Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ISTRI DALAM KELUARGA NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Makaluas, Marselino M.; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28977

Abstract

Abstractbased on the results of the study it can be concluded that, the role of bagan fisherman's wife in Jayaraksa village was divided into 3 roles : (a) domestik role (cook, wash, ironing the clothes, cleaning the house, take care of granchildren, help the husband); (b) Sosial role (community service, worship, meeting, and village counseling, social gathering);  (c) productive role (laundry service and retailer). Time allocation required by the fishermen's wife in carrying out her domestic role every day cooking need 2 hour, sweeping the house need 10 minute, retailer need 2 hours and the rest for taking care grandchildren. Shopping kitchen needs just take 0,5 hours per day swepping the house and ironing the clothes need 4 hours per day. Time allocation for social role community service, worship, meeting, village counseling social gathering sometimes need 2 hours per day. Time allocation for productive role retailer and laundry service plus 3 hours per day  Keywords: Wife role , Chart Fisherman, Jayakarsa, Northern Minahasa  AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa:Peran istri nelayan bagan di Desa Jayakarsa dapat dibagi dalam 3 peran yaitu: (a) Peran domestik (memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, membersihkan rumah, mengurus anak, membantu suami); (b) Peran sosial (kerja bakti, beribadah, rapat dan penyuluhan desa, serta arisan); (c) Peran produktif (tukang cuci pakaian dan sebagai penjual ikan keliling. Alokasi waktu yg dibutuhkan istri nelayan dalam menjalankan peran domestiknya setiap hari untuk memasak 2 jam, menyapu 10 menit, menjadi pedagang pengecer 2 jam dan sisanya dihabiskan utk mengurus anak dan cucu. Belanja keperluan dapur  hanya  0,5 jam per hari, mengepel 1 jam per minggu,  mencuci dan menyeterika pakaian 4 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran Sosialnya yaitu Kerja bakti, beribadah, kegiatan rapat,  penyuluhan dan arisan PKK hanya dilakukan kadang-kadang dan maksimal 2 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran produktifnya yang pedagang pengecer 2 jam per hari dan yang cuci pakaian ditambah 3 jam per kegiatan.Kata kunci : Kata Kunci : Peran Istri, Nelayan Bagan,  Jayakarsa, Minahasa utara
Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District Makaluas, Marselino M.; Manoppo, Victoria; Mamangkey, Noldy G. F.; Luasunaung, Alfret; Mandagi, Ixchel F.; Malalantang, Sjenny S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65929

Abstract

Coastal reclamation in Sario District since 1995 has affected the socioeconomic conditions of coastal communities, particularly handline fishermen. This study aims to identify the socioeconomic conditions of fishermen, analyze internal and external factors using PESTEL and SWOT analyses, and determine appropriate adaptation strategies. The research was conducted from August to November 2025 in three villages within Sario District using a descriptive qualitative and quantitative approach. Results show that fishermen are mostly of productive age with low education levels. Declining income due to distant fishing grounds has driven diversification into side jobs. The PESTEL analysis revealed impacts of reclamation, rising costs, and weak marketing, while SWOT placed fishermen in an aggressive strategy position with strong internal capacity but serious external threats. Adaptive strategies involve pursuing side jobs while preserving traditional fishing livelihoods. Keywords: adaptation strategy; traditional fishermen; coastal reclamation; handline fishing; PESTEL analysis; SWOT analysis Abstrak Reklamasi pantai di Kecamatan Sario sejak 1995 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan pancing ulur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi nelayan, menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan PESTEL dan SWOT, serta menentukan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama Agustus–November 2025 di tiga kelurahan di Kecamatan Sario dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan nelayan didominasi usia produktif dan berpendidikan rendah. Penurunan pendapatan akibat jauhnya area tangkap mendorong diversifikasi pekerjaan. Analisis PESTEL mengungkap dampak reklamasi, biaya tinggi, dan lemahnya pemasaran, sementara SWOT menempatkan nelayan pada strategi agresif dengan kekuatan internal baik namun menghadapi ancaman eksternal. Strategi adaptasi dilakukan melalui pekerjaan sampingan tanpa meninggalkan profesi tradisional. Kata kunci: strategi adaptasi; nelayan tradisional; reklamasi pantai; pancing ulur; analisis PESTEL; analisis SWOT