Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI LOKALITAS BAGI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA PANCANA SULAWESI SELATAN Naping, Hamka
Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/wjsb.v7i2.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi lokal masyarakat nelayan Pancana dalam bentuk modal sosial, modal budaya dan modal kelembagaan sebagai acuan pemberdayaan.Strategi pemberdayaan ini dapat menjadi alternative dan menyempurnakan pendekatan pengentasan kemiskinan konvensional yang dilakukan oleh pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat yangmenerapkan pendekatan positivistic dengan hanya menekankan pada aspek ekonomi. Tampaknya pendekatan tersebut tidak relevan lagi dengan meningkatnya kemampuan dan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola potensi sumberdaya yang dimiliki melalui sistem kelembagaan dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengandalkan wawancara mendalam dan observasi partisipasi sebagai strategi utama mengumpulkan data. Dengan pendekatan ini substansi dari modal sosial, modal budaya dan kelembagaan terungkap dengan utuh, kemudian dianalisis untuk menemukan dimensi pokok untuk meningkatkan kesejahtraan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat nelayan Pancana memiliki potensi modal sosial, modal budaya dan kelembagaan yang dapat menjadi potensi peningkatan kesejahtraan mereka. Bentuk-bentuk modal sosial, modal budaya dan kelembagaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat nelayan Pancana antara lain tersimpul dalam sebuah kelembagaan yang dikenal dengan “punggawa sawi”, dimana di dalamnya terkandung antara lain adanya aksi-aksi kolaboratif, adanya nilai saling tolong- menolong, adanya kemampuan untuk membangun dan mengembangkan jaringan sosial, dan adanya kapasitas dan kemampuan pengorgaisasian diri dan kemahiran serta keahlian dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut yang dimiliki oleh masyarakat Pancana. Dengan pengelolaan potensi lokal tersebut memungkinkan produktifitas akan meningkat, dan pemanfaatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi akan lebih efisien sehingga memungkinkan terjadinya surplus dan tabungan yang akan lebih menjamin kepastian hidup dan tingkat kesejahteraan.
PERAN FITUR PROMO LAYANAN OFD TERHADAP BUDAYA KONSUMSI MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR Widyastuti, Arini; Naping, Hamka; Safriadi, Safriadi; Hijjang, Pawannari; Said, Muh Basir
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.52223

Abstract

This research was motivated by the use of the service promo feature on OFD by students in Makassar City. This research aims to determine the role of promo features on the consumption power of OFD services, the factors that influence the use of promotional features on OFD services and the impact of using promo features on OFD services for students in Makassar City. This research uses qualitative methods with data collection techniques in the form of observation and in-depth interviews with 10 students from several universities in Makassar City, active users of OFD services. The research results show that: (1) The role of the OFD promo feature for OFD service users is as a source of knowledge and information regarding a variety of food and drinks, helping to understand financial management, understanding e-commerce market movements, especially those related to culinary. And it has a negative role in decreasing interest in processing food directly, as well as influencing lifestyles that become hedonistic, consumptive and adopting an ostentatious nature. (2) Factors that influence the use of promotional features on OFD consist of price, variety, free shipping, rating, group perspective and habits.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan fitur promo pada layanan OFD oleh mahasiswa di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fitur promo terhadap budaya konsumsi pengguna layanan OFD, faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan fitur promosi pada layanan OFD serta dampak penggunaan fitur promo layanan OFD bagi mahasiswa di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara secara mendalam pada 10 orang mahasiswa yang berasal dari beberapa Universitas di Kota Makassar, pengguna layanan OFD secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran fitur promo OFD bagi pengguna layanan OFD sebagai sumber pengetahuan dan informasi mengenai variasi makanan dan minuman, membantu memahami management keuangan, memahami pergerakan pasar e-commerce terutama yang berhubungan dengan kuliner. Dan berperan negatif terhadap penurunan minat dalam  mengolah makanan secara langsung, serta memengaruhi gaya hidup menjadi hedonis, konsumtif dan berangsur mengadopsi sifat pamer.  (2) Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan fitur promosi pada layanan OFD terdiri atas harga, variatif, bebas ongkir, rating, perspektif kelompok dan kebiasaan.
Survival Strategies of Fishermen in Bahodopi Amid Ecological Changes in Mining Areas Junaidi, M.; Naping, Hamka; Hijjang, Pawennari; Yahya, Yahya
Journal La Sociale Vol. 5 No. 6 (2024): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v5i6.1374

Abstract

This research explores the perspective of human adaptation as a cultural response to ecological change. Ecological and economic pressures drive humans to consciously choose and take advantage of opportunities in their ecological environment. The Bahodopi mining area is the context to explain human adaptation to these ecological changes. Nickel mining results in changes in the ecological environment that have an impact on people's lives. The destruction of the ecosystem affects the lives of people in mining areas such as fishermen in Bahodopi. Coastal fishermen in Bahodopi take advantage of the potential of marine resources by catching fish to meet their living needs before the mine. The marine and coastal environment as a habitat for fish is polluted by mining waste such as factory waste, other liquid waste, and mud materials due to the excavation of materials upstream damaging fish habitats. This condition is not favorable for fishermen because they cannot meet the economic needs of their families. Fishermen's economic activities have stopped because their catches have decreased along with the development of mining activities and the destruction of marine ecosystems. The Bahodopi mining area provides job opportunities for residents to become employees, entrepreneurs, service businesses, and the informal sector along with the number of mining workers. Utilization of natural resource potential such as being a stone breaker, wage labor in pepper gardens, and planting vegetables in the yard. Fishing families take advantage of the potential of other resources and economic opportunities as a form of adaptation to ecological changes.
Arkeologi Ruang: Pola Pemukiman Pemerintahan Kerajaan Marusu Akil Ridho, Muhammad; Naping, Hamka; Yahya, Yahya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Marusu terletak serta mencakup beberapa wilayah dalam Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Kerajaan Marusu merupakan salah satu kerajaan di Sulawesi Selatan yang masih mempertahankan sebagian kebudayaan masa lalunya. Penelitian ini memusatkan perhatian pada kajian arkeologi keruangan dengan menggunakan satuan ruang skala makro. Skala makro yaitu mempelajari hubungan antar situs yang meliputi distribusi, jarak serta hubungan. Adapun pendekatan teoritik yang digunakan adalah pendekatan ekologi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah apa saja situs yang terdapat pada wilayah Kerajaan Marusu dan bagaimana bentuk persebarannya. Selain tujuan tersebut, penelitian ini juga berusaha melihat bagaimana kondisi lingkungan di situs-situs Kerajaan Marusu. Akhir dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 situs peninggalan Kerajaan Marusu yaitu 11 Balla Lompoa/Saoraja, 19 Kompleks Makam dan 6 Mesjid. Berdasarkan kepadatan sebaran situs, 11 Kecamatan di kabupaten Maros memiliki situs dan 21 Desa/Kelurahan yang memiliki situs atau 21,63% dari seluruh Desa/Kelurahan di Kabupaten Maros. Berdasarkan derajat persebarannya, keseluruhan terdapat pada Kabupaten Maros menghasilkan Nearest Neighbor Ratio/Derajat penyebaran 0.402447, hal tersebut memperlihatkan bentuk persebaran situs berkelompok (Clustered). Selain itu, diketahui bahwa keletakan situs-situs Kerajaan Marusu cukup besar dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya seperti ketinggian, kelerengan, sumber air, jenis tanah dan batuan.
The Existence of Otanaha Fort in Gorontalo as a Cultural Heritage and Tourist Attraction Wala, Melissa; Naping, Hamka; Tahara, Tasrifin
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 2 (2025): Volume 14 Issue 2, June 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i2.3020

Abstract

In this chapter, the research aims to discover Otanaha Fort's existence in the current context. The research uses a qualitative-phenomenological approach, carried out in Dembe I Village, Gorontalo (July-December 2024), and data is collected through observation, interviews, FGDs, and tourist surveys—a total of 16 informants. The results of the study showed. That Otanaha Fort is recognized as a cultural heritage through national and regional regulations, including Law No. 11 of 2010. However, threats such as physical degradation and weak legal sanctions remain challenges. This fort has an important role in the identity of the Gorontalo people, reflected in the oral tradition and the tourism sector. Although the number of tourists has increased, their contribution to PAD has decreased. Revitalization efforts have been made, but less attention has been paid to historical conservation. The main obstacles include coordination between agencies, limited accessibility, and inadequate tourist facilities. Infrastructure improvements, strategic promotions, and sustainable conservation are needed to increase the attractiveness of Otanaha Fort.
CSR in Extractive Industries: Critical Analysis through Social Constructivism, Hegemony, and Political Ecology Rahmatullah; Naping, Hamka; Safriadi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 09 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID) October 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) in the extractive industry is often positioned as a form of corporate concern and an instrument of sustainable development. However, practices in the field are usually paradoxical: on the one hand, they provide social benefits, on the other, they accompany environmental damage and society's dependence on companies. This article critically examines CSR practices in Indonesia's mining sector by highlighting the case of PT Berau Coal in East Kalimantan. The research uses a critical literature review that combines three theoretical lenses: Berger & Luckmann's social constructivism, Gramsci's hegemony, and political ecology. The analysis shows that CSR is a contested socio-political arena: (1) CSR is built as a social reality through externalization-objectification-internalization to normalize the role of corporations; (2) CSR functions as a hegemonic strategy that builds legitimacy, creates consensus, and dampens resistance through symbolic-institutional co-optation; and (3) from a political ecology perspective, CSR tends to depoliticize environmental issues and reproduce ecological injustice. The article concludes that CSR needs to be understood as a governance culture technology that works at a symbolic, ideological, and ecological level. The article's contribution lies in offering a critical integrative framework for assessing CSR in Indonesia's extractive sector and recommending a reorientation towards a community-based participatory model that is environmentally just
JAMAAH TABLIGH : STUDI ETNOGRAFI TENTANG HIRARKI DAN PELAKSANAAN DAKWAH DI MASJID JAMI KERUNG-KERUNG KOTA MAKASSAR Rais, Muhammad; Naping, Hamka
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah jamaah tabligh dan unsur-unsur organisasi yang ada didalamnya serta menganlisis struktur dan fungsi unsur-unsur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi terlibat dan wawancara mendalam, tahapan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, validasi data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamaah tabligh pertama kali disebarkan di masjid jami’ mamajang raya kemudian pindah ke Masjid Jami’ kerung-kerung yang disebarkan oleh jamaah berasal dari Negara India dan disebarkan melalui pendidikan islam (pesantren). Unsur-unsur organisasi terdiri Amir Markas, Suroh markas, jumidar, Amir jaulah, mutakallim, Takrir, dalil, Musakkirin, istiqbal, dan Makmur.
Anthropological-Psychological Approaches to Enhancing Literacy on Sexual Behavior Deviations for Preventing Mental Health Disorders Kariimah, Nurul; Naping, Hamka; Safriadi, Safriadi; Kurniawan, Irfan
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 9, No 1 (2025): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.9.1.157-171

Abstract

Sexual behavior deviations represent a multidimensional issue closely linked to social norms, cultural constructions, and individual psychological experiences. Low levels of sexual literacy in workplace settings often generate stigma, misinterpretations, and increase the risk of mental health problems. This study aimed to evaluate the effectiveness of socialization programs addressing deviant sexual behavior in organizational contexts by employing a psychological anthropology approach, emphasizing the role of work culture in shaping understanding and supporting preventive efforts. A total of 20 employees from Company X in Makassar participated in a 60-minute session using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method designed to foster active engagement. The materials were developed collaboratively, highlighting psychological aspects, local cultural values, organizational dynamics, and their relevance to mental health prevention. Pre- and post-test results demonstrated a significant improvement, with average scores increasing from 65 to 83; 80% of participants achieved a high level of understanding, while the remainder fell into medium and low categories. These findings confirm that a work culture–based psychological anthropology approach effectively enhances literacy on deviant sexual behavior and should be integrated into human resource development policies as an adaptive promotive-preventive strategy for managing cultural diversity in modern organizations.