Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indigenous Biologi

Jenis-Jenis Tanaman Obat Yang Terdapat Ditaman Hutan Raya Prof.Ir Herman Yohanes Desa Kotabes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Deli Sukardi umbu Tamu; Yanti Daud; Apriliana Ballo
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 1 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v3i1.60

Abstract

Tanaman obat merupakan jenis tumbuhan yang dapat memberikan manfaat medis bagi manusia, jenis tanaman ini banayak ditemukan dilingkungan sekitar maupun dihutan. Penelitian tentang tanaman obat di Taman Hutan Raya Prof.Ir Herman Yohanes Desa Kotabes berlangsung selama satu bulan yaitu bulan Februari-Maret 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang berpotensi sebagai obat trdisional bagi masyarakat Desa Kotabes. Manfaat dari penelitian ini yaitu seabagai informasi bagi masyarakat Nusa Tenggra Timur secara khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Manfaat lain yaitu sebagai data keanekaragaman tanaman obat Nusantara khususnya di TAHURA Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode belt transek (transek sabuk) dengan transek kuadran. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan pada buku Tanaman obat Andriani & Arisandi 2008, buku Flora Van Stenis 2008 dan jurnal. Analisis keanekaragaman jenis tanaman obat menggunakan rumus Shannon-Wiener. Adapun spesies tanaman obat yang ditemukan yakni: Arange pinnate, Plectocomiopsis mira, Strobilantes crispus, Annona muricata, Chromolaena odorata, Alstonia scholaris, Garnicia cf.bancana, Ceiba pentandra, Swietenia macrophylla, Piper caducibra cteum, Morinda citrifolia, dan sterculia quadrifa. Ke-sebelasan spesies tergolong dalam famili : Araceae, Acantahceae, Annonaceae, Asteraceae, Apocynaceae, Gutiferae, Malvaceae, Meliaceae, Piperaceae, Rubiaceae, dan Sterculiaceae. Indeks keanekaragaman tanaman obat pada setiap stasiun yaitu pada stasiun 1dengan H’= 0,87, stasiun 2 dengan H’= 0,71, dan pada stasiun 3 dengan H’= 0,78 yang diperoleh di Taman Hutan Raya Prof.Ir Herman Yohanes dan tergolong dalam indeks keanekaragaman rendah. Dari penelitian ini diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui kandungan kimia dan pemakaian dosis agar terjamin keamanan kesehatan pengguna.
JENIS-JENIS DAN PEMANFAATAN ROTAN OLEH MASYARAKAT DI TAMAN HUTAN RAYA PROF. IR. HERMAN JOHANNES KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG indan karipalai; Arnold Ch Hendrik; Apriliana Ballo
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 3 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i3.74

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) Prof. Ir. Herman Johannes merupakan kawasan hutan yang dilindungi oleh pemerintah yang terletak di wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Kupang tepatnya berada diantara 2 (dua) wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Amarasi dan Kecamatan Amarasi Selatan. Rotan merupakan jenis palem memanjat yang termasuk dalam family Palmae yang memiliki nilai komersial yang tinggi. Rotan digunakan oleh masyarakat sebagai bahan anyaman, pembuatan kursi, tali sebagai bahan pengikat dan lain sebagainya. Mengingat pengetahuan akan jenis rotan yang ada di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Prof. Ir Herman Johannes tidak maksimal atau belum teridentifikasi jenis-jenisnya untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis rotan apa saja dan bagaimana pemanfaatannya oleh masyarakat di Taman Hutan Raya (Tahura) Prof. Ir. Herman Johannes. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kombinasi teknik garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran. Analisis data meliputi jenis rotan dimana data yang diperoleh dianalisis untuk menetukan kerapatan, frekuensi dan dominasi. Sedangkan analisis pemanfaatan rotan dilakukan dengan Index of Cultural Significance (ICS) atau indeks kepentingan budaya. Dari hasil penelitian didapatkan dua spesies rotan yaitu Rotan Balukbuk (Calamus burkianus Becc) dengan nilai kerapatan 0,008 Ind/Ha, frekuensi 0,18, dominasi 0,034 mm/Ha, dan nilai ICS 7, sedangkan Rotan Samare (Plectocomiopsis mira J.Dransf) memiliki nilai kerapatan 0,024 Ind/Ha, frekuensi 0,68, dominasi 0,002 mm/Ha, dan nilai ICS 8,5.
Analisis kandungan vitamin c pada kandungan buah enau ( a. pinnata ) di desa nekmese Felyxcia Cyndi Claudia Rianghepat; Andriani Rafael; Apriliana Ballo
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2021): Indigenous Biologi April 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v4i1.92

Abstract

ABSTRACTPalm trees (Arenga pinnata (wurmb.) Merr.) Are plantation crops that have the potential to be cultivated in the future, because they have high economic value and are prospective for commercial development given the diverse uses. Enau is a plant that was developed from generation to generation on Timor Island. Communities in the village of Nekmese still manage traditional palm trees. Vitamin C or ascorbic acid is one of the vitamins made from hexose derivatives which is water soluble and easily oxidized. The purpose of this study was to determine the vitamin C content of palm meat (A. pinnata). This research was conducted in May 2019 at the TPH Laboratory of the State Polytechnic of Kupang. Determination of vitamin C content in the sample is determined by titration using a solution of iodine. From the results of the study showed that the content of vitamin C in the flesh of the most palm fruit is found at a temperature of 5 ° C and 10 ° C while the content of vitamin C which is the least amount is at a temperature of 15 ° C.Keywords: palm plant and vitamin C