resources in the form of limestone quarries and quartz sand as well as geothermal manifestations in the form of hot springs. However, technically (quantity and quality) and environmentally, the commodities of limestone and quartz sand are not exploitation profitable. Meanwhile, the hot springs are directed as a tourist destination.