Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Evaluasi Ekstraksi Molar Ketiga Rahang Bawah Berdasarkan Angulasi Mesial pada Radiografi Panoramik Saputri, Rosalina I.; Boedi, Rizky M.
e-GiGi Vol 8, No 1 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.1.2020.28743

Abstract

Abstract: Third molar development is a concern in dental care because of its influence on stomatognathic system. Due to third molar irregular pattern of eruption, different clinical and radiographic considerations on how to decide an extraction were studied. This study was aimed to evaluate the effect of mandibular third molar mesial angulation (MA) towards the extractions on panoramic radiographs. This was a retrospective study. A longitudinal study of mandibular third molars (n=192) of 102 individuals (50 Female and 52 Male) was conducted. Development of the mandibular third molar was staged according to modified Köhler et al. staging technique. Mesial angulation was measured from the intersection between axes of third molar and adjacent second molar of the most developed stage for extraction cases or before root completion for non-extraction cases. Of 102 subjects, 107 mandibular third molars were extracted. The increase of 1° of MA would increase the odds ratio (OR) of extraction by 1.113 (95% CI 1.070-1.158, p<0.01). The ROC curve showed the MA of 18.5o as the threshold of extraction with 76% of sensitivity and 68% of specificity. In conclusion, MA has the possibility as a predictive factor of mandibular third molar extraction. Future studies using bigger sample sizes and variations of third molar development are suggestedKeywords: third molar, angulation, extraction, predictive factor, panoramic radiographs Abstrak: Pertumbuhan molar ketiga menjadi perhatian pada perawatan dental karena pengaruh-nya pada sistem stomatognasi. Terdapat banyak penelitian tentang berbagai pertimbangan klinis dan radiografis untuk melakukan ekstraksi molar ketiga karena pola erupsinya yang tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek angulasi mesial (AM) dari molar ketiga rahang bawah terhadap tindakan ekstraksi pada radiografi panoramik. Jenis penelitian ialah retrospektif. Pengamatan molar ketiga rahang bawah (n=192) secara longitudinal dilakukan pada 102 individu (50 perempuan dan 52 laki-laki). Pertumbuhan molar ketiga diukur berdasarkan tahap pertumbuhan dari teknik modifikasi Köhler et al. AM diukur dari pertemuan aksis molar ketiga dan molar kedua di sebelahnya, pada tahap pertumbuhan paling akhir pada kasus ekstraksi, atau sebelum akar gigi terbentuk sempurna pada kasus non-ekstraksi. Pada sampel penelitian, ekstraksi dilakukan pada 104 molar ketiga rahang bawah. Peningkatan 1o dari AM akan meningkatkan rasio peluang dari ekstraksi sebesar 1,113 (95% CI 1,070-1,158, p<0,01). Pada kurva ROC, AM sebesar 18,5o menunjukan 76% sensitivitas dan 68% spesifisitas. Simpulan penelitian ini ialah AM dapat digunakan sebagai faktor prediksi terhadap ekstraksi molar ketiga rahang bawah. Perkembangan penelitian selajutnya dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan dengan memperhatikan pertimbahan klinis serta parameter radiografik lainnya.Kata kunci: molar ketiga, angulasi, ekstraksi, faktor prediksi, radiografi panoramik
Aplikasi Metode Third Molar Maturity Index pada Kelompok Usia Remaja Prabowo, Yoghi B.; Ermanto, Haliza; Skripsa, Tira H.; Limijadi, Edward K. S.; Boedi, Rizky M.
e-GiGi Vol 8, No 2 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.30541

Abstract

Abstract: Up to now, there are still residents of Indonesia who do not have legal documents supporting age information. Hence, proving the age of a person concerning some reasons becomes difficult. Third molar development could be used as an indicator to estimate the age in adolescents if legal documents are not available. This study was aimed to prove the difference in the development of third molars between individuals aged above and below 19 years using the third molar maturity index (I3M) method. Third molar development calculations were performed on 112 digital OPG photographs (71 females and 41 males) of patients aged 16- <24 years. Samples were divided into two age groups, namely <19 years and ≥19 years. We performed comparison tests to analyze the differences between groups and genders against I3M. The results showed significant differences between the development of third molars in individuals aged above and below 19 years according to I3M values. Meanwhile, there was no significant differences in I3M values between males and females. Males experienced faster third molar development than females in the age group <19 years. In conclusion, the I3M method can be used to differentiate the development of third molars in individuals aged above and below 19 years. Further research could be carried out by using a larger number of samples and setting a threshold of I3M for the age of 19 among Indonesian population.Keywords: dental age estimation, third molar, I3M method Abstrak: Pada saat ini, masih ada penduduk Indonesia yang tidak memiliki dokumen legal pendukung informasi usia sehingga terdapat kesulitan dalam membuktikan usia seseorang untuk berbagai kebutuhan. Pertumbuhan molar ketiga dapat digunakan sebagai indikator untuk melakukan estimasi usia pada remaja bila dokumen legal tidak tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan pertumbuhan molar ketiga pada individu berusia di atas dan di bawah 19 tahun dengan metode third molar maturity index (I3M). Perhitungan pertumbuhan molar ketiga dilakukan pada 112 foto OPG digital (71 wanita dan 41 pria) dari pasien berusia 16- <24 tahun. Sampel dibagi menjadi dua kelompok usia, yaitu <19 tahun dan ≥19 tahun. Uji beda dilakukan untuk menganalisis perbedaan antar kelompok dan jenis kelamin terhadap I3M. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan bermakna antara pertumbuhan molar ketiga pada individu berusia di atas dan di bawah 19 tahun. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai I3M pada pria dan wanita. Pria ditemukan mengalami pertumbuhan molar ketiga yang lebih cepat dari wanita pada kelompok usia <19 tahun. Simpulan penelitian ini ialah metode I3M dapat digunakan untuk membedakan pertumbuhan molar ketiga pada individu berusia di atas dan di bawah 19 tahun. Disarankan penelitian lanjut dengan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan dilakukan penetapan batas ambang I3M untuk usia 19 tahun pada populasi Indonesia.Kata kunci: estimasi usia dental, molar ketiga, metode I3M