Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Website Desa Wisata Kedang Ipil Sebagai Media Informasi, Administrasi Dan Promosi Utomo, Karyo Budi; Tulili, Tien Rahayu; Noor, Muhammad Fauzan
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jd.v4i2.509

Abstract

Potensi wisata yang besar di Desa Kedang Ipil hingga saat ini masih belum termaksimalkan, selain belum semua potensi wisata difungsikan menjadi tempat wisata yang dapat menambah pendapatan asli desa, juga tingkat kunjungan wisatawan ke desa tersebut masih relatif rendah. Wisatawan masih di dominasi dari warga dalam lingkup Kabupaten Kutai Kartanegara. hal tersebut terjadi karena publikasi potensi wisata belum dilakukan secara terstruktur dan belum mengoptimalkan potensi teknologi informasi komunikasi. Menjawab permasalahan tersebut maka perlu dibangun sebuah website desa wisata sebagai media informasi, administrasi dan promosi. website di bangun dengan menggunakan konsep pemrograman terstruktur dan alat perancangan sistem menggunakan Logical Relational Structure yang merupakan tahapan berikut setelah desain Entity Relationship Diagram (ERD), serta struktur navigasi website yang menggunakan pendekatan struktur navigasi komposit. hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menghasilkan aplikasi website wisata sebagai media informasi, administrasi dan promosi. aplikasi website wisata telah dilakukan pengujian dengan menggunakan metode Blackbox testing, dan hasil pengujian menunjukan semua fitur fungsional aplikasi telah berfungsi seperti yang diharapkan,Kata Kunci: Kedang Ipil, Desa wisata, Kandua Raya
Pelatihan Mencanting Dan Mewarnai Pada Kegiatan Membatik Bagi Pokdarwis di Kampung Ketupat Warna Warni, Kec. Samarinda Seberang Noor, Muhammad Fauzan; Winarti, Winarti; Zulfiani, Dini
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1 Juni Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.10414

Abstract

Kampung ketupat is an educational-based tourist spot, namely education on making ketupat shells which is very familiar in this tourist spot because most of the people rely on the expertise to make diamond shells where later the results of the manufacture will be sold to collectors and appreciated by those who buy it. from that in this ketupat village it became an educational tour that taught how to make ketupat shells. The tourist attraction in this ketupat village needs creation and innovation so that it becomes an attraction for visitors, the lecturers of the Samarinda State Polytechnic (POLNES) are trying to help carry out development in this ketupat village by teaching how to print and color on cloth in the form of a diamond motif where later it will be used as a product for souvenirs or souvenirs for visitors. The purpose of this development is to help the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in this ketupat village to make it more attractive to tourists. The implementation of this service involves the community in Ketupat village to help more in the development of tourist villages, but the problem that must be faced is that the participants must still be monitored in cutting and coloring in making batik cloth because this requires carefulness and neatness in preparing it. so, it takes training really to proficient.Kampung ketupat merupakan tempat wisata yang berbasis edukasi,yakni edukasi pembuatan tempurung ketupat yang sangat familiar di tempat wisata ini karna kebanyakan masyarakatnya mengandalkan keahlian membuat tempurung ketupat yang di mana nanti hasil dari pembuatannya itu akan di jual kepada pengepul dan di hargai oleh orang yang membeli maka dari itu di kampung ketupat ini menjadi wisata edukasi yang mengajarkan bagaimana cara membuat tempurung ketupat. Daya tarik wisata di kampung ketupat ini perlu kreasi dan inovasi agar menjadi daya tarik bagi pengunjung, para dosen Politeknik Negeri Samarinda (POLNES)mencoba membantu melakukan pengembangan di kampung ketupat ini dengan mengajarkan bagaimana cara mencanting dan mewarnai di kain dengan bentuk motif ketupat yang di mana nantinya akan di jadikan produk bagi souvenir atau cinderamata bagi pengunjung. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk membantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kampung ketupat ini agar lebih menarik wisatawan. Pelaksanaan pengabdian ini dengan melibatkan masyarakat yang ada di kampung ketupat agar lebih membantu dalam perkembangan kampung wisata,tetapi permasalahan yang harus di hadapi yaitu peserta yang masih harus terus di awasi dalam mencanting dan mewarnai dalam pembuatan kain batik karna hal ini membutuhkan kejelian dan kerapian dalam menyusunnya sehingga butuh pelatihan yang betul-betul hingga mahir. 
Identifikasi Pengunjung Pada Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak Noor, Muhammad Fauzan; Iswandari, Rini Koen; Zulfiani, Dini
EDUTOURISM Journal Of Tourism Research Vol. 3 No. 02 (2021): HOSPITALITY AND TOURISM
Publisher : Samarinda State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53050/ejtr.v3i02.185

Abstract

Panrita Lopi Beach is one of the natural tourist destinations that needs to be surveyed by visitors in order to identify and determine strategies for developing tourist attractions and also marketing in Kutai Kartanegara Regency. This study aims to analyze the characteristics of tourists and travel patterns of tourists who visit and to determine the perception of the level of tourist satisfaction with infrastructure products, public facilities and tourism facilities in this tourist destination. The main variables used in segmenting comprise: Geographic Segmentation, Demographic Segmentation, Psychographic Segmentation, and Behavior-based Segmentation. This research is a type of survey research with a qualitative descriptive approach. I carried out data collection from primary data sources and secondary data sources. The sample used in this study is a non-probability sampling technique by accidental sampling, namely a sampling technique based on chance, anyone who coincidentally meets a researcher can be used as a sample, if it is deemed that the person who was met is suitable as a data source. Data that has been collected from research results related to typology (characteristics, travel patterns) and visitor perceptions can be analyzed descriptively qualitatively. The analyzed data comes from surveys through questionnaires that have been given to visitors, including data on visitor profiles, visitor travel patterns, and visitor perceptions about this Panrita Lopi beach.
SEBUAH MODEL INOVATIF PENGEMBANGAN PAKET WISATA BERBASIS MASYARAKAT STUDY CASE 3 DESA WISATA (DESA PELA, DESA SANGKULIMAN, DESA BANGUN REJO) Noor, Muhammad Fauzan; Zulfiani, Dini; Musdalifah, Musdalifah; Sari, Wahyuni Eka; Pangasih, Feliksdinata
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.165

Abstract

Paket wisata kreatif ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan budaya, melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata, dan memberikan pengalaman nyata kepada pengunjung. Pengembangan paket pariwisata berbasis komunitas diharapkan menjadi solusi strategis untuk merangkai daya tarik desa-desa wisata dan meningkatkan hubungan harmonis antara wisatawan dan penduduk lokal. Dengan melibatkan komunitas dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari pengelolaan sumber daya hingga pembuatan produk wisata, diharapkan dapat tercipta kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar. metode untuk mengembangkan pariwisata dengan memulai kunjungan ke setiap desa untuk menentukan daya tarik yang mungkin menjadi tujuan wisata, seperti wisata alam, budaya, dan wisata dengan minat khusus. Kegiatan ini dilakukan melalui survei yang dilakukan bersamaan dengan kehadiran perwakilan dari desa. Setelah mengumpulkan data tentang daya tarik wisata, tim akan berbicara dengan pengelola, termasuk kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk menentukan destinasi mana yang dapat dipromosikan. Sebuah model pelatihan pendampingan digunakan, dan pelatihan dilakukan setiap tiga minggu sekali pada akhir pekan selama sekitar empat bulan.
Travel Patterns and Visitor Satisfaction Levels for The International Folk and Art Festival Event: Study in Kutai Kartanegara, Indonesia Keliwar, Said; Noor, Muhammad Fauzan; Binti Md Khairi, Nurul Diyana
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v9i1.1819

Abstract

This research aims to identify the characteristics of visitor patterns and levels of satisfaction as well as factors that encourage visitors to visit The International Folk and Art (TIFAF) event held in Kutai Kartanegara, Indonesia. The research also seeks to evaluate the overall satisfaction level of attendees and identify key indicators contributing to visitor experience. This research employs a combination of qualitative and quantitative approaches. The tool used to analyze the research data is IBM SPSS version 22. The study employs frequency analysis to examine the characteristics and perceptions of visitors. Data analysis related to the perceptions of visitors and business actors is conducted using the Level of Respondent Achievement (LRA) method, which includes 16 evaluation indicators. The sampling method used is accidental sampling with 682 respondents. The findings indicate that the majority of TIFAF visitors were male (62%), aged between 17 and 25 years (68%), and predominantly students or university students (60%) with a high school level education (65%) and monthly income below IDR 500,000 (59%). Visitors expressed high levels of satisfaction with the event, reflected by an average perception score of 37.5 and an overall TCR of 85.99%. These results demonstrate a positive reception across all assessed aspects, underscoring the festival’s success in meeting visitor expectations. The findings offer actionable insights for improving future cultural tourism events in the region.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Kandua Raya Pangasih, Feliksdinata; Hakim, Bhanu Rizfa; Rulia, Anna; Noor, Muhammad Fauzan
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 1 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i1.4299

Abstract

Desa Kedang Ipil memiliki keindahan alam yang mempesona, terdapat beberapa air terjun yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal sejak dahulu. Sempat menjadi percontohan bagi desa-desa yang ada disekitarnya, air terjun Kandua Raya merupakan salah satu yang paling terkenal akan keindahan alamnya sehingga dijuluki sebagai niagara kedang ipil, sayangnya objek wisata ini sudah semakin tua dan mulai kehilangan daya tariknya karena termakan usia, fasilitas yang seadanya dan tidak ada pengembangan yang signifikan dalam kurun waktu yang cukup lama membuat air terjun “niagara” sedikit kehilangan pesonanya. Setelah terbentuk Pokdarwis Dewi Karya beberapa bulan terakhir yang diprakarsai anggota-anggota berjiwa muda menimbulkan hasrat untuk melakukan pengembangan. Dibutuhkan rencana yang cepat dan tanggap untuk dapat terlaksana pada pengembangan kawasan wisata tersebut, Kegiatan pengabdian ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pengembangan wisata pada kawasan tersebut terutama dengan pembangunan fasilitas berupa gerbang utama dan spot foto wisata alam yang menarik serta pengembangan pariwisata sebagai kelompok usaha berbasis masyarakat, sehingga dapat menghantarkan kawasan wisata alam air terjun Kandua Raya kembali bersinar seperti pada masa jayanya.