Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) KELOMPOK TANI KOBATUNAN DAN SUKAMAJU DESA MUNDUNG Malalantang, Sjenny S.; Tamod, Zetly E.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemeliharaan ternak sapi potong secara ekstensif yang dipelihara oleh Kelompok Tani Kobatunan dan Sukamaju Desa Mundung antara lain menyebabkan rendahnya produktivitas ternak. Selain itu juga kurangnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota Kelompok tentang sistem pemeliharaan ternak sapi potong, tidak tersedia kandang, hijauan pakan berkualitas, system pengelolahan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan pengembangan usaha peternakan dikelompok ini berjalan sangat lamban. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Tani Kobatunan dan Sukamaju antara lain bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pakan berkualitas melalui ketersediaan kebun percontohan hijauan pakan unggul, pengelolaan limbah pertanian dan peternakan melalui pengenalan, penyebarluasan, alih teknologi pakan dalam upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan pakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan aplikasi pembuatan kandang percontohan, penanaman hijauan pakan unggul, pengolahan limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan alternatif dimusim kemarau, pengolahan limbah pertanian sebagai pupuk organik. Kesimpulan yang diperoleh adalah Peningkatan pengetahuan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak dalam kandang percontohan, kebun percontohan hijauan pakan unggul dan ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan.
PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) KELOMPOK TANI KALISAPUN DAN MAKANTAR KELURAHAN MAPANGET BARAT KOTA MANADO Rahasia, Cathrien A.; Malalantang, Sjenny S.; Soputan, J. E. M.; Kaunang, W. B.; Pontoh, Ch. J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya produktivitas ternak sapi potong yang dipelihara oleh Kelompok Tani Kalisapun dan Makantar Kelurahan Mapanget Barat Kota Manado disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota Kelompok tentang sistem pemeliharaan ternak sapi potong. Tidak tersedia kandang, hijauan pakan berkualitas, system pengelolahan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan pengembangan usaha peternakan dikelompok ini berjalan sangat lamban. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Tani Kalisapun dan Makantar antara lain bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pakan berkualitas melalui ketersediaan kebun percontohan hijauan pakan unggul, pengelolaan limbah pertanian dan peternakan melalui pengenalan, penyebarluasan, alih teknologi pakan dalam upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan pakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan aplikasi pembuatan kandang percontohan, penanaman hijauan pakan unggul, pengolahan limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan alternatif dimusim kemarau, pengolahan limbah pertanian sebagai pupuk organik dan biogas energi alternatif. Kesimpulan yang diperoleh adalah Peningkatan pengetahuan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak  dalam kandang percontohan, kebun percontohan hijauan pakan unggul, ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan, pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik dan biogas.
PENERAPAN RECURSIVE LINEAR MODEL (RLM) DALAM PENDUGAAN BERAT BADAN AYAM BROILER DAN AYAM LOKAL Rahman Rahman; Teguh Wahyono; Cecep Hidayat; Rantan Krisnan; Sjenny S Malalantang
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.631 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i3.3650

Abstract

Penggunaan model matematis bermanfaat untuk meningkatkan ketepatan tujuan pemberian nutrisi dalam ransum sebagai usaha meningkatkan produksi ternak. Recursive linear model (RLM) merupakan salah satu model matematis yang sederhana dan cukup akurat diaplikasikan dalam studi pertumbuhan ayam. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan model RLM dalam pendugaan berat badan ayam broiler dan ayam lokal di Indonesia. Hal tersebut untuk mendukung penggunaan pendekatan nutrisi kuantitatif dalam merepresentasikan hasil riset dunia perunggasan nasional. Data yang digunakan dalam makalah ini adalah data sekunder yang berasal dari dua sumber data (skripsi) yang merepresentasikan topik penelitian komoditas ayam broiler dan ayam lokal. Data yang terdapat dalam skripsi tersebut diseleksi dan diuji menggunakan model RLM dengan rumus Wk = θ1k + θ2k · CFk. Nilai notasi θ1k pada ayam broiler berkisar antara 0,0629 - 0,0822 kg. Nilai notasi θ2k sebesar 0,707 - 0,759 kg/kg. Nilai notasi θ1k untuk ayam lokal jantan dan betina sebesar -0,114 dan -0,124 kg. Nilai notasi θ2k ayam lokal sebesar 1,95 (jantan) dan 2,08 (betina) kg/kg. Nilai mean relative prediction error (MRPE) atau tingkat kesesuaian model pada ayam broiler berkisar antara 2,47-4,30%. Nilai MRPE ayam lokal berkisar 25,80-29,39%. Kesimpulan makalah ini adalah bahwa RLM sangat cocok diaplikasikan pada riset unggas berbasis ayam broiler. Penerapan RLM belum sesuai diterapkan dalam riset berbasis ayam lokal. Dalam penerapan RLM juga perlu mempertimbangkan faktor tujuan perlakuan pakan dan horison periode prediksi. Akan tetapi, berbagai penelitian pendugaan pertumbuhan ayam lokal menggunakan model matematis lain (disertai dengan uji empiris) perlu dilakukan ntuk mendukung pernyataan diatas. Kata kunci: ayam broiler, ayam lokal, model matematis pertumbuhan, and recursive linear model
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN TANAMAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI KOBATUNAN DAN SUKAMAJU DESA MUNDUNG Sjenny S. Malalantang; Zetly E. Tamod; Agnitje Rumambi; Mercy R. Waani; Ch. J. Pontoh
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.722 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p06

Abstract

Sistem pemeliharaan ternak sapi potong secara ekstensif yang dipelihara oleh Kelompok Tani Kobatunan dan Sukamaju Desa Mundung antara lain menyebabkan rendahnya produktivitas ternak. Selain itu juga kurangnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota Kelompok tentang sistem pemeliharaan ternak sapi potong, tidak tersedia kandang, hijauan pakan berkualitas, sistem pengelolahan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan pengembangan usaha peternakan dikelompok ini berjalan sangat lamban. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Tani Kobatunan dan Sukamaju antara lain bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pakan berkualitas melalui ketersediaan kebun percontohan hijauan pakan unggul, pengelolaan limbah pertanian dan peternakan melalui pengenalan, penyebarluasan, alih teknologi pakan dalam upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan pakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan aplikasi pembuatan kandang percontohan, penanaman hijauan pakan unggul, pengolahan limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan alternatif di musim kemarau, pengolahan limbah pertanian sebagai pupuk organik. Kesimpulan yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak dalam kandang percontohan, kebun percontohan hijauan pakan unggul dan ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan. Kata kunci: amoniasi, hijauan unggul, kandang, sapi potong, silase
Pemberdayaan Kelompok Peternak Kelinci Di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Moningkey, Sony A. E.; Lumenta, Ingriet D. R.; Kalangi, Lidya S.; Oroh, Franky N. S.; Malalantang, Sjenny S.
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i1.3770

Abstract

Usaha peternakan sebagai penyedia daging sangat menunjang keberhasilan pembangunan Indonesia secara umum, dimana salah satu komoditas peternakan yang dapat berperan sebagai penyedia daging adalah kelinci. Kelinci merupakan ternak yang memiliki potensi besar sebagai hewan peliharaan maupun hewan hias, menghasilkan daging dan kulit/bulu. Desa Teep terletak di Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Di Desa Teep terdapat Kelompok Peternak Kelinci “Kelinci Langowan”. Permasalahan utama bagi kelompok peternak adalah pakan yang mereka berikan masih tergantung pada produsen pakan namun harga produsen pakan semakin mahal sehingga kelompok tersebut mengganti pakan dengan pakan yang kurang sesuai dan keterbatasan pengetahuan tentang pakan alternatif turunan dari tanaman hijauan serta penggunaan kandang kelinci yang kurang ramah lingkungan. Usaha peternakan kelinci kelompok ini masih tergolong usaha skala kecil, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki peternak tentang manajemen peternakan kelinci. Tujuan umum dari program pengabdian yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok usaha peternakan kelinci mitra dengan memberikan metode penyuluhan dan pelatihan dalam pengenalan jenis pakan alternatif legum Indigofera zollingeriana serta pembuatan kandang kelinci yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan mendapat respon positif dari aparatur pemerintah Desa Teep dan kelompok peternak kelinci. Para peternak antusias mengikuti program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui pengenalan tanaman Indogofera zollingeriana serta pembuatan kandang yang ramah lingkungan.
Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District Makaluas, Marselino M.; Manoppo, Victoria; Mamangkey, Noldy G. F.; Luasunaung, Alfret; Mandagi, Ixchel F.; Malalantang, Sjenny S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65929

Abstract

Coastal reclamation in Sario District since 1995 has affected the socioeconomic conditions of coastal communities, particularly handline fishermen. This study aims to identify the socioeconomic conditions of fishermen, analyze internal and external factors using PESTEL and SWOT analyses, and determine appropriate adaptation strategies. The research was conducted from August to November 2025 in three villages within Sario District using a descriptive qualitative and quantitative approach. Results show that fishermen are mostly of productive age with low education levels. Declining income due to distant fishing grounds has driven diversification into side jobs. The PESTEL analysis revealed impacts of reclamation, rising costs, and weak marketing, while SWOT placed fishermen in an aggressive strategy position with strong internal capacity but serious external threats. Adaptive strategies involve pursuing side jobs while preserving traditional fishing livelihoods. Keywords: adaptation strategy; traditional fishermen; coastal reclamation; handline fishing; PESTEL analysis; SWOT analysis Abstrak Reklamasi pantai di Kecamatan Sario sejak 1995 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan pancing ulur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi nelayan, menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan PESTEL dan SWOT, serta menentukan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama Agustus–November 2025 di tiga kelurahan di Kecamatan Sario dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan nelayan didominasi usia produktif dan berpendidikan rendah. Penurunan pendapatan akibat jauhnya area tangkap mendorong diversifikasi pekerjaan. Analisis PESTEL mengungkap dampak reklamasi, biaya tinggi, dan lemahnya pemasaran, sementara SWOT menempatkan nelayan pada strategi agresif dengan kekuatan internal baik namun menghadapi ancaman eksternal. Strategi adaptasi dilakukan melalui pekerjaan sampingan tanpa meninggalkan profesi tradisional. Kata kunci: strategi adaptasi; nelayan tradisional; reklamasi pantai; pancing ulur; analisis PESTEL; analisis SWOT